14 April 2026
Beranda blog Halaman 40384

Basarnas: Evakuasi Jenazah AirAsia Terhambat Cuaca Buruk

Jakarta, Aktual.co — Evakuasi jenazah korban yang diduga kuat merupakan penumpang pesawat AirAsia yang hilang Minggu (28/12) di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, terhambat akibat cuaca buruk di laut.

“Evakuasi sangat sulit, karena gelombang tinggi dan tiupan angin yang kencang. Bahkan saat mau mengambil mayat itu sulit, karena licin dan bila dipaksakan maka heli yang kami tumpangi menjadi sasaran gelombang,” kata Direktur Operasi Basarnas Marsma TNI Supriadi di Pangkalan Bun, Selasa malam (30/12).

Tim sempat berusaha mengevakuasi jenazah pertama yang ditemukan, yakni berjenis kelamin perempuan, namun gagal karena gelombang sangat tinggi sehingga rawan bagi keselamatan tim penyelamat.

Hasil pantauan udara, ada sembilan jenazah yang terpantau. Sayangnya upaya evakuasi menggunakan helikopter terkendala karena angin cukup kencang dan gelombang tinggi antara dua sampai tiga meter sehingga sangat berbahaya bagi tim evakuasi.

Meski begitu, pada sore hari tim berhasil mengevakuasi beberapa benda diduga kuat serpihan pesawat serta satu buah koper biru yang diperkirakan milik penumpang. Sementara itu, informasi pada Selasa malam, sejumlah jenazah berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo dan rencananya akan dibawa ke Pangkalan Bun pada Rabu pagi (31/12).

Pangkoopsau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto memberi keterangan tegas bahwa benda-benda yang ditemukan di sekitar jenazah tersebut merupakan serpihan pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang saat perjalanan dari Surabaya menuju Singapura.

Pihaknya belum mau berspekulasi tentang penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Tim memilih fokus terhadap evakuasi penumpang dan serpihan pesawat, seraya berharap masih ada penumpang yang mungkin masih hidup.

“Serpihan kerangka pesawat yang ditemukan dibalut dengan terpal serta kotak kecil berwarna biru sebagai hasil temuan,” kata Agus Dwi.

Dia menegaskan bahwa pencarian korban akan terus dilakukan bahkan dengan menambah armada di laut dan udara. Korban dan serpihan pesawat ditemukan sekitar 10 kilometer dari lokasi terakhir pesawat berpenumpang 155 orang dan tujuh kru pesawat itu hilang kontak.

Artikel ini ditulis oleh:

Merayakan Malam Tahun Baru Masehi?, Ini Tinjauan dari Hukum Islam & Ulama

Jakarta, Aktual.co — Perayaan Tahun Baru menambah euforia di tengah-tengah masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Hal ini menjadi tradisi umum bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Ada  yang rela merogoh koceknya untuk menyewa sebuah villa agar dapat berkumpul bersama kerabat dan teman-temannya. Dan, semua itu mereka lakukan hanya untuk menyambut sebuah malam yang meriah. Malam yang penuh gemarlap kembang api dan suara terompet yang menggema di setiap tempat, malam itu tak lain adalah malam Tahun Baru.

Fenomena  ini selalu terulang hampir di setiap akhir tahun. Hampir seluruh penduduk dunia merayakannya, baik itu laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, tanpa terkecuali umat Islam. Semuanya merayakan malam Tahun Baru dengan penuh suka cita dengan harapan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya

Dikutip dari berbagai sumber, hanya sebagian kecil kaum muslimin yang tahu tentang hukum perayaan Tahun Baru Masehi, yang sudah tentu perayaan ini bukanlah berasal dari Islam. Menurut para ahli sejarah perayaan ini bersumber dari kaum pagan ‘penyembah berhala’ pada zaman Romawi kuno.

Perayaan ini dipopulerkan oleh Raja Romawi Julius Caesar pada tahun 45 SM dengan mengganti kalender tradisonal dengan kalender Julian. Orang Romawi merayakan tahun baru dengan cara saling bertukar hadiah potongan dahan pohon suci. Mereka juga saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus (Bulan Januari diambil dari nama Dewa Janus). Serta mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

Ada sebagian Ulama kontemporer yang membolehkan perayaan Tahun Baru. Akan tetapi sebagian besar Ulama mengharamkan perayaan tersebut. Menurut mereka perayaan tersebut merupakan syiar orang-orang kafir yang semestinya kaum Muslimin tidak ikut-ikutan dalam merayakannya. Berikut ini adalah dalil-dalil yang digunakan Ulama dalam mengharamkan perayaan Tahun Baru Masehi.

Firman Allah SWT dalam surah al-Furqan ayat72,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
Dalam ayat tersebut terdapat kata ‘Alzuur’ (perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah). Ibnu Katsir menuliskan di dalam tafirnya bahwa yang dimaksud dengan ‘Al zuur’ adalah perayaan-perayaan orang kafir. Jelas dalam ayat ini Allah melarang kaum muslimin untuk menghadiri perayaan kaum musyrikin.

Hadist Nabi yang terdapat pada kitab Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda,

“إن لكل قوم عيداً وإن عيدنا هذا اليوم – ليوم الأضحى”

“Sesungguhnya bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah perayaan kita.”
Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan dalam Fathulbari makna hadist tersebut dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin dan meniru mereka (dalam perayaan).

Hadist Nabi yang terdapat pada kitab sunan Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda,

“من تشبه بقوم فهو منهم”

“ Siapa saja yang Tasyabbuh (meniru) suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”

Walhasil, Islam memandang bahwa toleransi memiliki dasar dan batasan tertentu. Umat Muslim hanya cukup menghargai tanpa harus mengucapkan atau pun ikut meramaikannya dengan mengunakan atribut-atribut tertentu. Aturan tersebut sudah dijelaskan dalam surat Al-Kafirun.

Umat Muslim tidak usah serta merta mengikuti perayaan hari raya agama lain, termasuk perayaan Tahun Baru Masehi. Toleransi antar umat beragama bukan berarti menggunakan atribut agama lain, melainkan tidak memaksakan umat lain untuk mengikuti ajaran mereka dan atribut ibadah serta perayaan mereka.

Dengan demikian, tak layak umat Islam terjebak dalam perangkap seruan toleransi yang tidak dibenarkan dalam Islam. Seharusnya, umat tetap fokus pada tujuannya untuk mengembalikan kehidupan Islam, sehingga Islam bisa diterapkan secara kaffah melalui institusi khilafah.

Dengan khilafah, umat Islam tidak terjebak ke dalam toleransi yang salah dan umat agama lain pun dapat dengan aman beribadah. Wallahu’alam bishawab.

Artikel ini ditulis oleh:

Suap Bangkalan, KPK: Pemeriksaan Pegawai Bank Terkait TPPU Fuad

Jakarta, Aktual.co — Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan kepada lima orang pegawai bank di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, lebih dari 11 jam, yakni mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB.
Pemeriksaan kepada lima orang pegawai bank itu, sebagai tindak lanjut pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan suap suplai migas yang menjerat mantam Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron.
Pemeriksaan oleh tim penyidik KPK ini untuk menelusuri kekayaan Fuad Amin Imron. “Pemeriksaan kali ini terkait tindak pidana pencucian uang,” kata ketua tim penyidik KPK, Novel Baswedan, di Mapolres Bangkalan, Selasa (31/12) malam.
Namun, pria ini tidak bersedia menjelaskan lebih detail terkait hasil pemeriksaan yang dilakukannya itu, dengan alasan, bukan kewenangan dirinya, melainkan kewenangan juru bicara KPK Johan Budi.
Tidak ada barang yang disita oleh tim penyidik ini, pada pemeriksaan yang dilakukan kali ini.
Sebelumnya pada tanggal 22 Desember 2014 tim penyidik KPK juga datang ke Bangkalan, memeriksa sejumlah pejabat teras, dan mantan pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Pejabat dan mantan pejabat Bangkalan yang diperiksa tim penyidik KPK kala itu, antara lain pelaksana harian (Plt) Sekda Bangkalan Moh Muhni, mantan Sekda Bangkalan Syaiful Jamal, Eddy Mulyono juga mantan Sekda dan Sekretaris DPRD Bangkalan Tomy Feryanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Titik Rawan Macet di Bogor di Malam Tahun Baru

Jakarta, Aktual.co —Ada 24 titik rawan macet di Kota Bogor saat perayaan malam tahun baru 2015 besok.
Dari data Polres Bogor Kota dalam persiapan menghadapi Operasi Lilin Lodaya 2014, lokasi rawan macet tersebar di tiap kecamatan.
Seperti di Kecamatan Bogor Utara terdapat Simpang Pomad, Simpang Talang, Simpang Jalan Baru, dan Simpang Warung Jambu.
Untuk lokasi rawan macet di Kecamatan Bogor Tengah terdapat di Simpang Denpom, Jembatan Merah, Simpang Jalan Surya Kencana, Tugu Kujang, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Mawar.
Di Kecamatan Bogor Timur terdapat tiga titik rawan macet yakni di Jalan Siliwangi, Jalan Hero Pajajaran, dan Jalan Raya Tajur.
Titik kemacetan di Kecamatan Bogor Selatan tersebar di Simpang Empang, Jalan Pahlawan, Simpang Pancasan, dan Muara Krakatau. 
Di Kecamatan Bogor Barat terdapat di Simpang Gunung Batu, Simpang Semplak, dan Simpang Bubulak. Lokasi rawan macet lainnya di Kecamatan Tanah Sareal terdapat di TL Yasmin, depan Yogya dan Jalan Kebon Pedes.

Artikel ini ditulis oleh:

CEO AirAsia: Pilot Irianto Berpengalaman

Surabaya, Aktual.co — CEO Air Asia, Tony Fernandez, menegaskan bahwa, pilot yang mengemudikan pesawat AirAsia QZ8501, yang hilang kontak pada Minggu (28/12), Irianto, adalah pilot yang berpengalaman.

“Pilot (Irianto), memiliki pengalaman lebih dari dua ribu jam penerbangan,” ujar Tony dalam siaran persnya kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/12).

Dengan sudah ditemukannya serpihan pesawat AirAsia yang naas tersebut, kata Tony, pihaknya akan bekerjasama dengan BASARNAS, untuk konsentarasi melakukan evakuasi terhadap korban.

Pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan telah menemukan beberapa serpihan badan pesawat AirAsia QZ8501 dan enam jenazah, tiga di antaranya telah berhasil dievakuasi.

Pesawat tersebut hilang kontak dengan air traffic di Jakarta, setelah melakukan penerbangan dari Bandara Juanda, Suarabya dengan tujuan Singapura selama satu jam.

Pesawat naas tersebut, mengangkut 155 penumpang, termasuk seorang bayi.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lantas di Malam Tahun Baru

Jakarta, Aktual.co —Antisipasi kemacetan yang diperkirakan bakal terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat, Polres Bogor Kota siapkan rekayasa lalu lintas. 
Kasubag Humas Polres Bogor Kota AKP Diana Sulistyowati mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan melakukan buka tutup jalur di Jalan Raya Tajur. Sistem ini diberlakukan secara situasional dengan titik penutupan di dekat Ekalokasari dan di Simpang Ciawi.
Dia memperkirakan saat tahun baru Kota Bogor akan mendapat pelimpahan arus lalu lintas dari kawasan Puncak yang ditutup.
Selain itu, sebanyak 695 personel Polres Bogor Kota akan diturunkan untuk mengatur arus lalu lintas di malam Tahun Baru. Personel diturunkan dari Satlantas Polres dan Polsek di enam kecamatan.
“Seluruh personel kita libatkan, akan ada penambahan personel dari instansi lain, semua akan ditempatkan di seluruh ruas jalan terutaam di titik-titik kepadatan,” kata Diana, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/12).  
Pengamanan juga melibatkan anggota Pramuka, personel DLLAJ sebanyak 50 orang, dan anggota Polisi Masyarakat (Polmas) Bogor Raya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain