20 April 2026
Beranda blog Halaman 40431

Kekayaan Tambang Indonesia Tidak Dikelola Berdasar Hukum dan Keadilan

Jakarta, Aktual.co —Kekayaan alam Indonesia berupa sumber energi dan pertambangan yang melimpah seharusnya dapat membuat rakyat Indonesia sejahtera.

Namun, sampai saat ini kondisi Indonesia belum lepas dari masalah kemiskinan, tingginya pengangguran dan masih minimnya jaminan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bhaktiar dalam rilis catatan akhir tahun energi dan pertambangan.

“Kekayaan alam sumber energi dan pertambangan belum dapat sejahterakan rakyat, karena energi dan pertambangan tidak dikelola berdasarkan hukum dan keadilan,” kata Bisman di Jakarta, Selasa (30/12).

Bisman mengatakan, dalam catatan PUSHEP, banyak ditemukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermasalah. Dari 10.918 IUP yang ada, baru 6.042 IUP yang sudah dinyatakan tidak bermasalah (clear and clean), sisanya sebanyak 4.876 IUP masih bermasalah.

“Terkait IUP bermasalah, Pemerintah jangan ragu untuk melakukan proses hukum dan gandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ada indikasi penyimpangan dan korupsi,” ujar Bisman.

Ia menegaskan, penyelesaian renegosiasi Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, dari 107 perusahaan pemegang KK dan PKP2B, baru 1 perusahaan yang sudah menandatangani amandemen kontrak.

“Sebanyak 86 perusahaan baru sebatas menandatangani MOU dan sisanya belum jelas,” imbuhnya

Artikel ini ditulis oleh:

Libur Natal dan Tahun baru, Berkah Bagi Sopir Angkutan

Jakarta, Aktual.co — Libur panjang Natal dan Tahun Baru kali ini membawa berkah tersendiri sejumlah pengemudi angkutan umum di Ibu Kota. Pasalnya sejumlah angkutan umum tersebut menjadi target pilihan warga untuk melakukan silahturahmi dengan menggunakan jasa transportasi tersebut.

Simanjuntak (32) pengemudi Metromini 45 TMII – Pulogadung mengaku senang dengan lonjakan penumpang pada liburan kali ini.

“Kalau hari biasa sepi, tapi libur sekarang penumpang berdesakan. Semoga setiap hari bisa begini,” katanya, Selasa (30/12).

Hal yang sama dibenarkan oleh pengemudi lainnya, Mumuh (22). Menurutnya, jika sehari-hari ia hanya bisa mendapatkan setoran berkisar Rp 500 ribu – Rp 600 ribu perhari, namun, libur kali ini ia bisa mendapatkan Rp 1 juta sehari.

“Lumayan mas, jauh naiknya, bisa sampai sejutaan,” pungkasnya.

Liburan akhir tahun bagi masyarakat Jakarta khusunya anak-anak sekolah bisanya di manfaatkan berkunjung ke sanak keluarga dan berjalan-jalan bersama. Walau pun ongkos angkutan umum telah meraqngkak naik lantaran naiknya bahan bakar minyak yang dinaikan oleh pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PT MRT Desak Pemprov DKI Tuntaskan Pembebasan Lahan

Jakarta, Aktual.co — PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyelesaikan pembebasan lahan yang masih bermasalah guna kelancaran pembangunan megaproyek monorel sebagai moda transportasi baru di Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami menyampaikan, saat ini masih banyak lahan yang merupakan jalur MRT yang belum dibebaskan oleh Pemprov DKI Jakarta. Lanjutnya, lahan yang belum dibebaskan adalah 80 bidang tanah.

“Yang belum dibebaskan itu lahan untuk stasiun dan lahan di daerah Fatmawati, Panglima Polim dan Blok A. Itu belum beres. Itu cuma dua jalur, kami ingin satu jalur lagi supaya tidak terlalu macet,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa (30/12).

Ia mengatakan saat ini proyek tersebut masih berjalan sesuai kontrak, hanya saja yang ia takutkan adalah jika masalah pembebasan lahan belum diselesaikan juga, akan berdampak pada kelancaran proyek tersebut nantinya.

Ia pun berharap agar pembebasan lahan si daerah tersebut dapat segera selesai agar pembangunan jalur MRT layang dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja sudah bisa dilakukan pada tahun 2015 mendatang.

“Pak Sekda sudah bentuk tim pembebasan lahan. Semoga saja bulan Januari sudah bisa segera dilakukan secara keseluruhan soal lahan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Inilah Sejarah Banjir Jakarta (12)

Jakarta, Aktual.co — Dalam pembangunan fisik kota mengakibatkan daerah kedap air semakin luas sehingga curah hujan yang jatuh tidak bisa diserap ke dalam tanah dan menjadi aliran permukaan. Semakin luas daerah kedap air, semakin luas wilayah yang dilanda banjir.

Perkembangan fisik kota yang cepat dengan curah hujan yang konstan setiap bulannya menyebabkan sarana drainase Jakarta tidak mampu menampung hujan lokal dan pembuangan air dari pemukiman dan kantor-kantor. Selain itu, akumulasi dari faktor-faktor penyebab banjir seperti pemukiman di bantaran sungai dan kebiasaan masyarakat membuang sampah di sembarang tempat telah mempercepat proses sedimentasi dan pendangkalan sungai.

Dalam kondisi banjir, respon masyarakat Jakarta terbagi dalam tiga kelompok. Pertama adalah masyarakat yang terkena musibah banjir. Mereka biasanya direpotkan untuk mencari tempat pengungsian sementara. Mereka ini biasanya tinggal di daerah bantaran sungai atau daerah yang lebih rendah sehingga aktivitas mencari tempat pengungsian merupakan rutinitas tahunan.

Kedua adalah masyarakat yang tidak terkena banjir, tetapi mempunyai kepedulian terhadap warga yang terkena banjir, seperti yang dilakukan oleh para dermawan yang memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga sekitarnya untuk meringankan beban warga yang terkena musibah.

Ketiga adalah masyarakat yang tidak terkena banjir. Mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tidak peduli terhadap keadaan lingkungannya.

Selain masyarakat yang secara spontanitas melakukan reaksi pada waktu musibah datang, pemerintah yang berada dalam struktur yang lebih kuat juga melakukan aktivitas untuk menolong masyarakat dengan mendirikan pos-pos pengungsian dan memberikan bantuan. Dalam rangka pengendalian banjir, pemerintah cenderung melakukan tindakan yang diulang-ulang seperti mengadakan diskusi dan menyusun perencanaan pengendalian banjir.

Banjir di Jakarta mengalami perluasan wilayah dan juga penyingkatan siklus. Awalnya pada periode 1892 sampai 1950, banjir di Jakarta memiliki siklus 5-10 tahun. Pada periode 1950-1970, memiliki siklus 3-5 tahun. Dan saat ini menyempit menjadi 1 sampai 2 tahun.

Luas wilayah yang terkena banjir pun mengalami perluasan. Biasanya banjir hanya melanda daerah Glodok, Weltevreden dan Senen. Namun saat ini banjir hampir melanda seluruh bagian Jakarta seperti Tanah Abang, Pejambon, Kemayoran, Kampung Melayu dan daerah sekitar Manggarai dan Bukit Duri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polair Bangka Belitung Terima Laporan Serpihan Benda Bentuk Segi Empat

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Perairan Polda Kepuluan Bangka Belitung menerima laporan penemuan serpihan benda berbentuk segi empat dari seorang nelayan asal Kecamatan Belinyu, Senin (29/12), malam.
“Tadi malam anggota kami di Beliyu mendapat informasi, katanya ada nelayan yang bernama Kaha yang melihat benda seperti sepihan pesawat pada Minggu (28/12) sekitar pukul 08.00 WIB, namun nelayan itu tidak tahu benda apa dan melaporkannya ke Polair di Belinyu,” ujar Kabag Bin Ops Polair Babel AKBP Adi Nugraha, Selasa (30/12).
Dia mengatakan, benda seperti serpihan yang ditemukan oleh nelayan itu berbentuk segi empat dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 1 meter. Selain itu pada ujung benda tersebut terdapat serabut.
“Pada benda itu di ujung bagian atas berwarna merah, bagian tengah berwarna silver dan ujung bagian bawah berwarna merah. Benda itu dia temukan pada saat dalam perjalan pulang menangkap ikan di perairan Pulau tujuh.”
Dia mengatakan, karena nelayan itu tidak mengetahui persis benda sehingga nelayan tersebut menganggap benda itu tidak menarik, maka benda yang sempat ditemukannya tidak dibawa pulang.
“Nelayan itu sempat melaporkan ke bosnya kalau menemukan serpihan benda yang aneh tersebut. Lalu bos nelayan itu memberi tahu kalau pagi tadi ada pesawat yang hilang dan kemudian melaporkannya ke Pos Polair di Belinyu.”
Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 itu hilang kontak di perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46 LS dan 108.50.07 BT.
Pesawat membawa sebanyak 155 orang penumpang, dimana 16 orang di antaranya adalah anak-anak dan seorang bayi. Pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 05.12 WIB dan sejak itu terus mengikuti jalur penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan.
Pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki dan pada pukul 06.18 WIB hilang pantauan dari radar dan dinyatakan hilang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Basarnas Fokus 13 Titik Pencarian AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan pencarian di 13 titik lokasi yang diduga sebagai lokasi hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dari hasil pencarian yang sudah dilakukan sebelumnya dan rencananya hari ini akan melakukan pencarian di 13 titik areal pencarian tersebut,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Hernanto, Selasa (30/12).
Skenario pencarian tersebut terus dilakukan untuk mencari pesawat hilang di Perairan Laut Jawa. Diakui luas area pencarian tersebut akan terus melebar dari wilayah sebelumnya, yakni sekitar 250 kilometer persegi.
“Yang pasti luasan wilayah pencarian akan terus diperluas dengan melibatkan berbagai unsur yang turut membantu dalam proses pencarian ini termasuk dari luar negeri, seperti Singapura dan juga instansi lainnya,” katanya.
Saat ini pihaknya juga menerima segala macam masukan yang masuk kepada basarnas seperti masukan dari para nelayan yang ada di sekitar lokasi hilangnya kontak pesawat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain