18 April 2026
Beranda blog Halaman 40475

Humanika: Kasus BLBI, KPK Mengulur-ulur Waktu

Jakarta, Aktual.co — Publik dibuat gembira dengan tindakan KPK yang mulai mengusut kasus megaskandal BLBI. Namun, publik juga gemas dengan tindakan “centil” KPK yang hanya berani memeriksa mantan pejabat selevel menteri. Tindakan KPK ini bisa dianggap hanya mengulur-ulur waktu.
Hal itu disampaikan Sya’roni Sekjen HUMANIKA dalam siaran persnya yang diterima Aktual.co, Minggu (28/12). 
“Beberapa bulan lalu, Ketua KPK Abraham Samad sudah berjanji, setelah lebaran akan meminta keterangan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun hinggi kini janji tersebut hanya isapan jempol belaka,” ungkapnya. 
Kata Syahroni lagi, kalau KPK bermaksud menjadikan SKL sebagai pintu masuk untuk membongkar BLBI, maka yang harus diperiksa utama adalah pemberi dan penerima SKL. 
“Pemberi SKL adalah Kepala BPPN atas dasar Inpres No 8 Tahun 2002, maka yang harus diperiksa adalah mantan Presiden dan mantan Kepala BPPN,” sergahnya. 
Sekedar diketahui, akibat SKL inilah para perompak BLBI hingga kini tidak bisa dijerat hukum. Padahal uang negara yang sudah digasak mencapai Rp 144,5 trilyun. Seperti Anthony Salim mendapat BLBI Rp 52,7 trilyun, namun baru membayar Rp 19,3 trilyun, masih kurang Rp 33,3 trilyun. Sjamsul Nursalim mendapat BLBI Rp 28,4 trilyun, baru membayar Rp 4,9 trilyun, masih kurang 23,4 trilyun. Dan sederet perompak BLBI lainnya yang juga masih kurang bayar.
Semestinya, lanjutnya, SKL dan Inpres 8/2002 batal demi hukum karena sejak kelahirannya sudah melanggar hukum yaitu melabrak UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1, TAP MPR No.IX/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, dan UU No.31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 4. 
“Oleh karena itu, kami mendesak Ketua KPK Abraham Samad untuk segera memeriksa mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan KPK untuk segera menangkap para penerima SKL yang belum melunasi kewajibannya,” demikian Syahroni.

Artikel ini ditulis oleh:

Kampanye Anti Buang Sampah Sembarangan

Dinas Kebersihan DKI Jakarta melakukan kampanye Anti Buang Sampah Sembarangan dalam acara Car Free Day di Bunderan HI, Jakarta Minggu (28/12/2014). Dalam acara Kampanye Anti Buang Sampah Sembarangan Dinas Kebersihan Jakarta membawa miniatur tong sampah dan poster tentang ” Ayo Buang Sampah Pada Tempatnya” AKTUAL/MUNZIR

Fortas MPM: Menteri Kabinet Jokowi Berupaya Hancurkan Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Ada upaya penghancuran PT Pertamina secara sistematis. Indikasinya Pertamina secara perlahan akan dikuasai oleh sebuah kroni dan tidak tertutup kemungkinan akan diprivatisasi.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Migas (Fortas MPM) Teddy Syamsuri, dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Minggu (28/12).
“Sebagai organisasi yang gigih menolak RUU Migas, Fortas MPM minta janganlah Pertamina dihancurkan!” katanya. Teddy melanjutkan, jika mau telaah ketika dalam kampanye Joko Widodo saat Pilpres 2014 yang berjanji akan membesarkan Pertamina sebagai kebanggaan bangsa dan harus bisa menyalip Petronas milik Pemerintah Malaysia, Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pembantu Presiden Jokowi malah terkesan ada upaya ingin menghancurkan Pertamina. “Menteri dalam Kabinet Kerja yang lain tidak seperti Menteri ESDM Sudirman Said yang sesukanya menunjuk Widhyawan menjadi Staf Khusus, lalu membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) dengan menunjuk ekonom neolib Faisal Basri menjadi ketua timnya. Setelah itu dunia perminyakan menjadi riuh rendah, ini sangat membahayakan masa depan ketahanan energi nasional,” ujar Teddy. Menurutnya, begitu tak bergengsinya Dwi Soetjipto yang Dirut Pertamina harus minta ijin untuk kelola Blok Mahakam pasca habis kontrak Total pada 2017 kepada seorang Staf Khusus Menteri. 
“Apa kewenangannya Widhyawan ini? Ini sangat melukai derajat Pertamina sebagai perusahaan BUMN terbesar di republik ini. Dan, Fortas MPM yang selama ini perduli terhadap Pertamina tentunya merasa ikut gemas pula,” sergahnya. Ditambah lagi, lanjut Teddy, Tim RTKM yang diketuai bukan ahli migas itu kemudian merekomendasikan agar Pertamina menghapus BBM Premium dan menggantikannya dengan Pertamax dalam jangka waktu lima bulan. 
“Ini sudah diluar dari nalar publik yang sudah menjadikan Premium sebagai trade merk produk anak bangsa sendiri yang puluhan tahun diproduksi, dan yang mestinya harus dipertahankan. Bukan malah disuruh dihapus, lalu tanpa disadari harga jual BBM nantinya harus mengikuti harga mekanisme pasar bebas yang oleh MK diputuskan bertentangan dengan UUD 1945,” umgkapnya. Terlebih lagi, lanjut Teddy, ada catatan jika Menteri ESDM Sudirman Said pernah menjadi Deputi Gubernur ISC di era Ari Soemarno menjadi Dirut Pertamina. Tapi saat Ari diganti Karen, Sudirman Said di copot dan ISC dialihfungsikan. 
Begitu pula saat Ari Soemarno berkuasa di Pertamina dan menjagokan Widhyawan menjadi Direktur Hulu pengganti Sukusen Soemarinda pada Maret 2008, disayangkan karena kapasitas dan kapabilitasnya lalu kalah dengan Karen. Termasuk ajuan Ari untuk Widhyawan di bursa Dirut Pertamina, juga gagal, karena Dwi Soetjipto lebih dipilih oleh Menteri BUMN Rini Soemarno yang adik kandung Ari. “Dengan berkilah mengangkat Staf Khusus tidak perlu seijin Presiden Jokowi, Menteri ESDM Sudirman Said langsung saja nunjuk Widhyawan. Ini artinya berputar pada orang-orang mereka saja yang sedang memainkan perannya di sektor migas. Entah apa lagi seperti menunjuk Faisal Basri dan Chandra Hamzah yang publik tahu pembela Sri Mulyani atas kasus bailout Bank Century. Mungkin saja untuk memuluskan jalan Pertamina bisa diprivatisasi, toh indikasinya sudah terang,” pungkas Teddy.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Deras, Pengunjung Objek Wisata di Bandung Turun

Jakarta, Aktual.co — Hujan deras yang kerap mengguyur kawasan Bandung raya berakibat menurunnya pengunjung ke sejumlah objek wisata di Kota Bandung pada liburan Natal dan Tahun baru 2015, Minggu (28/12).
Salah satunya di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Kota Bandung, liburan akhir tahun kali ini mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun lalu. Hujan saat siang membuat pengunjung tempat wisata berkurang.
“Liburan kali ini jumlah pengunjung sekitar 4.000an berbeda dengan tahun lalu hampir 5.000 pengunjung,” kata Wakil Pengawas Taman Lalu Lintas Bandung Hadi Purwanto.
Menurut dia hujan yang selalu turun setiap tengah hari membuat pengunjung harus bubar atau pulang lebih awal meski belum menikmati semua wahana yang tersedia di hutan kota itu.
Pengelola taman lalu lintas tidak membuat persiapan khusus untuk liburan Natal dan Tahun Baru 2015. Pengelola memprediksi peningkatan jumlah pengunjung tidak akan seperti tahun sebelumnya.
Loket pembelian tiket yang disediakan hanya satu, karena liburan Natal dan Tahun Baru pengunjung tidak akan terlalu banyak. Berbeda dengan libur lebaran pihak pengelola sampai membuka empat loket penjualan tiket.
“Tidak ada persiapan khusus, loket yang disediakan juga satu. Karena pengunjung saat ini tidak terlalu banyak,” kata Hadi.
Kebanyakan pengunjung adalah dari wilayah Bandung, karena sekarang adalah liburan sekolah. Selama dua pekan ini pihaknya tidak menerima kunjungan rombongan anak-anak sekolah.
Pengelola Taman Lalu Lintas tidak melakukan penyesuaian tarif tiket masuk namun tetap memberlakukan harga tiket normal yakni Rp6.000 untuk hari biasa dan tiket akhir pekan Rp7.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Pascaerupsi, Warga Lereng Gamalama Kekurangan Air

Jakarta, Aktual.co — Warga sejumlah kelurahan di lereng Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), kesulitan air bersih karena bak penampungan air hujan yang selama ini menjadi sumber air bersih telah tercemar abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama.
“Di wilayah kami memang ada jaringan air bersih dari PDAM, tetapi airnya tidak lancar, hingga selama untuk memenuhi kebutuhan air bersih, banyak mengandalkan air hujan yang ditampung di bak,” kata salah seorang warga Kelurahan Tongole, Muhammad Hasyim di Ternate, Minggu (28/12).
Tetapi, sejak erupsi Gunung Gamalama pekan lalu, air hujan di bak tidak bisa lagi dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih khususnya memasak dan meminum, karena tercemar abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama.
Dirinya berharap PDAM Ternate dapat memperbaiki jaringan air bersih ke kelurahan mereka, agar air PDAM bisa mengalir dengan lancar ke seluruh rumah warga.
Warga di tiga kelurahan yang berada di lereng Gunung Gamalama Kota Ternate, yakni Marikurubu, Tongole dan Moya, mengalami krisis air bersih pasca-letusan Gunung Gamalama pekan lalu.
Letusan tersebut tak hanya mengakibatkan kota Ternate diselimuti abu vulkanik, namun juga mengakibatkan warga yang tinggal di lereng Gunung Gamalama mengalami krisis air bersih.
Namun, untuk saat ini, karena warga sangat membutuhkan air bersih, maka sambil menunggu pembenahan jaringan air bersih ke kelurahan yang berada di ketinggian, PDAM harus mendrop air bersih menggunakan tanki.
Sementara itu, Dirut PDAM Kota Ternate Syaiful Djafar ketika dihubungi mengatakan, sejak terjadinya letusan gunung api Gamalama hingga mengeluarkan abu vulkanik, semua pelanggan menggunakan air PDAM untuk menyiram abu yang jatuh di pekarangan rumah, akibatnya terjadi kekurangan suplai air karena penggunaan air yang berlebihan.
Menurutnya, bagi pelanggan yang bermukim di daerah ketinggian saat ini sedang mengalami kekurangan tekanan air, atau air tidak bisa keluar dari kran, keadaan ini bisa saja normal kalau tidak ada yang pakai air untuk menyiram abu vulkanik.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada semua pelanggan agar tidak menggunakan air bersih pada saat melakukan pembersihan debu karena masih banyak yang membutuhkan air bersih sebagai kebutuhan dasar untuk minum, mandi, mencuci dan memasak.

Artikel ini ditulis oleh:

Penelitian: Penderita HIV akan Terganggu Pendengarannya

Jakarta, Aktual.co — Orang dewasa yang terserang HIV mungkin memiliki pendengaran yang lebih buruk dibandingkan dengan orang yang tak terinfeksi virus yang menyebabkan AIDS tersebut, demikian hasil penelitian di Amerika Serikat.
Untuk memastikan apakah HIV dan terapi anti retrovirus berkaitan dengan hilangnya daya pendengaran, Peter Torre III dari Sand Diego State University, California, dan rekannya meneliti pendengaran 262 pria, 117 di antara mereka positif terserang HIV. “Mereka juga meneliti 134 perempuan, 105 di antara mereka posittif terinfeksi HIV,” kata Peter seperti dikutip dalam laman Xinhua, Minggu (28/12).
Rata-rata lelaki tersebut berusia 57 tahun dan perempuan itu rata-rata berumur hampir 48 tahun.
Studi itu, yang disiarkan di edisi daring jurnal AS JAMA Otolaryngology Head & Neck Surgery pada Jumat (26/12), terlepas dari pajanan jangka panjang pengobatan anti-retrovirus, kandungan virus HIV, penghitungan sel CD4+ saat ini sel kekebalan tubuh yang diserang dan dimatikan oleh HIV.
“Sepanjang pengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang memperlihatkan bahwa orang yang positif HIV memiliki pendengaran yang lebih buruk, setelah banyak faktor lain yang diketahui mempengaruhi pendengaran diteliti,” demikian kesimpulan studi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain