17 April 2026
Beranda blog Halaman 40482

Status Gunung Soputan Naik Jadi Siaga

Jakarta, Aktual.co —Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dari Waspada (level dua) menjadi Siaga (level tiga).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, kenaikan status Gunung Soputan didasarkan pada pengamatan visual, di mana terlihat asap berwarna tipis-sedang dengan ketinggian 50-200 meter dari bibir kawah. Bukan hanya itu, kegempaan Gunung Soputan juga mengalami peningkatan.

“Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 6,5 km dari puncak Gunung Soputan. Untuk proses evakuasi belum ada, karena jarak penduduk terdekat masih dalam batas aman,” ungkap Sutopo, Sabtu (27/12).

Dengan naiknya status Gunung Soputan, setidaknya ada enam gunung aktif yang berstatus Siaga. Namun, kenaikan status beberapa gunung tidak terjadi secara bersamaan. Keenam gunung yang berada pada status siaga adalah Gamalama, Slamet, Sinabung, Karangetang, Lokon, dan Soputan.

“Lokon berstatus Siaga sejak 24 Agustus 2011 hingga sekarang, Karangetang sejak 3 September 2013, sedangkan Gunung Gamalama 18 Desember 2014, Gunung Slamet 12 Agustus 2014, dan Gunung Sinabung 8 April 2014,” papar Sutopo.

Status Siaga sendiri artinya gunung sedang bergerak ke arah letusan, adanya peningkatan intensif seismik, dan semua data menunjukkan aktivitas segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Cokok Fasilitator Terduga Anggota ISIS di Indonesia

Jakarta, Aktual.co —Polda Metro Jaya berhasil mencokok satu orang yang diduga sebagai pihak yang memfasilitasi enam orang terduga bagian dari Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Keenam orang itu berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan yang diamankan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (27/12) pukul 03.00 WIB ketika hendak bertolak ke Suriah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, menuturkan, MA ditangkap pukul 09.00 pagi di Cibubur, Jakarta Timur.

“MA alias AA jadi sponsor yang mempersiapkan fasilitas dan sekarang dalam pemeriksan di Polda Metro Jaya,” kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heriawan mengatakan, sebelumnya MA diduga telah mengirim 10 orang lainnya yang melakukan jihad. “Bahkan sudah ada sebelumnya 10 orang yang sudah dijalankan ke Suriah. Salah satunya sudah ada informasi, yang sudah diberangkatkan dan mati syahid di Suriah,” ungkap Herry.

Menurut Herry, profesi MA adalah sebagai distributor double tip, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau wiraswasta.

Sebelumnya, enam orang asal Makassar, Sulawesi Selatan diamankan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu pukul 03.00 WIB. Herry Heryawan mengatakan, enam orang tersebut diduga menggunakan dokumen palsu untuk berangkat ke Suriah.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ketiga Operasi Lilin, Polri Catat 151 Lakalantas

Jakarta, Aktual.co —Kepolisian Republik Indonesia mencatat 151 kecelakaan lalulintas, sejak diberlakukannya Operasi Lilin 2014 terhitung mulai tanggal 24 Desember lalu. Di hari ke-3 ini, jumlah kecelakaan bertambah 30 kasus, setelah sebelumnya pada Jumat (26/12) tercatat 121 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia.

“Bidang lalulintas yaitu jumlah kecelakaan 151,” kata Karopenmas Mabes Polri Kombes Agus Riyanto dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (27/12).

Agus merincikan, dari 151 kasus kecelakaan lalu lintas, 23 di antaranya meninggal dunia, dengan luka berat 37 orang dan luka ringan 177 orang. Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan lalulintas didominasi oleh sepeda motor, sebanyak 177 kasus.

“Mobil penumpang 31, mobil bus 17, mobil barang 43, dan kendaraan lain-lain ada delapan, mengalami kecelakaan lalu lintas,” kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, untuk catatan kejahatan tindak pidana, belum ada yang menonjol. Kejahatan konvensional berupa pencurian dengan pemberatan ada 9 kasus.

“Sedangkan pencurian dengan kekerasan ada 4 kasus, pencurian dengan kekerasan senjata api ada 1 kasus. Curanmor ada 10 dan anirat 4 kasus,” jelasnya.

Hingga kini, kondisi keamanan dan ketertiban nasional masih berjalan, tanpa adanya gangguan-gangguan yang mengarah pada kriminal. “Situasi kamtibmas tetap kondusif dan tidak ada kejadian menonjol,” demikian Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggaran Sepakbola Jangan Terbatas Buat Kejuaraan Multi Event

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diharapkan mampu berperan lebih dalam pembinaan sepakbola di Tanah Air. Pasalnya, anggaran untuk sepakbola yang dialokasikan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) hanya diberikan ketika mengikuti kejuaraan “multi event” seperti Asian Games, SEA Games.

Dikatakan mantan pelatih Timnas, Bambang Nurdiansyah, biaya operasional Timnas tidak hanya terpaku pada kejuaraan “multi event” saja. Anggaran untuk mengikuti kompetisi seperti Piala AFF dan Piala AFC mau tidak mau juga harus disediakan.

“Bantuan dana dari Kemenpora untuk kejuaraan “multi event” saja tidak sepadan dengan biaya operasional. Bukan mengecilkan olahraga yang lain, tapi sepakbola memang memerlukan dana yang lebih,” sesal Bambang ketika dihubungi Aktual.co, Sabtu (27/12).

Anggaran Timnas yang digelontorkan Kemenpora diberikan melalui tangan KONI. Dari KONI, baru diberikan ke PSSI selaku Konfederasi Sepakbola Indonesia.

Oleh karena itu, PSSI tidak mendapatkan banyak biaya untuk operasional Timnas. Karena, KONI sendiri tidak hanya mengurus satu cabang olahraga (cabor). Setidaknya ada 61 cabor yang diurus oleh KONI.

Meski begitu, lanjut Bambang, PSSI pastinya tidak berharap banyak kepada Kemenpora. Karena selama ini, untuk menutupi kebutuhan anggaran, PSSI bisa bersandar pada sponsor dan donatur-donatur.

“Untuk urusan anggaran, Kemenpora tidak bisa diandalkan. Kalau mau bantu, lebih dari hal kecil saja. Contohnya kantor, sampai sekarang PSSI tidak punya kantor,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Perlu Pantau dan Evaluasi Pembentukan Timnas

Jakarta, Aktual.co —Salah satu upaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memperbaiki prestasi sepabola Indonesia adalah dengan memfasilitasi, memantau dan mengevaluasi pembentukan Timnas.

Saran tersebut disampaikan oleh mantan Pelatih Timnas, Bambang Nurdiansyah untuk menyikapi rencana Menpora, Imam Nahrawi yang ingin membenahi sepakbola tanah air.

Menurutnya, tidak adanya peran pemerintah dalam persiapan Timnas menimbulkan efek buruk. Akhirnya, persiapan pun dilakukan asal-asalan.

“Pemilihan pelatih, pemain harus dipantau. Fasilitasi Timnas jangan kalau lagi “multi event” saja. Coba lihat saat AFF 2014, para pemain Timnas baru lengkap seminggu sebelum kejuaraan,” papar bambang melalui sambung telepon kepada Aktual.co, Sabtu (27/12).

Selain itu, Bambang juga menyarankan agar Kemenpora fokus menginvestigasi kasus-kasus pengaturan pertandingan yang menjamur di pesepakbolaan Indonesia.

“Kemenpora juga punya tugas untuk berantas mafia bola. Itu juga yang membuat sepakbola di negara kita buruk. Saya kira, kalau dua hal itu dikerjakan, sepakbola Indonesia akan membaik,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

340 Ribu Lansia Dapat KIS dan KKS

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Sosial mendaftarkan sebanyak 340 ribu orang lanjut usia (lansia) yang tinggal di panti, untuk mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Dari 1,7 juta warga yang unregister kita usulkan dapat KIS dan KKS, 340 ribu di antaranya adalah lansia yang ada di panti milik Kemensos maupun panti lainnya yang tersertifikasi,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Bogor, Jumat (26/12).

Mensos berada di Bogor meninjau panti rehab korban napza Panti Sosial Pamardi Putra Galih Pakuan dan berbincang dengan penghuni panti. Ia juga melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan para penghuni seperti kursus membuat roti, bengkel motor, dan mobil.

Lebih lanjut Mensos menjelaskan, selain para lansia, anak-anak usia sekolah baik yang tinggal di panti maupun anak jalanan juga akan mendapatkan “kartu sakti” pemerintah tersebut.

“Tapi treatmentnya beda, kalau yang usia sekolah kita beri KIS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” tambah Khofifah.

Mereka yang tidak teregister, merupakan warga miskin tapi tidak terdaftar sebagai pemegang “kartu sakti.” Untuk itu Kemensos mengusulkan 1,7 juta data warga tidak terdaftar untuk 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain