5 April 2026
Beranda blog Halaman 40539

Seperti Ini Konsumsi Gula dan Garam yang Tepat bagi Tubuh

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —   Keseharian Ari tidak pernah lepas dari makan kecil, bahkan ia mengaku di rumahnya harus selalu tersedia berbagai jenis camilan mulai dari cokelat, keripik, hingga kue-kue kering.

“Mulut tidak bisa berhenti ‘ngemil’, jadi harus tersedia makanan kecil di rumah,” kata ibu tiga anak itu.

Alhasil bobot tubuhnya seberat 70 kg memang terlihat tidak seimbang dengan tinggi badan yang hanya mencapai 158 cm.

Sebenarnya hampir sebagian besar orang juga sama seperti Ari, tidak bisa berhenti makan makanan kecil atau biasa disebut ngemil.

Cemilan yang dijual di pasaran saat ini sudah demikian beragam, tapi rata-rata mengandung pengawet, pemanis buatan, pewarna dan tinggi kadar gula serta garam.

Bukan hanya itu, di zaman yang serba modern saat ini, makanan instan juga menjadi pilihan dengan alasan kepraktisan. Padahal, lagi-lagi makanan instan tentunya ditambah dengan berbagai bahan buatan baik itu pemanis, pewarna, pengawet bahkan tinggi lemak.

Tidak heran saat ini terutama di perkotaan, semakin banyak orang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan muncul berbagai penyakit degeneratif.

Terutama konsumsi gula dan garam yang tidak bisa lepas dari keseharian karena berbagai makanan yang dikonsumsi tentunya mengandung gula serta garam.

Gula dan garam sebetulnya juga dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun kadarnya yang perlu diatur, sehingga tidak berlebihan di konsumsi.

Tapi konsumsi makanan instan dan makanan ringan yang terlalu sering tanpa disadari memicu tingginya jumlah gula serta garam dalam tubuh.

Atur Konsumsi Ahli gizi Emilia Achmadi mengatakan konsumsi garam dan gula harus diatur sesuai kebutuhan yang sudah ditentukan untuk mencegah penyakit degeneratif.

“Sebenarnya garam dan gula bukan musuh, bukan sama sekali tidak dikonsumsi tapi harus sesuai ketentuan,” ungkap Emilia, beberapa waktu lalu pada diskusi edukasi garam dan gula Emilia mengatakan masyarakat awam menilai garam dan gula adalah musuh yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti jantung koroner, hipertensi dan diabetes melitus.

“Itu tidak benar, penyakit-penyakit itu bukan disebabkan garam dan gula, tapi akibat pola makan yang salah,” ucap Emilia.

Penyakit-penyakit tidak menular itu saling berkaitan karena tidak muncul secara tiba-tiba, tapi akumulasi dari perilaku hidup dan pola makan yang tidak terkontrol.
 
“Jadi jangan heran diabetes melitus, jantung, sampai stroke saat ini menyerang usia muda, karen pola makan yang tidak sehat,” tambah dia.

Untuk itu yang harus diperhatikan selain pola makan adalah berat badan, karena kelebihan berat badan bisa memicu berbagai penyakit tersebut.

Dia menjelaskan konsumsi garam berdasarkan standar yang dibutuhkan tubuh adalah lima gram atau 2.000 miligram hingga 2.400 miligram atau setara dengan satu sendok teh per hari.

Sedangkan konsumsi gula sesuai standar internasional adalah maksimal 50 gram per hari atau setara dengan 3-5 sendok makan.

“Kita kadang tidak sadar dengan makanan yang kita konsumsi, gula dan garam bukan hanya berasal dari gula dan garam itu sendiri, tapi juga dari makanan lain sehingga tanpa sadar kita konsumsi melebihi yang dibutuhkan tubuh,” jelas Emilia.

Namun, gula dan garam juga diperlukan oleh tubuh sehingga sama sekali tidak boleh dihilangkan dari asupan sehari-hari.

Karena 50 persen asupan energi manusia dari karbohidrat yang diproses menjadi gula, sedangkan garam dibutuhkan karena semua fungsi syaraf memerlukan sodium.

Perlu Edukasi Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng mengatakan masyarakat perlu diedukasi agar tidak berlebihan mengkonsumsi garam dan gula.

“Saat ini penyakit degeneratif penyebab 60 persen kematian dan cenderung dialami usia muda,” tutur Ekowati.

Penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, dan diabetes melitus saat ini semakin meningkat dan tidak lagi hanya diderita usia lanjut, tapi juga anak-anak karena pola konsumsi yang salah.

Sejak usia dini anak sudah mengkonsumsi gula dan garam secara berlebihan, sehingga memicu penyakit-penyakit tersebut akibat pola hidup dan pola konsumsi yang serba instan.

Di Indonesia, makanan dan minuman berkadar gula dan garam tinggi masih banyak dikonsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Susenas 2011 konsumsi gula mencapai 1.416 kg/kap/minggu dan konsumsi garam sebesar 311 kh/kap/minggu.

Selain pola konsumsi yang tinggi gula dan garam, faktor pemicu penyakit degeneratif adalah kurangnya aktivitas fisik dan merokok.

Cermati Label Kemasan Di samping edukasi mengenai konsumsi gula dan garam, ahli gizi Emilia Achmadi juga mengatakan, masyarakat perlu mencermati label informasi nilai gizi makanan maupun minuman dalam kemasan, sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

“Kalau belanja makanan kemasan, harus perhatikan labelnya,” kata Emilia.

Emilia mengatakan, yang pertama sekali harus dilihat adalah takaran sajian. Jika makanan dalam kemasan ditentukan untuk beberapa kali saji maka tidak boleh dimakan sekaligus dalam satu waktu karena nilai gizinya akan berlebihan.

“Misalnya, susu satu liter untuk empat kali saji, jika diminum sekaligus maka bisa dihitung kalori, gula dan lemaknya empat kali lipat dan melebihi kebutuhan tubuh dalam sehari,” tukasnya.

Selanjutnya yang harus dilihat adalah jumlah kalori dan harus diperhatikan juga lemak total dari kalori tersebut.

Menurut dia kandungan lemak, kolesterol dan garam harus rendah, yang ideal adalah di bawah 20 persen.

Menurut Emilia, mencermati label makanan kemasan sangat penting karena di zaman serba instan saat ini makanan cepat saji menjadi pilihan banyak orang sementara kandungan gizi, garam dan gulanya sebagian besar tidak sesuai ketentuan.

Hal senada disampaikan Kasubdit Standarisasi Pangan Khusus Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yusra Egayanti.

Yusra memberikan beberapa tips agar aman mengkonsumsi makanan kemasan pertama melihat produk terdaftar atau tidak di BPOM.

“Kalau terdaftar berarti aman, artinya sudah memenuhi kriteria yang ditentukan,” kata Yusra.

Selain itu, berbelanja sesuai kebutuhan, memerhatikan tanggal kedaluwarsa dan terpenting memperhatikan nilai gizi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bupati Banyumas: Banser dan Muhammadiyah Kompak Amankan Natal

Jakarta, Aktual.co — Bupati Banyumas Achmad Husein menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat bersama Polri dan TNI kompak untuk mengamankan perayaan Natal di kabupaten setempat.
“Insya Allah kita siap. Bahkan, dari teman-teman ormas seperti Banser dan Muhammadiyah juga kompak bahwa hajat agama apapun harus dilindungi dan amankan bersama sepanjang itu adalah agama yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Husein usai Apel Pengamanan Natal 2014 dan Tahun 2015 di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (23/12).
Menurut dia, pihaknya bersama Kepolisian Resor Banyumas juga telah menyiapkan pengamanan malam Tahun Baru 2015 termasuk berbagai antisipasi kemacetan.
Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono mengatakan bahwa sebanyak 450 personel dilibatkan dalam pengamanan Natal 2014 dan Tahun 2015 di Kabupaten Banyumas.
Dalam hal ini, personel pengamanan tersebut tidak hanya dari Polres Banyumas tetapi juga dari Komando Distrik Militer 0701/Banyumas serta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas.
Selain itu, pihaknya juga mendirikan delapan pos pengamanan di beberapa gereja, Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, Stasiun Besar Purwokerto, Taman Rekreasi Andang Pangrenan Purwokerto, dan Lokawisata Baturraden.
“Secara keseluruhan ada 96 gereja yang kita amankan. Untuk gereja dengan jumlah umat yang sedikit dijaga oleh tiga personel, sedangkan gereja yang umatnya banyak dijaga oleh 15 personel,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua Umum MUI: Ormas Islam Ingin PPP Bersatu

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan seluruh ormas Islam di Indonesia berharap PPP bersatu kembali sebagai partai politik berbasis massa Islam.
“Ormas Islam berharap PPP selesaikan konflik internalnya, karena tidak mungkin bersatu apabila ada perpecahan,” kata Din di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Selasa (23/12).
Pernyataan Din itu disampaikan dalam acara Halaqoh Kebangsaan, Refleksi Akhir Tahun dan Musyawarah Pra-Kongres Umat Islam Indo VI. Acara itu diadakan MUI Pusat dan Fraksi PPP di MPR yang diadakan di Gedung Nusantara IV, Jakarta.
Dia yakin PPP bisa bersatu sebagai wujud menunjukkan semangat persatuan yang ada di dalam partai tersebut.
Selain itu, dia menilai perolehan suara partai politik berbasis massa Islam cenderung terus menurun, meskipun di Pemilu 2014 sedikit naik di tengah kampanye hitam.
“Koalisi strategis partai Islam tidak jadi kenyataan, ini jadi momentuk kebangkitan politik yang tidak hanya dilaksanakan partai berbasis Islam saja, namun yang lain,” ujarnya.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam acara tersebut mengatakan Indonesia bersyukur karena memiliki PPP sebagai partai yang “istiqomah” berbasis massa Islam.
Dia berharap PPP bisa bersatu kembali sebagai satu-satunya partai politik Islam dan menyalurkan aspirasi dan kepentingan umat.
“Saya harap PPP sebagai satu-satunya parpol Islam segera bersatu,” ucapnya, berharap.
Dia menjelaskan saat ini ada fenomena baru dalam parpol di Indonesia yaitu perpecahan di internal partai.
Hal itu menurut dia harus segera diatasi karena bisa menambah buruk citra partai politik dan para politisi di mata masyarakat Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ledakan di NTT, Satu Rumah Berantakan

Jakarta, Aktual.co — Kabid Humas Polda NTT AKBP Agus Santoso mengatakan bahwa ledakan di rumah warga di Kelurahan Meina, Lobalan, Rote Ndao, NTT, mengakibatkan pintu dan kaca jendela rumah berantakan.
Ledakan terjado pada Selasa (23/12) pukul 02.30 Wita, dan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.
“Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui siapa yang meletakan benda (yang meledak) tersebut,” kata Agus Santoso.
Pihak Polda belum mendapatkan laporan lengkap dari Polres Rote Ndao terkait ledakan yang diduga bom tersebut.
Warga di sekitar lokasi menyebut bahwa bunyi ledakan terdengar cukup keras hingga mencapai radius tiga kilometer. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wapres JK: Dana Bansos Hanya Untuk Kepentingan Parpol

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dana bantuan sosial yang selama ini disalurkan ke sejumlah daerah banyak yang digunakan untuk keperluan partai mengakibatkan ada wacana akan ditarik secara nasional mengingat tidak dipergunakan untuk semestinya.
“Sebenarnya bantuan bansos dihapus secara terbatas saja tidak semuanya. Untuk yang penting seperti pembangunan rumah ibadah tetap ada,” kata Jusuf Kalla kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (23/12).
Menurut Jusuf Kalla, bantuan sosial atau bansos yang yang disalurkan untuk kebutuhhan yang tidak terlalu mendesak memang banyak yang digunakan untuk kebutuhan politik.
“Lihat saja trennya. Begitu mau pilkada maka bansos naik,” kata Jusuf Kalla.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan dana bantuan sosial akan ditarik secara nasional. Ini merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo.
“Karena bansos sumber manipulasi,” kata Tjahjo di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Senin, 22 Desember 2014.
Menurut Tjahjo, bansos yang akan ditarik bukan bantuan yang berhubungan dengan kesejahteraan dan pendidikan. Untuk dana Bantuan Operasional Sekolah, Kartu Indonesia Sehat, dan lainnya menggunakan dana hibah wajib. “Di luar itu, banyak yang berlebihan,” demikian Tjahjo.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim RKTM Hapus Premium, Faisal Basri Blunder

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah untuk menginstruksikan Pertamina menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 di pasaran dan menggantinya dengan BBM RON 92 (Pertamax). Pengamat energi menilai penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menimbulkan blunder di Pemerintahan. Pasalnya, rencana tersebut bisa membuat nilai tukar Rupiah semakin melemah, selain itu kilang Pertamina belum siap memproduksi RON92.

“Kalau pemerintah menghapuskaan premium maka otomatis harus impor Pertamax untuk mencukupi kebutuhan BBM. Sedangkan impor Pertamax (RON92) pakai Dollar. Makin lemah nilai rupiah,” papar Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro kepada Aktual.co di Jakarta, Selasa (23/12).

Menurutnya, penghapusan premium dan menggantinya dengan BBM jenis pertamax membuat impor BBM semakin meningkat, banyak mobil yang tidak seharusnya mengkonsumsi BBM bersubsidi akan berpindah. Selain itu, Kilang yang dimiliki pertamina belum mampu mencukupi dan memproduksi BBM RON92.

“Kemampuan kilang minyak Indonesia tidak mampu menampung kebutuhan BBM masyarakat se-Indonesia. Apalagi kilang yang memproduksi RON92 hanya Balongan,” ujarnya.

Kebutuhan BBM subsidi di Indonesia, lanjutnya, dalam sebulan bisa mencapai tiga juta barel. Sedangkan kilang minyak Indonesia hanya bisa menampung 200 ribu barel per hari.

“Bagaimana nasib kilang Indonesia. Kapasitasnya saja tidak mencukupi. Kalaupun mau di “upgrade” kan butuh waktu juga. Butuh pertimbangan lebih,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain