4 April 2026
Beranda blog Halaman 40547

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah Kota Tangerang kembali mendapat penghargaan sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2014 dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Siti Nurbaya Bakar kepada Wakil Walikota Tangerang H.Sachrudin di Auditorium Gedung Manggala Wana Bhakti, Jakarta.

Wakil wali kota tangerang, Sachrudin di Tangerang,  mengatakan, adiwiyata merupakan salah satu penghargaan lingkungan hidup yang diberikan oleh KLH.  Penerimanya adalah sekolah-sekolah di Indonesia yang dinilai berbudaya lingkungan. Bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Untuk tahun 2014, penghargaan sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional ini diberikan kepada lima sekolah berprestasi baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Tangerang. Di antaranya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Tinggi 1, SDN Tanah Tinggi 3, SDN Sukasari 1, Sekolah Dasar Islan Terpadu (SDIT) Al Ikhlas dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 7.

“Keberhasilan ini merupakan komitmen Pemkot dalam membangun sekolah yang berwawasan lingkungan,” ujar Sachrudin di Tangerang, Selasa (23/12).

Dikatakannya, penghargaan ini juga merupakan motivasi bagi seluruh sekolah di kota Tangerang agar dapat mewujudkan sekolah yang bersih, indah dan nyaman.

Pasalnya, membangun sekolah adiwiyata terus dilakukan secara berkesinambungan. Apalagi program ini sangat menunjang terwujudnya kota layak huni.

Membangun sekolah bersih merupakan sarana yang efektif dan tepat sasaran apalagi anak didik merupakan kader dan generasi yang bisa diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini.

“Saya harap guru, anak didik dan orang tua untuk terlibat langsung dalam kebersihan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Seorang Balita Tewas Terkena Longsor di Sukabumi

Jakarta, Aktual.co —Seorang bayi berusia delapan bulan, Dava Faiz Kumaladewa, warga Kampung Cijeruk, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tewas tertimbun longsor saat tengah disusui ibunya.
Seorang saksi yang juga turut membantu evakuasi korban, Asep Syamsudin menuturkan bahwa saat dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, si bayi masih bernyawa. 
“Namun karena tertimbun bangunan rumahnya cukup lama sehingga bayi ini tidak berhasil diselamatkan,” ujar dia, di Sukabumi, Senin (22/12).
Bencana di Desa Sukamekar, RT 03 RW 07, Kecamatan Sukaraja ini juga membuat kedua orang tua si bayi, yakni Rian Kumaladewa (19) dan Ani Nuraini (19) mengalami patah kaki dan sobek karena tertimpa beton rumah.
Saat dievakuasi, korban berada di pelukan ibunya yang kakinya tergencet oleh beton dan puing rumahnya. Kejadian ini disebabkan karena turun hujan dari siang hingga malam hari, yang mengakibatkan tebing setinggi lima meter yang berada di belakang rumah korban longsor.
“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan para korban baru berhasil dievakuasi pada pukul 19.00 WIB atau sekitar satu jam, saat ini ibu dan ayah korban masih menjalani perawatan. Untuk ayahnya kakinya harus dijahit sebanyak lima jahitan dan ibunya masih belum sadarkan diri,” katanya.
Saat kejadian, pihak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi belum ke lokasi. Evakuasi korban hanya dilakukan oleh warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya, sehingga harus memakan waktu yang lama untuk menyelamatkan satu keluarga ini.
Sementara, salah seorang anggota Polsek Sukaraja, menyebutkan kejadian ini murni bencana alam. Diduga, tebing yang berada di belakang rumah korban ambruk yang disebabkan turun hujan deras dari siang hingga malam ini. Pihaknya juga saat ini masih melakukan pendataan, karena di atas tebing itu juga ada rumah warga yang khawatir terjadi longsor susulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga kementerian ‘Rembuk’ Bahas Pemulangan 1.428 TKI di Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 707 dari 1.428 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia akan dipulangkan secepatnya sementara sisanya masih harus menyelesaikan verifikasi administratif sebelum dapat dipulangkan.
Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin malam untuk membahas pemulangan tersebut.
“Kita melakukan koordinasi untuk rencana pemulangan dalam dua hari kedepan. Koordinasi teknis bagaimana pemulangan dari Malaysia sampai ke daerah,” ujar Menaker usai pertemuan.
Rapat koordinasi itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, Kabareskrim Polri Komjen Suhardi Alius serta perwakilan dari Bappenas, TNI AU dan Kementerian Dalam Negeri.
Menlu Retno Marsudi mengatakan setelah dilakukan verifikasi terhadap 1.428 TKI ilegal yang berada di 16 lokasi depot tahanan imigrasi Malaysia, hanya 707 orang yang bisa dipulangkan segera.
“Hingga beberapa menit lalu, teman-teman di Kuala Lumpur masih melakukan verifikasi. Malam ini daftar lengkapnya baru akan dikirim dari Kuala Lumpur ke RI,” ujar Menlu.
Pemulangan akan dilakukan menggunakan armada pesawat dari TNI AU dalam dua gelombang yakni tanggal Selasa (23/12) dan Rabu (24/12) dari bandara Subang, Kuala Lumpur ke bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Sementara untuk sisanya yang belum bisa dipulangkan segera, Menaker mengaku belum bisa memastikan kapan dapat dipulangkan.
“Mereka kan berada di penjara imigrasi, setelah dilakukan verifikasi administrasi, ada diantara mereka yang memiliki masalah. Ini tidak bisa langsung dipulangkan, harus diselesaikan dulu masalahnya,” ujar Hanif.
Beberapa TKI itu disebut Menaker terlibat permasalahan hukum selain permasalahan administrasi baik menjadi tersangka atau menjadi saksi dalam kasus hukum.
“Yang bisa cepat dipulangkan adalah yang memiliki masalah administratif. Bagi yang memiliki masalah hukum harus menunggu kasusnya selesai dulu,” ujar Hanif.
Penyebab TKI ilegal itu ditahan pihak imigrasi Malaysia antara lain karena tidak memiliki permit atau izin kerja resmi, melebihi batas tinggal, melanggar aturan dokumen dan pemalsuan dokumen.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia telah menyepakati untuk bekerja sama mempercepat proses pemulangan TKI ilegal yang ditahan di depot-depot tahanan imigrasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Bamsoet: Ada Pihak yang Ingin Golkar Kembali ke Pemerintahan

Jakarta, Aktual.co — Bendahara Umum DPP Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo mengatakan, saat ini ada pihak yang terus berusaha menarik-narik Golkar masuk pemerintahan. 
Harapannya, pihak ini nantinya dapat imbalan jabatan dari pemerintahan Jokowi-JK.
Kata Bamsoet dengan tegas, apapun argumentasinya, yang ingin menarik-narik Golkar kembali ke pemerintahan pasti ada maksudnya.
“Ya, apalagi kalau bukan jabatan, kekuasaan, dan kekayaan. Karena kalau Golkar di luar pemerintahan dan penyeimbang, sudah pasti nggak akan dapat apa-apa,” demikian disampaikan Bamsoet. 
Seperti diketahui, Setelah sebelumnya terbelah menjadi dua kelompok di tubuh Golkar yakni  kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono.
Kini perpercahan di tubuh Golkar semakin meruncing dengan munculnya kubu baru yang menamakan dirinya sebagai Golkar putih. Di luar kubu ini dianggap sebagai Golkar hitam.

Artikel ini ditulis oleh:

Manuver Hajriyanto Bamsoet: Ada Udang Dibalik Batu

Jakarta, Aktual.co — Setelah sebelumnya terbelah menjadi dua kelompok di tubuh Golkar yakni  kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono.
Kini perpercahan di tubuh Golkar semakin meruncing dengan munculnya kubu baru yang menamakan dirinya sebagai Golkar putih. Di luar kubu ini dianggap sebagai Golkar hitam.
Kubu Golkar putih ini yakni kelompok yang menginginkan terwujudnya islah alias rekonsiliasi di tubuh partai berlambang pohon Beringin ini.   
Kubu Golkar putih ini dikomadoi oleh politisi senior Golkar Hajriyanto Thohari. Dan niat mantan ketua MPR ini menyebabkan perpecahan baru di tubuh Golkar.
Kelompok dari Aburizal Bakrie tidak suka dengan munculnya kelompok baru ini.
Seperti disampaikan Bendahara Umum DPP Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo mengatakan, dirinya tidak suka dengan style Hajri yang makin membelah kelompok di tubuh Golkar menjadi kelompok Golkar Hitam dam Putih.
“Nggak usahlah mengklaim bahwa kelompoknya paling benar. Paling hebat,” ucap Bamsoet, di Jakarta, Senin (22/12) malam. 
Manuver Hajriyanto ini, kata Bambang Soesatyo, mengindikasikan ada udang di balik batu. Dia menjelaskan, bahwa Hajri ingin menduduki jabatan di tubuh Golkar, karena di Munas Bali tidak jadi apa-apa. 
“Kalau nggak dapat posisi di kepengurusan ya jangan korbankan partailah dengan membuat munas-munasan, dan menuding Golkar lainnya Golkar hitam,” demikian Bambang.

Artikel ini ditulis oleh:

Lima Hercules TNI Jemput Pulang Seribu TKI di Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Jemput pulang sekitar 1.000 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, lima pesawat Hercules TNI AU dikerahkan. 
Komandan Misi Penjemputan TKI Letkol Pnb. Purwanto mengatakan tiap pesawat Hercules sanggup angkut 128 orang, yang pendek 92 orang. Sehingga total sekali angkut bisa memuat 553 orang TKI.
Untuk penjemputan, kata Purwanto, pihaknya akan berkoordinasi dengan Atase dan KBRI di Malaysia. 
“Sesuai jadwal pesawat akan bertolak dari Malaysia memberangkatkan TKI pada pukul dua siang waktu setempat,” katanya, seperti dilansir dari Antara, Senin (22/12).
Pemerintah Indonesia memutuskan jemput TKI yang ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena masuk secara ilegal. 
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga sudah menyetujui mengenai penjemputan para TKI dengan menggunakan pesawat angkut pasukan TNI.
“Nanti akan pakai pesawat kita dan itu sudah didiskusikan (penjemputan TKI ilegal di Malaysia),” kata dia, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin.
Pesawat Hercules TNI AU berangkat dari pangkalan udara Abdurrahman Saleh, Malang dan Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penjemputan TKI di Malaysia rencananya dilakukan di Bandara Subang, Kuala Lumpur. Setelah itu, pesawat akan menuju Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain