3 April 2026
Beranda blog Halaman 40563

Kasus Cabul di JIS, Hakim Vonis Icha 7 Tahun Penjara

Jakarta, Aktual.co — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa kasus kekerasan seksual Jakarta International School (JIS), Afrischa Setyani alias Icha dengan pidana penjara selama tujuh tahun serta denda Rp 100 juta.
Dalam vonis tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Icha terbukti secara sah melakukan perbuatan cabul karena membantu teman-temannya ketika peristiwa itu terjadi.
“Mengadili dan menyatakan terbukti secara sah, turut serta melakukan perbuatan cabul karena membantu teman-temanya. Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 100 juta,” kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Yunus, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/12).
Vonis hakim ini masih di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut lima terdakwa termasuk Afriska,  sepuluh tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsidier tiga bulan kurungan. JPU menggunakan Pasal 82 UU 23/2002 tentang perlindungan anak juncto 55 ayat 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Setelah mendengar vonis hakim tersebut, terdakwa pun langsung menangis dan ruangan sidang pun sontak pecah oleh tangis para keluarga terdakwa yang menghadiri sidang yang dilaksanakan terbuka untuk umum ini.
“Pengadilan ini tidak adil, anak-anak kami tidak bersalah, dia telah dizalimi, mana keadilan di negara ini,” teriak salah satu anggota keluarga terdakwa.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Politisi Golkar Tak Percaya Survei LSI

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Golkar Muhammad Misbakhun mengatakan tidak sependapat dengan hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Jumat (19/12) kemarin.
Ia mengungkapkan, justru kekisruhan yang terjadi di internal Golkar, membuat sejumlah kader pohon beringin itu solid dan malah meningkatkan suara.
“Golkar sebagai partai politik dengan umur 50 tahun, kami tetap solid dan kuat serta menjadi parpol besar,” kata Misbakhun, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (22/12).
Menurut dia, sejarah Golkar pecah sangat banyak dan kericuhan merupakan bagian dari dinamika internal organisasi. Karena itu, sambung dia, dinamika seperti itu sudah sering terjadi di internal, karena Golkar memiliki sejarah panjang.
“Sejarah Golkar pecah kan banyak, dan ricuh bagian dari dinamika organisasi,” ujar anggota Komisi XI DPR RI.
Ia pun mengungkapkan, kisruh dualisme yang terjadi tidak mempengaruhi elektabilitas Golkar akan semakin merosot karena citra buruk yang melekat akibat konflik elit partainya.
Ia pun menegaskan posisi Golkar di masyarakat tidak berkurang bahkan bertambah.
“Saya baru pulang reses di Daerah Pemilihan, antusiasme warga terhadap Golkar sangat tinggi, begitu juga ditempat lain menunjukkan hal yang sama,” tandasnya.
Sebelumnya LSI Denny JA mengatakan apabila Pemilu Legislatif dilakukan pada Desember 2014, maka elektabilitas Partai Golkar sebesar 8,4 persen.
“Survei LSI Denny JA pada Desember 2014 menunjukkan bahwa elektabilitas Golkar saat ini merosot jauh dibawah 10 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Jakarta, Jumat (19/12).
Dia mengatakan penurunan elektabilitas itu disebabkan dualisme kepemimpinan dan konflik internal yang berlarut-larut.
Menurut dia, apabila konflik ini berlanjut maka elektabilitas Golkar akan semakin merosot kerna citra buruk yang melekat akibat konflik elit partainya sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan Dulmatin

Jakarta, Aktual.co — Tim Datasemen Khusus Antiteror (Densus 88) Mabes Polri menangkap seorang tersangka kasus terorisme, Tony Sangaralo alias Toni alias Amir alias Fadhil alias Abu Sauqi (36). Tersangka Toni ditangkap sekitar pukul 20.15 wib di Lamongan, Jawa Timur pada Minggu (21/12) kemarin.
Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri, Kombes Agus Rianto mengatakan, terduga teroris itu dibekuk itu di pertigaan Bandeng, kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur.
“Toni Sangaralo adalah DPO pelatihan di Jantho Aceh yang belum tertangkap, “kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/12). 
Tersangka Toni juga diketahui ikut berperan merencanakan kegiatan pelatihan militer di Aceh yang dipimpin gembong teroris Dulmatin. Diketahui Dulmatin sendiri tewas ditembak mati di Pamulang 2010 silam. Selain itu Tony merupakan tersangka yang sudah lama masuk daftar pencarian orang.
“Toni sangaralo adalah DPO pelatihan di Jantho Aceh yang belum tertangkap dengan ikut berperan merencanakan kegiatan pelatihan di Aceh yang dipimpin oleh Dulmatin,” ujar Agus.
Dulmatin, yang juga merupakan buronan pelaku Bom Bali 2002, adalah pimpinan tertinggi latihan para militer yang akhirnya juga menyeret nama Abu Bakar Baasyir itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Barito Utara Terpilih Jadi Tuan Rumah Porprov 2018

Jakarta, Aktual.co — Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah berhasil terpilih menjadi kabupaten penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Tengah tahun 2018.

“Kami siap jadi tuan rumah, karena telah mendapat dukungan dari semua elemen termasuk sarana dan prasana pendukung,” kata Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Barito Utara, Jawawi di Muara Teweh, Senin.

Menurut Jawawi, terpilihnya daerah ini sebagai tuan rumah Porprov pada empat tahun ke depan setelah dlaksanakan rapat bersama KONI dan pengurus cabang olahraga se Kalteng di Palangka Raya pada Sabtu (20/12) melalui voting yaitu Barito Utara berhasil meraih 32 dari 39 suara yang ada dan Kabupaten Katingan hanya meraih tujuh suara.

Seluruh unsur di Barito Utara sangat antusias menyambut dengan terpilihnya salah satu kabupaten di pedalaman Sungai Barito ini sebagai tuan rumah pesta olahraga empat tahunan se Kalteng ini.

“Kita berterima kasih dengan diberikannya amanah untuk menjadi tuan rumah Porprov Kalteng dan 50 persen akomodasi seluruh kontingen ditanggung daerah ini,” katanya.

Jawawi menjelaskan, saat ini Barito Utara sudah memiliki arena atau venue sejumlah cabang olahraga dan beberapa masih membutuhkan perbaikan serta pembangunan yang baru.

Namunn dengan waktu yang cukup malam semuanya dapat terwujud sehingga pelaksanaanya bejalan baik hingga menjelang hari H pelaksanaannya.

“Kesiapan ini terlihat respon dari Bupati Barito Utara, Nadalsyah, ketua dan anggota DPRD setempat yang sangat mendukung kita jadi tuan rumah,” jelas dia.

Dalam kesiapan menghadapi Porprov itu pembangunan dan perbaikan arena olahraga tersebut diperkirakan mulai akhir 2015 segera dialokasikan dananya dalam APBD kabupaten.

Misalnya sarana olah raga yang akan dibangun yakni cabang olahraga renang, yang rencananya dibangun dengan kafasitas bertaraf internasional di kawasan taman rekreasi remaja Muara Teweh dan sirkuit balap motor (motoprix dan gresstrack) di kawasan Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru.

“Kami harapkan pembangunan dan perbaikan sarana olahraga berjalan sesuai rencana,” kata Jawawi.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Masih Periksa 3 WNI Yang diduga Mau Gabung ISIS

Jakarta, Aktual.co —  Polri sudah memulangkan sembilan dari dua belas warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bertolak ke Suriah melalui Malaysia.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, pada tanggal 19 Desember kemarin, pihaknya sudah memulangkan tiga diantaranya ke Bekasi.
“Hari Jumat 19 Desember sudah dipulangkan 3 orang ke bekasi. Dua wanita satu anak,” kata Agus di Mabes Polri, Senin (22/12).
Kemudian, lanjut Agus, pada ke esokan harinya, polisi memulangkan sebanyak enam orang ke Jawa Timur. “Sabtu enam orang ke Jatim,” sambungnya.
Meski begitu, hingga saat ini kepolisian masih mengembangkan status ketiga WNI yang masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua.
“Sisanya tiga orang masih dikembangkan. Waktu 7 hari. Masih pendalaman. Kita tunggu apakah statusnya ditingkatkan atau tidak memenuhi,” kata Agus.
Sebelumnya, sebanyak 12 Warga Negara Indonesia (WNI) diamankan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka diduga hendak menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam atau disebut Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sidang Annas, Saksi Sebut Adanya Gelontoran Uang Untuk Media

Jakarta, Aktual.co — Pada sidang kasus suap alih fungsi hutan Riau dengan terdakwa Gulat Manurung di Pengadilan Tipikor Jakarta, terungkap jika Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun pernah berniat untuk menyuap televisi swasta Metro TV, untuk meredam pemebritaan soal tindak pidana pencabulan oleh dirinya.
Dalam kesaksian, Edi Ahmad RM yang merupakan  pemimpin perusahaan Koran Riau, mengaku sempat menyetor Rp 200 juta supaya berita itu tidak disiarkan di stasiun televisi swasta, Metro TV.
Edi mengatakan sudah menghubungi dua orang, yakni Azril dan Kahfi Siregar, dupaya kasus pencabulan Annas tidak diberitakan oleh televisi milik Surya Paloh tersebut.
“Betul, pertama saya kontak Azril,” kata Edi.
Lalu, Hakim Anggota Joko Subagyo mencecar Edi soal setoran uang Rp 200 juta buat meredam pemberitaan laporan pencabulan yang diduga dilakukan Annas supaya tidak ditayangkan Metro TV.
“Dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di sini disebutkan ada pemberian uang Rp200 juta oleh terdakwa untuk Metro TV?” tanya anggota majelis hakim Joko Subagyo.
“Iya, Annas mengatakan katanya tentang pelecehan jangan sampai ditayangkan di Metro TV, tapi itu bukan ke Metro TV tapi untuk Kahfi Siregar,” jawab Edi.
Diketahui Kahfi Siregar disebut-sebut salah satu kader Partai Demokrat. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Media Center Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli saat maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
Sedangkan kasus pelecehan dilaporkan oleh seorang perempuan bernama Wide Wirawaty pada September 2014.
“Mengapa diberikan ke Anda?” tanya haji Joko.
“Karena kan saya kan orang media, tapi (meski diberikan Rp200 juta), ternyata gagal,” jawab Edi.
Seusai sidang, Edi mengaku bahwa uang tersebut bukan hanya diberikan kepada Metro TV tapi juga media lokal dan media nasional di Jakarta.
“Kebetulan aku kenal sama Kahfi, dia kan mantan wartawan cek and Ricek, aku kenal sama dia, aku minta bantu sama dia untuk jangan ditayangkan,” kata Edi seusai sidang.
Orang yang mengirimkan uang adalah anak buahnya bernama Azril ke rekening Kahfi.
“Pak Annas yang telepon, Ed tolong bantu pemberitaan isu pelecehan seksual itu tidak ditayangkan. Dari Gulat itu Rp200 juta kumintakan tolong ke Kahfi di Jakarta, kusebar-sebarkan. Dari Kahfi dipecah-pecah jadi tidak Rp200 juta, satu rupiah pun tidak kuambil,” tambah Edi.
Dalam kasus pencabulan yang ditangani oleh Mabes Polri itu, Annas dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial WW putri dari tokoh pendidikan Riau dan mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher, ke polisi, dengan tuduhan melakukan pencabulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain