3 April 2026
Beranda blog Halaman 40597

Serangan Wabah Chikunguya di Tulungagung Selatan Meluas

Jakarta, Aktual.co — Serangan wabah chikungunya di wilayah Tulungagung bagian selatan, Jawa Timur diduga semakin meluas seiring kian banyaknya penderita yang dirawat di klinik kesehatan dan puskesmas terdekat.

Koresponden di Tulungagung, Minggu (21/12) melaporkan, lebih dari 100 warga dari empat desa di Kecamatan Kalidawir mengalami keluhan yang sama dengan gejala mirip chikungunya.

Mereka mengalami panas tinggi, bintik-bintik merah serta bengkak di sekujur tubuh dan kemudian diikuti kelumpuhan sesaat.

“Kasus ini (wabah chikungunya) sebenarnya sudah kami laporkan ke puskesmas dan dinkes, namun katanya belum bisa dilakukan pengasapan karena saat itu kasus belum mencapai 40 rumah,” terang Dwi Astutik, perangkat (Jogo Waluyo) Desa Bendilnjet, Kecamatan Kalidawir.

Di desanya, kata Dwi Astuti, jumlah penderita telah mencapai puluhan orang. Kasus kelumpuhan sementara yang diawali panas tinggi dan badan lemas tersebut terjadi bergiliran antara satu penderita dengan penderita yang lain.

Menurut data di Klinik Sam Medika, Kecamatan Kalidawir, jumlah pasien yang berobat karena mengalami gejala mirip chikungunya mencapai 100 orang lebih.

Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Desa Bendilnjet, tetapi juga berdatangan dari desa-desa lain sekitarnya, seperti Desa Karangtalun, pagersari, dan Joho.

“Awalnya gejala yang dialami pasien mirip DB (demam berdarah), tapi setelah kami lakukan cek laboratorium, hasilnya diidentifikasi sebagai virus chikungunya,” kata Direktur Klinik Sam Medika, Samuri.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Triswati mengaku pihaknya belum mendapat laporan pasti dari Puskesmas Kalidawir.

“Memang ada laporan kasus demam menyerupai chikungunya, namun puskesmas belum mengonfirmasi lagi hasil penelitian laboratorium,” jawabnya.

Berdasar laporan dari bidan desa, lanjut dia, kasus kelumpuhan massal yang diduga akibat wabah chikungunya tersebut tidak terjadi serentak, melainkan bergilir.

“Besok (Senin, 22/12) puskesmas akan membuat laporan dan dinas akan segera melakukan ‘fogging’ (pengasapan) dan larvasidasi,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Beragam Aktivitas Seni dan Fotografi Meriahkan HUT GEOKS Bali

Jakarta, Aktual.co — Berbagai kegiatan seni dan budaya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Geria Olah Kreativitas Seni (GEOKS) Bali, yang berada di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan itu antara lain pameran fotografi hasil potret kegiatan-kegiatan GEOKS, pementasan kesenian topeng dan peluncuran buku ‘Menapak Jejak Tiga Seniman Seni Pertunjukan,” kata ketua GEOKS Bali, Prof Dr Wayan Dibia di Denpasar, Minggu (21/12).

Ia mengatakan, berbagai aktivitas seni itu berlangsung selama empat hari, 20-23 Desember 2014 di pusat Geria Olah Kreativitas Seni.
 
Kegiatan itu diawali dengan pembukaan pameran fotograph hari Sabtu (20/12) dan pameran sejumlah koleksi topeng.

Para fotografer yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu antara lain Agus W. Saidi, Alit Widusaka, Alit Susanta Wirya, Ian Sumatika, Widiatmika, Danny Septarika, Putu Ratnawan, I Wayan Sukla Adnyana, Kadek Wigunantara dan Ngurah Dhitya.

Acara itu dilanjutkan dengan pertunjukkan tari kontemporer melibatkan tujuh seniman antara lain Komang Adi, Tapak dara, Robi, Iik Suryani (Solo) Gung Dalem (Bali), Ex Motus (Solo, Tilem Pastika (Bali).

Pementasan hari Minggu, (21/12) Pukul 20.00 WITA berupa tari kontemporer dengan tujuh penampil antara lain Adi Gunarta (Bali), Diah Kristin (Bali), Tulus dan Ari Cintia (Bali), Komang Yuli (Solo), Tindak Alit, Tebo (Bali) dan Wisnu (Ponorogo).

Sedangkan kegiatan pada hari Senin, (22/12) pukul 14.30. Wita berupa Rembugan Seni dengan topik Seni Patopengan Dewasa ini Kegiatan penutupan pada Selasa, (23/12) pukul 19.30 WITA Resepsi Ulang Tahun GEOKS yang diwarnai dengan penyerahan buku Menapak Jejak Tiga Seniman Seni Pertunjukan oleh I Wayan Dibia.

Kegiatan itu diakhiri dengan dengan pementasan Topeng Panca Klasik dengan lakon “Bubar Tawon Wong Tartar.” dari Pararaton. Para penari antara I Ketut Kodi, I Gusti Putu Sudartha, I Made Apel Karyasa, I Nyoman Catra, dan I Wayan Dibia.

Gamelan pengiring Sanggar Cudamani Pengosekan, Ubud. Geria Olah Kreativitas Seni (GEOKS) Bali, di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, adalah sebuah ruang aktivitas seni yang terbuka untuk para seniman kreatif, baik yang berasal dari Bali berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

GEOKS Bali yang dirintis Prof Dibia, guru besar ISI Denpasar sepuluh tahun yang silam dengan tujuan mendorong pertumbuhan kreativitas seni di kalangan para seniman muda.

Kreativitas menjadi jantung sekaligus penentu kehidupan seni. Kehidupan seni yang sehat bisa terjadi jika kesenian yang bersangkutan senantiasa membuka diri terhadap masuknya gagasan-gagasan baru melalui kreativitas, ujar Prof Dibia.

Artikel ini ditulis oleh:

Beragam Aktivitas Seni dan Fotografi Meriahkan HUT GEOKS Bali

Jakarta, Aktual.co — Berbagai kegiatan seni dan budaya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Geria Olah Kreativitas Seni (GEOKS) Bali, yang berada di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan itu antara lain pameran fotografi hasil potret kegiatan-kegiatan GEOKS, pementasan kesenian topeng dan peluncuran buku ‘Menapak Jejak Tiga Seniman Seni Pertunjukan,” kata ketua GEOKS Bali, Prof Dr Wayan Dibia di Denpasar, Minggu (21/12).

Ia mengatakan, berbagai aktivitas seni itu berlangsung selama empat hari, 20-23 Desember 2014 di pusat Geria Olah Kreativitas Seni.
 
Kegiatan itu diawali dengan pembukaan pameran fotograph hari Sabtu (20/12) dan pameran sejumlah koleksi topeng.

Para fotografer yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu antara lain Agus W. Saidi, Alit Widusaka, Alit Susanta Wirya, Ian Sumatika, Widiatmika, Danny Septarika, Putu Ratnawan, I Wayan Sukla Adnyana, Kadek Wigunantara dan Ngurah Dhitya.

Acara itu dilanjutkan dengan pertunjukkan tari kontemporer melibatkan tujuh seniman antara lain Komang Adi, Tapak dara, Robi, Iik Suryani (Solo) Gung Dalem (Bali), Ex Motus (Solo, Tilem Pastika (Bali).

Pementasan hari Minggu, (21/12) Pukul 20.00 WITA berupa tari kontemporer dengan tujuh penampil antara lain Adi Gunarta (Bali), Diah Kristin (Bali), Tulus dan Ari Cintia (Bali), Komang Yuli (Solo), Tindak Alit, Tebo (Bali) dan Wisnu (Ponorogo).

Sedangkan kegiatan pada hari Senin, (22/12) pukul 14.30. Wita berupa Rembugan Seni dengan topik Seni Patopengan Dewasa ini Kegiatan penutupan pada Selasa, (23/12) pukul 19.30 WITA Resepsi Ulang Tahun GEOKS yang diwarnai dengan penyerahan buku Menapak Jejak Tiga Seniman Seni Pertunjukan oleh I Wayan Dibia.

Kegiatan itu diakhiri dengan dengan pementasan Topeng Panca Klasik dengan lakon “Bubar Tawon Wong Tartar.” dari Pararaton. Para penari antara I Ketut Kodi, I Gusti Putu Sudartha, I Made Apel Karyasa, I Nyoman Catra, dan I Wayan Dibia.

Gamelan pengiring Sanggar Cudamani Pengosekan, Ubud. Geria Olah Kreativitas Seni (GEOKS) Bali, di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, adalah sebuah ruang aktivitas seni yang terbuka untuk para seniman kreatif, baik yang berasal dari Bali berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

GEOKS Bali yang dirintis Prof Dibia, guru besar ISI Denpasar sepuluh tahun yang silam dengan tujuan mendorong pertumbuhan kreativitas seni di kalangan para seniman muda.

Kreativitas menjadi jantung sekaligus penentu kehidupan seni. Kehidupan seni yang sehat bisa terjadi jika kesenian yang bersangkutan senantiasa membuka diri terhadap masuknya gagasan-gagasan baru melalui kreativitas, ujar Prof Dibia.

Artikel ini ditulis oleh:

Catat!, Hari Ini Kedubes Filipina Gelar Pameran Foto

Jakarta, Aktual.co — Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, akan menyelenggarakan pameran foto bertajuk ‘Mabuhay! Merdeka!: Snapshots of 65 Years of Philippines-Indonesia Friendship’.

Kegiatan ini dalam rangka merayakan ulang tahun ke-65 hubungan diplomatik Filipina dan Indonesia.

Pameran tersebut akan berlangsung, mulai hari ini, Senin, tanggal 22 hingga 31 Desember 2014. Lokasi event bertempat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, jalan Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Pameran akan menampilkan foto-foto peristiwa penting dalam sejarah hubungan diplomatik Filipina dan Indonesia. Sebelumnya, Festival ‘Makanan Filipina’ telah diadakan pada bulan September dan Oktober.

Sekedar informasi, Filipina dan Indonesia secara resmi telah menjalin hubungan diplomatik pada 24 November 1949 silam.

Artikel ini ditulis oleh:

Catat!, Hari Ini Kedubes Filipina Gelar Pameran Foto

Jakarta, Aktual.co — Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, akan menyelenggarakan pameran foto bertajuk ‘Mabuhay! Merdeka!: Snapshots of 65 Years of Philippines-Indonesia Friendship’.

Kegiatan ini dalam rangka merayakan ulang tahun ke-65 hubungan diplomatik Filipina dan Indonesia.

Pameran tersebut akan berlangsung, mulai hari ini, Senin, tanggal 22 hingga 31 Desember 2014. Lokasi event bertempat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, jalan Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Pameran akan menampilkan foto-foto peristiwa penting dalam sejarah hubungan diplomatik Filipina dan Indonesia. Sebelumnya, Festival ‘Makanan Filipina’ telah diadakan pada bulan September dan Oktober.

Sekedar informasi, Filipina dan Indonesia secara resmi telah menjalin hubungan diplomatik pada 24 November 1949 silam.

Artikel ini ditulis oleh:

Peringati 200 Tahun Candi Borobudur, Seniman Pamerkan Seni Rupa

Jakarta, Aktual.co — Para seniman di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar pameran seni rupa di Limanjawi Art House untuk memperingati 200 tahun ditemukannya Candi Borobudur.

Pameran seni rupa yang dibuka pada Sabtu (20/12) malam itu akan berlangsung hingga 18 Januari 2015.

Pameran yang bertajuk “Borobudur Today” ini diikuti para seniman, yakni Deddy Paw, Easting Medi, Nurfu AD, Tantto, Umar Chusaeni, Wawan Geni, dan Yasumi. Ketujuh perupa tersebut menampilkan 30 karya lukis.

Karya lukis yang dipamerkan, antara lain “Overwhelming of Blessings” karya Deddy Paw, “Harmony in Peace” karya Easting Medi, “Sourch of Inspiration” karya Nurfu AD, “Flora and Fauna” karya Tantto, “Morning Activity” karya Umar Chusaeni, “Responsibility” karya Wawan Geni, dan “It’s Yourn Next” karya Yasumi.

Pemilik Limanjawi Art House, Umar Chusaeni mengatakan pameran kali ini dipersembahkan untuk peringatan 200 tahun penemuan Candi Borobudur.

Ia mengajak para pelukis yang terlibat dalam pameran ini untuk menengok, mencermati, mendalami serta menerangi kembali karya agung nenek moyang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa seniman di sini terus berkarya, berinovasi dan menunjukkan bahwa kreativitas seniman di sini dinikmati masyarakat dunia karena Candi Borobudur juga dikunjungi ribuan wisatawan asing,” katanya.

Ia berharap wisatawan yang datang ke Borobudur tidak hanya menikmati candi tetapi juga bisa menikmati karya-karya seni yang dibuat oleh seniman-seniman yang ada di kawasan Borobudur.

Ia menuturkan, sejumlah karya lukis dengan gaya masing-masing seniman, tetapi menunjukkan bahwa bagaimana cintanya seniman ini terhadap Borobudur.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain