3 April 2026
Beranda blog Halaman 40596

Susu Kedelai Bagus untuk Perkembangan & Pertumbuhan Bayi, Ini Buktinya

Jakarta, Aktual.co — Seharusnya, bagi orang tua mementingkan kesehatan anak, khususnya balita. Misalnya yakni, dengan menjaga asupan makanan maupun minumannya. Termasuk susu yang setiap hari dikonsumsi.

Salah satunya, susu kedelai. Apakah susu kedelai aman bagi balita? Apakah susu tersebut bermanfaat bagi bayi Anda? Ataukah aman bagi pertumbuhan bayi Anda?

Stylecraze melaporkan, bahwa secara fisik mungkin susu kedelai tidak sama dengan susu cair lainnya. Susu ini berupa cairan, usai kedelai direndam serta ditumbuk halus. Pada dasarnya, susu kedelai merupakan minuman yang terbuat dari kacang kedelai.

Namun tahukah Anda bahwa satu cangkir susu kedelai mengandung tujuh gram protein, empat gram karbohidrat, dan 4 ½ gram lemak. Keuntungannya lainnya adalah bahwa susu kedelai tidak mengandung kolestrol.

Dan manfaat lainnya untuk bayi Anda adalah tingginya protein yang sangat penting bagi perkembangan fisik anak Anda. Susu kedelai tidak mengandung susu atau laktosa. Ini akan bermanfaat bagi bayi yang tidak toleran dengan laktosa (susu sapi mengandung laktosa, red).

Selain itu, susu kedelai juga relatif lebih manis dari susu sapi. Susu kedelai juga dapat melengkapi susu sapi karena diversifikasi sumber protein bayi Anda.

Susu kedelai sangat penting dalam perkembangan otak pada anak kecil. Tidak seperti susu sapi, kedelai berasal dari bahan alami serta dikemas dengan banyak nutrisi. Jadi memilih susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin A, B, D dan folat dan kalsium akan menjadi cara yang tepat untuk pilihan bagi para orang tua.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Libur Panjang Sekolah, Kawasan Puncak Cipanas Masih Sepi

Jakarta, Aktual.co — Memasuki musim libur sekolah sejumlah tempat wisata di kawasan Puncak Cipanas, Cianjur, Jabar, masih sepi pengujung, hal tersebut diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi sejak dua pekan terakhir.

“Hingga saat ini belum ada peningkatan, namun jumlah pengunjung yang datang cukup signifikan seperti hari biasa. Faktornya karena intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga pengunjung yang datang masih dalam skala kecil,” kata Tatang, staf Humas Kebun Raya Cibodas, Minggu (21/12).

Dia menuturkan, biasanya pada musim libur sekolah dan menjelang pergantian tahun, angka kunjungan akan meningkat hingga 50 persen, satu pekan menjelang. Namun hingga saat ini, jumlah pengujung masih termasuk normal seperti libur biasa.

Faktor cuaca, lanjutnya, merupakan penentu tinggi atau tidaknya kunjungan ke kebun raya yang menyajikan keindahan alam dan kebun rumput yang luas. Pada musim penghujan seperti saat ini, angka kunjungan akan menurun karena wisatawan tidak dapat menikmati keindahan alam secara bebas.

Hal senada terucap dari pengelola Taman Bunga Nusantara, dimana angka kunjungan masih terlihat normal. Sekalipun ada peningkatan hanya beberapa persen dibandingkan libur akhir pekan, dimana sebagian besar pengunjung rombongan pelajar.

“Untuk minggu ini belum ada peningkatan, hanya beberapa hari lalu, sempat meningkat dimana pengunjung sebagian besar pelajar yang menerima rapor dari sekolah lokal di Cianjur,” kata Asep salah seorang staf di bagian penerangan Taman Bunga Nusantara.

Pantauan sejak sepekan terakhir kawasan Puncak Cipanas, terutama menjelang sore diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga wisatawan yang hendak berlibur ke tempat wisata, memilih untuk berdiam diri di vila yang mereka sewa.

Sedangkan, pengujung yang sengaja datang untuk mengujungi tempat wisata, memilih untuk berwisata kuliner yang banyak disajikan di sepanjang jalur Puncak hingga Cipanas. Bahkan arus lalulintas di kawasan yang terkenal dengan macet itu, hingga sore menjelang terlihat lancar ramai.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Libur Panjang Sekolah, Kawasan Puncak Cipanas Masih Sepi

Jakarta, Aktual.co — Memasuki musim libur sekolah sejumlah tempat wisata di kawasan Puncak Cipanas, Cianjur, Jabar, masih sepi pengujung, hal tersebut diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi sejak dua pekan terakhir.

“Hingga saat ini belum ada peningkatan, namun jumlah pengunjung yang datang cukup signifikan seperti hari biasa. Faktornya karena intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga pengunjung yang datang masih dalam skala kecil,” kata Tatang, staf Humas Kebun Raya Cibodas, Minggu (21/12).

Dia menuturkan, biasanya pada musim libur sekolah dan menjelang pergantian tahun, angka kunjungan akan meningkat hingga 50 persen, satu pekan menjelang. Namun hingga saat ini, jumlah pengujung masih termasuk normal seperti libur biasa.

Faktor cuaca, lanjutnya, merupakan penentu tinggi atau tidaknya kunjungan ke kebun raya yang menyajikan keindahan alam dan kebun rumput yang luas. Pada musim penghujan seperti saat ini, angka kunjungan akan menurun karena wisatawan tidak dapat menikmati keindahan alam secara bebas.

Hal senada terucap dari pengelola Taman Bunga Nusantara, dimana angka kunjungan masih terlihat normal. Sekalipun ada peningkatan hanya beberapa persen dibandingkan libur akhir pekan, dimana sebagian besar pengunjung rombongan pelajar.

“Untuk minggu ini belum ada peningkatan, hanya beberapa hari lalu, sempat meningkat dimana pengunjung sebagian besar pelajar yang menerima rapor dari sekolah lokal di Cianjur,” kata Asep salah seorang staf di bagian penerangan Taman Bunga Nusantara.

Pantauan sejak sepekan terakhir kawasan Puncak Cipanas, terutama menjelang sore diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga wisatawan yang hendak berlibur ke tempat wisata, memilih untuk berdiam diri di vila yang mereka sewa.

Sedangkan, pengujung yang sengaja datang untuk mengujungi tempat wisata, memilih untuk berwisata kuliner yang banyak disajikan di sepanjang jalur Puncak hingga Cipanas. Bahkan arus lalulintas di kawasan yang terkenal dengan macet itu, hingga sore menjelang terlihat lancar ramai.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD: Sekolah Terpadu Minim Pengajar Profesional

Jakarta, Aktual.co —Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Herman menilai sekolah terpadu yang berada di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Tana Tidung, masih minim tenaga pengajar profesional.
Menurut Herman, minimnya tenaga pengajar profrsional itu pula yang menyebabkan sekolah terpadu unggulan yang dibangun di Kabupaten Tana Tidung belum berfungsi maksimal.
Padahal, pembangunan sekolah terpadu unggulan diharapkan dapat menjawab persoalan pendidikan di Kabupaten Tana Tidung khususnya dan Kaltara pada umumnya, terutama untuk meningkatkan sumber dayamanusia putra daerah.
“Namun sayangnya, kini terkendala tenaga pengajar profesional yang masih minim,” kata dia, di Samarinda, Minggu (21/12).
Hal itu disebabkan kurangnya minat tenaga pengajar profesional untuk mengajar di daerah hasil pemekaran Kabupaten Bulungan tersebut.
Herman mewacanakan untuk mengadakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan Jawa Timur untuk membantu mendistribusikan tenaga pengajar profesional Jatim di sekolah terpadu unggulan tersebut.
Dengan tenaga pengajar yang mumpuni, akan menciptakan minat anak-anak di daerah lain di Kaltara untuk mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD: Sekolah Terpadu Minim Pengajar Profesional

Jakarta, Aktual.co —Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Herman menilai sekolah terpadu yang berada di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Tana Tidung, masih minim tenaga pengajar profesional.
Menurut Herman, minimnya tenaga pengajar profrsional itu pula yang menyebabkan sekolah terpadu unggulan yang dibangun di Kabupaten Tana Tidung belum berfungsi maksimal.
Padahal, pembangunan sekolah terpadu unggulan diharapkan dapat menjawab persoalan pendidikan di Kabupaten Tana Tidung khususnya dan Kaltara pada umumnya, terutama untuk meningkatkan sumber dayamanusia putra daerah.
“Namun sayangnya, kini terkendala tenaga pengajar profesional yang masih minim,” kata dia, di Samarinda, Minggu (21/12).
Hal itu disebabkan kurangnya minat tenaga pengajar profesional untuk mengajar di daerah hasil pemekaran Kabupaten Bulungan tersebut.
Herman mewacanakan untuk mengadakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan Jawa Timur untuk membantu mendistribusikan tenaga pengajar profesional Jatim di sekolah terpadu unggulan tersebut.
Dengan tenaga pengajar yang mumpuni, akan menciptakan minat anak-anak di daerah lain di Kaltara untuk mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Serangan Wabah Chikunguya di Tulungagung Selatan Meluas

Jakarta, Aktual.co — Serangan wabah chikungunya di wilayah Tulungagung bagian selatan, Jawa Timur diduga semakin meluas seiring kian banyaknya penderita yang dirawat di klinik kesehatan dan puskesmas terdekat.

Koresponden di Tulungagung, Minggu (21/12) melaporkan, lebih dari 100 warga dari empat desa di Kecamatan Kalidawir mengalami keluhan yang sama dengan gejala mirip chikungunya.

Mereka mengalami panas tinggi, bintik-bintik merah serta bengkak di sekujur tubuh dan kemudian diikuti kelumpuhan sesaat.

“Kasus ini (wabah chikungunya) sebenarnya sudah kami laporkan ke puskesmas dan dinkes, namun katanya belum bisa dilakukan pengasapan karena saat itu kasus belum mencapai 40 rumah,” terang Dwi Astutik, perangkat (Jogo Waluyo) Desa Bendilnjet, Kecamatan Kalidawir.

Di desanya, kata Dwi Astuti, jumlah penderita telah mencapai puluhan orang. Kasus kelumpuhan sementara yang diawali panas tinggi dan badan lemas tersebut terjadi bergiliran antara satu penderita dengan penderita yang lain.

Menurut data di Klinik Sam Medika, Kecamatan Kalidawir, jumlah pasien yang berobat karena mengalami gejala mirip chikungunya mencapai 100 orang lebih.

Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Desa Bendilnjet, tetapi juga berdatangan dari desa-desa lain sekitarnya, seperti Desa Karangtalun, pagersari, dan Joho.

“Awalnya gejala yang dialami pasien mirip DB (demam berdarah), tapi setelah kami lakukan cek laboratorium, hasilnya diidentifikasi sebagai virus chikungunya,” kata Direktur Klinik Sam Medika, Samuri.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Triswati mengaku pihaknya belum mendapat laporan pasti dari Puskesmas Kalidawir.

“Memang ada laporan kasus demam menyerupai chikungunya, namun puskesmas belum mengonfirmasi lagi hasil penelitian laboratorium,” jawabnya.

Berdasar laporan dari bidan desa, lanjut dia, kasus kelumpuhan massal yang diduga akibat wabah chikungunya tersebut tidak terjadi serentak, melainkan bergilir.

“Besok (Senin, 22/12) puskesmas akan membuat laporan dan dinas akan segera melakukan ‘fogging’ (pengasapan) dan larvasidasi,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain