12 April 2026
Beranda blog Halaman 40665

Kelahiran PDRI Diperingati Secara Nasional, Sumbar Bangga

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Sumatera Barat,  Irwan Prayitno mengatakan, peringatan Hari Bela Negara di seluruh pelosok daerah di Indonesia merupakan kebanggan tersendiri bagi Sumatera Barat.

“Hari Bela Negara (HBN) ini telah ditetapkan sejak tahun 2006, tetapi hanya beberapa daerah saja di Indonesia yang memperingatinya setiap tanggal 19 Desember. Baru pada peringatan yang ke delapan kalinya tahun 2014 ini HBN diperingati di seluruh daerah di Indonesia. Ini merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi Sumatera Barat,” kata dia di Padang, Jumat (19/12).

Menurut Irwan peringatan HBN merupakan peringatan kepada penyelenggaraan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia(PDRI) yang berbasis di rimba-rimba Sumatera Barat pada tahun 1948-1949.  “PDRI menjaga kelangsungan Negara Republik Indonesia pada agresi Belanda II tahun 1948-1949,” kata dia.

Dia mengatakan, ini merupakan sebuah bukti nyata peranan Sumatera Barat dalam kancah sejarah bangsa Indonesia.
“Dengan adanya PDRI ini, dunia mengetahui bahwa negara Indonesia tidak bubar seperti yang dikabarkan oleh Belanda setelah menangkap Soekarno-Hatta. Pemerintahan Republik Indonesia masih berjalan meskipun kepala negara tertangkap,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperingati HBN di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (19/12).

Dalam kesempatan itu, gubernur membacakan sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo yang mengingatkan kembali sejarah 66 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1948.  Atas prakarsa Mr. Sjarifoedin Prawiranegara, berdasarkan mandat yang diberikan oleh Presiden Soekarno maka dibentuklah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.

Langkah Mr Sjafroedin tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan kelangsungan hidup negara, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa negara Indonesia masih ada. Karena meski pada saat itu Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohamad Hatta ditangkap Belanda yang menyerbu ibukota perjuangan di Jogyakarta, rakyat tetap bergerak melawan kolonialisme.

Presiden juga mengajak seluruh rakyat Indonesia belajar dari sejarah perjuangan bangsa untuk menatap masa depan.
Saat ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa sifatnya multi dimensi. Artinya ancaman tidak lagi bersifat konvensional atau fisik semata akan tetapi sudah berkembang baik fisik maupun non fisik.

Ditambahkannya upaya melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan adalah upaya bela negara.
Negara Indonesia akan menjadi kokoh dan besar ketika bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Selain itu Presiden juga mengingatkan ancaman atas kedaulatan negara yang muncul dari tindak pidana kejahatan luar biasa, yaitu korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Terompet Jawa Laris Dijual di Padang

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya puluhan ribu terompet berbagai model asal Pulau Jawa, mulai dijual di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyambut tahun baru 2015.

“Kami setiap tahun memasok sebanyak 45.000 terompet dari Jawa, untuk dijual kembali kepada pedagang eceran di sini,” kata Amir (50), pedagang grosiran terompet tahun baru di Jalan Aru, Lubuk Begalung (Lubeg), Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (20/12).

Selain memenuhi kebutuhan pedagang eceran, kata Amir, ia juga memasok terompet tahun baru ke luar Sumbar, di antaranya ke Bengkulu dan Jambi. Ia juga memenuhi permintaan terompet tahun baru dari hotel-hotel dan kantor pemerintahan.

Penjualan terompet tersebut dengan harga bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan model. Model terompet yang ada tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, yakni model ular naga, kupu-kupu, dan tokoh kartun.

Menurut dia, kini pedagang eceran dan warga sudah mulai membeli terompet miliknya, puncaknya diperkirakan beberapa hari sebelum malam pergantian tahun 2014–2015 mendatang. Pembelian terompet, katanya, juga tergantung pada cuaca, sebab bila hujan, pembeli akan berkurang apalagi jika hujan terjadi saat malam tahun baru.  “Tahun kemarin, dari 45 ribu terompet, tersisa 5.000 buah. Mudah-mudahan tahun ini bisa habis semua,” ujarnya.

Kendati hanya pedagang musiman, ia mengaku omzet yang didapat bisa mencapai seratus juta lebih setiap tahun, termasuk menjual kembang api dan pernak-pernik tahun baru lainnya. Ia mengatakan masih banyak sejumlah pedagang grosiran terompet tahun baru di Padang yang memasok dagangannya dari Pulau Jawa, namun diakuinya ia memang paling banyak memiliki stok.

Sementara itu, pedagang eceran terompet, Eri (34) mengaku sudah banyak pembeli yang mencari terompet tahun baru. Eri biasanya menjual terompet tersebut mulai harga Rp25 ribu hingga Rp75 ribu per buah. “Biasanya model tokoh kartun banyak yang mencari,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Terompet Jawa Laris Dijual di Padang

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya puluhan ribu terompet berbagai model asal Pulau Jawa, mulai dijual di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyambut tahun baru 2015.

“Kami setiap tahun memasok sebanyak 45.000 terompet dari Jawa, untuk dijual kembali kepada pedagang eceran di sini,” kata Amir (50), pedagang grosiran terompet tahun baru di Jalan Aru, Lubuk Begalung (Lubeg), Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (20/12).

Selain memenuhi kebutuhan pedagang eceran, kata Amir, ia juga memasok terompet tahun baru ke luar Sumbar, di antaranya ke Bengkulu dan Jambi. Ia juga memenuhi permintaan terompet tahun baru dari hotel-hotel dan kantor pemerintahan.

Penjualan terompet tersebut dengan harga bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan model. Model terompet yang ada tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, yakni model ular naga, kupu-kupu, dan tokoh kartun.

Menurut dia, kini pedagang eceran dan warga sudah mulai membeli terompet miliknya, puncaknya diperkirakan beberapa hari sebelum malam pergantian tahun 2014–2015 mendatang. Pembelian terompet, katanya, juga tergantung pada cuaca, sebab bila hujan, pembeli akan berkurang apalagi jika hujan terjadi saat malam tahun baru.  “Tahun kemarin, dari 45 ribu terompet, tersisa 5.000 buah. Mudah-mudahan tahun ini bisa habis semua,” ujarnya.

Kendati hanya pedagang musiman, ia mengaku omzet yang didapat bisa mencapai seratus juta lebih setiap tahun, termasuk menjual kembang api dan pernak-pernik tahun baru lainnya. Ia mengatakan masih banyak sejumlah pedagang grosiran terompet tahun baru di Padang yang memasok dagangannya dari Pulau Jawa, namun diakuinya ia memang paling banyak memiliki stok.

Sementara itu, pedagang eceran terompet, Eri (34) mengaku sudah banyak pembeli yang mencari terompet tahun baru. Eri biasanya menjual terompet tersebut mulai harga Rp25 ribu hingga Rp75 ribu per buah. “Biasanya model tokoh kartun banyak yang mencari,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Chris Lie Sejahterakan Komikus Tanah Air

Jakarta, Aktual.co — Berawal dari pahitnya tak diperbolehkan menjadi komikus oleh kedua orang tuanya karena dianggap bukan profesi yang bergelimang materi, komikus ternama Tanah Air, Chris Lie mempunyai kiat sendiri mensejahterakan rekannya sesama komikus.

“Orang tua tidak setuju saya menjadi komikus. Akhirnya, saya mengambil kuliah yang masih ada hubungannya dengan gambar yakni teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB),” kenang Chris Lie di Jakarta, Sabtu (20/12).

Setelah menunaikan kewajibannya, menyelesaikan kuliah, Chris Lie mewujudkan impiannya menjadi komikus dunia. Pada 2013, ia mendapatkan beasiswa Fullbright untuk meneruskan S2 di bidang Sequential Art di Savannah College of Arts and Design, Amerika Serikat.

“Semasa kuliah, saya magang di perusahaan penerbit ternama, Devils Due Publishing. Awalnya pekerjaannya hanya fotokopi dan kirim paket, tapi lama-lama mereka percaya,” kata dia.

Chris terlibat dalam pembuatan “action figure” GI Joe dan juga ilustrasi film waralaba itu. Ia pun pernah menjadi ilustrator film Transformer.  Juga membuat rancangan “games” Star Wars dan Lord of The Rings. Bersama dengan temannya, Jake T Forbes, Chris membuat komik Return to Labyrinth yang meraih New York Times Manga Best Seller dan bersaing dengan komik Naruto.

Pada 2007, ia memilih kembali ke Indonesia. Ia mendirikan studio komik bernama Caravan. Berawal dari keprihatinannya, mati surinya komik lokal, ia dan teman-temannya menciptkan komik kompilasi re:On.  “Makna re:On yakni menghidupkan kembali semangat komik Indonesia,” jelas dia.

Chris menjelaskan animo masyarakat terhadap komik re:On tersebut cukup baik. Terbukti dengan tidak ada dikembalikannya komik-komik yang sudah disalurkan.  Komik re:On dijual melalui jaringan ritel “minimarket” dan sejumlah toko buku. Komik itu hadir sejak Juli 2013 dan terbit setiap 6 minggu sekali.

Chris juga menerima karya-karya dari komikus-komikus di luar perusahaannya. Dengan demikian, komikus-komikus muda mendapatkan penghasilan dan direstui menjadi komikus oleh orang tua mereka. “Mereka mendapat penghasilan dari komik. Dengan begitu, orang tua mereka akan mikir, komik selain hobi juga menghasilkan.”

Tak hanya jualan komik, Chris menjual produk turunan dari serial komik itu seperti kaos, kalendar, buku foto, dan lainnya. Dengan harapan, komikus akan mendapatkan royalti dalam setiap penjualannya. Chris berupaya ingin mengembalikan kejayaan komikus Tanah Air. Di masa lalu, komikus bisa hidup mapan dari komik ciptaannya.

“Ke depannya, re:ON berupaya untuk melebarkan sayap ke media lain seperti animasi, musik, dan game.Dengan demikian akan semakin mendekatkan re:On ke hati masyarakat,” harap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Chris Lie Sejahterakan Komikus Tanah Air

Jakarta, Aktual.co — Berawal dari pahitnya tak diperbolehkan menjadi komikus oleh kedua orang tuanya karena dianggap bukan profesi yang bergelimang materi, komikus ternama Tanah Air, Chris Lie mempunyai kiat sendiri mensejahterakan rekannya sesama komikus.

“Orang tua tidak setuju saya menjadi komikus. Akhirnya, saya mengambil kuliah yang masih ada hubungannya dengan gambar yakni teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB),” kenang Chris Lie di Jakarta, Sabtu (20/12).

Setelah menunaikan kewajibannya, menyelesaikan kuliah, Chris Lie mewujudkan impiannya menjadi komikus dunia. Pada 2013, ia mendapatkan beasiswa Fullbright untuk meneruskan S2 di bidang Sequential Art di Savannah College of Arts and Design, Amerika Serikat.

“Semasa kuliah, saya magang di perusahaan penerbit ternama, Devils Due Publishing. Awalnya pekerjaannya hanya fotokopi dan kirim paket, tapi lama-lama mereka percaya,” kata dia.

Chris terlibat dalam pembuatan “action figure” GI Joe dan juga ilustrasi film waralaba itu. Ia pun pernah menjadi ilustrator film Transformer.  Juga membuat rancangan “games” Star Wars dan Lord of The Rings. Bersama dengan temannya, Jake T Forbes, Chris membuat komik Return to Labyrinth yang meraih New York Times Manga Best Seller dan bersaing dengan komik Naruto.

Pada 2007, ia memilih kembali ke Indonesia. Ia mendirikan studio komik bernama Caravan. Berawal dari keprihatinannya, mati surinya komik lokal, ia dan teman-temannya menciptkan komik kompilasi re:On.  “Makna re:On yakni menghidupkan kembali semangat komik Indonesia,” jelas dia.

Chris menjelaskan animo masyarakat terhadap komik re:On tersebut cukup baik. Terbukti dengan tidak ada dikembalikannya komik-komik yang sudah disalurkan.  Komik re:On dijual melalui jaringan ritel “minimarket” dan sejumlah toko buku. Komik itu hadir sejak Juli 2013 dan terbit setiap 6 minggu sekali.

Chris juga menerima karya-karya dari komikus-komikus di luar perusahaannya. Dengan demikian, komikus-komikus muda mendapatkan penghasilan dan direstui menjadi komikus oleh orang tua mereka. “Mereka mendapat penghasilan dari komik. Dengan begitu, orang tua mereka akan mikir, komik selain hobi juga menghasilkan.”

Tak hanya jualan komik, Chris menjual produk turunan dari serial komik itu seperti kaos, kalendar, buku foto, dan lainnya. Dengan harapan, komikus akan mendapatkan royalti dalam setiap penjualannya. Chris berupaya ingin mengembalikan kejayaan komikus Tanah Air. Di masa lalu, komikus bisa hidup mapan dari komik ciptaannya.

“Ke depannya, re:ON berupaya untuk melebarkan sayap ke media lain seperti animasi, musik, dan game.Dengan demikian akan semakin mendekatkan re:On ke hati masyarakat,” harap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Merasa Dikhianati AS, Veteran Teluk Babi Kecam Gedung Putih

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —- Ketika Amerika Serikat gagal menggulingkan Fidel Castro dalam invasi di Teluk Babi tahun 1961, para petempur Kuba yang didukung CIA itu mengatakan mereka sangat kecewa.

Sekarang, para veteran anti-Castro itu mengatakan mereka kembali kecewa karena Presiden Amerika Serikat  Barack Obama ingin  memulihkan hubungan-hubungan diplomatik dan ekonomi dengan musuhnya selama 50 tahun era Perang Dingin.

“Ketika Teluk Babi ditinggalkan,kami sakit hati. Dan kini kami merasa ditinggalkan lagi, dikhianati oleh presiden itu,” kata Felix Rodriguez, ketua Asosiasi Veteran Teluk Babi, mengacu pada keputusan Obama untuk memulihkan hubungan dengan Kuba.

Sebagai bagian dari rencana CIA — dan gagal– invasi Teluk Babi, satu pasukan di pengasingan dilatih oleh AS di pangkalan-pangkalan rahasia di Nikaragua dan Guatemala kemudian dikirim ke Playa Larga dan Playa Giron, 250km dari Havana , April 161, untuk misi menggulingkan  Castro. Invasi itu adalah satu bencana bagi AS– setelah 72 jam pertempuran berdarah, 100 tentara anti-Castro tewas dan 1.000 lainnya ditahan.

Pasukan itu dikenal sebagai “Brigade 2506,” juga nama panggilan kelompok veteran yang berpusat di Miami dipimpin oleh Rodriguez Mendigutia di permukiman Havana Little Miamis, tempat tinggal paling banyak penduduk perantau Kuba.

Rodriguez Mendigutia mengatakan kekalahan mereka dalam tahun 1961 adalah satu pukulan berat, dan AS kembali membuat keputusan yang salah Rabu dengan memulihkan hubungan dengan Kuba. “Kami sangat kecewa,” kata Rodriguez Mendigutia, yang kini berusia 73 tahun yang merupakan salah seorang termuda dari 800 veteran Brigade 2506.

Ia mengecam Washington karena “berkawan dengan satu negara yang Departemen Luar Negeri AS anggap sebagai satu ancaman teroris.”

“Itu benar-benar sesuatu yang berdampak pada kita semua,” katanya.

Veteran Esteban Bovo, 76 tahun, mengatakan ia kecewa, tetapi tidak terkejut atas tindakan AS itu. “Orang-orang Amerika gemar mengkhianati kawan-kawan dan kemudian membiarkan mereka jatuh…Kami semua telah menghadapinya, kami digunakannya sampai sekarang,” kata Bovo, seorang pilot yang ikut dalam tiga missi Brigade 2506.

Reaksi-reaksi marah meletus di Miami setelah Obama mengumumkan “satu lembaran baru” dalam hubungan-hubungan AS-Kuba, dengan belasan orang berkumpul di Little Havana untuk memprotes pendekatan itu.

Para veteran itu mendukung protes-protes itu, mengenang kembali pertumpahan darah dalam invasi Teluk Babi tahun 1961.
“Kami semua memiliki kawan-kawan yang gugur, para anggota yang tewas, dipenjarakan, disiksa. Sekarang kami merasa kecewa,” kata Eugenio Roland Martinez, 93 tahun yang bernama panggilan “Musculito.”

Ia mengatakan ia “terkejut ” mendengar pengumuman itu. “Dunia telah berubah seluruhnya,” kata Martinez, yang dipuji oleh rekan-rekannya sebagai salah seorang dari para petempur yang paling anti-Castro pada zamannya.

Para veteran anti-Kuba, kendatipun kecewa dengan keputusan Obama itu, mereka mengharapkan Kongres AS– yang akan dikuasai partai Republik Januari mendatang — akan mendesak janji Obama untuk mencabut embargo dan membuka kedutaan besar di Havana.  Kedubes AS di Havana ditutup tahun 1961, kendati sebagian besar seksi yang mengurus kepentingan AS masih beroperasi.

Sementara itu, Rodrigeuz Mendigutia mengharapkan dapat melihat satu musium veteran yang telah direncan akan dibuka di Taman Hialeaj di Miami, sebagai satu jalan penting untuk memelihara warisan veteran Teluk Babi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain