17 April 2026
Beranda blog Halaman 40672

Survei Cyrus: Empat Menteri Kabinet Kerja Tak Memiliki Kinerja yang Menjajikan

Jakarta, Aktual.co — Empat menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK mendapatkan perhatian masyarakat. Hal itu disampaikan setelah lembaga Survei Cyrus Network melakukan survei pada 1-7 November lalu terhadap 1.220 orang di 33 Provinsi.
Namun, keempat menteri itu tidak semuanya dianggap memiliki kinerja yang menjanjikan. Sementara sisanya, kurang dikenal masyarakat dan tidak terlalu terdengar sepak terjangnya, sehingga sulit untuk memetakan penilaian publik terhadap mereka.
“Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjadi mendapatkan perhatian tertinggi dari masyarakat. Dari 35 responden yang memberikan penilaian, sebagian besar menganggap Susi sebagai menteri yang paling menjanjikan dari sisi kinerja, dan hanya 6 persen responden yang meragukan kinerjanya. Padahal namanya baru dikenal menjelang pelantikannya sebagai menteri,” ujar CEO Cyrus Network Hasan Nasbi di Jakarta, Minggu (21/12).
Urutan kedua adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Ada 22 persen responden yang memberikan perhatian kepada putri Megawati itu. Namun, 12 persen meragukan kinerja Puan.
Kemudian ada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan yang mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.
Secara umum, masyarakat menilai Kabinet Kerja adalah kabinet yang biasa. Kurang dari 50 persen yang menilai kabinet ini bagus, yang menganggap buruk hanya 8,5 persen dan 40 persen netral dalam memberikan penilaian terhadap kabinet Jokowi-JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Survei Cyrus: Empat Menteri Kabinet Kerja Tak Memiliki Kinerja yang Menjajikan

Jakarta, Aktual.co — Empat menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK mendapatkan perhatian masyarakat. Hal itu disampaikan setelah lembaga Survei Cyrus Network melakukan survei pada 1-7 November lalu terhadap 1.220 orang di 33 Provinsi.
Namun, keempat menteri itu tidak semuanya dianggap memiliki kinerja yang menjanjikan. Sementara sisanya, kurang dikenal masyarakat dan tidak terlalu terdengar sepak terjangnya, sehingga sulit untuk memetakan penilaian publik terhadap mereka.
“Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjadi mendapatkan perhatian tertinggi dari masyarakat. Dari 35 responden yang memberikan penilaian, sebagian besar menganggap Susi sebagai menteri yang paling menjanjikan dari sisi kinerja, dan hanya 6 persen responden yang meragukan kinerjanya. Padahal namanya baru dikenal menjelang pelantikannya sebagai menteri,” ujar CEO Cyrus Network Hasan Nasbi di Jakarta, Minggu (21/12).
Urutan kedua adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Ada 22 persen responden yang memberikan perhatian kepada putri Megawati itu. Namun, 12 persen meragukan kinerja Puan.
Kemudian ada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan yang mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.
Secara umum, masyarakat menilai Kabinet Kerja adalah kabinet yang biasa. Kurang dari 50 persen yang menilai kabinet ini bagus, yang menganggap buruk hanya 8,5 persen dan 40 persen netral dalam memberikan penilaian terhadap kabinet Jokowi-JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Survei Cyrus Network: Pemerintahan Jokowi Dipengaruhi Megawati

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai masih ikut andil dalam mempengaruhi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Lembaga Survei Cyrus Network menangkap kritikan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK pascapenaikan Bahan Bakar Minyak. Pada survei yang dilakukan pada tanggal 1-7 November lalu terhadap 1.220 orang di 33 Provinsi, ditemukan sikap kritis masyarakat dalam mengamati pemerintahan yang menyatakan bahwa Jokowi dipengaruhi oleh sejumlah tokoh seperti Megawati, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh dalam penyusunan kabinet dan kebijakan pemerintahan.
Sebanyak 83 persen responden menyatakan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umu punya pengaruh terhadap Jokowi dalam menentukan kabinet dan kebijakannya.
Muncul pula anggapan bahwa Jokowi baik Jusuf Kalla tidak memiliki kekuasaan apapun dari sisi politik untuk mengontrol bawahannya. 
“Bahkan di partainya pun dia lemah karena PDI-P itu didominasi oleh Megawati,” kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi di Jakarta, Minggu (21/12).
Namun, pada survei tersebut hanya sedikit yang menganggap bahwa Jokowi adalah presiden boneka. Artinya, sebagian masyarakat masih menilai positif dan wajar adanya pengaruh para tokoh tersebut.
“Sebanyak 68 persen responden menyatakan tidak setuju jika dikatakan Jokowi adalah presiden boneka, yang menyetujui Jokowi adalah presiden boneka hanya 21,8 persen, dan sisanya 10,2 persen menyatakan tidak tahu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Survei Cyrus Network: Pemerintahan Jokowi Dipengaruhi Megawati

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai masih ikut andil dalam mempengaruhi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Lembaga Survei Cyrus Network menangkap kritikan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK pascapenaikan Bahan Bakar Minyak. Pada survei yang dilakukan pada tanggal 1-7 November lalu terhadap 1.220 orang di 33 Provinsi, ditemukan sikap kritis masyarakat dalam mengamati pemerintahan yang menyatakan bahwa Jokowi dipengaruhi oleh sejumlah tokoh seperti Megawati, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh dalam penyusunan kabinet dan kebijakan pemerintahan.
Sebanyak 83 persen responden menyatakan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umu punya pengaruh terhadap Jokowi dalam menentukan kabinet dan kebijakannya.
Muncul pula anggapan bahwa Jokowi baik Jusuf Kalla tidak memiliki kekuasaan apapun dari sisi politik untuk mengontrol bawahannya. 
“Bahkan di partainya pun dia lemah karena PDI-P itu didominasi oleh Megawati,” kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi di Jakarta, Minggu (21/12).
Namun, pada survei tersebut hanya sedikit yang menganggap bahwa Jokowi adalah presiden boneka. Artinya, sebagian masyarakat masih menilai positif dan wajar adanya pengaruh para tokoh tersebut.
“Sebanyak 68 persen responden menyatakan tidak setuju jika dikatakan Jokowi adalah presiden boneka, yang menyetujui Jokowi adalah presiden boneka hanya 21,8 persen, dan sisanya 10,2 persen menyatakan tidak tahu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ngumpet di Kuburan, Pelaku Curanmor Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meringkus residivis pencurian kendaraan bermotor, sekaligus mengamankan satu sepada motor bernomor polisi G 3835 AH setelah melakukan razia selama tiga hari ini.
Kapolres Pekalongan AKBP Lutfhie Sulistiawan mengatakan, tersangka Abdul Kholik (45) warga Kelurahan Kuripan Lor itu, ditangkap polisi saat bersembunyi di sebuah tempat pemakaman umum (TPU).
“Tersangka ketahuan mencuri sepeda motor di sebuah depan mini market karena terpantau oleh CCTV. Berdasar laporan dari pemilik sepeda motor, Nifsu Syamsudin (22), kami melakukan pengejaran terhadaop tersangka yang melarikan diri ke TPU,” kata dia di Pekalongan, Minggu (21/12). 
Dia yang didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Bambang Purnomo mengatakan penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan korban kepada polisi bahwa motor Honda Supra X 125 bernomor polisi G 3835 AH hilang dicuri orang saat parkir di depan mini market.
Polisi yang menerima laporan itu, kata dia, kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dan memeriksa rekaman kamera CCTV yang terpasang di mini market tersebut.
“Dari hasil olah TKP dan memeriksa rekaman kamera CCTV, kami mengetahui identitas dan alamat tersangka dan melakukan penangkapan.”
Dia mengatakan tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
“Tersangka Abdul Cholik ini sudah berulangkali keluar masuk penjara. Tersangka, seorang residivis beberapa kasus pencurian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ngumpet di Kuburan, Pelaku Curanmor Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meringkus residivis pencurian kendaraan bermotor, sekaligus mengamankan satu sepada motor bernomor polisi G 3835 AH setelah melakukan razia selama tiga hari ini.
Kapolres Pekalongan AKBP Lutfhie Sulistiawan mengatakan, tersangka Abdul Kholik (45) warga Kelurahan Kuripan Lor itu, ditangkap polisi saat bersembunyi di sebuah tempat pemakaman umum (TPU).
“Tersangka ketahuan mencuri sepeda motor di sebuah depan mini market karena terpantau oleh CCTV. Berdasar laporan dari pemilik sepeda motor, Nifsu Syamsudin (22), kami melakukan pengejaran terhadaop tersangka yang melarikan diri ke TPU,” kata dia di Pekalongan, Minggu (21/12). 
Dia yang didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Bambang Purnomo mengatakan penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan korban kepada polisi bahwa motor Honda Supra X 125 bernomor polisi G 3835 AH hilang dicuri orang saat parkir di depan mini market.
Polisi yang menerima laporan itu, kata dia, kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dan memeriksa rekaman kamera CCTV yang terpasang di mini market tersebut.
“Dari hasil olah TKP dan memeriksa rekaman kamera CCTV, kami mengetahui identitas dan alamat tersangka dan melakukan penangkapan.”
Dia mengatakan tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
“Tersangka Abdul Cholik ini sudah berulangkali keluar masuk penjara. Tersangka, seorang residivis beberapa kasus pencurian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain