18 April 2026
Beranda blog Halaman 40679

Sejarawan: Lucunya Penanganan Banjir di Jakarta Ketika Musim Hujan Tiba

Jakarta, Aktual.co — Untuk mengantisipasi musim penghujan Ibu Kota Jakarta terus melakukan pembenahan, terutama datangnya banjir terus menghantui sejumalah wilayah di ibu kota. Banjir merupakan suatu kejadian yang akrab di telinga warga Jakarta. Sepertinya, banjir memang sudah menjadi langganan Jakarta setiap tahunnya.
Dalam menghadapi musim banjir, Pemprov DKI dari tahun ke tahun sudah melaksanakan berbagai program untuk mengendalikan musibah tersebut. Namun, program tersebut belum dapat menuntaskan permasalahan banjir sehingga hal tersebut pun masih terus terjadi.
Sejarawan JJ Rizal mengatakan, salah satu kelemahan pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penanganan banjir adalah program tersebut baru dilakukan ketika memasuki musim penghujan. 
Ketika musim penghujan, lanjut Rizal barulah Pemprov DKI memusatkan perhatiannya kepada masalah banjir yang memang sudah menghantui warga Jakarta sejak puluhan tahun itu.
“Lucunya orang baru memikirkan masalah banjir dan dampak ketika musim hujan tiba. Padahal, ini kan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan sepanjang tahun, termasuk musim kemarau,” kata Rizal ketika dihubungi, Minggu (21/12).
Bukan hanya itu saja, menurut dia Depok sebagai daerah hulu seharusnya menjadi kawasan biru yang menjadi ruang bertahanan air bagi Kota Jakarta. “Depok itu kota biru, bukan hanya karena banyak situ, juga sebagai pertahanan Kota Jakarta untuk resapan air dan juga penampungan air bagi Jakarta,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, pemprov harus menyikapi hal tersebut lebih dini. Apalagi cuaca saat ini sudah semakin ekstrim. Rizal kemudian menceritakan riset yang dilakukan oleh JICA terkait master plan Ali Sadikin pada tahun 1976 yang mengatakan bahwa Jakarta sudah tidak memungkinkan untuk membenahi banjir. Dalam hal ini, Jakarta memerlukan daerah sekitar untuk membantu pembenahan banjir, termasuk Depok.
“Di Jakarta, tata ruang dan penduduk semakin padat. Untuk membenahi banjir harus meliputi Jabodetabek. Ini yang harus disadari,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sejarawan: Lucunya Penanganan Banjir di Jakarta Ketika Musim Hujan Tiba

Jakarta, Aktual.co — Untuk mengantisipasi musim penghujan Ibu Kota Jakarta terus melakukan pembenahan, terutama datangnya banjir terus menghantui sejumalah wilayah di ibu kota. Banjir merupakan suatu kejadian yang akrab di telinga warga Jakarta. Sepertinya, banjir memang sudah menjadi langganan Jakarta setiap tahunnya.
Dalam menghadapi musim banjir, Pemprov DKI dari tahun ke tahun sudah melaksanakan berbagai program untuk mengendalikan musibah tersebut. Namun, program tersebut belum dapat menuntaskan permasalahan banjir sehingga hal tersebut pun masih terus terjadi.
Sejarawan JJ Rizal mengatakan, salah satu kelemahan pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penanganan banjir adalah program tersebut baru dilakukan ketika memasuki musim penghujan. 
Ketika musim penghujan, lanjut Rizal barulah Pemprov DKI memusatkan perhatiannya kepada masalah banjir yang memang sudah menghantui warga Jakarta sejak puluhan tahun itu.
“Lucunya orang baru memikirkan masalah banjir dan dampak ketika musim hujan tiba. Padahal, ini kan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan sepanjang tahun, termasuk musim kemarau,” kata Rizal ketika dihubungi, Minggu (21/12).
Bukan hanya itu saja, menurut dia Depok sebagai daerah hulu seharusnya menjadi kawasan biru yang menjadi ruang bertahanan air bagi Kota Jakarta. “Depok itu kota biru, bukan hanya karena banyak situ, juga sebagai pertahanan Kota Jakarta untuk resapan air dan juga penampungan air bagi Jakarta,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, pemprov harus menyikapi hal tersebut lebih dini. Apalagi cuaca saat ini sudah semakin ekstrim. Rizal kemudian menceritakan riset yang dilakukan oleh JICA terkait master plan Ali Sadikin pada tahun 1976 yang mengatakan bahwa Jakarta sudah tidak memungkinkan untuk membenahi banjir. Dalam hal ini, Jakarta memerlukan daerah sekitar untuk membantu pembenahan banjir, termasuk Depok.
“Di Jakarta, tata ruang dan penduduk semakin padat. Untuk membenahi banjir harus meliputi Jabodetabek. Ini yang harus disadari,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemkot Ternate Siapkan 15 Titik Pengungsian

Jakarta, Aktual.co — Semenjak meletusnya Gunung Gamalama pada Sabtu (20/12) sore pukul 15.05 WIT. Gunung yang berada pada wilayah Utara ini terus mengeluarkan abu vulkanik dan asap putih disertai dengan debu setinggi 500 meter. 
Debu tersebut terbawa angin hingga mengarah sejumlah wilayah pemukiman warga padat penduduk yang berada di Timur. Tepatnya pada kelurahan Tobololo, dan Kulaba, Kecamatan Pulau Ternate.
Saat ini status Gunung Gamalam itu masih siaga level tiga. Data pos pemantauan terekam gempa tremor hembusan terjadi terus menerus, dengan amplitudo 0.5 sampai 6 milimeter. Minggu (21/12).
Hingga pukul 06.00 waktu setempat data seismograf menunjukan terus terjadi gempa tremor hembusan sepanjang Minggu dinihari, antara pukul 00.30 hingga pukul 06.00.
Dan gempa vulkanik meningkat pagi ini hingga pukul 11.00 WIT. Hingga saat ini, ribuan warga Kota Ternate yang berada di kaki Gunung Gamalama, belum diungsikan, dengan alasan situasi yang ada saat ini belum membahayakan.
Pemerintah Kota Ternate telah menyediakan 15 titik tempat pengungsian jika keadaan membahayakan. Dan hanya mengeluarkan himbauan pada warga yang masuk dalam wilayah rawan bencana gamalama terus waspada.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemkot Ternate Siapkan 15 Titik Pengungsian

Jakarta, Aktual.co — Semenjak meletusnya Gunung Gamalama pada Sabtu (20/12) sore pukul 15.05 WIT. Gunung yang berada pada wilayah Utara ini terus mengeluarkan abu vulkanik dan asap putih disertai dengan debu setinggi 500 meter. 
Debu tersebut terbawa angin hingga mengarah sejumlah wilayah pemukiman warga padat penduduk yang berada di Timur. Tepatnya pada kelurahan Tobololo, dan Kulaba, Kecamatan Pulau Ternate.
Saat ini status Gunung Gamalam itu masih siaga level tiga. Data pos pemantauan terekam gempa tremor hembusan terjadi terus menerus, dengan amplitudo 0.5 sampai 6 milimeter. Minggu (21/12).
Hingga pukul 06.00 waktu setempat data seismograf menunjukan terus terjadi gempa tremor hembusan sepanjang Minggu dinihari, antara pukul 00.30 hingga pukul 06.00.
Dan gempa vulkanik meningkat pagi ini hingga pukul 11.00 WIT. Hingga saat ini, ribuan warga Kota Ternate yang berada di kaki Gunung Gamalama, belum diungsikan, dengan alasan situasi yang ada saat ini belum membahayakan.
Pemerintah Kota Ternate telah menyediakan 15 titik tempat pengungsian jika keadaan membahayakan. Dan hanya mengeluarkan himbauan pada warga yang masuk dalam wilayah rawan bencana gamalama terus waspada.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Usai Buat Kesepekatan Bersama, Wagub Djarot Lantik Polisi Sampah

Jakarta, Aktual.co — Usai menandatangani komitmen bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan di Kali Ciliwung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaeful Hidayat melantik Royani Ketua Peduli Sungai Ciliwung Gerakan Masyarakat Bersih-bersih Ciliwung sebagai Polisi Sampah.
“Pak Royani tolong anda sekarang jadi polisi sampah, pelaku buang sampah sembarangan difoto ditangkap dan fotonya dipajang yang besar dan denda Rp500ribu,” kata Djarot di bantaran Kali Ciliwung Jakarta, Minggu (21/12).
Setelah memberikan mandatnya kepada polisi sampah yang baru dilantik, Djarot menanam pohon rambutan rapiah dan juga menggembok tempat pembuangan sampah liar.
“Biar cepet tumbuh dan berbuah ya pohon. Ini harus dipagari biar gak ada yang buang sampah lagi.”
Djarot beserta rombongan bergegas ke beberapa tempat lagi untuk melihat kesiapan warga mengantisipasi banjir di tahun 2015 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Usai Buat Kesepekatan Bersama, Wagub Djarot Lantik Polisi Sampah

Jakarta, Aktual.co — Usai menandatangani komitmen bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan di Kali Ciliwung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaeful Hidayat melantik Royani Ketua Peduli Sungai Ciliwung Gerakan Masyarakat Bersih-bersih Ciliwung sebagai Polisi Sampah.
“Pak Royani tolong anda sekarang jadi polisi sampah, pelaku buang sampah sembarangan difoto ditangkap dan fotonya dipajang yang besar dan denda Rp500ribu,” kata Djarot di bantaran Kali Ciliwung Jakarta, Minggu (21/12).
Setelah memberikan mandatnya kepada polisi sampah yang baru dilantik, Djarot menanam pohon rambutan rapiah dan juga menggembok tempat pembuangan sampah liar.
“Biar cepet tumbuh dan berbuah ya pohon. Ini harus dipagari biar gak ada yang buang sampah lagi.”
Djarot beserta rombongan bergegas ke beberapa tempat lagi untuk melihat kesiapan warga mengantisipasi banjir di tahun 2015 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain