1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41035

Agun: Hasil Munas Golkar Ancol Diserahkan ke Kemenkuham

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Golkar versi Presidium Penyelamat Partai Agun Gunanjar Sudarsa memastikan jika hasil Musyawarah Nasional PG di Ancol akan dilaporkan ke Kementrian Hukum dan HAM sore ini.
Hal tersebut dibuktikan dengan kedatangannya ke Gedung KemenkumHAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan Senin (8/12) sekitar pukul 15.10 WIB. Agun datang seorang diri tanpa ditemani oleh sejumlah elit PG termasuk Ketua Umum versi Munas Ancol, Agung Laksono.
“Saya mendahului kesini tapi nanti ada rombongan hasil Munas Ancol menyusul, rencananya sekitar jam 4 berangkat kesini,” kata Agun kepada wartawan di KemenkumHAM, Senin (8/12).
Agun mengatakan, belum bisa dipastikan apakah Agung Laksono akan turut serta menyerahkan laporan hasil Munas tersebut bersama rombongan yang akan dipimpin oleh Priyo Budi Santoso.
“Semalam saat penutupan kurang enak badan, tapi masih tetap pak Agung mengusahakan datang,” jelas Agun.
Namun sayangnya Agun enggan untuk menanggapi mengenai laporan Munas Bali yang telah lebih dulu dilaporkan oleh Aburizal Bakrie pagi hari tadi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Nanti tunggu rombongan yang lain dulu,” tandasnya.
Diketahui Sejumlah politisi Golkar yakni Aburizal Bakrie, MS Hidayat, Nurdin Halid serta Idrus Marham dan turut serta Rizal Malarangeng telah menyerahkan hasil Munas PG di Bali dan telah diterima secara resmi oleh MenkumHAM Yasonna Laoly.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polisi: Perampok Gunakan Taksi Ekspress

Jakarta, Aktual.co —Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan pelaku perampokan menggunakan Taksi Express saat beraksi menggasak barang berharga milik penumpang berinisial RW dan RP.

“Tersangka merampok menggunakan Taksi Express yang asli,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan di Jakarta, Senin (8/12).

Ia mengatakan hal itu berdasarkan keterangan tersangka SU alias Tris dan ESJ alias Eed yang sudah diringkus oleh petugas kepolisian beberapa waktu lalu.

Herry mengungkapkan bahwa tersangka Tris menggunakan armada Taksi Express bernomor lambung BD-6075 yang telah dimodifikasi menjadi DP-1805.

Herry menambahkan bahwa tersangka mendapatkan Taksi Express BD-6075 dari hasil mencuri di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar sebulan lalu.

Tris, kata dia, membawa kabur taksi saat sopirnya makan siang, sedangkan kuncinya masih menempel di dalam mobil.

Bahkan polisi sempat memeriksa ke Pool Express yang menemukan armada itu di Kranggan Bekasi dan pernah hilang.

Herry menuturkan bahwa Tris menggunakan mobil itu untuk merampok dan menyimpan armada taksi “gelap” tersebut di kosannya di kawasan Kampung Makassar, Cililitan, Jakarta Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi: Perampok Gunakan Taksi Ekspress

Jakarta, Aktual.co —Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan pelaku perampokan menggunakan Taksi Express saat beraksi menggasak barang berharga milik penumpang berinisial RW dan RP.

“Tersangka merampok menggunakan Taksi Express yang asli,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan di Jakarta, Senin (8/12).

Ia mengatakan hal itu berdasarkan keterangan tersangka SU alias Tris dan ESJ alias Eed yang sudah diringkus oleh petugas kepolisian beberapa waktu lalu.

Herry mengungkapkan bahwa tersangka Tris menggunakan armada Taksi Express bernomor lambung BD-6075 yang telah dimodifikasi menjadi DP-1805.

Herry menambahkan bahwa tersangka mendapatkan Taksi Express BD-6075 dari hasil mencuri di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar sebulan lalu.

Tris, kata dia, membawa kabur taksi saat sopirnya makan siang, sedangkan kuncinya masih menempel di dalam mobil.

Bahkan polisi sempat memeriksa ke Pool Express yang menemukan armada itu di Kranggan Bekasi dan pernah hilang.

Herry menuturkan bahwa Tris menggunakan mobil itu untuk merampok dan menyimpan armada taksi “gelap” tersebut di kosannya di kawasan Kampung Makassar, Cililitan, Jakarta Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Korban Kekerasan Aparat Dipelosok Negeri Adukan Nasib ke Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyambangi Mabes Polri. Kedatangannya tersebut bersama sejumlah korban tindak kekerasan yang dilakukan aparat negara, di berbagai daerah, Senin (8/12).
“Tujuan kami membawa perwakilan korban dari berbagai wilayah untuk menunjukkan penyiksaan masih terjadi,” kata Kepala Divisi Advokasi Sipil dan Politik KontraS, Putri Kanesia, saat mendampingi para korban.
Dia mengungkapkan, banyaknya kasus kekerasan yang berakhir di sidang kode etik dan tidak ditindaklanjuti. Menurutnya, ketika ada bukti tindak kekerasan, seharusnya kasus dilanjutkan ke proses hukum pidana.
Mereka diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar dan jajarannya.
“Kami prihatin atas berbagai kekerasan yang dilakukan anggota kita yang tidak toleran, ujar Boy. Perasaan ketidakpuasan itu tentunya masukan yang kita terima dan akan kami gunakan untuk memperbaiki layanan kami,” kata Boy.
Perwakilan korban yang hadir berasal dari berbagai kota seperti Padang, Kudus, Baubau, Jayapura. Selain mengalami tindak kekerasan mereka juga mengaku tidak ada proses hukum yang dilakukan terhadap para pelaku.
Sebelumnya, KontraS mengungkapkan, jumlah kasus penyiksaan oleh aparat setiap tahunnya selalu bertambah. Pada rentang 2010 – 2011 terjadi 56 kasus; sementara pada 2011 – 2012 terjadi 86 kasus; pada 2012 -2013 tercatat 100 kasus; dan 2013 – 2014 terjadi 108 kasus.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Korban Kekerasan Aparat Dipelosok Negeri Adukan Nasib ke Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyambangi Mabes Polri. Kedatangannya tersebut bersama sejumlah korban tindak kekerasan yang dilakukan aparat negara, di berbagai daerah, Senin (8/12).
“Tujuan kami membawa perwakilan korban dari berbagai wilayah untuk menunjukkan penyiksaan masih terjadi,” kata Kepala Divisi Advokasi Sipil dan Politik KontraS, Putri Kanesia, saat mendampingi para korban.
Dia mengungkapkan, banyaknya kasus kekerasan yang berakhir di sidang kode etik dan tidak ditindaklanjuti. Menurutnya, ketika ada bukti tindak kekerasan, seharusnya kasus dilanjutkan ke proses hukum pidana.
Mereka diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar dan jajarannya.
“Kami prihatin atas berbagai kekerasan yang dilakukan anggota kita yang tidak toleran, ujar Boy. Perasaan ketidakpuasan itu tentunya masukan yang kita terima dan akan kami gunakan untuk memperbaiki layanan kami,” kata Boy.
Perwakilan korban yang hadir berasal dari berbagai kota seperti Padang, Kudus, Baubau, Jayapura. Selain mengalami tindak kekerasan mereka juga mengaku tidak ada proses hukum yang dilakukan terhadap para pelaku.
Sebelumnya, KontraS mengungkapkan, jumlah kasus penyiksaan oleh aparat setiap tahunnya selalu bertambah. Pada rentang 2010 – 2011 terjadi 56 kasus; sementara pada 2011 – 2012 terjadi 86 kasus; pada 2012 -2013 tercatat 100 kasus; dan 2013 – 2014 terjadi 108 kasus.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BI: Defisit Transaksi Berjalan 2015 Naik

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, defisit transaksi berjalan pada 2014 berada pada kisaran tiga persen dari GDP dan diprediksi naik pada kuartal kedua menjadi empat persen dari GDP pada 2015.

“Untuk menghadapi hal itu, diperlukan kegiatan untuk mengantisipasiya misalnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah impor yang tidak perlu, khususnya kegiatan komsumtif,” kata Agus di Makassar, Senin (8/12).

Dia mengatakan, hal lain yang juga perlu dilakukan adalah dukungan perbaikan pendapatan dan jasa secara umum. Apabila hal itu dapat dijalankan, maka tidak perlu mengalami kelemahan nilai tukar ataupun kenaikan suku bunga.

Sementara mengenai dampak kondisi ekonomi Amerika Serikat yang semakin membaik, lanjut dia, dapat berpengaruh terhadap negara berkembang seperti Indoneia.

“Perbaikan ekonomi Amerika Serikat itu dapat dilihat dari beberapa indikator ekonominya yang membaik, sehingga membuat nilai tukar Amerika menguat dan sebaliknya di negara lain nilai tukarnya menjadi melemah,” katanya.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agus mengatakan, negara-negara berkembang termasuk Indonesia harus memperkuat fundamental ekonominya, sehingga tidak mengalami tekanan pada saat kondisi ekonomi Amerika Serikat membaik.

Langkah-langkah itu misalnya dengan memperbaiki transaksi berjalan dan berharap harga komoditas ekspor tidak terus-menerus menurun. Selain itu, terus berusaha melakukan reformasi struktural, apa bila itu dilakukan maka diyakni ekonomi Indonesia bisa bertumbuh antara 5,4 – 5,8 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain