1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41036

BI: Defisit Transaksi Berjalan 2015 Naik

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, defisit transaksi berjalan pada 2014 berada pada kisaran tiga persen dari GDP dan diprediksi naik pada kuartal kedua menjadi empat persen dari GDP pada 2015.

“Untuk menghadapi hal itu, diperlukan kegiatan untuk mengantisipasiya misalnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah impor yang tidak perlu, khususnya kegiatan komsumtif,” kata Agus di Makassar, Senin (8/12).

Dia mengatakan, hal lain yang juga perlu dilakukan adalah dukungan perbaikan pendapatan dan jasa secara umum. Apabila hal itu dapat dijalankan, maka tidak perlu mengalami kelemahan nilai tukar ataupun kenaikan suku bunga.

Sementara mengenai dampak kondisi ekonomi Amerika Serikat yang semakin membaik, lanjut dia, dapat berpengaruh terhadap negara berkembang seperti Indoneia.

“Perbaikan ekonomi Amerika Serikat itu dapat dilihat dari beberapa indikator ekonominya yang membaik, sehingga membuat nilai tukar Amerika menguat dan sebaliknya di negara lain nilai tukarnya menjadi melemah,” katanya.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agus mengatakan, negara-negara berkembang termasuk Indonesia harus memperkuat fundamental ekonominya, sehingga tidak mengalami tekanan pada saat kondisi ekonomi Amerika Serikat membaik.

Langkah-langkah itu misalnya dengan memperbaiki transaksi berjalan dan berharap harga komoditas ekspor tidak terus-menerus menurun. Selain itu, terus berusaha melakukan reformasi struktural, apa bila itu dilakukan maka diyakni ekonomi Indonesia bisa bertumbuh antara 5,4 – 5,8 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Defisit Transaksi Berjalan 2015 Naik

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, defisit transaksi berjalan pada 2014 berada pada kisaran tiga persen dari GDP dan diprediksi naik pada kuartal kedua menjadi empat persen dari GDP pada 2015.

“Untuk menghadapi hal itu, diperlukan kegiatan untuk mengantisipasiya misalnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah impor yang tidak perlu, khususnya kegiatan komsumtif,” kata Agus di Makassar, Senin (8/12).

Dia mengatakan, hal lain yang juga perlu dilakukan adalah dukungan perbaikan pendapatan dan jasa secara umum. Apabila hal itu dapat dijalankan, maka tidak perlu mengalami kelemahan nilai tukar ataupun kenaikan suku bunga.

Sementara mengenai dampak kondisi ekonomi Amerika Serikat yang semakin membaik, lanjut dia, dapat berpengaruh terhadap negara berkembang seperti Indoneia.

“Perbaikan ekonomi Amerika Serikat itu dapat dilihat dari beberapa indikator ekonominya yang membaik, sehingga membuat nilai tukar Amerika menguat dan sebaliknya di negara lain nilai tukarnya menjadi melemah,” katanya.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agus mengatakan, negara-negara berkembang termasuk Indonesia harus memperkuat fundamental ekonominya, sehingga tidak mengalami tekanan pada saat kondisi ekonomi Amerika Serikat membaik.

Langkah-langkah itu misalnya dengan memperbaiki transaksi berjalan dan berharap harga komoditas ekspor tidak terus-menerus menurun. Selain itu, terus berusaha melakukan reformasi struktural, apa bila itu dilakukan maka diyakni ekonomi Indonesia bisa bertumbuh antara 5,4 – 5,8 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hadiri Munas Jakarta, Golkar Bali Pecat Pengurus

Denpasar, Aktual.co — DPD Partai Golkar Bali menunjukkan komitmennya terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali. 
Hal ini dibuktikan dengan langsung memberhentikan kader DPD Golkar, begitu kedapatan menghadiri Munas tandingan versi Agung Laksono di Ancol, Jakarta.
Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, I Komang Purnama membenarkan telah memecat Dewa Made Widiasa Nidha yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Klungkung.
“Yang bersangkutan (Nidha) kedapatan menghadiri Munas tandingan di Ancol. Kami juga melihat tayangan wawancara yang bersangkutan di salah satu televisi swasta,” kata Purnama, Senin (8/11).
Menurutnya, pemecatan Nidha sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 13/DPD/Gollkar-1/12/2014. Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta dan Sekretaris Golkar Bali Komang Purnama.
Pemberhentian tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Munas Golkar di Nusa Dua Bali Nomor 11 Tahun 2014, yaitu kader yang mengikuti Munas selain di Nusa Dua Bali, akan diberi sanksi tegas sesuai mekanisme yang ada. 
“Untuk kasus saudara Dewa Made Widiasa Nidha, DPD I Golkar Bali sudah mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II Klungkung sesuai SK di atas,” ujarnya.
Setelah mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II Klungkung, maka SK yang sama akan ditembuskan ke DPP Golkar. 
“Kami hanya bisa mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II dan pembekuan secara organisasi. Sementara keputusan pemecatan sebagai kader menjadi kewenangan DPP Golkar,” kata dia.
Purnama menyesali kehadiran Dewa Made Widiasa Nidha di Munas Jakarta. Saat Munas di Nusa Dua, Dewa Made Widiasa Nidha ikut secara aktif. Tidak ada protes sama sekali dan menyetujui semua keputusan yang ada. 
“Kita sangat menyesal dengan keputusan Dewa Made Widiasa Nidha mengikuti Munas Ancol.”

Artikel ini ditulis oleh:

Hadiri Munas Jakarta, Golkar Bali Pecat Pengurus

Denpasar, Aktual.co — DPD Partai Golkar Bali menunjukkan komitmennya terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali. 
Hal ini dibuktikan dengan langsung memberhentikan kader DPD Golkar, begitu kedapatan menghadiri Munas tandingan versi Agung Laksono di Ancol, Jakarta.
Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, I Komang Purnama membenarkan telah memecat Dewa Made Widiasa Nidha yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Klungkung.
“Yang bersangkutan (Nidha) kedapatan menghadiri Munas tandingan di Ancol. Kami juga melihat tayangan wawancara yang bersangkutan di salah satu televisi swasta,” kata Purnama, Senin (8/11).
Menurutnya, pemecatan Nidha sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 13/DPD/Gollkar-1/12/2014. Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta dan Sekretaris Golkar Bali Komang Purnama.
Pemberhentian tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Munas Golkar di Nusa Dua Bali Nomor 11 Tahun 2014, yaitu kader yang mengikuti Munas selain di Nusa Dua Bali, akan diberi sanksi tegas sesuai mekanisme yang ada. 
“Untuk kasus saudara Dewa Made Widiasa Nidha, DPD I Golkar Bali sudah mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II Klungkung sesuai SK di atas,” ujarnya.
Setelah mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II Klungkung, maka SK yang sama akan ditembuskan ke DPP Golkar. 
“Kami hanya bisa mengeluarkan SK Pemberhentian sebagai Ketua DPD II dan pembekuan secara organisasi. Sementara keputusan pemecatan sebagai kader menjadi kewenangan DPP Golkar,” kata dia.
Purnama menyesali kehadiran Dewa Made Widiasa Nidha di Munas Jakarta. Saat Munas di Nusa Dua, Dewa Made Widiasa Nidha ikut secara aktif. Tidak ada protes sama sekali dan menyetujui semua keputusan yang ada. 
“Kita sangat menyesal dengan keputusan Dewa Made Widiasa Nidha mengikuti Munas Ancol.”

Artikel ini ditulis oleh:

Cindera Mata Turis, Perajin Tenun Cepuk Rangrang Kembali Menggeliat

Jakarta, Aktual.co — Tenun Cepuk Rangrang, hasil kerajinan skala rumah tangga yang diwarisi masyarakat Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali, kembali menggeliat, karena sebelumnya hanya untuk kelengkapan ritual keagamaan masyarakat setempat.

“Tenun Rangrang yang disakralkan kini mulai diproduksi masyarakat secara besar-besaran sebagai cindera mata bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah itu,” kata Ketua Kelompok Industri Tenun Wanangun Asri, Desa Pakraman Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Wayan Sukertha, Senin (08/12).

Ia mengatakan, tenun Cepuk Rangrang menggunakan motif kain tenun hasil karya warga setempat yang mulai dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Nenek moyang kami ratusan tahun silam, sudah menyimpan harta karun, yaitu kain tenun bernama Cepuk Rangrang. Cepuk rangrang hanya dipakai saat upacara keagamaan saja,” ujar Sukerta.

Tenun Cepuk Rangrang berasal dari kata Cepuk dan Rangrang atau disebut kain bolong-bolong. Cepuk bolong-bolong (lubang) ini merupakan simbol transparansi.

Industri dari kelompok tersebut mulai berkembang berkat bantuan dan dukungan dari Bank Indonesia sebagai pembina dan antusiasme tinggi masyarakat Desa Pejukutan sejak empat tahun silam..

“Motif tenun Cepuk Rangrang ini simbol dari transparansi, yang hanya biasa digunakan untuk upacara keagamaan saja, Trasparansi tersebut disimbulkan dengan ketulusan hati dalam melakukan persembahan atau yadnya,” katanya.

Masyarakat setempat ingin menampilkan produk industri yang menjadi matadagangan andalan, namun selama ini terkendala dengan modal dan syukur mendapat pembinaan dari BI sejak empat tahun lalu.

Tenun Cepuk Rangrang memiliki ciri khas, pada lembaran kain tenun terdapat ruang-ruang kecil berlubang. Sementara, motifnya juga berbeda dengan tenun-tenun hasil karya masyarakat di kabupaten lainnya di Bali.

Selain desain berlubang dan motif yang berbeda, warnanya pun juga lebih cerah dari tenun lainnya. Tenun Cepuk Rangang didominasi warna merah, orange dan ungu.

Pemilihan bahan warna bisa menggunakan bahan kimia atau bahan alami terbuat dari daun, buah dan akar-akaran pohon kayu tertentu, yang terdapat di daerahsekitar Pulau Nusa Penida.

Harga tenun itu brvariasi, selendang dihargai Rp 100.000 hingga Rp200.000 per lembar. Sedangkan kain tenun yang lebar dijual antara Rp 400.000 hingga Rp 1,2 juta per lembar, Satu selendang yang berukuran 60cm kali 200cm bisa dihasilkan selama 2-3 hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Cindera Mata Turis, Perajin Tenun Cepuk Rangrang Kembali Menggeliat

Jakarta, Aktual.co — Tenun Cepuk Rangrang, hasil kerajinan skala rumah tangga yang diwarisi masyarakat Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali, kembali menggeliat, karena sebelumnya hanya untuk kelengkapan ritual keagamaan masyarakat setempat.

“Tenun Rangrang yang disakralkan kini mulai diproduksi masyarakat secara besar-besaran sebagai cindera mata bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah itu,” kata Ketua Kelompok Industri Tenun Wanangun Asri, Desa Pakraman Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Wayan Sukertha, Senin (08/12).

Ia mengatakan, tenun Cepuk Rangrang menggunakan motif kain tenun hasil karya warga setempat yang mulai dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Nenek moyang kami ratusan tahun silam, sudah menyimpan harta karun, yaitu kain tenun bernama Cepuk Rangrang. Cepuk rangrang hanya dipakai saat upacara keagamaan saja,” ujar Sukerta.

Tenun Cepuk Rangrang berasal dari kata Cepuk dan Rangrang atau disebut kain bolong-bolong. Cepuk bolong-bolong (lubang) ini merupakan simbol transparansi.

Industri dari kelompok tersebut mulai berkembang berkat bantuan dan dukungan dari Bank Indonesia sebagai pembina dan antusiasme tinggi masyarakat Desa Pejukutan sejak empat tahun silam..

“Motif tenun Cepuk Rangrang ini simbol dari transparansi, yang hanya biasa digunakan untuk upacara keagamaan saja, Trasparansi tersebut disimbulkan dengan ketulusan hati dalam melakukan persembahan atau yadnya,” katanya.

Masyarakat setempat ingin menampilkan produk industri yang menjadi matadagangan andalan, namun selama ini terkendala dengan modal dan syukur mendapat pembinaan dari BI sejak empat tahun lalu.

Tenun Cepuk Rangrang memiliki ciri khas, pada lembaran kain tenun terdapat ruang-ruang kecil berlubang. Sementara, motifnya juga berbeda dengan tenun-tenun hasil karya masyarakat di kabupaten lainnya di Bali.

Selain desain berlubang dan motif yang berbeda, warnanya pun juga lebih cerah dari tenun lainnya. Tenun Cepuk Rangang didominasi warna merah, orange dan ungu.

Pemilihan bahan warna bisa menggunakan bahan kimia atau bahan alami terbuat dari daun, buah dan akar-akaran pohon kayu tertentu, yang terdapat di daerahsekitar Pulau Nusa Penida.

Harga tenun itu brvariasi, selendang dihargai Rp 100.000 hingga Rp200.000 per lembar. Sedangkan kain tenun yang lebar dijual antara Rp 400.000 hingga Rp 1,2 juta per lembar, Satu selendang yang berukuran 60cm kali 200cm bisa dihasilkan selama 2-3 hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain