2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41052

Keberadaan Mantan VP Petral di Tim Faisal Basri Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) menilai Daniel Purba bukanlah orang yang tepat untuk masuk dalam tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM). Pasalnya, sebagai mantan pejabat Petral disamping mengetahui sisi positif, Daniel terindikasi masuk jaringan mafia migas.

“Orang yang direkrut dalam tim reformasi, yang mewakili Pertamina itu bukanlah orang-orang yang menjadi bagian dalam perbaikan di Pertamina termasuk Petral. Daniel Purba bukanlah bagian dari proses perbaikan,” ujar Presiden KSPMI Faisal Yusra di Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, orang-orang yang termasuk ke dalam bagian perbaikan di tubuh Petral adalah jajaran yang ada sejak tahun 2012 sampai sekarang, yang mampu memutus rantai pembelian minyak melalui trader. Sementara Daniel Purba merupakan pejabat di Petral sebelum tahun 2012 yang membuat anak usaha Pertamina itu terjerumus dalam sejumlah kasus.

“Saya meyakini orang-orang yang menjabat di Petral sejak 2012 sampai sekarang, tapi sebelum tahun itu saya meragukan orang-orangnya. Dan jika Faisal Basri kemarin menyebut soal Hin Leong, saya rasa Daniel Purba juga terlibat,” ujarnya.

Perlu diketahui, Hin leong adalah perusahaan Trader dan Storage di Singapura. Perusahaan paling besar untuk dagang solar. Perusahaan ini terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Maka dari itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas dibawah Faisal Basri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Keberadaan Mantan VP Petral di Tim Faisal Basri Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) menilai Daniel Purba bukanlah orang yang tepat untuk masuk dalam tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM). Pasalnya, sebagai mantan pejabat Petral disamping mengetahui sisi positif, Daniel terindikasi masuk jaringan mafia migas.

“Orang yang direkrut dalam tim reformasi, yang mewakili Pertamina itu bukanlah orang-orang yang menjadi bagian dalam perbaikan di Pertamina termasuk Petral. Daniel Purba bukanlah bagian dari proses perbaikan,” ujar Presiden KSPMI Faisal Yusra di Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, orang-orang yang termasuk ke dalam bagian perbaikan di tubuh Petral adalah jajaran yang ada sejak tahun 2012 sampai sekarang, yang mampu memutus rantai pembelian minyak melalui trader. Sementara Daniel Purba merupakan pejabat di Petral sebelum tahun 2012 yang membuat anak usaha Pertamina itu terjerumus dalam sejumlah kasus.

“Saya meyakini orang-orang yang menjabat di Petral sejak 2012 sampai sekarang, tapi sebelum tahun itu saya meragukan orang-orangnya. Dan jika Faisal Basri kemarin menyebut soal Hin Leong, saya rasa Daniel Purba juga terlibat,” ujarnya.

Perlu diketahui, Hin leong adalah perusahaan Trader dan Storage di Singapura. Perusahaan paling besar untuk dagang solar. Perusahaan ini terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Maka dari itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas dibawah Faisal Basri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kepala Sekolah di Surabaya Sayangkan Kurikulum 2013 Dihapus

Surabaya, Aktual.co — Kepala Sekolah SDN Kaliasin 1 Surabaya, Sujilah, menyayangkan jika kurikulum 2013 dihentikan oleh pemerintah saat ini.
“Sebenarnya ini soal gurunya saja mau atau tidak, niat atau tidak. Secara pribadi kami sudah membuktikan jika perbandingannya ternyata pada setahun ini siswa yang diajarkan dengan kurikulum baru ternyata lebih pintar dan kreatif.” Ujar Sujilah.
Ada beberapa faktor yang menjadikan siswa lebih pandai pada kurikulum baru, karena  penilaiannya secara otentik dan menerima nilai apa adanya murni dari apa yang dilakukan siswa.
“Sekarang tidak terpacu pada guru saja. Ternyata kurikulum baru bisa mendorong  anak biasa bertanya dan  bisa interaktif.” kata dia.
Dicontohkan, saat melakukan  studi banding di Korea dan Australia, ternyata di dua negara tersebut proses belajar mengajarnya penuh dengan praktik langsung seperti kurikulum 2013.
“Sekali saya katakan, bahwa kurikulum 2013 sudah cukup bagus. Hanya saja banyak guru atau wali murid yang belum terbiasa.”
Sebelumnya Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan akan menghentikan dan mengevaluasi kurikulum 2013 yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Kepala Sekolah di Surabaya Sayangkan Kurikulum 2013 Dihapus

Surabaya, Aktual.co — Kepala Sekolah SDN Kaliasin 1 Surabaya, Sujilah, menyayangkan jika kurikulum 2013 dihentikan oleh pemerintah saat ini.
“Sebenarnya ini soal gurunya saja mau atau tidak, niat atau tidak. Secara pribadi kami sudah membuktikan jika perbandingannya ternyata pada setahun ini siswa yang diajarkan dengan kurikulum baru ternyata lebih pintar dan kreatif.” Ujar Sujilah.
Ada beberapa faktor yang menjadikan siswa lebih pandai pada kurikulum baru, karena  penilaiannya secara otentik dan menerima nilai apa adanya murni dari apa yang dilakukan siswa.
“Sekarang tidak terpacu pada guru saja. Ternyata kurikulum baru bisa mendorong  anak biasa bertanya dan  bisa interaktif.” kata dia.
Dicontohkan, saat melakukan  studi banding di Korea dan Australia, ternyata di dua negara tersebut proses belajar mengajarnya penuh dengan praktik langsung seperti kurikulum 2013.
“Sekali saya katakan, bahwa kurikulum 2013 sudah cukup bagus. Hanya saja banyak guru atau wali murid yang belum terbiasa.”
Sebelumnya Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan akan menghentikan dan mengevaluasi kurikulum 2013 yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Telan Korban Jiwa Akibat Miras Oplosan, Polisi Gelar Razia

Jakarta, Aktual.co —Untuk mencegah terjadinya korban tewas akibata menenggak minuman keras (miras) oplosan jenis Cherrybelle aparat kepolisian saat ini menggencarkan razia ke tempat-tempat minuman keras. Hal tersebut dilakukan setelah miras oplosan tersebut memakan korban jiwa.  
Kapolsek Pasar Rebo Kompol Didik Haryadi mengatakan setelah yang menimpa tiga tukang ojek yang tewas menenggak miras oplosan tersebut, pihaknya akan lebih intensif melakukan operasi terhadap penjual miras oplosan.
“Kita akan mengadakan operasi terhadap warung-warung yang disinyalir menjual miras oplosan. Sebelumnya kita sudah sering mengadakan operasi juga. Namun memang keberadaan mereka agak sulit,”kata Kompol Didik Haryadi Kapolsek Pasar Rebo saat dihubungi Aktual.co, Senin (8/12).
Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus menjalin komunikasi dengan pihak kelurahan, RT RW dan juga warga untuk mencari apakah masih ada warung yamg menjual miras oplosan tersebut atau tidak.
“Kita juga akan terus bekerja sama dengan warga terkait keberadaan warung-warung penjual miras oplosan ini. Jika masih ada yang tetap nekat membuka langsung kita tindak,”tambahnya.
Seperti diketahui ketiga pria yang diketahui yang berprofesi sebagai tukang ojek yakni Andi (25), Irwan (45) dan Indra (32) meninggal setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo akibat menenggak miras oplosan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Telan Korban Jiwa Akibat Miras Oplosan, Polisi Gelar Razia

Jakarta, Aktual.co —Untuk mencegah terjadinya korban tewas akibata menenggak minuman keras (miras) oplosan jenis Cherrybelle aparat kepolisian saat ini menggencarkan razia ke tempat-tempat minuman keras. Hal tersebut dilakukan setelah miras oplosan tersebut memakan korban jiwa.  
Kapolsek Pasar Rebo Kompol Didik Haryadi mengatakan setelah yang menimpa tiga tukang ojek yang tewas menenggak miras oplosan tersebut, pihaknya akan lebih intensif melakukan operasi terhadap penjual miras oplosan.
“Kita akan mengadakan operasi terhadap warung-warung yang disinyalir menjual miras oplosan. Sebelumnya kita sudah sering mengadakan operasi juga. Namun memang keberadaan mereka agak sulit,”kata Kompol Didik Haryadi Kapolsek Pasar Rebo saat dihubungi Aktual.co, Senin (8/12).
Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus menjalin komunikasi dengan pihak kelurahan, RT RW dan juga warga untuk mencari apakah masih ada warung yamg menjual miras oplosan tersebut atau tidak.
“Kita juga akan terus bekerja sama dengan warga terkait keberadaan warung-warung penjual miras oplosan ini. Jika masih ada yang tetap nekat membuka langsung kita tindak,”tambahnya.
Seperti diketahui ketiga pria yang diketahui yang berprofesi sebagai tukang ojek yakni Andi (25), Irwan (45) dan Indra (32) meninggal setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo akibat menenggak miras oplosan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain