2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41051

Fahri Hamzah: Pemerintah Tak Usah Ikut Campur Urusan Golkar

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah meminta pemerintah, utamanya Menteri Hukum dan HAM untuk tidak melanggar aturan dan UU yang berlaku dalam menetapkan keabsahan partai politik seperti Partai Golkar.
“Saya percaya Menkumham pastilah lebih cermat dalam membaca pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan partai politik yang sah. Mudah-mudahan jangan ada pelanggaran seperti melanggar konstitusi, semoga lancar-lancar saja,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/12).
Ia juga pastikan kisruh yang terjadi di Golkar tidak akan mennyebabkan Koalisi Merah Putih akan pecah.
“Tidak ada akan perpecahan di KMP. Kita saling bantu di KMP. Salah satunya adalah minta pemerintah untuk tidak ikut campur karena kita adalah negara hukum,” kata Fahri.
Hari ini, Golkar Munas Bali mendaftarkan hasil Munas mereka ke Kementerian Hukum dan HAM. Kubu Ancol juga akan segera mendaftakan hasil munas mereka hari ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Grup Musik Jatim Raih 4 Prestasi dalam ‘Parade Lagu Daerah’ di TMII

Jakarta, Aktual.co — Grup musik asal Sumenep, Madura, yang mewakili Jawa Timur dalam ajang ‘Parade Lagu Daerah’ di Sasana Langen Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, memborong empat prestasi.

Tim Jatim masuk 10 penyaji unggulan bersama dengan Bali, Maluku, DI Yogyakarta, Kalbar, Kaltim, Papua, Banten, Sumut, dan Jateng. Jatim juga masuk lima pencipta lagu unggulan bersama dengan Maluku, Papua, Banten dan Jateng.

“Untuk penata musik unggulan juga masuk lima besar bersama Kalbar, Papua, Banten dan Jateng. Terakhir masuk lima penyanyi unggulan bersama dengan Kalbar, Papua, Banten dan Bengkulu,” kata Henri Nucahyo dari Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur “Brang Wetan” di Surabaya, Senin (08/12).

Henri yang ikut mendampingi tim Jatim saat pemberian penghargaan di Jakarta, Minggu (7/12) malam itu mengakui Jatim belum beruntung karena bukan menjadi juara umum atau katagori terbaik. Namun, dengan empat prestasi itu Jatim sudah menampilkan sesuatu yang membanggakan.

“Acara tahunan yang diselenggarakan oleh TMII kali ini diikuti oleh 23 provinsi, masing-masing membawakan lagu daerahnya sendiri,” tutur pria yang dikenal sebagai pengamat seni itu.

Ia menjelaskan dalam acara bertema “Gita Permata Nusantara” itu Provinsi Jawa Timur diwakili oleh grup musik dari Sumenep yang merupakan salah satu dari tiga grup terbaik dalam Festival Lagu Daerah Jatim, Mei 2014.

Lagu yang dibawakan tim Jawa Timur tetap sama, yaitu “Keraton Sumenep”, namun dilakukan perombakan personel dan mendapat bimbingan dari supervisi yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur.

Dewan Juri yang terdiri dari Dwiki Darmawan, Trie Utami, Bens Leo, Suryantoro (ISI Surakarta) dan Joko Suryanto (TMII) menetapkan 10 penyaji unggulan nonrangking, lima pencipta lagu unggulan,lima penata musik unggulan dan lima penyanyi unggulan.

“Kemudian dari masing-masing katagori tersebut ditetapkan satu peserta yang dinyatakan terbaik. Untuk penyaji terbaik diraih oleh peserta dari Kalimatan Barat, pencipta lagu terbaik direbut Provinsi Banten, penata musik terbaik didapatkan Provinsi Papua, sedangkan karagori penyanyi terbaik diraih oleh Provinsi Bengkulu,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Grup Musik Jatim Raih 4 Prestasi dalam ‘Parade Lagu Daerah’ di TMII

Jakarta, Aktual.co — Grup musik asal Sumenep, Madura, yang mewakili Jawa Timur dalam ajang ‘Parade Lagu Daerah’ di Sasana Langen Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, memborong empat prestasi.

Tim Jatim masuk 10 penyaji unggulan bersama dengan Bali, Maluku, DI Yogyakarta, Kalbar, Kaltim, Papua, Banten, Sumut, dan Jateng. Jatim juga masuk lima pencipta lagu unggulan bersama dengan Maluku, Papua, Banten dan Jateng.

“Untuk penata musik unggulan juga masuk lima besar bersama Kalbar, Papua, Banten dan Jateng. Terakhir masuk lima penyanyi unggulan bersama dengan Kalbar, Papua, Banten dan Bengkulu,” kata Henri Nucahyo dari Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur “Brang Wetan” di Surabaya, Senin (08/12).

Henri yang ikut mendampingi tim Jatim saat pemberian penghargaan di Jakarta, Minggu (7/12) malam itu mengakui Jatim belum beruntung karena bukan menjadi juara umum atau katagori terbaik. Namun, dengan empat prestasi itu Jatim sudah menampilkan sesuatu yang membanggakan.

“Acara tahunan yang diselenggarakan oleh TMII kali ini diikuti oleh 23 provinsi, masing-masing membawakan lagu daerahnya sendiri,” tutur pria yang dikenal sebagai pengamat seni itu.

Ia menjelaskan dalam acara bertema “Gita Permata Nusantara” itu Provinsi Jawa Timur diwakili oleh grup musik dari Sumenep yang merupakan salah satu dari tiga grup terbaik dalam Festival Lagu Daerah Jatim, Mei 2014.

Lagu yang dibawakan tim Jawa Timur tetap sama, yaitu “Keraton Sumenep”, namun dilakukan perombakan personel dan mendapat bimbingan dari supervisi yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur.

Dewan Juri yang terdiri dari Dwiki Darmawan, Trie Utami, Bens Leo, Suryantoro (ISI Surakarta) dan Joko Suryanto (TMII) menetapkan 10 penyaji unggulan nonrangking, lima pencipta lagu unggulan,lima penata musik unggulan dan lima penyanyi unggulan.

“Kemudian dari masing-masing katagori tersebut ditetapkan satu peserta yang dinyatakan terbaik. Untuk penyaji terbaik diraih oleh peserta dari Kalimatan Barat, pencipta lagu terbaik direbut Provinsi Banten, penata musik terbaik didapatkan Provinsi Papua, sedangkan karagori penyanyi terbaik diraih oleh Provinsi Bengkulu,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Keberadaan Mantan VP Petral di Tim Faisal Basri Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) menilai Daniel Purba bukanlah orang yang tepat untuk masuk dalam tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM). Pasalnya, sebagai mantan pejabat Petral disamping mengetahui sisi positif, Daniel terindikasi masuk jaringan mafia migas.

“Orang yang direkrut dalam tim reformasi, yang mewakili Pertamina itu bukanlah orang-orang yang menjadi bagian dalam perbaikan di Pertamina termasuk Petral. Daniel Purba bukanlah bagian dari proses perbaikan,” ujar Presiden KSPMI Faisal Yusra di Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, orang-orang yang termasuk ke dalam bagian perbaikan di tubuh Petral adalah jajaran yang ada sejak tahun 2012 sampai sekarang, yang mampu memutus rantai pembelian minyak melalui trader. Sementara Daniel Purba merupakan pejabat di Petral sebelum tahun 2012 yang membuat anak usaha Pertamina itu terjerumus dalam sejumlah kasus.

“Saya meyakini orang-orang yang menjabat di Petral sejak 2012 sampai sekarang, tapi sebelum tahun itu saya meragukan orang-orangnya. Dan jika Faisal Basri kemarin menyebut soal Hin Leong, saya rasa Daniel Purba juga terlibat,” ujarnya.

Perlu diketahui, Hin leong adalah perusahaan Trader dan Storage di Singapura. Perusahaan paling besar untuk dagang solar. Perusahaan ini terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Maka dari itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas dibawah Faisal Basri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Keberadaan Mantan VP Petral di Tim Faisal Basri Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) menilai Daniel Purba bukanlah orang yang tepat untuk masuk dalam tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM). Pasalnya, sebagai mantan pejabat Petral disamping mengetahui sisi positif, Daniel terindikasi masuk jaringan mafia migas.

“Orang yang direkrut dalam tim reformasi, yang mewakili Pertamina itu bukanlah orang-orang yang menjadi bagian dalam perbaikan di Pertamina termasuk Petral. Daniel Purba bukanlah bagian dari proses perbaikan,” ujar Presiden KSPMI Faisal Yusra di Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, orang-orang yang termasuk ke dalam bagian perbaikan di tubuh Petral adalah jajaran yang ada sejak tahun 2012 sampai sekarang, yang mampu memutus rantai pembelian minyak melalui trader. Sementara Daniel Purba merupakan pejabat di Petral sebelum tahun 2012 yang membuat anak usaha Pertamina itu terjerumus dalam sejumlah kasus.

“Saya meyakini orang-orang yang menjabat di Petral sejak 2012 sampai sekarang, tapi sebelum tahun itu saya meragukan orang-orangnya. Dan jika Faisal Basri kemarin menyebut soal Hin Leong, saya rasa Daniel Purba juga terlibat,” ujarnya.

Perlu diketahui, Hin leong adalah perusahaan Trader dan Storage di Singapura. Perusahaan paling besar untuk dagang solar. Perusahaan ini terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Maka dari itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas dibawah Faisal Basri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kepala Sekolah di Surabaya Sayangkan Kurikulum 2013 Dihapus

Surabaya, Aktual.co — Kepala Sekolah SDN Kaliasin 1 Surabaya, Sujilah, menyayangkan jika kurikulum 2013 dihentikan oleh pemerintah saat ini.
“Sebenarnya ini soal gurunya saja mau atau tidak, niat atau tidak. Secara pribadi kami sudah membuktikan jika perbandingannya ternyata pada setahun ini siswa yang diajarkan dengan kurikulum baru ternyata lebih pintar dan kreatif.” Ujar Sujilah.
Ada beberapa faktor yang menjadikan siswa lebih pandai pada kurikulum baru, karena  penilaiannya secara otentik dan menerima nilai apa adanya murni dari apa yang dilakukan siswa.
“Sekarang tidak terpacu pada guru saja. Ternyata kurikulum baru bisa mendorong  anak biasa bertanya dan  bisa interaktif.” kata dia.
Dicontohkan, saat melakukan  studi banding di Korea dan Australia, ternyata di dua negara tersebut proses belajar mengajarnya penuh dengan praktik langsung seperti kurikulum 2013.
“Sekali saya katakan, bahwa kurikulum 2013 sudah cukup bagus. Hanya saja banyak guru atau wali murid yang belum terbiasa.”
Sebelumnya Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan akan menghentikan dan mengevaluasi kurikulum 2013 yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain