3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41061

Rapimnas Kadin Angkat Tema Ekonomi Maritim dan Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hari ini mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dalam Rapimnas kali ini Kadin mengangkat tema Mengembalikan Kejayaan Ekonomi Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat.

Ketua Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisti mengatakan bahwa Rapimnas kali ini Kadin memfokuskan pada tiga hal, yakni membangun identitas sebagai negara maritim, memanfaatkan relokasi subsidi BBM, serta perubahan arah kebijakan fiskal.

“Arah pembangunan diharapkan dapat diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan logistik kelautan. Lalu memanfaatkan relokasi subsidi BBM untuk memperkuat struktur perekonomian Indonesia dengan memperbaiki sisi pasokan dan memanfaatkan infrastruktur,” ujar Suryo saat Rapimnas Kadin di Hotel Pullman Jakarta, Senin (8/12).

Lebih lanjut dikatakan dia, kebijakan fiskal dapat digunakan untuk mengatasi kesenjangan antar pendapatan dan antar wilayah dengan mendorong pembangunan daerah secara merata. Pasalnya, banyak potensi di wilayah Indonesia yang kurang mendapat perhatian pemerintah seperti di kawasan Timur Indonesia.

“Terutama di kawasan Timur Indonesia agar dapat mendorong pusat-pusat pertumbuhan daerah yang berbasis lokal. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan pemerintah yang affirmatif untuk menciptakan iklim usaha dan investasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rapimnas Kadin Angkat Tema Ekonomi Maritim dan Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hari ini mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dalam Rapimnas kali ini Kadin mengangkat tema Mengembalikan Kejayaan Ekonomi Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat.

Ketua Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisti mengatakan bahwa Rapimnas kali ini Kadin memfokuskan pada tiga hal, yakni membangun identitas sebagai negara maritim, memanfaatkan relokasi subsidi BBM, serta perubahan arah kebijakan fiskal.

“Arah pembangunan diharapkan dapat diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan logistik kelautan. Lalu memanfaatkan relokasi subsidi BBM untuk memperkuat struktur perekonomian Indonesia dengan memperbaiki sisi pasokan dan memanfaatkan infrastruktur,” ujar Suryo saat Rapimnas Kadin di Hotel Pullman Jakarta, Senin (8/12).

Lebih lanjut dikatakan dia, kebijakan fiskal dapat digunakan untuk mengatasi kesenjangan antar pendapatan dan antar wilayah dengan mendorong pembangunan daerah secara merata. Pasalnya, banyak potensi di wilayah Indonesia yang kurang mendapat perhatian pemerintah seperti di kawasan Timur Indonesia.

“Terutama di kawasan Timur Indonesia agar dapat mendorong pusat-pusat pertumbuhan daerah yang berbasis lokal. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan pemerintah yang affirmatif untuk menciptakan iklim usaha dan investasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Usai Reses, DPR akan “Seret” Sudirman Said Hadiri Rapat

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra,Aryo Djojohadikusumo mengatakan bahwa usai reses anggota dewan akan kembali memanggil Menteri ESDM, Sudirman Said yang sudah dua kali diundang secara patut namun mangkir.
Aryo pun mengatakan bila dalam pemanggilan yang ketiga ini menteri kabinet kerja Jokowi tetap tidak mengindahkaannya, maka komisi pun tak segan melakukan panggil paksa.
“Sudah dua kali diundang, dan apabila ketiga kali kami undang, dan kami akan melakukan ini di awal sidang berikutnya yang di mulai tanggal 11 Januari 2015, apabila ketiga kali diundang dia (menteri ESDM,red) tidak datang, maka kami punya kekuatan secara hukum untuk panggil paksa atau jemput paksa bila perlu dilakukan,” ucap Aryo kepada wartawan, di Jakarta, Senin (8/12).
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi mengatakan, Komisi VII DPR akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. Pasalnya, Komisi VII DPR RI sudah dua kali mengundang Menteri ESDM untuk menghadiri rapat, tapi tidak mau hadir alias mangkir.
“Seharusnya sebagai pembantu presiden, Menteri ESDM pilar utama memberikan penjelasan kepada DPR. DPR tidak habis pikir sudah dua kali Menteri ESDM mangkir ketika diundang raker,” kata Mulyadi di Gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Usai Reses, DPR akan “Seret” Sudirman Said Hadiri Rapat

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra,Aryo Djojohadikusumo mengatakan bahwa usai reses anggota dewan akan kembali memanggil Menteri ESDM, Sudirman Said yang sudah dua kali diundang secara patut namun mangkir.
Aryo pun mengatakan bila dalam pemanggilan yang ketiga ini menteri kabinet kerja Jokowi tetap tidak mengindahkaannya, maka komisi pun tak segan melakukan panggil paksa.
“Sudah dua kali diundang, dan apabila ketiga kali kami undang, dan kami akan melakukan ini di awal sidang berikutnya yang di mulai tanggal 11 Januari 2015, apabila ketiga kali diundang dia (menteri ESDM,red) tidak datang, maka kami punya kekuatan secara hukum untuk panggil paksa atau jemput paksa bila perlu dilakukan,” ucap Aryo kepada wartawan, di Jakarta, Senin (8/12).
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi mengatakan, Komisi VII DPR akan memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. Pasalnya, Komisi VII DPR RI sudah dua kali mengundang Menteri ESDM untuk menghadiri rapat, tapi tidak mau hadir alias mangkir.
“Seharusnya sebagai pembantu presiden, Menteri ESDM pilar utama memberikan penjelasan kepada DPR. DPR tidak habis pikir sudah dua kali Menteri ESDM mangkir ketika diundang raker,” kata Mulyadi di Gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kepsek SMP Satu Atap Bantah Korupsikan Dana BSM

Medan, Aktual.co — Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Hutaraja, Kabupaten Tapteng, Darlin Simanullang membantah bahwa dirinya melakukan korupsi dengan memotong dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Hal itu dikatakan Darlin saat mencoba memberikan klarifikasi melalui seluler kepada Aktual.co, Minggu (7/12). 
“Saya tidak ada korupsi (Dana BSM), saya ngga korupsi,” ujar Darlin.
Menurut Darlin, selaku kepala Sekolah hanya mengusulkan adanya pengadaan lahan sekolah, dan bukan usulan pembangunan fasilitas sekolah.
“Itu bulan agustus, ada rapat untuk memperluas lahan sekolah, hasil rapat kemarin adalah partisipasi orang tua untuk pembelian lahan,” katanya.
Dalam pertemuan itu, diakui Komite Sekolah memang memanggil sebanyak 41 orangtua siswa penerima BSM.
“Jadi bulan ini, Desember dikumpulkan lagi orang tua yang dapat BSM. Jadi bukan inisiatif sekolah itu pak, cuma sekolah memberitahukan kepada Komite untuk pembelian lahan, jadi bukan untuk bangunan. Bukan untuk membangun, tapi memperluas lahan sekolah, mana tau nanti ada bantuan,” kata dia.
Dirinya tak mengetahui bila ada patokan besaran dana yang diajukan kepada orangtua murid untuk pembelian lahan itu.
“Soal patok-patokan saya nggak tau, tapi yang pastinya ada lahan diminta.”
Darlin menuturkan, usai dikonfirmasi terkait mencuatnya dugaan pemotongan dana BSM, dirinya telah menghubungi Komite Sekolah dan mengungkapkan bahwa dana itu masih banyak yang belum membayarkan.
Meski mengetahui bahwa dilakukan pengutipan dana atas dasar rapat Komite Sekolah untuk kebutuhan pembelian lahan sekolah termasuk kepada penerima BSM, Darlin tak membantah, bahwa sebenarnya dana BSM itu tak boleh dipotong dengan alasan apapun.
“Saya luruskan, uang BSM tidak ada hak komite memotong. Tidak boleh (dipotong). Tetapi begini pak, bukan hanya penerima BSM yang memberikan, bahkan yang tidak ada anaknya pun membantu,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, orangtua murid di SMP Satu Atap Desa Huraba, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Faozanolo Halawa mengeluhkan keputusan pemotongan  dana BSM itu. Tak tanggung-tanggun pemotongan mencapai ratusan ribu rupiah.
Faozanolo bahkan mengaku pasrah, apalagi dana BSM yang telah diterima anaknya sudah habis terpakai untuk keperluan sekolah. Faozanolo juga mengaku pasrah jika sikapnya dengan tak membayar uang yang diminta akan berdampak pada sekolah anaknya.
“Hampir semua sebenarnya tidak setuju, tapi mereka takut bicara. Kalaupun anak saya nanti di pecat gak mengapalah, apalagi senin nanti akan ujian dan katanya siapa yang gak bayar tidak bisa ikut ujian, biarlah dia bersabar dulu untuk tidak sekolah,” ujar Faozanolo di Tapteng, Sabtu (6/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Kepsek SMP Satu Atap Bantah Korupsikan Dana BSM

Medan, Aktual.co — Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Hutaraja, Kabupaten Tapteng, Darlin Simanullang membantah bahwa dirinya melakukan korupsi dengan memotong dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Hal itu dikatakan Darlin saat mencoba memberikan klarifikasi melalui seluler kepada Aktual.co, Minggu (7/12). 
“Saya tidak ada korupsi (Dana BSM), saya ngga korupsi,” ujar Darlin.
Menurut Darlin, selaku kepala Sekolah hanya mengusulkan adanya pengadaan lahan sekolah, dan bukan usulan pembangunan fasilitas sekolah.
“Itu bulan agustus, ada rapat untuk memperluas lahan sekolah, hasil rapat kemarin adalah partisipasi orang tua untuk pembelian lahan,” katanya.
Dalam pertemuan itu, diakui Komite Sekolah memang memanggil sebanyak 41 orangtua siswa penerima BSM.
“Jadi bulan ini, Desember dikumpulkan lagi orang tua yang dapat BSM. Jadi bukan inisiatif sekolah itu pak, cuma sekolah memberitahukan kepada Komite untuk pembelian lahan, jadi bukan untuk bangunan. Bukan untuk membangun, tapi memperluas lahan sekolah, mana tau nanti ada bantuan,” kata dia.
Dirinya tak mengetahui bila ada patokan besaran dana yang diajukan kepada orangtua murid untuk pembelian lahan itu.
“Soal patok-patokan saya nggak tau, tapi yang pastinya ada lahan diminta.”
Darlin menuturkan, usai dikonfirmasi terkait mencuatnya dugaan pemotongan dana BSM, dirinya telah menghubungi Komite Sekolah dan mengungkapkan bahwa dana itu masih banyak yang belum membayarkan.
Meski mengetahui bahwa dilakukan pengutipan dana atas dasar rapat Komite Sekolah untuk kebutuhan pembelian lahan sekolah termasuk kepada penerima BSM, Darlin tak membantah, bahwa sebenarnya dana BSM itu tak boleh dipotong dengan alasan apapun.
“Saya luruskan, uang BSM tidak ada hak komite memotong. Tidak boleh (dipotong). Tetapi begini pak, bukan hanya penerima BSM yang memberikan, bahkan yang tidak ada anaknya pun membantu,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, orangtua murid di SMP Satu Atap Desa Huraba, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Faozanolo Halawa mengeluhkan keputusan pemotongan  dana BSM itu. Tak tanggung-tanggun pemotongan mencapai ratusan ribu rupiah.
Faozanolo bahkan mengaku pasrah, apalagi dana BSM yang telah diterima anaknya sudah habis terpakai untuk keperluan sekolah. Faozanolo juga mengaku pasrah jika sikapnya dengan tak membayar uang yang diminta akan berdampak pada sekolah anaknya.
“Hampir semua sebenarnya tidak setuju, tapi mereka takut bicara. Kalaupun anak saya nanti di pecat gak mengapalah, apalagi senin nanti akan ujian dan katanya siapa yang gak bayar tidak bisa ikut ujian, biarlah dia bersabar dulu untuk tidak sekolah,” ujar Faozanolo di Tapteng, Sabtu (6/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain