12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41081

Menteri BUMN Tambah Tiga Direksi Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno hari ini resmi mengangkat tiga orang direksi Pertamina yang baru untuk melengkapi direksi Pertamina yang sudah ada. Sehingga saat ini direksi Pertamina menjadi tujuh orang. Tiga direksi baru tersebut adalah Dwi Wahyu Daryoto, Rachmad Hardadi dan Syamsu Alam.

“Seperti yang kami janjikan. Dwi Soetjipto telah memberikan laporan terkait penambahan direksi. Apakah jumlah direksi yang sudah ada memadai untuk kinerja Pertamina. Namun ternyata jumlah tersebut tidak memadai. Banyak aktivitas baru dan program Pertamina terkait Blok Mahakam, negosiasi dengan Chevron,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta Pusat, Senin (8/12).

Latar belakang tiga direksi yang baru tersebut yaitu Syamsu Alam,  pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina EP yang berhenti November 2013. Dwi Wahyu Waryoto memiliki latar belakang bekerja di Pertamina. Sedangkan Rachmad Hardadi adalah Direktur Operasi PT Badak NGL.

Berikut susunan direksi Pertamina:
    Direktur Utama Dwi Soetjipto
    Direktur Marketing Retail Ahmad Bambang
    Direktur Energi Baru Yenni Andayani
    Direktur Keuangan Arief Budiman
    Direktur Hulu Syamsu Alam
    Direktur SDM Dwi Wahyu Waryoto
    Direktur Pengolahan Rachmad Hardadi

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri BUMN Tambah Tiga Direksi Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno hari ini resmi mengangkat tiga orang direksi Pertamina yang baru untuk melengkapi direksi Pertamina yang sudah ada. Sehingga saat ini direksi Pertamina menjadi tujuh orang. Tiga direksi baru tersebut adalah Dwi Wahyu Daryoto, Rachmad Hardadi dan Syamsu Alam.

“Seperti yang kami janjikan. Dwi Soetjipto telah memberikan laporan terkait penambahan direksi. Apakah jumlah direksi yang sudah ada memadai untuk kinerja Pertamina. Namun ternyata jumlah tersebut tidak memadai. Banyak aktivitas baru dan program Pertamina terkait Blok Mahakam, negosiasi dengan Chevron,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta Pusat, Senin (8/12).

Latar belakang tiga direksi yang baru tersebut yaitu Syamsu Alam,  pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina EP yang berhenti November 2013. Dwi Wahyu Waryoto memiliki latar belakang bekerja di Pertamina. Sedangkan Rachmad Hardadi adalah Direktur Operasi PT Badak NGL.

Berikut susunan direksi Pertamina:
    Direktur Utama Dwi Soetjipto
    Direktur Marketing Retail Ahmad Bambang
    Direktur Energi Baru Yenni Andayani
    Direktur Keuangan Arief Budiman
    Direktur Hulu Syamsu Alam
    Direktur SDM Dwi Wahyu Waryoto
    Direktur Pengolahan Rachmad Hardadi

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pukat UGM Kritisi Agenda Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Jokowi-JK

Yogyakarta, Aktual.co — Menyambut peringatan Hari Anti Korupsi se-dunia, yang jatuh pada 9 Desember, Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM dan Masyarakat Anti Korupsi DIY Mendesak pemerintah Jokowi-JK membuat dan menjelaskan secara konkrit pada publik tentang agenda dan jaminan penegakan hukum anti korupsi yang dijalankan.
Hal itu perlu dilakukan mengingat upaya reformasi birokrasi yang didengungkan selama ini dinilai masih belum nampak, sehingga membuat agenda penegakan hukum anti korupsi jalan ditempat. 
Berdasarkan indikator indeks persepsi korupsi (IPK), Indonesia masih mengecewakan. selain itu, menempatkan sejumlah politisi dalam pos-pos penting seperti Menkumham dan Jaksa Agung.
Target IPK 5,0 pada tahun 2014, nyatanya hanya mencapai 3,4 atau tidak meningkat signifikan dari IPK tahun sebelumnya sebesar 2,8.
“Dilihat dari indikator itu, reformasi birokrasi pemerintah dinilai masih gagal. Apalagi hal itu hanya dilakukan di pusat dan tidak terjadi di daerah. Mestinya reformasi birokrasi tidak hanya sebatas pada ubi dan singkong di rapat-rapat kabinet,” ujar peneliti senior Pukat UGM, Hifdzil Alim, Senin (8/12).
Pukat UGM dan Masyarakat Anti Korupsi DIY juga mendesak penegak hukum di daerah seperti kejaksaan dan kepolisian serta institusi eksekutif terkait yakni inspektorat dan BPKP, agar bekerja secara serius serta tidak takut dengan kelompok politik tertentu dalam memberantas korupsi. 
“Kita juga meminta DPR agar mengakhiri perseteruan politik di parlemen dan mulai fokus melaksanakan tugas dan kewenangannya, sehingga tidak hanya makan gaji buta. DPR juga harus membuat inisiatif perbaikan partai politik yang mendukung upaya pencegahan dan pembrrantasan korupsi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pukat UGM Kritisi Agenda Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Jokowi-JK

Yogyakarta, Aktual.co — Menyambut peringatan Hari Anti Korupsi se-dunia, yang jatuh pada 9 Desember, Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM dan Masyarakat Anti Korupsi DIY Mendesak pemerintah Jokowi-JK membuat dan menjelaskan secara konkrit pada publik tentang agenda dan jaminan penegakan hukum anti korupsi yang dijalankan.
Hal itu perlu dilakukan mengingat upaya reformasi birokrasi yang didengungkan selama ini dinilai masih belum nampak, sehingga membuat agenda penegakan hukum anti korupsi jalan ditempat. 
Berdasarkan indikator indeks persepsi korupsi (IPK), Indonesia masih mengecewakan. selain itu, menempatkan sejumlah politisi dalam pos-pos penting seperti Menkumham dan Jaksa Agung.
Target IPK 5,0 pada tahun 2014, nyatanya hanya mencapai 3,4 atau tidak meningkat signifikan dari IPK tahun sebelumnya sebesar 2,8.
“Dilihat dari indikator itu, reformasi birokrasi pemerintah dinilai masih gagal. Apalagi hal itu hanya dilakukan di pusat dan tidak terjadi di daerah. Mestinya reformasi birokrasi tidak hanya sebatas pada ubi dan singkong di rapat-rapat kabinet,” ujar peneliti senior Pukat UGM, Hifdzil Alim, Senin (8/12).
Pukat UGM dan Masyarakat Anti Korupsi DIY juga mendesak penegak hukum di daerah seperti kejaksaan dan kepolisian serta institusi eksekutif terkait yakni inspektorat dan BPKP, agar bekerja secara serius serta tidak takut dengan kelompok politik tertentu dalam memberantas korupsi. 
“Kita juga meminta DPR agar mengakhiri perseteruan politik di parlemen dan mulai fokus melaksanakan tugas dan kewenangannya, sehingga tidak hanya makan gaji buta. DPR juga harus membuat inisiatif perbaikan partai politik yang mendukung upaya pencegahan dan pembrrantasan korupsi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bertemu Jokowi, SBY Keluhkan Macet Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menerima mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Senin  (8/12) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Pertemuan itu merupakan yang pertama kalinya semenjak pisah sambut pada 20 Okotober 2014 lalu, seusai pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada pertemuan kali ini, SBY sebagai Ketua Global Green Growth Institute yang berkedudukan di Korea Selatan. Ia didampingi Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Sedangkan Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut sempat menanyakan SBY berangkat dari mana. “Dari Cikeas. Macetnya tadi mulai TMII sampai semanggi, hampir 40-50 menit,” kata SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertemu Jokowi, SBY Keluhkan Macet Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menerima mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Senin  (8/12) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Pertemuan itu merupakan yang pertama kalinya semenjak pisah sambut pada 20 Okotober 2014 lalu, seusai pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada pertemuan kali ini, SBY sebagai Ketua Global Green Growth Institute yang berkedudukan di Korea Selatan. Ia didampingi Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Sedangkan Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut sempat menanyakan SBY berangkat dari mana. “Dari Cikeas. Macetnya tadi mulai TMII sampai semanggi, hampir 40-50 menit,” kata SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain