14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41103

PD Pasar Jaya Gandeng Enam Bank Mitra Soal Retribusi Pedagang Pasar

Jakarta, Aktual.co —Untuk melaksanakan kebijakan pembayaran retribusi pedagang pasar, Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya melakukan kerjasama dengan 6 bank mitra. Pembayaran tersebut nantinya akan menggunakan kartu autodebet yang bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan pungutan liar terhadap pedagang yang dilakukan petugas maupun preman. 6 bank mitra yang bekerjasama dengan PD Pasar Jaya adalah Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank Mega dan Bank BRI.
“Sebetulnya target kita mengarah ke cash less society. Dengan pakai autodebet bisa tahu pedagangnya siapa aja dan berapa besaran biayanya. Kita juga menghindari oknum permainan tagih menagih,” ujar Gubernur DKI Jakarta Ahok di Balai Kota, Senin (8/12).
Selain itu, Pemprov DKI juga akan memberikan kredit kepada pedagang kelas menengah ke bawah yang kekurangan modal, namun rajin menyetorkan uang retribusinya kepada bank secara teratur.
“Kalau dengan sistem perbankan, tinggal dilihat siapa pedagang yang keluar masuk uangnya paling baik. Kemudian kita cek, kalau kurang modal ya tinggal kasih (kredit),” ujarnya.
Selain untuk mencegah pungutan liar, pembayaran melalui kartu autdebet secara tidak langsung akan menyebabkan persaingan antar bank menjadi meningkat yang akan berdampak pada bunga pinjaman bank menjadi lebih rendah.
“Ini akan menjadi stimulus yang baik,”tambahnya.
Sebagai informasi, saat ini Pemprov DKI sedang menggalakkan program pengalihan penggunaan uang kertas menjadi kartu bank (autodebet) diantaranya adalah penggunaan e-ticketing untuk , pembayaran tol, bus Transjakarta dan juga KAI Commuter Line.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PD Pasar Jaya Gandeng Enam Bank Mitra Soal Retribusi Pedagang Pasar

Jakarta, Aktual.co —Untuk melaksanakan kebijakan pembayaran retribusi pedagang pasar, Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya melakukan kerjasama dengan 6 bank mitra. Pembayaran tersebut nantinya akan menggunakan kartu autodebet yang bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan pungutan liar terhadap pedagang yang dilakukan petugas maupun preman. 6 bank mitra yang bekerjasama dengan PD Pasar Jaya adalah Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank Mega dan Bank BRI.
“Sebetulnya target kita mengarah ke cash less society. Dengan pakai autodebet bisa tahu pedagangnya siapa aja dan berapa besaran biayanya. Kita juga menghindari oknum permainan tagih menagih,” ujar Gubernur DKI Jakarta Ahok di Balai Kota, Senin (8/12).
Selain itu, Pemprov DKI juga akan memberikan kredit kepada pedagang kelas menengah ke bawah yang kekurangan modal, namun rajin menyetorkan uang retribusinya kepada bank secara teratur.
“Kalau dengan sistem perbankan, tinggal dilihat siapa pedagang yang keluar masuk uangnya paling baik. Kemudian kita cek, kalau kurang modal ya tinggal kasih (kredit),” ujarnya.
Selain untuk mencegah pungutan liar, pembayaran melalui kartu autdebet secara tidak langsung akan menyebabkan persaingan antar bank menjadi meningkat yang akan berdampak pada bunga pinjaman bank menjadi lebih rendah.
“Ini akan menjadi stimulus yang baik,”tambahnya.
Sebagai informasi, saat ini Pemprov DKI sedang menggalakkan program pengalihan penggunaan uang kertas menjadi kartu bank (autodebet) diantaranya adalah penggunaan e-ticketing untuk , pembayaran tol, bus Transjakarta dan juga KAI Commuter Line.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tolak Pembuangan Limbah, Warga Istighotsah

Puluhan warga melakukan Istighotsah bersama di Masjid Jami As Shada Warung Bongkok Cikarang Barat, Jawa Barat, Senin (8/12/2014). Istighotsah yang dilakukan warga tersebut dalam rangka menolak pembuangan limbah Pt Gunung Garuda yang mencemari wilayah perkampungan warga. AKTUAL/Erwin Gustianto

E-Sastera Malaysia Berikan Penghargaan kepada Penyair Musisi Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penyair musisi asal Indonesia Walidha Tanjung Files yang akrab dengan nama pena dan panggung Fileski mendapat penghargaan dari organisasi sastrawan Malaysia E-Sastera dalam bidang musikalisasi puisi bersama sejumlah sastrawan dari sejumlah negara.

“Selain saya, dari Indonesia ada Muhammad Rois Rinaldi, cerpenis asal Cilegon, Banten. Kalau yang lainnya saya tidak tahu persis, mungkin berasal dari Malaysia sendiri, Brunei Darussalam, Singapura, atau Thailand,” kata penyair yang juga dikenal sebagai violis tersebut, di Surabaya, Senin (08/12).

Ia menjelaskan penghargaan yang diserahkan di Kuala Lumpur, Sabtu, 6 Desember 2014 itu merupakan inisiatif dari E-Sastera, organisasi pegiat sastra yang khusus memberikan penghargaan kepada karya-karya sastra setiap tahunnya, mulai dari puisi, musikalisasi puisi, cerpen, novel, esai, pantun dan lainnya.

“Mereka menilai karya para kreator sastra siber atau karya yang diunggah di internet, dengan menghimpun panel hakim atau kumpulan juri dari Malaysia untuk menilai karya mereka yang dinilai produktif mengunggah karyanya di internet,” katanya.

Files yang lahir di Madiun, Jawa Timur, 21 Februari 1988, itu mengirim sejumlah kumpulan komposisi musikalisasi puisi yang telah direkam di studio Percakapan Obrolan Berakhir,” katanya.

Files mengaku terkejut dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan itu. Penghargaan itu dinilai sebagai berkah dan penyemangat yang luar biasa, sebab di antara banyaknya kreator musikalisasi puisi panel hakim dari Malaysia justru memilihnya sebagai penerima penghargaan.

“Dari awal saya pesimis menang karena begitu banyak kreator musikalisasi puisi yang menjadi peserta dalam ajang ini. Karenanya saat ada undangan malam penghargaan saya tidak antusias untuk datang. Akhirnya saya sangat menyesal ketika membayangkan nama saya dibacakan, tapi orangnya tidak datang. Sementara Rois datang,” katanya.

Fileski itu sudah cukup dikenal di Asia Tenggara dengan inovasinya menggabungkan karya puisi dan gesekan biolanya di tengah lesunya dunia kesusastraan. Rekor 11 jam bermain musik puisi dan tur Resital Biola Puisi pada Bulan Bahasa di Singapura adalah beberapa gebrakan sastra pertunjukan yang pernah ia jalani.

Selain musikalisasi puisi, E-sastera juga memberikan penghargaan untuk bidang Sasterawan Kuala Lumpur, Anugerah Ulasan Alam Siber, Anugerah Kritikan Alam Siber, Anugerah Haiku Alam Siber, Anugerah Tanka Alam SIber, Anugerah Soneta Alam Siber, Anugerah Pantun Alam Siber, Anugerah Lagu Puisi Alam Siber, Anugerah Dampak Tinggi, Anugerah Semarak Karya, Penulis Harapan, Penulis Siber Harapan, Anugerah Cerpen Alam Siber, Anugerah Penyair Alam Siber.

Artikel ini ditulis oleh:

E-Sastera Malaysia Berikan Penghargaan kepada Penyair Musisi Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penyair musisi asal Indonesia Walidha Tanjung Files yang akrab dengan nama pena dan panggung Fileski mendapat penghargaan dari organisasi sastrawan Malaysia E-Sastera dalam bidang musikalisasi puisi bersama sejumlah sastrawan dari sejumlah negara.

“Selain saya, dari Indonesia ada Muhammad Rois Rinaldi, cerpenis asal Cilegon, Banten. Kalau yang lainnya saya tidak tahu persis, mungkin berasal dari Malaysia sendiri, Brunei Darussalam, Singapura, atau Thailand,” kata penyair yang juga dikenal sebagai violis tersebut, di Surabaya, Senin (08/12).

Ia menjelaskan penghargaan yang diserahkan di Kuala Lumpur, Sabtu, 6 Desember 2014 itu merupakan inisiatif dari E-Sastera, organisasi pegiat sastra yang khusus memberikan penghargaan kepada karya-karya sastra setiap tahunnya, mulai dari puisi, musikalisasi puisi, cerpen, novel, esai, pantun dan lainnya.

“Mereka menilai karya para kreator sastra siber atau karya yang diunggah di internet, dengan menghimpun panel hakim atau kumpulan juri dari Malaysia untuk menilai karya mereka yang dinilai produktif mengunggah karyanya di internet,” katanya.

Files yang lahir di Madiun, Jawa Timur, 21 Februari 1988, itu mengirim sejumlah kumpulan komposisi musikalisasi puisi yang telah direkam di studio Percakapan Obrolan Berakhir,” katanya.

Files mengaku terkejut dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan itu. Penghargaan itu dinilai sebagai berkah dan penyemangat yang luar biasa, sebab di antara banyaknya kreator musikalisasi puisi panel hakim dari Malaysia justru memilihnya sebagai penerima penghargaan.

“Dari awal saya pesimis menang karena begitu banyak kreator musikalisasi puisi yang menjadi peserta dalam ajang ini. Karenanya saat ada undangan malam penghargaan saya tidak antusias untuk datang. Akhirnya saya sangat menyesal ketika membayangkan nama saya dibacakan, tapi orangnya tidak datang. Sementara Rois datang,” katanya.

Fileski itu sudah cukup dikenal di Asia Tenggara dengan inovasinya menggabungkan karya puisi dan gesekan biolanya di tengah lesunya dunia kesusastraan. Rekor 11 jam bermain musik puisi dan tur Resital Biola Puisi pada Bulan Bahasa di Singapura adalah beberapa gebrakan sastra pertunjukan yang pernah ia jalani.

Selain musikalisasi puisi, E-sastera juga memberikan penghargaan untuk bidang Sasterawan Kuala Lumpur, Anugerah Ulasan Alam Siber, Anugerah Kritikan Alam Siber, Anugerah Haiku Alam Siber, Anugerah Tanka Alam SIber, Anugerah Soneta Alam Siber, Anugerah Pantun Alam Siber, Anugerah Lagu Puisi Alam Siber, Anugerah Dampak Tinggi, Anugerah Semarak Karya, Penulis Harapan, Penulis Siber Harapan, Anugerah Cerpen Alam Siber, Anugerah Penyair Alam Siber.

Artikel ini ditulis oleh:

M Nuh: Dihapusnya Kurikulum 2013 adalah langkah kemunduran

Surabaya, Aktual.co — Penghentian kurikulum 2013 dan beralih ke kukrikulum tingkat satuan pendidikan 2006, dinilai sebuah langkah kemunduran.
Hal ini dikatakan oleh mantan Menteri Pendidikan, M Nuh. Menurutnya, kurikulum 2013 bisa memperhitungkan kompetensi siswa dan segi kualitas guru.
“Kurikulum 2013 jelas lebih unggul dari segi kompetensi siswa dan kualitas guru. Kalau dihapus, berarti ini adalah langkah kemunduran.” kata M Nuh di kediamannya, di Surabaya. (8/12)
Nuh menilai, pemerintah yang ingin mengembalikan pendidikan ke kurikulum 2006 sebagai langkah mundur. Selain itu, secara keseluruhan kurikulum 2013 dinilai tidak ada masalah dengan keberadaannya. Hanya saja, setiap guru masih belum terbiasa dengan kurikulum 2013, sehingga belum banyak yang siap. 
“Kurikulum 2013 ini kan membutuhkan waktu untuk melatih guru saja. Bahkan, saat menuju kurikulum 2013, uji kompetansi guru sudah pernah dilakukan dengan tahapan evaluasi guru.” Lanjutnya.
Perbedaan  penilaian guru pada sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurilum 2013 ini menjadi ukuran penguasaan guru dan metedologi. Ternyata, kurikulum 2013 masih lebih baik daripada penguasaan terhadap kurikulum 2006. 
Menurut dia, jika harus mundur kembali ke Kurikulum 2006, maka siswa yang akan menjadi korban.
Bahkan, saat ini banyak negara maju atau sekolah yang berkualitas sudah memakai sistem seperti kurikulum 2013 dengan cara memakai cara penilaian sikap, kompetensi dan budi pekerti.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain