14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41104

M Nuh: Dihapusnya Kurikulum 2013 adalah langkah kemunduran

Surabaya, Aktual.co — Penghentian kurikulum 2013 dan beralih ke kukrikulum tingkat satuan pendidikan 2006, dinilai sebuah langkah kemunduran.
Hal ini dikatakan oleh mantan Menteri Pendidikan, M Nuh. Menurutnya, kurikulum 2013 bisa memperhitungkan kompetensi siswa dan segi kualitas guru.
“Kurikulum 2013 jelas lebih unggul dari segi kompetensi siswa dan kualitas guru. Kalau dihapus, berarti ini adalah langkah kemunduran.” kata M Nuh di kediamannya, di Surabaya. (8/12)
Nuh menilai, pemerintah yang ingin mengembalikan pendidikan ke kurikulum 2006 sebagai langkah mundur. Selain itu, secara keseluruhan kurikulum 2013 dinilai tidak ada masalah dengan keberadaannya. Hanya saja, setiap guru masih belum terbiasa dengan kurikulum 2013, sehingga belum banyak yang siap. 
“Kurikulum 2013 ini kan membutuhkan waktu untuk melatih guru saja. Bahkan, saat menuju kurikulum 2013, uji kompetansi guru sudah pernah dilakukan dengan tahapan evaluasi guru.” Lanjutnya.
Perbedaan  penilaian guru pada sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurilum 2013 ini menjadi ukuran penguasaan guru dan metedologi. Ternyata, kurikulum 2013 masih lebih baik daripada penguasaan terhadap kurikulum 2006. 
Menurut dia, jika harus mundur kembali ke Kurikulum 2006, maka siswa yang akan menjadi korban.
Bahkan, saat ini banyak negara maju atau sekolah yang berkualitas sudah memakai sistem seperti kurikulum 2013 dengan cara memakai cara penilaian sikap, kompetensi dan budi pekerti.

Artikel ini ditulis oleh:

M Nuh: Dihapusnya Kurikulum 2013 adalah langkah kemunduran

Surabaya, Aktual.co — Penghentian kurikulum 2013 dan beralih ke kukrikulum tingkat satuan pendidikan 2006, dinilai sebuah langkah kemunduran.
Hal ini dikatakan oleh mantan Menteri Pendidikan, M Nuh. Menurutnya, kurikulum 2013 bisa memperhitungkan kompetensi siswa dan segi kualitas guru.
“Kurikulum 2013 jelas lebih unggul dari segi kompetensi siswa dan kualitas guru. Kalau dihapus, berarti ini adalah langkah kemunduran.” kata M Nuh di kediamannya, di Surabaya. (8/12)
Nuh menilai, pemerintah yang ingin mengembalikan pendidikan ke kurikulum 2006 sebagai langkah mundur. Selain itu, secara keseluruhan kurikulum 2013 dinilai tidak ada masalah dengan keberadaannya. Hanya saja, setiap guru masih belum terbiasa dengan kurikulum 2013, sehingga belum banyak yang siap. 
“Kurikulum 2013 ini kan membutuhkan waktu untuk melatih guru saja. Bahkan, saat menuju kurikulum 2013, uji kompetansi guru sudah pernah dilakukan dengan tahapan evaluasi guru.” Lanjutnya.
Perbedaan  penilaian guru pada sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurilum 2013 ini menjadi ukuran penguasaan guru dan metedologi. Ternyata, kurikulum 2013 masih lebih baik daripada penguasaan terhadap kurikulum 2006. 
Menurut dia, jika harus mundur kembali ke Kurikulum 2006, maka siswa yang akan menjadi korban.
Bahkan, saat ini banyak negara maju atau sekolah yang berkualitas sudah memakai sistem seperti kurikulum 2013 dengan cara memakai cara penilaian sikap, kompetensi dan budi pekerti.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Berantas Mafia Penjualan Binatang di KBS

Masyarakat yang tegabung dalam Komunitas Peduli Kebun Binatang Surabaya (KPKBS), melakuan aksi dengan menggunakan kontum satwa di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2014). Aksi ini untuk menyuarakan kepedulian terhadap Kebun Binatang Surabaya (KBS) dari segala penjarahan 420 satwa. Sampai saat ini pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut belum mampu menetapkan tersangka penjarahan satwa yang di tukar dengan imbalan uang dan barang. AKTUAL/MUNZIR

Pemerintah Jangan Bebankan Pertamina Jika Ingin Tambah Stok Minyak

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi-politik, Boyamin Saiman mengatakan bahwa Pemerintah tidak perlu berekspektasi terlalu jauh terkait rencana Presiden Joko Widodo melakukan penambahan stok cadangan minyak menjadi 40 hari dari 19 hari. Menurutnya, memiliki cadangan minyak 30 hari saja sudah cukup baik untuk memberi ruang Pemerintah melakukan hal-hal lain ke depannya dan cukup menjamin ketersediaan minyak dalam negeri.

“Ini suatu langkah yang positif. Tapi kalau dalam kondisi itu saya pikir tidak usah terlalu tinggi, cukup 30 hari. Karena nanti kita jadi terlalu banyak menguras APBN,” kata Bonyamin kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (8/12).

Ia mengungkapkan bahwa hal itu akan berpengaruh positif untuk memperbaiki ekonomi dan fundamental Indonesia. Langkah tersebut juga dinilai dapat mendongkrak nilai tukar rupiah yang saat ini terus melemah.

“Hal-hal yang kongkrit ini diperlukan. Pemerintah harus kerja keras betul, jika tidak Pemerintah akan terjungkal pada tahun ke dua. Paling minimal, Pemerintah harus mampu menjamin rakyatnya bisa makan, jika ingin ekonomi dan fundamental nasional membaik,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, segala bentuk pencitraan Pemerintahan Jokowi di awal-awal sejak kampanyenya itu tidak berpengaruh terhadap dunia luar negeri. Meski mungkin di dalam negeri banyak dipuji-puji. Buktinya sejak Jokowi jadi Presiden, tidak ada pengaruh positifnya terhadap rupiah. Pasalnya memang yang dibutuhkan dunia luar negeri adalah langkah kongkrit Presiden.

“Dengan baiknya ekonomi Indonesia, maka akan semakin ‘Respect’ juga asing terhadap kita. Seperti kapal-kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan itu juga kan menjadi langkah kongkrit ketegasan Pemerintah,” terangnya.

Ia menambahkan, sekarang dengan meningkatkan cadangan minyak itu sebetulnya langkah kongkrit untuk memperbaiki ekonomi dan fundamental Indonesia. Dengan terjaminnya pasokan minyak dalam negeri menjadi 30-40 hari itu otomatis akan menjadi nilai tambah yang positif untuk ekonomi bangsa. Rupiah pun perlahan bisa bangkit.

“Dan itu harus benar-benar direalisasikan dalam APBN. Jangan hanya mendorong lalu pertamina yang dibebankan. Disuruh berhutang. Memang realitanya cadangan itu bukan milik negara, tapi cadangan operasional pertamina tanpa bantuan pemerintah. Jadi jangan asal klaim, membohongi rakyat seolah itu milik negara karena pertamina perusahaan negara, padahal seliter pun pemerintah tidak punya cadangan minyak,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Jangan Bebankan Pertamina Jika Ingin Tambah Stok Minyak

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi-politik, Boyamin Saiman mengatakan bahwa Pemerintah tidak perlu berekspektasi terlalu jauh terkait rencana Presiden Joko Widodo melakukan penambahan stok cadangan minyak menjadi 40 hari dari 19 hari. Menurutnya, memiliki cadangan minyak 30 hari saja sudah cukup baik untuk memberi ruang Pemerintah melakukan hal-hal lain ke depannya dan cukup menjamin ketersediaan minyak dalam negeri.

“Ini suatu langkah yang positif. Tapi kalau dalam kondisi itu saya pikir tidak usah terlalu tinggi, cukup 30 hari. Karena nanti kita jadi terlalu banyak menguras APBN,” kata Bonyamin kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (8/12).

Ia mengungkapkan bahwa hal itu akan berpengaruh positif untuk memperbaiki ekonomi dan fundamental Indonesia. Langkah tersebut juga dinilai dapat mendongkrak nilai tukar rupiah yang saat ini terus melemah.

“Hal-hal yang kongkrit ini diperlukan. Pemerintah harus kerja keras betul, jika tidak Pemerintah akan terjungkal pada tahun ke dua. Paling minimal, Pemerintah harus mampu menjamin rakyatnya bisa makan, jika ingin ekonomi dan fundamental nasional membaik,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, segala bentuk pencitraan Pemerintahan Jokowi di awal-awal sejak kampanyenya itu tidak berpengaruh terhadap dunia luar negeri. Meski mungkin di dalam negeri banyak dipuji-puji. Buktinya sejak Jokowi jadi Presiden, tidak ada pengaruh positifnya terhadap rupiah. Pasalnya memang yang dibutuhkan dunia luar negeri adalah langkah kongkrit Presiden.

“Dengan baiknya ekonomi Indonesia, maka akan semakin ‘Respect’ juga asing terhadap kita. Seperti kapal-kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan itu juga kan menjadi langkah kongkrit ketegasan Pemerintah,” terangnya.

Ia menambahkan, sekarang dengan meningkatkan cadangan minyak itu sebetulnya langkah kongkrit untuk memperbaiki ekonomi dan fundamental Indonesia. Dengan terjaminnya pasokan minyak dalam negeri menjadi 30-40 hari itu otomatis akan menjadi nilai tambah yang positif untuk ekonomi bangsa. Rupiah pun perlahan bisa bangkit.

“Dan itu harus benar-benar direalisasikan dalam APBN. Jangan hanya mendorong lalu pertamina yang dibebankan. Disuruh berhutang. Memang realitanya cadangan itu bukan milik negara, tapi cadangan operasional pertamina tanpa bantuan pemerintah. Jadi jangan asal klaim, membohongi rakyat seolah itu milik negara karena pertamina perusahaan negara, padahal seliter pun pemerintah tidak punya cadangan minyak,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jelang Natal dan Tahun Baru, Mall di Bandung ‘Perang Diskon’

Jakarta, Aktual.co — Liburan Natal dan akhir tahun sebentar lagi tiba. Pusat perbelanjaan mulai ramai dan berbenah menggelar diskon Natal dan Tahun Baru, dengan menyediakan barang-barang model terbaru. Bagi Anda yang merayakan, bisa Anda pakai saat liburan nanti.

Mall di wilayah Bandung juga sudah mulai ramai dengan hadirnya berbagai diskon menarik, salah satunya yang berada di jalan Gatot Subroto. Beberapa pakaian olahraga ( baju sport), mendapat diskon Natal sebesar 70 persen.

Menjelang Natal, sepatu-sepatu, tas dan aksesoris juga mendapat diskon 50 persen di beberapa toko dalam mall tersebut.

“Perbedaan tahun kemarin sama tahun ini cukup beda dari segi model. Kalau diskonnya masih tetap sama,” jelas Maria kepada Aktual, pegawai toko tersebut. Toko di lantai dua ini memang ramai dikunjungi pembeli, pada Minggu (7/12).

Selain fesyen, barang elekronik hingga gadget, ‘dibanting’ diskon. “Kita mengadakan diskon akhir tahun dari 20-30% per item,” jelas Nanang, salah seorang pegawai toko elektronik.

Dari pantauan Aktual, menjelang Natal dan akhir tahun membanyak sekali pengunjung yang menghabiskan waktu untuk pergi ke pusat perbelanjaan (mall) bersama keluarga. Baik untuk berbelanja maupun hanya sekedar refreshing berjalan-jalan.

Untuk diketahui, Bandung adalah salah satu kota yang cukup memiliki minat banyak pengunjung, bahkan hingga luar kota pun mampir ke Kota Kembang tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain