15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41121

Pemkot Bekasi Gencarkan Razia Miras di 2015

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan mengintensifkan razia peredaran minuman keras di wilayah tersebut pada 2015.
“Kegiatan tersebut merupakan upaya mengantisipasi timbulnya korban akibat minuman keras oplosan yang saat ini marak terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Bekasi, Minggu (7/12).
Menurut dia, razia minuman keras selama ini rutin dilakukan pihaknya dengan melibatkan sejumlah personel terkait dari kepolisian maupun Satpol PP setempat.
“Tapi nanti, kegiatan razia akan makin diintensifkan agar kejadian demikian tidak merembet ke Kota Bekasi,” katanya.
Pelaksanaannya pun akan lebih rutin supaya bisa menyisir hingga ke tingkat warung-warung kecil yang sering menjual minuman keras oplosan.
“Sebab miras oplosan bahan-bahan campurannya tidak baku. Kadar alkoholnya tidak terpantau karena dicampur tanpa takaran oleh peraciknya. Maka dari itu akibatnya sangat berbahaya,” katanya.
Syaikhu mengatakan, waktu pelaksanaan razia akan ditentukan secara mendadak untuk menghindari kebocoran informasi.
“Sebab dikhawatirkan, bila ditentukan waktunya terlebih dahulu, informasi bisa bocor ke target-target sasaran razia,” kata Syaikhu yang juga menjabat sebagai ketua Badan Narkotika Kota Bekasi itu.
Dikatakan Syaikhu, pihaknya saat ini juga tengah mematangkan materi Peraturan Wali Kota perihal pembatasan minuman keras.
Perwal tersebut merupakan penjabaran dari Peraturan Daerah nomor 17 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras.
Aturan tersebut akan membatasi peredaran minuman keras di masyarakat, serta diharapkan produk minuman keras tersebut tidak sampai pada konsumen yang tidak tepat.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu mampu bergerak menguat. Meskipun laju Yen masih bergerak melemah dan Dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan apresianya.

Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indoensia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa Rupiah  memanfaatkan penguatan Euro terhadap Dolar AS untuk menguat. Di sisi lain, sebagian pelaku pasar juga memanfaatkan penguatan Euro untuk trading buy dan profit taking pada Dolar AS meski tidak terlalu signifikan.

“Tampaknya Rupiah memanfaatkan penguatan Euro terhadap Dolar AS untuk ikut bergerak menguat, apalagi laju Rupiah sempat melewati level psikologis 12.300. Euro untuk trading buy dan profit taking pada US$ meski tidak terlalu signifikan karena masih diimbangi dengan sentimen rilis lebih rendahnya initial jobless claim AS dari perkiraan,” tulis Reza dalam risetnya.

Pada Senin (8/12) Reza memperkirakan Rupiah di atas target level resisten 12.305, yakni Rp12.310-12.290 (kurs tengah Bank Indonesia). Menurutnya, Rupiah sedang mencoba menguat meski terbatas dan masih membutuhkan tambahan sentimen positif.

“Potensi pelemahan masih ada namun, kami harapkan Rupiah mampu mempertahankan laju positifnya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu mampu bergerak menguat. Meskipun laju Yen masih bergerak melemah dan Dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan apresianya.

Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indoensia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa Rupiah  memanfaatkan penguatan Euro terhadap Dolar AS untuk menguat. Di sisi lain, sebagian pelaku pasar juga memanfaatkan penguatan Euro untuk trading buy dan profit taking pada Dolar AS meski tidak terlalu signifikan.

“Tampaknya Rupiah memanfaatkan penguatan Euro terhadap Dolar AS untuk ikut bergerak menguat, apalagi laju Rupiah sempat melewati level psikologis 12.300. Euro untuk trading buy dan profit taking pada US$ meski tidak terlalu signifikan karena masih diimbangi dengan sentimen rilis lebih rendahnya initial jobless claim AS dari perkiraan,” tulis Reza dalam risetnya.

Pada Senin (8/12) Reza memperkirakan Rupiah di atas target level resisten 12.305, yakni Rp12.310-12.290 (kurs tengah Bank Indonesia). Menurutnya, Rupiah sedang mencoba menguat meski terbatas dan masih membutuhkan tambahan sentimen positif.

“Potensi pelemahan masih ada namun, kami harapkan Rupiah mampu mempertahankan laju positifnya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sebabkan Banjir, Reklamasi Pantai Mamuju Didesak Dihentikan

Jakarta, Aktual.co —Proyek reklamasi di pesisir pantai Mamuju diminta dihentikan, karena dinilai akan berdampak pada alam.
Koordinator Paralegal Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ramadhan mengatakan kalau reklamasi itu dilanjutkan, akan membuat air tidak akan leluasa mengalir laut.
“Dan yang terjadi adalah banjir,” kata Ramadhan di Mamuju, Minggu (7/12).
Ia mengatakan, pada (3/12) terjadi banjir di Mamuju mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir di sejumlah wilayah Mamuju hingga satu meter, karena dampak dari sungai yang muaranya ditutup. Kemudian meluap kepemukiman penduduk dan menggenangi pasar sentral Mamuju, sejumlah sekolah, kantor pemerintah pekuburan Islam, dan pusat pelayanan publik lainnya.
“PT AKAS yang membangun jembatan di jalan arteri yang dibangun dipesisir Kota Mamuju, menutup muara sungai membangun jembatan akibatnya banjir terjadi terjadi itu karena PT AKAS tidak profesional bekerja, membangun jembatan tidak perlu menutup sungai, yang tentu berbahaya,” katanya.
Menurut dia, begitu halnya ketika reklamasi pantai Mamuju dilakukan maka laju sedimentasi tidak akan lancar dan akan terjadi pendangkalan sungai yang bisa mengakibatkan sungai meluap.
Oleh karena itu ia mengatakan, reklamasi pantai di Mamuju jangan lagi dilakukan dan pemerintah jangan memberikan izin.
“Proyek reklamasi pantai Kabupaten Mamuju yang direncanakan akan dilaksanakan PT Egy Resourch, jangan diberikan izin karena akan berdampak alam,” katanya.dinilai akan dapat Peneliti tambang, Nurdin Ashat ST mengatakan, PT Egy Resourch berencana akan melakukan reklamasi pantai Mamuju seluas 25 hektare mula dari pesisir pantai Kelurahan Karema dan Kelurahan Rimuku Kabupaten Mamuju.
Menurut dia, proyek yang akan menelan dana mencapai Rp81 miliar itu, akan berada di muara sungai Kelurahan Karema sekitar 300 meter, dan muara sungai itu menghadap ke pelabuhan Feri Mamuju yang letaknya sangat dekat.
Nurdin mengatakan, apabila muara pantai Kelurahan Karema ditimbun dengan melakukan reklamasi pantai untuk kebutuhan investasi PT Egy Resourch, maka laju sedimentasi sungai Karema akan terhambat dan dapat mengalami pendangkalan.
“Jangan kepentingan segelintir pengusaha, kemudian mengorbankan kepentingan publik seperti pelabuhan, jadi pemerintah dan dewan, harus jeli melihat ini, karena sepertinya investor tidak mengkaji tinjauan studi terhadap pantai dan laut, morfologi pantai, hidrodinamika pantai, sebelum melancarkan niatnya melakukan proyek reklamasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebabkan Banjir, Reklamasi Pantai Mamuju Didesak Dihentikan

Jakarta, Aktual.co —Proyek reklamasi di pesisir pantai Mamuju diminta dihentikan, karena dinilai akan berdampak pada alam.
Koordinator Paralegal Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ramadhan mengatakan kalau reklamasi itu dilanjutkan, akan membuat air tidak akan leluasa mengalir laut.
“Dan yang terjadi adalah banjir,” kata Ramadhan di Mamuju, Minggu (7/12).
Ia mengatakan, pada (3/12) terjadi banjir di Mamuju mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir di sejumlah wilayah Mamuju hingga satu meter, karena dampak dari sungai yang muaranya ditutup. Kemudian meluap kepemukiman penduduk dan menggenangi pasar sentral Mamuju, sejumlah sekolah, kantor pemerintah pekuburan Islam, dan pusat pelayanan publik lainnya.
“PT AKAS yang membangun jembatan di jalan arteri yang dibangun dipesisir Kota Mamuju, menutup muara sungai membangun jembatan akibatnya banjir terjadi terjadi itu karena PT AKAS tidak profesional bekerja, membangun jembatan tidak perlu menutup sungai, yang tentu berbahaya,” katanya.
Menurut dia, begitu halnya ketika reklamasi pantai Mamuju dilakukan maka laju sedimentasi tidak akan lancar dan akan terjadi pendangkalan sungai yang bisa mengakibatkan sungai meluap.
Oleh karena itu ia mengatakan, reklamasi pantai di Mamuju jangan lagi dilakukan dan pemerintah jangan memberikan izin.
“Proyek reklamasi pantai Kabupaten Mamuju yang direncanakan akan dilaksanakan PT Egy Resourch, jangan diberikan izin karena akan berdampak alam,” katanya.dinilai akan dapat Peneliti tambang, Nurdin Ashat ST mengatakan, PT Egy Resourch berencana akan melakukan reklamasi pantai Mamuju seluas 25 hektare mula dari pesisir pantai Kelurahan Karema dan Kelurahan Rimuku Kabupaten Mamuju.
Menurut dia, proyek yang akan menelan dana mencapai Rp81 miliar itu, akan berada di muara sungai Kelurahan Karema sekitar 300 meter, dan muara sungai itu menghadap ke pelabuhan Feri Mamuju yang letaknya sangat dekat.
Nurdin mengatakan, apabila muara pantai Kelurahan Karema ditimbun dengan melakukan reklamasi pantai untuk kebutuhan investasi PT Egy Resourch, maka laju sedimentasi sungai Karema akan terhambat dan dapat mengalami pendangkalan.
“Jangan kepentingan segelintir pengusaha, kemudian mengorbankan kepentingan publik seperti pelabuhan, jadi pemerintah dan dewan, harus jeli melihat ini, karena sepertinya investor tidak mengkaji tinjauan studi terhadap pantai dan laut, morfologi pantai, hidrodinamika pantai, sebelum melancarkan niatnya melakukan proyek reklamasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Akan Bongkar Penampungan TKW CV MJ di Medan

Jakarta, Aktual.co —Petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan segera membongkar rumah penampungan tenaga kerja wanita (TKW) CV MJ milik tersangka SA (51) Jalan Madong Lubis di kota itu yang diduga ada mayat korban penganiayaan yang dikubur di rumah itu.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Istanto Bram, Minggu, mengatakan rencananya Senin (8/12) akan membongkar satu makam yang diduga TKW tewas korban penyiksaan.
Dari hasil penyelidikan pihak berwajib, menurut dia, pembongkaran TKW yang tewas itu, sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Namun, sampai saat ini belum diketahui dimana lokasi makam TKW yang meninggal dunia itu dan dikebumikan di rumah milik tersangka SA,” ujarnya, Minggu (7/12).
Wahyu menyebutkan, aparat kepolisian sudah siap untuk menggali di mana makam TKW yang disembunyikan itu.
Bahkan, tim Polresta Medan yang diberangkatkan ke Jakarta menemukan TKW berinisial E dan langsung membawanya ke Medan.
“Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan TKW berinisial E tersebut, diduga ada rekannya yang tewas akibat dianiaya dan jasadnya ‘ditanam’ di rumah berlokasi Jalan Madong Lubis Medan,” kata Kasatreskrim.
Wahyu juga menambahkan, tim Polresta Medan juga menemukan keluarga TKW Yantini (34) di Bandung, Jawa Barat dan dibawa ke Medan.
Berdasarkan pengakuan keluarga Yantini, anak mereka tidak pernah pulang sejak berangkat bekerja ke Medan.
“Jadi pengakuan tersangka SA yang menyatakan telah memulangkan Yantini naik bus ALS adalah bohong. Itu tidak benar dari pengakuan keluarga korban,” ucap Wahyu.
Selain itu, petugas kepolisian sudah melakukan tes deoxyribonucleic acid/asam deoksiribonukleat (DNA) terhadap keluarga TKW Yantini.
“Ke depan, akan dilakukan pembandingan tangan dan bahu badan korban Yantini terdapat luka robek dan memar bekas parutan kelapa,” katanya.
Polresta Medan, Jumat (28/11) menetapkan tujuh orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap tiga TKW, yakni Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak dan Anis Rahayu (25) asal Malang.
Dari tujuh pelaku penganiayaan tersebut, yakni pimpinan perusahaan CV MJ penyalur TKW berinisial SA dan istrinya RDK, MT anaknya, ZKR keponakan, KA karyawan, BHR karyawan, dan FER sopir.
Sebelumnya, Polresta Medan menggerebek sebuah rumah penyalur TKW “CV MJ” di Jalan Beo/Jalan Madong Lubis No 17 Lingkungan II Kelurahan Sidodadi, Kamis (27/11) siang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain