16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41123

PON Remaja I, DKI Raih Dua Emas di Loncat Indah

Jakarta, Aktual.co —Kontingen DKI Jakarta sukses merebut dua medali emas dari cabang loncat indah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I tahun 2014 di Surabaya, Minggu.
Dalam perlombaan yang berlangsung di Kolam Renang Graha Residence, Surabaya, seperti dikutip dari laman resmi PON Remaja 2014, dua medali emas DKI Jakarta dipersembahkan oleh Tri Anggoro Priambodo dari nomor papan loncat satu meter putra dan Ramadhani Dwi di nomor menara putri.
Sementara atlet putra tuan rumah Jatim Aldisnyah Putra Rafi harus puas meraih medali perak dan perunggu direbut Muhammad Ryan Fadilah (Kalimantan Selatan). Sedangkan medali perak nomor menara putri menjadi milik Siti Nursela (Sumatera Selatan) dan Linar Betiliana (Jatim) harus puas dengan perunggu.
Selain loncat indah yang menyediakan sebanyak enam medali emas, cabang olahraga renang juga sudah mengawali perlombaan dan perebutan medali emas, kendati pembukaan resmi PON Remaja baru akan digelar pada Selasa (9/12) di DBL Arena Surabaya.
Perlombaan cabang renang pada hari pertama memperebutkan satu medali emas nomor 100 meter gaya punggung putri. Pada nomor ini, perenang tuan rumah Adinda Larasati meraih posisi pertama, mengungguli Tracy Salanca (DKI Jakarta) dan Sagita Putri Kris (Jawa Tengah) masing-masing di urutan kedua dan ketiga.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Irmantara Subagio mengatakan keberhasilan DKI Jakarta menyapu dua medali emas dari loncat indah tidak terlalu mengejutkan, karena selama ini provinsi tersebut memang memiliki keunggulan dibanding daerah lain.
“Masih ada empat nomor lagi di loncat indah dan kami optimistis anak-anak bisa meraih medali emas,” katanya saat dihubungi terpisah.
Untuk cabang renang yang pada PON Remaja pertama ini menyediakan total 32 medali emas, Irmantara Subagio berharap permulaan bagus yang diraih Adinda Larasati bisa menjadi motivasi bagi perenang Jatim lainnya untuk menambah medali emas.
Menurut ia, renang menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan Jatim untuk mendulang medali emas, selain atletik, senam dan panahan.
PON Remaja I/2014 menyediakan sekitar 133 medali emas dari 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, meliputi atletik, senam, renang, panahan, anggar, loncat indah, voli pantai, sepak bola, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, menembak, pencak silat, bola basket, dan sepak bola.

Artikel ini ditulis oleh:

Dualisme Golkar, Sikap Pemerintahan Jokowi Diuji

Jakarta, Aktual.co — Perpecahan di tubuh Partai Golkar tak bisa dihindari lagi. Ya, kedua kubu baik Musyawarah Nasional IX di Bali maupun versi Presidium Penyelamat Partai Golkar di Jakarta akan sama-sama didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh kubu masing-masing pada hari ini, Senin (8/12).
Dengan demikian sikap pemerintahan Jokowi  dalam menyikapi konflik internal Partai Golkar sangat diuji.
Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan  pemerintah  pada prinsipnya tidak ingin ikut campur permasalahan internal Partai Politik.
Kata mantan Sekjen PDI Perjuangan itu, kemendagri sudah koordinasi dengan Menkumham untuk tetap terus mencermati setiap gelagat perkembangan dinamika internal partai politik.
“Kita cermati dulu, sebagai pemerintah kalau memonitorkan boleh-boleh saja,” ujar Tjahjo dalam pesan pendeknya kepada Aktual.co, beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya,  dua kepengurusan DPP Partai Golkar baik hasil Musyawarah Nasional IX di Bali maupun versi Presidium Penyelamat Partai Golkar di Jakarta akan sama-sama didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh kubu masing-masing pada hari ini.
 “Besok (hari ini), DPP Partai Golkar yang baru saja melangsungkan Munas, hajat besar diikuti oleh seluruh DPD Golkar tingkat II dan tingkat I se-Indonesia minus dua ormas yang mendirikan, yang lainnya ikut, akan melaporkan, mendaftarkan kepengurusan kepada Kemenkumham pukul 08.00,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas IX Bali, Ade Komaruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (11/12) kemarin.
 Dia merasa optimistis bahwa Kemenkumham akan bersikap netral dan berpegangan pada asas legalitas dan peraturan perundangan yang berlaku dalam melihat konflik di internal Partai Golkar.
Di lain pihak, Ketua Panitia Pelaksana Munas versi Presidium Penyelamat Partai Golkar, Yorrys Raweyai juga menyatakan, pihaknya tetap mengupayakan pelaksanaan Munas selesai pada Minggu (7/12), sehingga bisa langsung melaporkan hasilnya kepada Kemenkumham.
“Besok (hari ini) kita lapor ke Kemenkumham setelah konsolidasi ini selesai. Setelah itu baru kita sampaikan konsolidasi administrasi ke ke pengurus DPD I dan II, sekaligus menata internal partai,” ungkapnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dualisme Golkar, Sikap Pemerintahan Jokowi Diuji

Jakarta, Aktual.co — Perpecahan di tubuh Partai Golkar tak bisa dihindari lagi. Ya, kedua kubu baik Musyawarah Nasional IX di Bali maupun versi Presidium Penyelamat Partai Golkar di Jakarta akan sama-sama didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh kubu masing-masing pada hari ini, Senin (8/12).
Dengan demikian sikap pemerintahan Jokowi  dalam menyikapi konflik internal Partai Golkar sangat diuji.
Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan  pemerintah  pada prinsipnya tidak ingin ikut campur permasalahan internal Partai Politik.
Kata mantan Sekjen PDI Perjuangan itu, kemendagri sudah koordinasi dengan Menkumham untuk tetap terus mencermati setiap gelagat perkembangan dinamika internal partai politik.
“Kita cermati dulu, sebagai pemerintah kalau memonitorkan boleh-boleh saja,” ujar Tjahjo dalam pesan pendeknya kepada Aktual.co, beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya,  dua kepengurusan DPP Partai Golkar baik hasil Musyawarah Nasional IX di Bali maupun versi Presidium Penyelamat Partai Golkar di Jakarta akan sama-sama didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia oleh kubu masing-masing pada hari ini.
 “Besok (hari ini), DPP Partai Golkar yang baru saja melangsungkan Munas, hajat besar diikuti oleh seluruh DPD Golkar tingkat II dan tingkat I se-Indonesia minus dua ormas yang mendirikan, yang lainnya ikut, akan melaporkan, mendaftarkan kepengurusan kepada Kemenkumham pukul 08.00,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas IX Bali, Ade Komaruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (11/12) kemarin.
 Dia merasa optimistis bahwa Kemenkumham akan bersikap netral dan berpegangan pada asas legalitas dan peraturan perundangan yang berlaku dalam melihat konflik di internal Partai Golkar.
Di lain pihak, Ketua Panitia Pelaksana Munas versi Presidium Penyelamat Partai Golkar, Yorrys Raweyai juga menyatakan, pihaknya tetap mengupayakan pelaksanaan Munas selesai pada Minggu (7/12), sehingga bisa langsung melaporkan hasilnya kepada Kemenkumham.
“Besok (hari ini) kita lapor ke Kemenkumham setelah konsolidasi ini selesai. Setelah itu baru kita sampaikan konsolidasi administrasi ke ke pengurus DPD I dan II, sekaligus menata internal partai,” ungkapnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Minggu Lalu, BNP2TKI Cegah TKI di Pelabuhan Dumai

Jakarta, Aktual.co —Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencegah berangkat dua calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai Riau (4/12), pekan lalu.
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pekanbaru, Mangampin Simamora di Dumai, Minggu (7/12), mengatakan calon TKI diduga non prosedural tersebut hanya mengantongi paspor dan visa kerja.
“Mereka dicegah berangkat karena tidak memiliki kartu tenaga kerja luar negeri sesuai perundangan nomor 39 pasal 62 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri,” katanya.
Diketahui, dua calon TKI atas nama Kaspul Anwar dan Fisa Liza Talif tersebut merupakan pasangan suami istri asal Propinsi Sumatera Barat yang rencana berangkat ke Negeri Malaka, Malaysia.
Menurut dia, seseorang yang akan bekerja ke luar negeri harus memiliki dokumen resmi agar mendapatkan perlindungan dan mempunyai posisi tawar tinggi dalam hal penerimaan gaji atau upah.
Sedangkan calon TKI yang tidak memiliki dokumen resmi akan mendapatkan perlindungan yang sangat sedikit, posisi tawar yang sangat rendah dalam hal penerimaan gaji atau upah serta sering menjadi korban perdagangan orang.
“Bahkan jika tertangkap oleh pemerintah negara setempat karena melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan pengguna, mereka mungkin akan dideportasi atau menunggu lama di pos penahanan,” terangnya.
Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat calon TKI agar menghindari resiko tersebut dengan cara melakukan perencanaan yang matang, seperti memiliki paspor, visa kerja dan terdaftar di sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko TKLN) serta asuransi perlindungan diri.
Di samping itu, ia menyatakan, terkait gencar pemberitaan media massa terhadap penghapusan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN), menimbulkan masalah terhadap pelayanan di daerah yang direspon dengan penolakan oleh pihak tertentu dengan berbagai perlawanan serta fitnah.
“Bagi calon tenaga kerja luar negeri perlu memperhatikan prosedur agar dapat berangkat berdasarkan ketentuan yang berlaku, salah satunya dengan memiliki kartu tenaga kerja luar negeri,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Minggu Lalu, BNP2TKI Cegah TKI di Pelabuhan Dumai

Jakarta, Aktual.co —Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencegah berangkat dua calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai Riau (4/12), pekan lalu.
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pekanbaru, Mangampin Simamora di Dumai, Minggu (7/12), mengatakan calon TKI diduga non prosedural tersebut hanya mengantongi paspor dan visa kerja.
“Mereka dicegah berangkat karena tidak memiliki kartu tenaga kerja luar negeri sesuai perundangan nomor 39 pasal 62 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri,” katanya.
Diketahui, dua calon TKI atas nama Kaspul Anwar dan Fisa Liza Talif tersebut merupakan pasangan suami istri asal Propinsi Sumatera Barat yang rencana berangkat ke Negeri Malaka, Malaysia.
Menurut dia, seseorang yang akan bekerja ke luar negeri harus memiliki dokumen resmi agar mendapatkan perlindungan dan mempunyai posisi tawar tinggi dalam hal penerimaan gaji atau upah.
Sedangkan calon TKI yang tidak memiliki dokumen resmi akan mendapatkan perlindungan yang sangat sedikit, posisi tawar yang sangat rendah dalam hal penerimaan gaji atau upah serta sering menjadi korban perdagangan orang.
“Bahkan jika tertangkap oleh pemerintah negara setempat karena melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan pengguna, mereka mungkin akan dideportasi atau menunggu lama di pos penahanan,” terangnya.
Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat calon TKI agar menghindari resiko tersebut dengan cara melakukan perencanaan yang matang, seperti memiliki paspor, visa kerja dan terdaftar di sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko TKLN) serta asuransi perlindungan diri.
Di samping itu, ia menyatakan, terkait gencar pemberitaan media massa terhadap penghapusan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN), menimbulkan masalah terhadap pelayanan di daerah yang direspon dengan penolakan oleh pihak tertentu dengan berbagai perlawanan serta fitnah.
“Bagi calon tenaga kerja luar negeri perlu memperhatikan prosedur agar dapat berangkat berdasarkan ketentuan yang berlaku, salah satunya dengan memiliki kartu tenaga kerja luar negeri,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Konservasi Kali, Bekasi Butuh Ribuan Bambu

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, membutuhkan sebanyak 100 ribu bibit pohon bambu untuk keperluan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi.
“Upaya konservasi DAS saat ini sedang berjalan melalui penanaman 20 ribu bibit pohon bambu pada 2014,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Bekasi, Minggu (7/12).
Menurut dia, pihaknya saat ini tengah mengupayakan penambahan varian baru berupa pohon jabon, dan kelor di samping terus memperbanyak bambu.
“Kita butuh 100 ribu tanaman bambu dan varian lainnya untuk konservasi Kali Bekasi,” katanya.
Menurut dia, pohon bambu tersebut akan ditanam di sepanjang bantaran Kali Bekasi mulai dari hulu di Cikeas dan Cileungsi, dan di sepanjang aliran Kali Bekasi.
Menurut dia, akar pohon bambu mampu menyerap air Kali Bekasi sehingga dapat meminimalisir dampak luapan saat terjadi debit air yang tinggi akibat hujan.
Peristiwa banjir akibat luapan Kali Bekasi kerap terjadi hampir setiap tahun dan akan mencapai puncaknya pada Februari dan Maret.
Saat ini, kata dia, ada ribuan rumah penduduk di sepanjang bantaran sungai yang terancam kebanjiran saat musim hujan datang.
Perumahan itu di antaranya, Pondok Gede Permai, Kemang Ivy, Pondok Mitra Lestari, Villa Jatirasa, Kemang Pratama, pemukiman penduduk di dekat Lotte Mart Rawapanjang, dan lainnya.
“Secara bertahap mulai kami penuhi penanamannya mulai dari hulu Kali Bekasi di sekitar jembatan Cipendawa,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain