16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41127

Cegah Perpecahan Partai, Tidar Gerindra Bentuk Akademi Politik

‎Jakarta, Aktual.co —Organisasi pemuda sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar), tengah merencanakan Program Kerja 2014-2015 untuk membentuk akademi politik.
Ketua Umum Tidar, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan di akademi yang ditujukan untuk para pengurus dan anggota partai besutan Prabowo Subianto itu, nantinya bakal mengkaji sejumlah isu politik kekinian.
Salah satunya soal isu yang sedang hangat terkait polemik Perppu Pilkada langsung yang dikeluarkan oleh Presiden ke VI Susilo Bambang Yudhoyono. Aryo mengaku bersyukur dengan sikap yang diperlihatkan Prabowo yang mengedepankan pentingnya disiplin dalam berorganisasi dalam menjaga stabilitas politik dan sosial.
“Hingga pendidikan politik agar orang mengerti apakah pemilihan langsung atau tidak, cocok atau tidak di Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Minggu (7/12). 
Disiplin dalam beroganisasi, menurutnya penting dalam menjaga stabilitas di internal partai politik. Yakni guna mencegah munculnya tunas perpecahan. Salah satu contohnya, seperti yang dialami Golkar saat ini. 
“Banyaknya perpecahan (terjadi di internal partai) karena disiplin tidak dipegang,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapal PLTD Apung PLN, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co —Kapal raksasa sepanjang 63 meter dan lebar 1.600 meter persegi itu teronggok di Desa Punge Blang Cut, Banda Aceh. Menjadi bukti kedahsyatan kuatnya ombak tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember sepuluh tahun lalu. 
Sebelum diterjang tsunami, kapal itu merupakan PLTD Apung I milik PLN. Nasibnya kini berubah. Berbobot 2.600 ton, kapal itu kini berubah jadi museum dan tempat wisata oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
Demi mengingatkan betapa dahsyatnya hempasan gelombang tsunami, puing-puing rumah warga yang hancur akibat dihempas kapal yang terbawa ombak, saat ini masih dipertahankan bentuknya. 
Saat Aktual.co menyambangi lokasi itu, tampak puluhan orang menaiki anak tangga kapal menuju ke puncak. Untuk berfoto bersama dan menyaksikan bagian dalam kapal yang menyuplai listrik untuk Banda Aceh sebelum tsunami terjadi itu.
Untuk masuk ke kapal, ternyata tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya disarankan menyumbang uang seikhlasnya di kotak amal yang diletakkan di samping gerbang. Uang itu akan digunakan warga setempat untuk menambah pasokan dana pembangunan masjid di desa itu.
“Tidak ada pungutan apa pun. Sumbang seikhlasnya saja di kotak itu,” sebut Nurhayati, warga setempat kepada Aktual.co, Minggu (7/12). 
Meski tidak dipungut biaya, kebersihan lokasi museum tsunami itu patut diacungi jempol. Tidak terlihat ada sampah yang berserakan. Semua terlihat tertata rapi.
Padahal, dari penuturan Nurhayati, tiap harinya ada ratusan orang yang berkunjung. “Umumnya sore hari. Jika pagi sampai siang hanya satu atau dua orang saja yang datang.” 
Pengunjung yang datang ke daerah itu berasal dari berbagai kota di Indonesia. Bagi mereka yang belum pernah ke Aceh, selain Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, maka obyek PLTD Apung menjadi salah satu lokasi yang wajib dikunjungi.
Bagi Anda yang tidak membawa bekal makanan, jangan khawatir. Di dalam dan luar kompleks obyek wisata sejarah itu tersedia kantin menyediakan makanan dan minuman ringan.
Salah seorang pengunjung, Zainal Bakri, asal Kota Lhokseumawe, memuji kebersihan kompleks obyek wisata itu. Disebutkan, kapal itu harus dijaga dan dirawat oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Sehingga, dunia bisa menyaksikan bagaimana dahsyatnya tsunami yang meluluhlantakkan Aceh sepuluh tahun lalu.
“PLTD Apung bukti kedahsyatan tsunami. Harus dijaga, agar kita selalu mengingat bahwa tsunami pernah meratakan bangunan di bumi ini,” pungkasnya.  
 

Artikel ini ditulis oleh:

Kapal PLTD Apung PLN, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami di Aceh

Banda Aceh, Aktual.co —Kapal raksasa sepanjang 63 meter dan lebar 1.600 meter persegi itu teronggok di Desa Punge Blang Cut, Banda Aceh. Menjadi bukti kedahsyatan kuatnya ombak tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember sepuluh tahun lalu. 
Sebelum diterjang tsunami, kapal itu merupakan PLTD Apung I milik PLN. Nasibnya kini berubah. Berbobot 2.600 ton, kapal itu kini berubah jadi museum dan tempat wisata oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
Demi mengingatkan betapa dahsyatnya hempasan gelombang tsunami, puing-puing rumah warga yang hancur akibat dihempas kapal yang terbawa ombak, saat ini masih dipertahankan bentuknya. 
Saat Aktual.co menyambangi lokasi itu, tampak puluhan orang menaiki anak tangga kapal menuju ke puncak. Untuk berfoto bersama dan menyaksikan bagian dalam kapal yang menyuplai listrik untuk Banda Aceh sebelum tsunami terjadi itu.
Untuk masuk ke kapal, ternyata tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya disarankan menyumbang uang seikhlasnya di kotak amal yang diletakkan di samping gerbang. Uang itu akan digunakan warga setempat untuk menambah pasokan dana pembangunan masjid di desa itu.
“Tidak ada pungutan apa pun. Sumbang seikhlasnya saja di kotak itu,” sebut Nurhayati, warga setempat kepada Aktual.co, Minggu (7/12). 
Meski tidak dipungut biaya, kebersihan lokasi museum tsunami itu patut diacungi jempol. Tidak terlihat ada sampah yang berserakan. Semua terlihat tertata rapi.
Padahal, dari penuturan Nurhayati, tiap harinya ada ratusan orang yang berkunjung. “Umumnya sore hari. Jika pagi sampai siang hanya satu atau dua orang saja yang datang.” 
Pengunjung yang datang ke daerah itu berasal dari berbagai kota di Indonesia. Bagi mereka yang belum pernah ke Aceh, selain Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, maka obyek PLTD Apung menjadi salah satu lokasi yang wajib dikunjungi.
Bagi Anda yang tidak membawa bekal makanan, jangan khawatir. Di dalam dan luar kompleks obyek wisata sejarah itu tersedia kantin menyediakan makanan dan minuman ringan.
Salah seorang pengunjung, Zainal Bakri, asal Kota Lhokseumawe, memuji kebersihan kompleks obyek wisata itu. Disebutkan, kapal itu harus dijaga dan dirawat oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Sehingga, dunia bisa menyaksikan bagaimana dahsyatnya tsunami yang meluluhlantakkan Aceh sepuluh tahun lalu.
“PLTD Apung bukti kedahsyatan tsunami. Harus dijaga, agar kita selalu mengingat bahwa tsunami pernah meratakan bangunan di bumi ini,” pungkasnya.  
 

Artikel ini ditulis oleh:

Petral Punya Peran Penting, Indonesia Rugi Jika Membubarkannya

Jakarta, Aktual.co —Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) tengah menyita perhatian publik terhadap permasalahan yang dialami anak usaha Pertamina, yakni Petral. Berbagai spekulasi dimunculkan terhadap perusahaan yang berkantor di Singapura itu. Mulai dari pembekuan, pemindahan ke Indonesia, sampai pembubaran. 
Bahkan, terakhir ketua tim RTKM Faisal Basri menyebut ada kejanggalan dalam hubungan Petral dan Hin Leong.
Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra mengingatkan kepada tim besutan Faisal Basri termasuk publik, agar melihat pentingnya peranan Petral dalam tata kelola migas Indonesia.
“Petral, itu penting. Harus kita pikirkan. Harus berhati-hati dalam menghancurkan Petral yang selama ini berperan dalam memenuhi pasokan nasional,” ujarnya, saat ditemui di Jakarta, Minggu (7/12).
Kata dia, sejak tahun 2012, sesuai arahan Pemerintah, Petral tidak pernah lagi membeli minyak kepada trader. “Belinya langsung kepada National Oil Company (NOC), Internasional Oil Company (IOC) dan produsen atau negara-negara penghasil minyak. Tiga itu saja.”
Sehingga apabila Petral diberangus, menurutnya itu merupakan kerugian besar terhadap Indonesia. 
“Saya bertanggungjawab atas ‘statement’ ini. Petral itu seperti rumah,” ujarnya.
Lagipula, kata dia, permasalahan yang selama ini disebutkan oleh Tim RTKM tentang Petral, merupakan kejadian sebelum tahun 2012. Di mana sebelum tahun itu Petral memang membeli minyak melalui trader. Padahal, orang yang terlibat soal kasus sebelum 2012 itu, saat ini ada di tim itu sendiri.
“Daniel Purba orang yang terlibat dengan Hin Leong. Data-datanya saat ini dibalik-balikan, itu padahal orangnya ada di situ,” ungkapnya.
Dari sumber Aktual.co menyebutkan, Hin leong adalah perusahaan ‘trader’ dan ‘storage’ di Singapura. Menurutnya, perusahaan paling besar untuk dagang solar itu terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia.
Korelasi Hin Leong dengan Ari Soemarno adalah lewat Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong. Masih kata si sumber, sewaktu Daniel jadi VP Petral di bawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. 
“Maka itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas di bawah Faisal Basri,” kata sumber Aktual yang enggan disebut namanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Petral Punya Peran Penting, Indonesia Rugi Jika Membubarkannya

Jakarta, Aktual.co —Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) tengah menyita perhatian publik terhadap permasalahan yang dialami anak usaha Pertamina, yakni Petral. Berbagai spekulasi dimunculkan terhadap perusahaan yang berkantor di Singapura itu. Mulai dari pembekuan, pemindahan ke Indonesia, sampai pembubaran. 
Bahkan, terakhir ketua tim RTKM Faisal Basri menyebut ada kejanggalan dalam hubungan Petral dan Hin Leong.
Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra mengingatkan kepada tim besutan Faisal Basri termasuk publik, agar melihat pentingnya peranan Petral dalam tata kelola migas Indonesia.
“Petral, itu penting. Harus kita pikirkan. Harus berhati-hati dalam menghancurkan Petral yang selama ini berperan dalam memenuhi pasokan nasional,” ujarnya, saat ditemui di Jakarta, Minggu (7/12).
Kata dia, sejak tahun 2012, sesuai arahan Pemerintah, Petral tidak pernah lagi membeli minyak kepada trader. “Belinya langsung kepada National Oil Company (NOC), Internasional Oil Company (IOC) dan produsen atau negara-negara penghasil minyak. Tiga itu saja.”
Sehingga apabila Petral diberangus, menurutnya itu merupakan kerugian besar terhadap Indonesia. 
“Saya bertanggungjawab atas ‘statement’ ini. Petral itu seperti rumah,” ujarnya.
Lagipula, kata dia, permasalahan yang selama ini disebutkan oleh Tim RTKM tentang Petral, merupakan kejadian sebelum tahun 2012. Di mana sebelum tahun itu Petral memang membeli minyak melalui trader. Padahal, orang yang terlibat soal kasus sebelum 2012 itu, saat ini ada di tim itu sendiri.
“Daniel Purba orang yang terlibat dengan Hin Leong. Data-datanya saat ini dibalik-balikan, itu padahal orangnya ada di situ,” ungkapnya.
Dari sumber Aktual.co menyebutkan, Hin leong adalah perusahaan ‘trader’ dan ‘storage’ di Singapura. Menurutnya, perusahaan paling besar untuk dagang solar itu terkenal suka membeli solar selundupan dari Indonesia dan suka menaikan harga MOPS sehingga merugikan Indonesia.
Korelasi Hin Leong dengan Ari Soemarno adalah lewat Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong. Masih kata si sumber, sewaktu Daniel jadi VP Petral di bawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Director di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. 
“Maka itu seharusnya KPK audit kekayaan Daniel Purba yang sekarang menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas di bawah Faisal Basri,” kata sumber Aktual yang enggan disebut namanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Karet di Tapanuli Tengah Anjlok, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Medan, Aktual.co —Harga komoditi getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dalam sepekan terakhir anjlok hingga mencapai Rp4.500 perkilogram.
Anjloknya harga  itu mulai dikeluhkan para petani karet di beberapa kecamatan di Kabupaten Tapteng.
Ahmad Tohir Hutagalung, petani karet di Kecamatan Kolang, mengatakan seminggu lalu harga getah karet masih berada di kisaran Rp6.000 rupiah/ perkilogramnya. Bahkan sebulan lalu harganya masih Rp7.000/ kilogram. 
“Padahal BBM naik, harga karet malah turun. Seminggu ini empat ribu lima ratus rupiah perkilo,” ujar kepada wartawan, Minggu (7/12).
Tohir menuturkan, penurunan harga karet itu menyebabkan dirinya dan petani karet di wilayah itu kesulitan mendapatkan hasil yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi mengingat perayaan hari besar Natal dan Tahun baru semakin dekat.
“Ya pasrah. Tapi kalau boleh harga bisa stabil kembali lah pak, udah semakin susah ini, apalagi penghujung tahun,” keluh Ahmad.
Senada dengan itu, Juanda, petani karet di kecamatan Tapian Nauli, juga mengeluhkan hal serupa. Dia berharap anjloknya harga getah karet semestinya menjadi perhatian pemerintah.
“Apalagi bisa saja ini permainan agen-agen pengumpul. Baiknya pemerintah bisa turun tangan,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain