16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41128

Harga Karet di Tapanuli Tengah Anjlok, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Medan, Aktual.co —Harga komoditi getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dalam sepekan terakhir anjlok hingga mencapai Rp4.500 perkilogram.
Anjloknya harga  itu mulai dikeluhkan para petani karet di beberapa kecamatan di Kabupaten Tapteng.
Ahmad Tohir Hutagalung, petani karet di Kecamatan Kolang, mengatakan seminggu lalu harga getah karet masih berada di kisaran Rp6.000 rupiah/ perkilogramnya. Bahkan sebulan lalu harganya masih Rp7.000/ kilogram. 
“Padahal BBM naik, harga karet malah turun. Seminggu ini empat ribu lima ratus rupiah perkilo,” ujar kepada wartawan, Minggu (7/12).
Tohir menuturkan, penurunan harga karet itu menyebabkan dirinya dan petani karet di wilayah itu kesulitan mendapatkan hasil yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi mengingat perayaan hari besar Natal dan Tahun baru semakin dekat.
“Ya pasrah. Tapi kalau boleh harga bisa stabil kembali lah pak, udah semakin susah ini, apalagi penghujung tahun,” keluh Ahmad.
Senada dengan itu, Juanda, petani karet di kecamatan Tapian Nauli, juga mengeluhkan hal serupa. Dia berharap anjloknya harga getah karet semestinya menjadi perhatian pemerintah.
“Apalagi bisa saja ini permainan agen-agen pengumpul. Baiknya pemerintah bisa turun tangan,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Karet di Tapanuli Tengah Anjlok, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Medan, Aktual.co —Harga komoditi getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dalam sepekan terakhir anjlok hingga mencapai Rp4.500 perkilogram.
Anjloknya harga  itu mulai dikeluhkan para petani karet di beberapa kecamatan di Kabupaten Tapteng.
Ahmad Tohir Hutagalung, petani karet di Kecamatan Kolang, mengatakan seminggu lalu harga getah karet masih berada di kisaran Rp6.000 rupiah/ perkilogramnya. Bahkan sebulan lalu harganya masih Rp7.000/ kilogram. 
“Padahal BBM naik, harga karet malah turun. Seminggu ini empat ribu lima ratus rupiah perkilo,” ujar kepada wartawan, Minggu (7/12).
Tohir menuturkan, penurunan harga karet itu menyebabkan dirinya dan petani karet di wilayah itu kesulitan mendapatkan hasil yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi mengingat perayaan hari besar Natal dan Tahun baru semakin dekat.
“Ya pasrah. Tapi kalau boleh harga bisa stabil kembali lah pak, udah semakin susah ini, apalagi penghujung tahun,” keluh Ahmad.
Senada dengan itu, Juanda, petani karet di kecamatan Tapian Nauli, juga mengeluhkan hal serupa. Dia berharap anjloknya harga getah karet semestinya menjadi perhatian pemerintah.
“Apalagi bisa saja ini permainan agen-agen pengumpul. Baiknya pemerintah bisa turun tangan,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Natal dan Tahun Baru, PDAM Sumut Gratiskan Gereja

Medan, Aktual.co —Menyambut Hari Raya Natal Tahun dan Tahun Baru, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara memberikan dispensasi pembayaran rekening air untuk seluruh gereja pelanggan PDAM.
“Seluruh Gereja yang menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi dibebaskan dari pembayaran rekening air pemakaian bulan Desember yang masuk dalam rekening air bulan Januari 2015”, ujar Kadiv. Public Relations PDAM Tirtanadi  Amrun dalam keterangan tertulis, Minggu (7/12).
Amrun menerangkan, pembebasan pembayaran air itu tertuang dalam Keputusan Direksi PDAM Tirtanadi pada akhir November lalu dan secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai sebagai bentuk apresiasi penyelenggaraan dan perayaan hari-hari besar keagamaan.
“Mungkin tidak banyak yang bisa diberikan PDAM Tirtanadi bagi masyarakat yang merayakan Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 ini, namun dengan adanya dispensasi pembayaran rekening ini dapat meringankan kerja pengurus-pengurus gereja untuk melayani umat” katanya.
Amrun menghimbau, dengan adanya dispensasi pembayaran ini, seluruh masyarakat diharap tetap bijak dan hemat dalam menggunakan air.
Amrun menambahkan, pihaknya melakukan penghapusan denda keterlambatan pembayaran rekening air pelanggan bulan November dan Desember. Hal ini dilakukan dikarenakan sampai saat ini, sistem pembayaran rekening air secara online masih mengalami kendala.
“Untuk kendala teknis yang terjadi selama proses pembayaran rekening yang membuat tidak nyaman para pelanggan, PDAM Tirtanadi mohon maaf dan akan meningkatkan pelayan lebih baik lagi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Natal dan Tahun Baru, PDAM Sumut Gratiskan Gereja

Medan, Aktual.co —Menyambut Hari Raya Natal Tahun dan Tahun Baru, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara memberikan dispensasi pembayaran rekening air untuk seluruh gereja pelanggan PDAM.
“Seluruh Gereja yang menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi dibebaskan dari pembayaran rekening air pemakaian bulan Desember yang masuk dalam rekening air bulan Januari 2015”, ujar Kadiv. Public Relations PDAM Tirtanadi  Amrun dalam keterangan tertulis, Minggu (7/12).
Amrun menerangkan, pembebasan pembayaran air itu tertuang dalam Keputusan Direksi PDAM Tirtanadi pada akhir November lalu dan secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya sebagai sebagai bentuk apresiasi penyelenggaraan dan perayaan hari-hari besar keagamaan.
“Mungkin tidak banyak yang bisa diberikan PDAM Tirtanadi bagi masyarakat yang merayakan Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 ini, namun dengan adanya dispensasi pembayaran rekening ini dapat meringankan kerja pengurus-pengurus gereja untuk melayani umat” katanya.
Amrun menghimbau, dengan adanya dispensasi pembayaran ini, seluruh masyarakat diharap tetap bijak dan hemat dalam menggunakan air.
Amrun menambahkan, pihaknya melakukan penghapusan denda keterlambatan pembayaran rekening air pelanggan bulan November dan Desember. Hal ini dilakukan dikarenakan sampai saat ini, sistem pembayaran rekening air secara online masih mengalami kendala.
“Untuk kendala teknis yang terjadi selama proses pembayaran rekening yang membuat tidak nyaman para pelanggan, PDAM Tirtanadi mohon maaf dan akan meningkatkan pelayan lebih baik lagi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Hamil Delapan Bulan, Seorang Guru Tewas Mengenaskan

Semarang, Aktual.co —Istantri (27), guru Wiyata Bakthi di SD Kraton Lor yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) PNS ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kos jalan Pasir Sari depan SPBU jalan Gajah Mada Pekalongan, Sabtu (6/12), sekitar pukul 22.00 WIB. 
Diduga, korban tewas akibat perampokan karena mengalami jeratan pada bagian leher, luka bagian kepala dan mengeluarkan darah dari dalam hidung. Selain itu, sebuah kendaraan sepeda motor raib dibawa pelaku. 
Nahasnya, korban yang merupakan warga asal RT 1 RW 1 desa Cindaga, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas itu masih dalam kondisi mengandung bayi berusia delapan bulan.
Mendengar kabar puteri kesayangannya tewas, Rudus, sang ayah korban langsung bergegas dari Banyumas menuju ke Pekalongan. Dia bersama isterinya Suparmi (48) meluncur dengan menggunakan sepeda motor
Ia mengatakan, korban sudah indekost selama delapan bulan di tempat kejadian perkara. “Biasanya kalau liburan pulang ke kampung halaman. Sebelumnya pun tidak ada firasat lain akan seperti ini,” tuturnya.
Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hartono mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada dua orang saksi.
“Untuk mengetahui lebih lanjut, apakah itu korban pembunuhan atau bukan, kami masih menunggu hasil otopsi guna penyidikan. Dan pagi hari ini Tim Dokpol Labfor Semarang sudah melakukan otopsi,” terang dia.
Hingga saat ini, korban masih menjalani otopsi petugas Labfor Semarang di RSUD Kraton Pekalongan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Hamil Delapan Bulan, Seorang Guru Tewas Mengenaskan

Semarang, Aktual.co —Istantri (27), guru Wiyata Bakthi di SD Kraton Lor yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) PNS ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kos jalan Pasir Sari depan SPBU jalan Gajah Mada Pekalongan, Sabtu (6/12), sekitar pukul 22.00 WIB. 
Diduga, korban tewas akibat perampokan karena mengalami jeratan pada bagian leher, luka bagian kepala dan mengeluarkan darah dari dalam hidung. Selain itu, sebuah kendaraan sepeda motor raib dibawa pelaku. 
Nahasnya, korban yang merupakan warga asal RT 1 RW 1 desa Cindaga, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas itu masih dalam kondisi mengandung bayi berusia delapan bulan.
Mendengar kabar puteri kesayangannya tewas, Rudus, sang ayah korban langsung bergegas dari Banyumas menuju ke Pekalongan. Dia bersama isterinya Suparmi (48) meluncur dengan menggunakan sepeda motor
Ia mengatakan, korban sudah indekost selama delapan bulan di tempat kejadian perkara. “Biasanya kalau liburan pulang ke kampung halaman. Sebelumnya pun tidak ada firasat lain akan seperti ini,” tuturnya.
Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hartono mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada dua orang saksi.
“Untuk mengetahui lebih lanjut, apakah itu korban pembunuhan atau bukan, kami masih menunggu hasil otopsi guna penyidikan. Dan pagi hari ini Tim Dokpol Labfor Semarang sudah melakukan otopsi,” terang dia.
Hingga saat ini, korban masih menjalani otopsi petugas Labfor Semarang di RSUD Kraton Pekalongan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain