8 April 2026
Beranda blog Halaman 41127

Deteksi Keberadaan Ikan, KKP Siapkan Aplikasi Android

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan aplikasi di ponsel pintar bersistem operasi Android yang dapat digunakan oleh nelayan untuk mendeteksi keberadaan ikan, kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KKP Aryo Hanggono.

“Kita sekarang sedang menyiapkan aplikasi Android untuk (menunjang teknologi pendeteksi ikan) Seapodym,” kata Aryo di Jakarta, Jumat (12/12).

Aplikasi tersebut, kata Aryo, akan terintegrasi dengan teknologi pendeteksi keberadaan milik KKP bernama Seapodym yang dapat memetakan lokasi ikan.

Seapodym yang mampu mendeteksi lokasi keberadaan ikan dengan menggunakan satelit dapat memberikan informasi kepada nelayan melalui aplikasi Android titik koordinat keberadaan ikan.

Teknologi tersebut, jelas Aryo, dapat mendeteksi keberadaan zooplankton, micronekton (udang, cumi, lobster), dan beberapa jenis ikan seperti tuna sirip kuning, bigeye, dan skipjack.

“Dengan begitu akan memudahkan nelayan untuk mendatangi lokasi keberadaan ikan, tidak perlu mencari ikan terlebih dulu. Sekarang smartphone sudah murah kan,” kata dia.

Aryo mengatakan, saat ini aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan akan dirilis pada 2015 mendatang.

“Sekarang masih dikembangkan. Mungkin (dirilis) tahun depan lah, semester pertama tahun 2015,” ujar Aryo.

Untuk saat ini, informasi keberadaan ikan yang didapat dari teknologi Seapodym disampaikan ke nelayan dengan menggunakan pesan singkat atau SMS.

“Saat ini di Indramayu dinas perikanan setempat mengirimkan sms pada nelayan yang berisi informasi koordinat lokasi keberadaan ikan. Itu berhasil menghemat 30 persen bahan bakar dan meningkatkan tangkapan ikan sebanyak 60 persen,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Deteksi Keberadaan Ikan, KKP Siapkan Aplikasi Android

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan aplikasi di ponsel pintar bersistem operasi Android yang dapat digunakan oleh nelayan untuk mendeteksi keberadaan ikan, kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KKP Aryo Hanggono.

“Kita sekarang sedang menyiapkan aplikasi Android untuk (menunjang teknologi pendeteksi ikan) Seapodym,” kata Aryo di Jakarta, Jumat (12/12).

Aplikasi tersebut, kata Aryo, akan terintegrasi dengan teknologi pendeteksi keberadaan milik KKP bernama Seapodym yang dapat memetakan lokasi ikan.

Seapodym yang mampu mendeteksi lokasi keberadaan ikan dengan menggunakan satelit dapat memberikan informasi kepada nelayan melalui aplikasi Android titik koordinat keberadaan ikan.

Teknologi tersebut, jelas Aryo, dapat mendeteksi keberadaan zooplankton, micronekton (udang, cumi, lobster), dan beberapa jenis ikan seperti tuna sirip kuning, bigeye, dan skipjack.

“Dengan begitu akan memudahkan nelayan untuk mendatangi lokasi keberadaan ikan, tidak perlu mencari ikan terlebih dulu. Sekarang smartphone sudah murah kan,” kata dia.

Aryo mengatakan, saat ini aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan akan dirilis pada 2015 mendatang.

“Sekarang masih dikembangkan. Mungkin (dirilis) tahun depan lah, semester pertama tahun 2015,” ujar Aryo.

Untuk saat ini, informasi keberadaan ikan yang didapat dari teknologi Seapodym disampaikan ke nelayan dengan menggunakan pesan singkat atau SMS.

“Saat ini di Indramayu dinas perikanan setempat mengirimkan sms pada nelayan yang berisi informasi koordinat lokasi keberadaan ikan. Itu berhasil menghemat 30 persen bahan bakar dan meningkatkan tangkapan ikan sebanyak 60 persen,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Bersihkan Blokade di Pusat Kota Hong Kong, Ratusan Aktivis Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Sekitar dua ratus aktivis di Hong Kong ditangkap, setelah polisi membersihkan kemah demonstran pro demokrasi yang berpusat di admiralty.
Dilansir dari BBC News, Pembongkaran dilakukan pihak kepolisian secara damai, namun para aktivis berjanji akan tetap melakukan unjuk rasa dengan bentuk pembangkangan sipil.
Pihak kepolisian memulai operasi pembersihan pada Kamis (11/12) pagi, dimana aki protes sebelumnya berlangsung dalam jangka waktu lama.
Demonstran berkurang dalam beberapa minggu terakhir, yang sebelumnya mencapai ribuan pada bulan September.
Aktivis menuntut Beijing agar pemilihan umum 2017 berlangsung bebas di wilayah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Bersihkan Blokade di Pusat Kota Hong Kong, Ratusan Aktivis Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Sekitar dua ratus aktivis di Hong Kong ditangkap, setelah polisi membersihkan kemah demonstran pro demokrasi yang berpusat di admiralty.
Dilansir dari BBC News, Pembongkaran dilakukan pihak kepolisian secara damai, namun para aktivis berjanji akan tetap melakukan unjuk rasa dengan bentuk pembangkangan sipil.
Pihak kepolisian memulai operasi pembersihan pada Kamis (11/12) pagi, dimana aki protes sebelumnya berlangsung dalam jangka waktu lama.
Demonstran berkurang dalam beberapa minggu terakhir, yang sebelumnya mencapai ribuan pada bulan September.
Aktivis menuntut Beijing agar pemilihan umum 2017 berlangsung bebas di wilayah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Komisi X: Anies Baswedan Tak Tegas

Malang, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Olahraga dan Pemuda, Ridwan Hisjam mengatakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tidak tegas dalam melakukan pencabutan kurikulum 2013.
Sikap Kementerian yang mencabut kurikulum 2013 bagi sekolah yang belum mampu melaksanakan, serta meneruskan kurikulum bagi sekolah yang secara sumber daya manusia sudah mampu, dapat mengacaukan pendidikan di Indonesia.
“Saya sebut menteri tidak tegas bila melakukan pencabutan seperti itu, dan itu akan mengacaukan pendidikan,” kata Ridwan Hisjam, Jumat (12/12).
Menurutnya, kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 sangat berbeda jauh, sedangkan bila kembali pada tujuan kurikulum pendidikan hal yang pokok adalah output daripada siswa.
“Jika satunya gunakan kurikulum 2006 dan satunya 2013 sangat berbeda outputnya,” terangnya.
Harusnya, lanjut Ridwan, bila ingin mengembalikan kepada kurikulum 2006 harus dipukul rata, namun dibarengi dengan sosialiasasi kurikulum 2013 yang baik selama dua tahun hingga semua sekolah siap menerapkannya.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Komisi X: Anies Baswedan Tak Tegas

Malang, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Olahraga dan Pemuda, Ridwan Hisjam mengatakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tidak tegas dalam melakukan pencabutan kurikulum 2013.
Sikap Kementerian yang mencabut kurikulum 2013 bagi sekolah yang belum mampu melaksanakan, serta meneruskan kurikulum bagi sekolah yang secara sumber daya manusia sudah mampu, dapat mengacaukan pendidikan di Indonesia.
“Saya sebut menteri tidak tegas bila melakukan pencabutan seperti itu, dan itu akan mengacaukan pendidikan,” kata Ridwan Hisjam, Jumat (12/12).
Menurutnya, kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 sangat berbeda jauh, sedangkan bila kembali pada tujuan kurikulum pendidikan hal yang pokok adalah output daripada siswa.
“Jika satunya gunakan kurikulum 2006 dan satunya 2013 sangat berbeda outputnya,” terangnya.
Harusnya, lanjut Ridwan, bila ingin mengembalikan kepada kurikulum 2006 harus dipukul rata, namun dibarengi dengan sosialiasasi kurikulum 2013 yang baik selama dua tahun hingga semua sekolah siap menerapkannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain