16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41131

Diduga Miliki Sabu, Satpam RSUD Ajibarang Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Petugas satuan pengamanan yang bertugas di rumah sakit umum daerah Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dicokok karena duduga menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
“Tersangka berinisial AD (41), warga Ajibarang. Dia ditangkap pada hari Kamis (4/12) sekitar pukul 23.30 WIB saat berada di Pos Satpam RSUD Ajibarang,” kata Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono di Purwokerto, Minggu (7/12).
Menurut dia, penangkapan terhadap tersangka AD berawal dari informasi warga jika ada satpam RSUD Ajibarang yang menggunakan sabu-sabu. Berdasarkan informasi tersebut, kata dia, pihaknya segera melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang disebut oleh warga.
Setelah mendapatkan keterangan dan informasi yang cukup, lanjut dia, pihaknya langsung mencokok AD yang sedang berada di Pos Satpam RSUD Ajibarang. “Selanjutnya, kami membawa tersangka ke rumahnya dan menemukan sabu-sabu seharga Rp800 ribu serta alat isap sabu-sabu atau bong. Tersangka mengaku hanya sebagai pengguna,” katanya.
Akan tetapi, hingga saat ini, kata dia, tersangka AD masih bungkam soal asal narkoba jenis sabu-sabu tersebut. Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan asal sabu-sabu yang diperoleh tersangka AD.
“Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 11 Ayat (1) juncto Pasal 127 Ayat (1) Huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Tanpa ke Pasar Modal, Pertamina Memang Harus Transparan

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong agar perusahaan minyak dan gas (migas) PT Pertamina (Persero) segera menerbitkan obligasi rupiah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Agar perusahaan plat merah itu dapat lebih transparan.
Menurut pengamat ekonomi dari Koalisi Anti Utang Dani Setiawan, sebagai perusahaan negara yang diatur UUD 1945, maka Pertamina sudah seharusnya terbuka dan transparan kepada rakyat. Tanpa perlu menggunakan pasar modal.
“Berdasarkan UUD 1945, BUMN itu juga milik rakyat, tanpa melalui BEI pun Pertamina memang seharusnya terbuka pada rakyat,” kata Dani dalam acara diskusi terbuka di Jakarta, Minggu (7/12).
Sementara itu, mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai langkah  tersebut akan menjadi awal dari privatisasi Pertamina dan jelas melanggar UUD 1945.
“Pertamina yang penting jangan sampai diprivatisasi. Jangan sampai ini menjadi awal dari privatisasi untuk pertamina, ini semakin melanggar Pasal 33,” kata Fuad saat ditemui usai menghadiri pengajian bulanan PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (5/12) malam.
Menurutnya, harus ada jaminan tidak akan menjadi privatisasi jika Pertamina melakukan ‘listed’ di pasar modal. Meskipun tujuannya agar menjadi perusahaan yang transparan, tapi harus juga diperhatikan resikonya.
“Kalaupun Pertamina mau listing hutang, itu harus ada jaminan kalo ini bukan awal untuk memprivatisasi atau menswastakan Pertamina. Itu aja, karena hal tersebut semakin menyimpang terhadap pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Tanpa ke Pasar Modal, Pertamina Memang Harus Transparan

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong agar perusahaan minyak dan gas (migas) PT Pertamina (Persero) segera menerbitkan obligasi rupiah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Agar perusahaan plat merah itu dapat lebih transparan.
Menurut pengamat ekonomi dari Koalisi Anti Utang Dani Setiawan, sebagai perusahaan negara yang diatur UUD 1945, maka Pertamina sudah seharusnya terbuka dan transparan kepada rakyat. Tanpa perlu menggunakan pasar modal.
“Berdasarkan UUD 1945, BUMN itu juga milik rakyat, tanpa melalui BEI pun Pertamina memang seharusnya terbuka pada rakyat,” kata Dani dalam acara diskusi terbuka di Jakarta, Minggu (7/12).
Sementara itu, mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai langkah  tersebut akan menjadi awal dari privatisasi Pertamina dan jelas melanggar UUD 1945.
“Pertamina yang penting jangan sampai diprivatisasi. Jangan sampai ini menjadi awal dari privatisasi untuk pertamina, ini semakin melanggar Pasal 33,” kata Fuad saat ditemui usai menghadiri pengajian bulanan PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (5/12) malam.
Menurutnya, harus ada jaminan tidak akan menjadi privatisasi jika Pertamina melakukan ‘listed’ di pasar modal. Meskipun tujuannya agar menjadi perusahaan yang transparan, tapi harus juga diperhatikan resikonya.
“Kalaupun Pertamina mau listing hutang, itu harus ada jaminan kalo ini bukan awal untuk memprivatisasi atau menswastakan Pertamina. Itu aja, karena hal tersebut semakin menyimpang terhadap pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Bangkalan Kerahkan Brimob Amankan Pilkades

Jakarta, Aktual.co — Polres Bangkalan, Madura, mengerahkan pasukan Brimob Polda Jatim ke Desa Durjan, Kecamatan Kokop, guna mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa, Senin (8/12).
“Pengerahan pasukan Brimob ke lokasi pilkades di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan itu karena berdasarkan survei dan pemantauan yang kami lakukan selama ini, pilkades di desa itu berpotensi rawan,” kata Kapolres AKBP Sulistijono di Bangkalan, Minggu (7/12).
Pasukan yang diterjunkan ke Desa Durjan, Kecamatan Kokop, itu terdiri dari dua kompi pasukan Brimob Polda Jatim yang berkedudukan di Pamekasan dan Tandes, Surabaya. “Mereka juga masih didukung satu kompi aparat TNI dari Kodim 0829 dan satu kompi Sabhara Polres Bangkalan.”
Menurut kapolres, potensi kerawanan di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan dalam pelaksanaan pilkades itu, karena beberapa hal. Selain karena jumlah pemilih di desa itu banyak, yakni mencapai 6.000 orang, serta adanya permasalahan selama tahapan pelaksanaan pilkades berlangsung, juga karena secara geografis Desa Durjan tergolong terpencil, yakni jauh dari pusat kota.
Atas dasar pertimbangan itu, Polres Bangkalan meminta bantuan pasukan Brimob dari Polda Jatim guna mengamankan pelaksanaan pilkades di desa itu. Setidaknya ada delapan truk dan empat mobil yang mengangkut personel polisi dari Brimob Polda, Minggu (7/12), telah tiba di Mapolres Bangkalan.
Mereka akan berangkat ke lokasi pilkades di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Minggu (7/12) sore, karena pilkades akan digelar Senin (8/12). Selain persoalan letak geografis, situasi di Bangkalan hingga kini masih tegang, menyusul penangkapan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron oleh KPK dalam kasus dugaan pasokan migas.
Di Kabupaten Bangkalan, saat ini terdapat 179 dari sebanyak 273 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bangkalan belum memiliki kepala desa definitif.
Sebelumnya, Kepala Bapemas Bangkalan Ismet Effendi menyatakan Pemkab Bangkalan memang berencana menggelar pilkades serentak, sesuai sesuai dengan ketentuan, sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“Memang, disarankan untuk menggelar pilkades serentak, karena biaya pelaksanaan kepala desa ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polres Bangkalan Kerahkan Brimob Amankan Pilkades

Jakarta, Aktual.co — Polres Bangkalan, Madura, mengerahkan pasukan Brimob Polda Jatim ke Desa Durjan, Kecamatan Kokop, guna mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa, Senin (8/12).
“Pengerahan pasukan Brimob ke lokasi pilkades di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan itu karena berdasarkan survei dan pemantauan yang kami lakukan selama ini, pilkades di desa itu berpotensi rawan,” kata Kapolres AKBP Sulistijono di Bangkalan, Minggu (7/12).
Pasukan yang diterjunkan ke Desa Durjan, Kecamatan Kokop, itu terdiri dari dua kompi pasukan Brimob Polda Jatim yang berkedudukan di Pamekasan dan Tandes, Surabaya. “Mereka juga masih didukung satu kompi aparat TNI dari Kodim 0829 dan satu kompi Sabhara Polres Bangkalan.”
Menurut kapolres, potensi kerawanan di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan dalam pelaksanaan pilkades itu, karena beberapa hal. Selain karena jumlah pemilih di desa itu banyak, yakni mencapai 6.000 orang, serta adanya permasalahan selama tahapan pelaksanaan pilkades berlangsung, juga karena secara geografis Desa Durjan tergolong terpencil, yakni jauh dari pusat kota.
Atas dasar pertimbangan itu, Polres Bangkalan meminta bantuan pasukan Brimob dari Polda Jatim guna mengamankan pelaksanaan pilkades di desa itu. Setidaknya ada delapan truk dan empat mobil yang mengangkut personel polisi dari Brimob Polda, Minggu (7/12), telah tiba di Mapolres Bangkalan.
Mereka akan berangkat ke lokasi pilkades di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Minggu (7/12) sore, karena pilkades akan digelar Senin (8/12). Selain persoalan letak geografis, situasi di Bangkalan hingga kini masih tegang, menyusul penangkapan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron oleh KPK dalam kasus dugaan pasokan migas.
Di Kabupaten Bangkalan, saat ini terdapat 179 dari sebanyak 273 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bangkalan belum memiliki kepala desa definitif.
Sebelumnya, Kepala Bapemas Bangkalan Ismet Effendi menyatakan Pemkab Bangkalan memang berencana menggelar pilkades serentak, sesuai sesuai dengan ketentuan, sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“Memang, disarankan untuk menggelar pilkades serentak, karena biaya pelaksanaan kepala desa ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Penumpang Muntah-muntah, Pesawat Ini Harus Mendarat Darurat

Jakarta, Aktual.co — Pesawat milik Maskapai US Airlines rute Tel Aviv, Israel, menuju Philadephia, AS, terpaksa harus mendarat darurat di Bandara Fiumicino, Roma, Italia, karena 16 penumpangnya mengalami muntah-muntah.
Insiden tersebut, penumpang diduga disebabkan kerusakan ventilasi, yang mengakibatkan bau busuk di dalam kabin. Namun, beruntung kondisi tak berubah makin buruk, lantaran gerak cepat yang dilakukan petugas bandara terhadap seluruh penumpang.
“Kami terpaksa mendarat darurat di Roma, karena ada 16 orang yang mengalami sakit,” kata juru bicara maskapai tersebut, seperti dikutip dari dailymail, Minggu (7/12).
Dia mengatakan, dari 16 penumpang dua di antaranya serta seorang kru terpaksa ikut dirawat intensif. Atas insiden tersebut, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti muntahnya penumpang. 
Untuk sementara pesawat masih berada di Roma, adapun seluruh penumpang telah melanjutkan perjalanannya dengan penerbangan lain. “Kami masih melakukan penyelidikan guna menguak kasus ini,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain