17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41145

Koni Kaltim Kirim 62 Atlet untuk Ikuti Pon Remaja

Jakarta, Aktual.co — Komite Olahraga Nasioanal Indonesia Kalimantan Timur mengirimkan 62 atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional Remaja yang akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur 9-15 Desember 2014.
Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan, 62 atlet tersebut akan bertanding di 13 cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON yang baru pertama kali dilaksanakan itu.
“Keseluruhan cabang yang dipertandingkan di PON Remaja itu sebanyak 15 cabang olahraga, namun Kaltim hanya bisa lolos untuk mengikuti 13 cabang melalui proses babak pra-kualifikasi,” kata Zuhdi di Samarinda, Minggu (7/12).
Dia mengatakan, dari 13 cabang yang diikuti KONI Kaltim berharap bisa meraih hasil terbaik, seperti halnya pencapaian prestasi pada saat babak kualifikasi PON Remaja.
Dia menyebut, 13 cabang olahraga yang lolos tersebut merupakan peraih medali emas dan perak, pada saat kualifikasi di zona wilayah masing-masing.
Zuhdi berharap semua atlet yang dikirim bisa memenuhi target yang dibebankan oleh cabang olahraga masing-masing. “Minimal pencapaian prestasi kita seperti PON sesungguhnya yakni bisa menjadi yang terbaik khususnya di luar kontingen Pulau Jawa,” katanya.
Kontingen Kaltim telah berangkat untuk mengikuti PON Remaja, sejak Kamis (5/12), yakni cabang olahraga renang, bola voli pantai dan sepak bola.
Kedua cabang tersebut, kata Zuhdi, telah memulai pertandingan sebelum acara pembukaan yang dijadwalkan 9 Desember 2014.
Sementara 10 cabang olahraga lainnya diberangkatkan pada Minggu (7/12), yakni cabang Tenis Meja, Tenis Lapangan, Judo, Atletik, Bulu Tangkis, Menembak, Anggar, Senam, Bola,Squas, Pencak Silat dan Panahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Produk UMKM Harus Masuk Supermarket

Jakarta, Aktual.co — Usaha Mikro Kecil Mengenah (UMKM) merupakan pilar-pilar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Banyak cara bisa ditempuh untuk mengembangkan UMKM ini, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat yang mewajibkan setiap pasar modern menjual produk UMKM.
Pemkab Cianjur memang menerbitkan regulasi yang mewajibkan setiap pengelola pasar modern termasuk minimarket dan supermarket untuk mendagangkan produk UMKM.
“Langkah ini diambil mendorong agar UMKM lebih maju dan berkembang dan dapat memiliki daya saing,” ujar Sekertaris Daerah (Sekda) Cianjur, Oting Zaenal di Cianjur, Minggu (7/12).
Dalam regulasi ini, setiap supermarket dan minimarket harus memberikan porsi produk UMKM untuk dijual. Dengan demikian UMKM akan terdorong untuk memperkuat daya saing dengan produk asing.
“Saat ini memang ada salah satu departement store yang sudah memberikan porsi bagi produk UMKM. Kami inginkan semuanya seperti itu, makanya perlu aturan yang mengikat. Kami tengah megodog regulasinya seperti apa. Yang jelas kita ingin mewajibkan setiap pengusaha itu memberikan porsi produk UMKM dalam menjual produknya.” katanya.
Hanya saja belum dipastikan apakah Pemkab Cianjur akan mengatur maslah ini melalui Peraturan Daerah (Perda) atau cukup dengan Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Kami akan bicarakan itu, intinya ini harus segera dilakukan untuk mendorong produk UMKM bisa lebih maju dan berkembang serta memiliki daya saing,” tutup Oting.

Artikel ini ditulis oleh:

Produk UMKM Harus Masuk Supermarket

Jakarta, Aktual.co — Usaha Mikro Kecil Mengenah (UMKM) merupakan pilar-pilar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Banyak cara bisa ditempuh untuk mengembangkan UMKM ini, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat yang mewajibkan setiap pasar modern menjual produk UMKM.
Pemkab Cianjur memang menerbitkan regulasi yang mewajibkan setiap pengelola pasar modern termasuk minimarket dan supermarket untuk mendagangkan produk UMKM.
“Langkah ini diambil mendorong agar UMKM lebih maju dan berkembang dan dapat memiliki daya saing,” ujar Sekertaris Daerah (Sekda) Cianjur, Oting Zaenal di Cianjur, Minggu (7/12).
Dalam regulasi ini, setiap supermarket dan minimarket harus memberikan porsi produk UMKM untuk dijual. Dengan demikian UMKM akan terdorong untuk memperkuat daya saing dengan produk asing.
“Saat ini memang ada salah satu departement store yang sudah memberikan porsi bagi produk UMKM. Kami inginkan semuanya seperti itu, makanya perlu aturan yang mengikat. Kami tengah megodog regulasinya seperti apa. Yang jelas kita ingin mewajibkan setiap pengusaha itu memberikan porsi produk UMKM dalam menjual produknya.” katanya.
Hanya saja belum dipastikan apakah Pemkab Cianjur akan mengatur maslah ini melalui Peraturan Daerah (Perda) atau cukup dengan Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Kami akan bicarakan itu, intinya ini harus segera dilakukan untuk mendorong produk UMKM bisa lebih maju dan berkembang serta memiliki daya saing,” tutup Oting.

Artikel ini ditulis oleh:

Karakter Dwi Soetjipto Disebut Membahayakan Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menilai Dwi Soetjipto tidak tepat memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekelas PT Pertamina (Persero). Sosok seperti mantan Ditut PT Semen Indonesia (persero) ini dapat membahayakan masa depan Pertamina karena doyan melakukan privatisasi dan meninggalkan utang.
“Dwi merupakan sosok yang sangat berpengalaman dalam privatisasi PT Semen Indonesia, hingga perusahaan ini 49 persen sahamnya dikuasai oles swasta dan sebagian besar asing. Ini peringatan dari kami untuk kesekian kali. Cara-cara sepeti ini sangat membahayakan BUMN kita. Sekarang bisa melalui hutang luar negeri dan pasar keuangan,” kata Salamuddin Daeng dalam sebuah diskusi di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selata, Minggu, (7/12)
Selain menjadikan PT Semen Indonesia (persero) sebagai ‘korban privatisasi Dwi’, dia juga disebut sebagai pelalu adanya hutang PT Semen Indonesia yang  meningkat drastis.
“Sejak dipegang Dwi Soetjipto hingga dia keluar, Semen Indonesia memiliki utang dan kewajiban sebesar Rp 11,476 triliun,”  beber Salamuddin Daeng
Salamuddin menegaskan, keahlian Dwi dalam hal privatisasi atau divestasi tidak sejalan dengan visi Kabinet Kerja Jokowi-JK. Apalagi rencana dan minat privatisasi disampaikan secara gamblang oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, sesaat setelah pengangkatan Dwi.
“Rini Soemarno memerintahkan Pertamina, untuk melakukan listing terhadap utang-utang Pertamina dengan menerbitkan obligasi rupiah, agar tercatat di pasar modal,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Karakter Dwi Soetjipto Disebut Membahayakan Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menilai Dwi Soetjipto tidak tepat memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekelas PT Pertamina (Persero). Sosok seperti mantan Ditut PT Semen Indonesia (persero) ini dapat membahayakan masa depan Pertamina karena doyan melakukan privatisasi dan meninggalkan utang.
“Dwi merupakan sosok yang sangat berpengalaman dalam privatisasi PT Semen Indonesia, hingga perusahaan ini 49 persen sahamnya dikuasai oles swasta dan sebagian besar asing. Ini peringatan dari kami untuk kesekian kali. Cara-cara sepeti ini sangat membahayakan BUMN kita. Sekarang bisa melalui hutang luar negeri dan pasar keuangan,” kata Salamuddin Daeng dalam sebuah diskusi di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selata, Minggu, (7/12)
Selain menjadikan PT Semen Indonesia (persero) sebagai ‘korban privatisasi Dwi’, dia juga disebut sebagai pelalu adanya hutang PT Semen Indonesia yang  meningkat drastis.
“Sejak dipegang Dwi Soetjipto hingga dia keluar, Semen Indonesia memiliki utang dan kewajiban sebesar Rp 11,476 triliun,”  beber Salamuddin Daeng
Salamuddin menegaskan, keahlian Dwi dalam hal privatisasi atau divestasi tidak sejalan dengan visi Kabinet Kerja Jokowi-JK. Apalagi rencana dan minat privatisasi disampaikan secara gamblang oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, sesaat setelah pengangkatan Dwi.
“Rini Soemarno memerintahkan Pertamina, untuk melakukan listing terhadap utang-utang Pertamina dengan menerbitkan obligasi rupiah, agar tercatat di pasar modal,” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Kabinet Kerja Berkembang Jadi Kabinet Oplosan

Jakarta, Aktual.co — Berbagai kebijakan yang sudah diambil pemerintahan Jokowi mendapat perhatian kritis dari sejumlah kalangan. Salah satunya terkait kerjasama yang akan dibangun PT Pertamina dengan perusahaan migas asal Angola, Senangol.
“Seanangol muncul, tau-tau sudah perjanjian dan katanya lebih murah. Ini kan tidak jelas, padahal migas ini adalah persoalan yang langsung berkaitan dengan rakyat,” ujar Adhie Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dalam sebuah diskusi di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/12).
Adhie menambahkan, kebijakan yang diambil pemerintah menunjukkan bahwa arah jalannya pemerintah sudah semakin simpang siur.
“Makin kasini kabinetnya oplosannya makin jelas. Filosofi kabinet kerja itu semacam oplosan lah, sehingga di tenggak makin mematikan,” ucap Adhie dengan nada kesal.
Adhie menilai BUMN sangat mungkin dijadikan bancakan politik. Apalagi makin kesini, politik makin membutuhkan uang yang cepat.
“Nanti kebelakangnya kebutuhan dana politik makin besar. Dana subsidi itulah, inilah. Kalu ada dana, dalam konteks migas ini kenapa paling rawan? karena KPK tidak bisa menditeksi,” cetus Adhie.
Adhie pun mengingatkan bahwa permainan di sektor migas ini sangat luar biasa. “Saya menjamin Faisal Basri tidak bisa bekerja dengan baik,” tegas Adhie.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain