18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41161

Film Tiongkok Ini Kisahkan Kerja Paksa Dibalik Jeruji Kamp Tahanan

Jakarta, Aktual.co —  Film “Tears & Blood Behind Made in China” (Air Mata dan Darah di balik Produk Tiongkok) menyoroti produk murah buatan negeri komunis itu yang dihasilkan oleh para pekerja paksa di balik jeruji kamp tahanan.
“Setelah pemutaran film ini terdapat gambaran apa yang terjadi di Tiongkok sana. Ini akan bermanfaat untuk kita bahwa terjadi pelanggaran HAM di Laogai (penjara kerja paksa). Lebih dari itu, terjadi pembohongan terhadap konsumen di seluruh dunia terkait produk murah 
Tiongkok yang dibuat dari tangan para pekerja paksa,” kata Lisa (perempuan, 35 tahun) yang menjadi salah satu korban kerja paksa seusai pemutaran film “Tears & Blood Behind Made in China” di Pusat Kebudayaan Rusia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (06/12).
Dari film tersebut disampaikan terdapat setidaknya 300 Laogai dengan 80 persennya diisi tahanan dari praktisi Falun Gong. Sementara sisanya merupakan Muslim Uighur/Xinjiang, pecandu narkoba, pelacur dan tahanan lainnya.
Falun Gong yang terus tumbuh, kata Lisa, justru dianggap mengancam komunisme yang menjadi paham negara Tiongkok. Dia tidak habis pikir mengapa pemerintahannya dengan tangan polisi menangkapi, memenjara tanpa peradilan dan memaksa bekerja dengan upah rendah para praktisi Falun Gong.
Terdapat sekitar 15 jenis siksaan bagi para pekerja paksa apabila mereka dianggap tidak patuh terhadap aturan di dalam Laogai. Di antaranya disengat listrik, dipukuli, dicabuli dan jenis siksaan lainnya.
Siksaan itu juga ditujukan untuk mencuci otak para tahanan agar mengikuti ideologi komunisme Tiongkok. Praktek kerja paksa atau Laogai di Tiongkok sendiri telah berlangsung lama atau sejak 1950-an saat Mao Zedong berkuasa.
Kerja paksa diterapkan sesuai amanat konstitusi negara itu untuk menyingkirkan pelaku kriminal sampai musuh-musuh politik Beijing. Laogai dapat menjerat pelaku hingga empat tahun penjara tanpa pengadilan.
Jenis hukuman tersebut kerap mengundang kritik dari para aktivis HAM terutama dari Barat. Tiongkok sendiri belum kunjung menghapus sistem Laogai itu meski kerap menyatakan akan mereformasi sistem hukuman tersebut.
Lisa membenarkan terjadinya sejumlah peristiwa di dalam film “Tears & Blood Behind Made in China” lantaran dirinya sempat ditahan selama empat tahun empat bulan di kamp kerja paksa Tiongkok.
Lisa seharusnya hanya ditahan selama empat tahun. Tapi dirinya mengaku penahanannya diperpanjang empat bulan.
“Dengan bayaran tak seberapa, sekitar 10 yuan (setara Rp20 ribu) per bulan, kami dipaksa bekerja sampai 21 jam setiap hari sepanjang tahun,” katanya.
Lisa menceritakan dirinya bersama tahanan lain memproduksi berbagai produk di Laogai itu, seperti pernak-pernik pohon natal, mainan dan produk lain yang biasanya menjadi komoditas ekspor Tiongkok.
Produk-produk ekspor tersebut juga diyakininya mendatangkan devisa serta menopang perekonomian nasional Negeri Tirai Bambu. Sementara itu pekerja paksa seperti dirinya tidak mendapatkan apa-apa selain bayaran kecil, penyiksaan dan tindakan diskriminatif lainnya.
Lisa mengatakan dirinya bersama sekitar 65 ribu praktisi spiritual Falun Gong telah ditangkap oleh pemerintah Tiongkok. Kini dia telah berhasil lari dari Tiongkok dan sedang mencari suaka. Sementara itu, nahas bagi ibu dan kakak Lisa telah meninggal akibat disiksa di Logai.

Artikel ini ditulis oleh:

Film Tiongkok Ini Kisahkan Kerja Paksa Dibalik Jeruji Kamp Tahanan

Jakarta, Aktual.co —  Film “Tears & Blood Behind Made in China” (Air Mata dan Darah di balik Produk Tiongkok) menyoroti produk murah buatan negeri komunis itu yang dihasilkan oleh para pekerja paksa di balik jeruji kamp tahanan.
“Setelah pemutaran film ini terdapat gambaran apa yang terjadi di Tiongkok sana. Ini akan bermanfaat untuk kita bahwa terjadi pelanggaran HAM di Laogai (penjara kerja paksa). Lebih dari itu, terjadi pembohongan terhadap konsumen di seluruh dunia terkait produk murah 
Tiongkok yang dibuat dari tangan para pekerja paksa,” kata Lisa (perempuan, 35 tahun) yang menjadi salah satu korban kerja paksa seusai pemutaran film “Tears & Blood Behind Made in China” di Pusat Kebudayaan Rusia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (06/12).
Dari film tersebut disampaikan terdapat setidaknya 300 Laogai dengan 80 persennya diisi tahanan dari praktisi Falun Gong. Sementara sisanya merupakan Muslim Uighur/Xinjiang, pecandu narkoba, pelacur dan tahanan lainnya.
Falun Gong yang terus tumbuh, kata Lisa, justru dianggap mengancam komunisme yang menjadi paham negara Tiongkok. Dia tidak habis pikir mengapa pemerintahannya dengan tangan polisi menangkapi, memenjara tanpa peradilan dan memaksa bekerja dengan upah rendah para praktisi Falun Gong.
Terdapat sekitar 15 jenis siksaan bagi para pekerja paksa apabila mereka dianggap tidak patuh terhadap aturan di dalam Laogai. Di antaranya disengat listrik, dipukuli, dicabuli dan jenis siksaan lainnya.
Siksaan itu juga ditujukan untuk mencuci otak para tahanan agar mengikuti ideologi komunisme Tiongkok. Praktek kerja paksa atau Laogai di Tiongkok sendiri telah berlangsung lama atau sejak 1950-an saat Mao Zedong berkuasa.
Kerja paksa diterapkan sesuai amanat konstitusi negara itu untuk menyingkirkan pelaku kriminal sampai musuh-musuh politik Beijing. Laogai dapat menjerat pelaku hingga empat tahun penjara tanpa pengadilan.
Jenis hukuman tersebut kerap mengundang kritik dari para aktivis HAM terutama dari Barat. Tiongkok sendiri belum kunjung menghapus sistem Laogai itu meski kerap menyatakan akan mereformasi sistem hukuman tersebut.
Lisa membenarkan terjadinya sejumlah peristiwa di dalam film “Tears & Blood Behind Made in China” lantaran dirinya sempat ditahan selama empat tahun empat bulan di kamp kerja paksa Tiongkok.
Lisa seharusnya hanya ditahan selama empat tahun. Tapi dirinya mengaku penahanannya diperpanjang empat bulan.
“Dengan bayaran tak seberapa, sekitar 10 yuan (setara Rp20 ribu) per bulan, kami dipaksa bekerja sampai 21 jam setiap hari sepanjang tahun,” katanya.
Lisa menceritakan dirinya bersama tahanan lain memproduksi berbagai produk di Laogai itu, seperti pernak-pernik pohon natal, mainan dan produk lain yang biasanya menjadi komoditas ekspor Tiongkok.
Produk-produk ekspor tersebut juga diyakininya mendatangkan devisa serta menopang perekonomian nasional Negeri Tirai Bambu. Sementara itu pekerja paksa seperti dirinya tidak mendapatkan apa-apa selain bayaran kecil, penyiksaan dan tindakan diskriminatif lainnya.
Lisa mengatakan dirinya bersama sekitar 65 ribu praktisi spiritual Falun Gong telah ditangkap oleh pemerintah Tiongkok. Kini dia telah berhasil lari dari Tiongkok dan sedang mencari suaka. Sementara itu, nahas bagi ibu dan kakak Lisa telah meninggal akibat disiksa di Logai.

Artikel ini ditulis oleh:

Peristiwa Penting Sebelum Hari Kiamat

Jakarta, Aktual.co — Salah satu peristiwa penting yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat adalah keluarnya Dajjal. Dajjal menawarkan dua hal berkebalikan dengan kebaikan serta kebahagiaan yang dibungkus dengan kesengsaraan dan kebinasaan yang ditawarkan dalam kemasan keselamatan. Dajjal akan mencari pengikut sebanyak mungkin untuk menemaninya di Neraka Jahannam.
Dalam sebuah hadits disebutkan bawa Dajjal keluar dari sebuah negeri di wilayah Timur. Ia muncul bersama tujuh ribu orang Yahudi sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih yang lainnya. Ia dan tentaranya berkeliling ke seluruh penjuru dunia untuk menyesatkan manusia.
Dahsyatnya fitnah Dajjal tersebut, hingga Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berlindung kepada Allah SWT secara khusus dari siksa Dajjal. Bahkan, di antara keutamaan Surah Al-Kahfi yang disunnahkan untuk dibaca di hari Jumat adalah ayat-ayat di surah tersebut bisa melindungi pembacanya dari fitnah Dajjal dengan seizin Allah Ta’ala.
Dajjal berkeliling ke seluruh tempat. Namun, ada satu kota yang tidak bisa dimasukinya. Inilah kota yang dipenuhi keberkahan, keberkahan yang dihamparkan untuk tanahnya, tumbuhan, sayuran, buah-buahan, binatang ternak, air, penduduknya dan semua yang terdapat di atas dan bawahnya. Keberkahan ini merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada siapa atau apa yang dikehendaki-Nya.
“Di atas jalan-jalan dan celah-celah Kota Madinah,” sabda Sang Nabi pada suatu ketika, “terdapat para malaikat.” Karena dijaga oleh para malaikat itu, lanjut Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Maka ia tidak akan dapat dimasuki oleh wabah Tha’un maupun Dajjal.”
Itulah Kota Kenabian yang dijadikan oleh Rasulullah Saw sebagai tempat hijrah. Kota yang di atasnya berdiri Masjid Nabawi. Sebuah Masjid penuh keberkahan yang disunnahkan untuk dikunjungi, mendampingi Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Al-Aqsha di Palestina. Masjid yang jika shalat di dalamnya, maka diganjari pahala seperti shalat seribu kali di Masjid selainnya dan selain kedua Masjid mulia tersebut (Masjid al-Haram dan Al-Aqsha).
Sebab di kota itu terjamin banyak keberkahan, moga Allah Ta’ala berkenan memperjalankan kita semua untuk berkunjung, beribadah dan menjejaki sejarah kehidupan Rasulullah SAW dan sahabatnya di kota yang penuh kemuliaan itu.
(Sumber: Kisah Hikmah)

Artikel ini ditulis oleh:

Peristiwa Penting Sebelum Hari Kiamat

Jakarta, Aktual.co — Salah satu peristiwa penting yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat adalah keluarnya Dajjal. Dajjal menawarkan dua hal berkebalikan dengan kebaikan serta kebahagiaan yang dibungkus dengan kesengsaraan dan kebinasaan yang ditawarkan dalam kemasan keselamatan. Dajjal akan mencari pengikut sebanyak mungkin untuk menemaninya di Neraka Jahannam.
Dalam sebuah hadits disebutkan bawa Dajjal keluar dari sebuah negeri di wilayah Timur. Ia muncul bersama tujuh ribu orang Yahudi sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih yang lainnya. Ia dan tentaranya berkeliling ke seluruh penjuru dunia untuk menyesatkan manusia.
Dahsyatnya fitnah Dajjal tersebut, hingga Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berlindung kepada Allah SWT secara khusus dari siksa Dajjal. Bahkan, di antara keutamaan Surah Al-Kahfi yang disunnahkan untuk dibaca di hari Jumat adalah ayat-ayat di surah tersebut bisa melindungi pembacanya dari fitnah Dajjal dengan seizin Allah Ta’ala.
Dajjal berkeliling ke seluruh tempat. Namun, ada satu kota yang tidak bisa dimasukinya. Inilah kota yang dipenuhi keberkahan, keberkahan yang dihamparkan untuk tanahnya, tumbuhan, sayuran, buah-buahan, binatang ternak, air, penduduknya dan semua yang terdapat di atas dan bawahnya. Keberkahan ini merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada siapa atau apa yang dikehendaki-Nya.
“Di atas jalan-jalan dan celah-celah Kota Madinah,” sabda Sang Nabi pada suatu ketika, “terdapat para malaikat.” Karena dijaga oleh para malaikat itu, lanjut Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Maka ia tidak akan dapat dimasuki oleh wabah Tha’un maupun Dajjal.”
Itulah Kota Kenabian yang dijadikan oleh Rasulullah Saw sebagai tempat hijrah. Kota yang di atasnya berdiri Masjid Nabawi. Sebuah Masjid penuh keberkahan yang disunnahkan untuk dikunjungi, mendampingi Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Al-Aqsha di Palestina. Masjid yang jika shalat di dalamnya, maka diganjari pahala seperti shalat seribu kali di Masjid selainnya dan selain kedua Masjid mulia tersebut (Masjid al-Haram dan Al-Aqsha).
Sebab di kota itu terjamin banyak keberkahan, moga Allah Ta’ala berkenan memperjalankan kita semua untuk berkunjung, beribadah dan menjejaki sejarah kehidupan Rasulullah SAW dan sahabatnya di kota yang penuh kemuliaan itu.
(Sumber: Kisah Hikmah)

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Siswa Sakit, Pasca Makan Siang Gratis di India

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Sebanyak 29 anak jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis di satu sekolah di Negara Bagian Chhattigarh, India Tengah, kata seorang pejabat senior polisi.

Semua anak tersebut telah dibawa ke satu rumah sakit pemerintah, tempat mereka dikatakan berada dalam kondisi stabil, kata pejabat polisi itu –yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

“Peristiwa ini terjadi di sekolah di Kabupaten Korba di negara bagian tersebut. Penyelidikan telah diperintahkan untuk dilakukan mengenai peristiwa itu,” tambah pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua , Sabtu (06/12) malam.

Sekolah di India memberikan makan siang gratis untuk menarik anak-anak agar mau bersekolah. Namun kualitas makanan itu seringkali sangat buruk.

Sebelumnya pada Juli, 15 siswa jatuh sakit, setelah mengkonsumsi makan siang di satu sekolah pemerintah di Negara Bagian Bihar, India Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Siswa Sakit, Pasca Makan Siang Gratis di India

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Sebanyak 29 anak jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis di satu sekolah di Negara Bagian Chhattigarh, India Tengah, kata seorang pejabat senior polisi.

Semua anak tersebut telah dibawa ke satu rumah sakit pemerintah, tempat mereka dikatakan berada dalam kondisi stabil, kata pejabat polisi itu –yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

“Peristiwa ini terjadi di sekolah di Kabupaten Korba di negara bagian tersebut. Penyelidikan telah diperintahkan untuk dilakukan mengenai peristiwa itu,” tambah pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua , Sabtu (06/12) malam.

Sekolah di India memberikan makan siang gratis untuk menarik anak-anak agar mau bersekolah. Namun kualitas makanan itu seringkali sangat buruk.

Sebelumnya pada Juli, 15 siswa jatuh sakit, setelah mengkonsumsi makan siang di satu sekolah pemerintah di Negara Bagian Bihar, India Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain