19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41162

Puluhan Siswa Sakit, Pasca Makan Siang Gratis di India

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Sebanyak 29 anak jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis di satu sekolah di Negara Bagian Chhattigarh, India Tengah, kata seorang pejabat senior polisi.

Semua anak tersebut telah dibawa ke satu rumah sakit pemerintah, tempat mereka dikatakan berada dalam kondisi stabil, kata pejabat polisi itu –yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

“Peristiwa ini terjadi di sekolah di Kabupaten Korba di negara bagian tersebut. Penyelidikan telah diperintahkan untuk dilakukan mengenai peristiwa itu,” tambah pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua , Sabtu (06/12) malam.

Sekolah di India memberikan makan siang gratis untuk menarik anak-anak agar mau bersekolah. Namun kualitas makanan itu seringkali sangat buruk.

Sebelumnya pada Juli, 15 siswa jatuh sakit, setelah mengkonsumsi makan siang di satu sekolah pemerintah di Negara Bagian Bihar, India Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Siswa Sakit, Pasca Makan Siang Gratis di India

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Sebanyak 29 anak jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis di satu sekolah di Negara Bagian Chhattigarh, India Tengah, kata seorang pejabat senior polisi.

Semua anak tersebut telah dibawa ke satu rumah sakit pemerintah, tempat mereka dikatakan berada dalam kondisi stabil, kata pejabat polisi itu –yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

“Peristiwa ini terjadi di sekolah di Kabupaten Korba di negara bagian tersebut. Penyelidikan telah diperintahkan untuk dilakukan mengenai peristiwa itu,” tambah pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua , Sabtu (06/12) malam.

Sekolah di India memberikan makan siang gratis untuk menarik anak-anak agar mau bersekolah. Namun kualitas makanan itu seringkali sangat buruk.

Sebelumnya pada Juli, 15 siswa jatuh sakit, setelah mengkonsumsi makan siang di satu sekolah pemerintah di Negara Bagian Bihar, India Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Komunitas Motor Ini Utamakan Silaturahmi

Jakarta, Aktual.co — Komunitas motor Yamaha Vega yang berada di Jakarta, Crew Lovers Vega Jakarta (Covaja) diresmikan pada 4 April 2014 lalu. Komunitas ini bertujuan menjalin kebersamaan serta kekompakan di internal maupun eksternal anggota biker.  
Andri, wakil ketua Covaja, menjelaskan, kini jumlah anggota Covaja baru sekitar tujuh orang, usianya berkisar antara 15-27 tahun. Meski terbilang baru, kegiatan Covaja banyak diisi dengan kopi darat (kopdar), solidaritas kawan (sowan) dan touring. 
“Kalau kopdar kita itu sebulan dua kali. Jatuhnya setiap malam Minggu di depan stasiun Gambir,” terang Andri, di kawasan Monas, Jakarta Pusat. 
Kelebihan dari Covaja terletak pada silaturahmi yang erat.  “Karena kita lebih mengedepankan tali persaudaraan,” ucapnya.
Koleksi motor Yamaha Vega tertua yang ada di Covaja, kata Andri, adalah produksi tahun 2001. “Dan, di sini ada lima motor,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Komunitas Motor Ini Utamakan Silaturahmi

Jakarta, Aktual.co — Komunitas motor Yamaha Vega yang berada di Jakarta, Crew Lovers Vega Jakarta (Covaja) diresmikan pada 4 April 2014 lalu. Komunitas ini bertujuan menjalin kebersamaan serta kekompakan di internal maupun eksternal anggota biker.  
Andri, wakil ketua Covaja, menjelaskan, kini jumlah anggota Covaja baru sekitar tujuh orang, usianya berkisar antara 15-27 tahun. Meski terbilang baru, kegiatan Covaja banyak diisi dengan kopi darat (kopdar), solidaritas kawan (sowan) dan touring. 
“Kalau kopdar kita itu sebulan dua kali. Jatuhnya setiap malam Minggu di depan stasiun Gambir,” terang Andri, di kawasan Monas, Jakarta Pusat. 
Kelebihan dari Covaja terletak pada silaturahmi yang erat.  “Karena kita lebih mengedepankan tali persaudaraan,” ucapnya.
Koleksi motor Yamaha Vega tertua yang ada di Covaja, kata Andri, adalah produksi tahun 2001. “Dan, di sini ada lima motor,” pungkasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nilai Jual Tinggi, Petani Cirebon Lirik Tanam Tembakau Hitam

Jakarta, Aktual.co — Para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Jawa Barat, mulai meminati tembakau hitam karena harga jualnya stabil dibandingkan tembakau lokal.

Suryana salah seorang petani di perbatasan Cirebon-Kuningan kepada wartawan, Sabtu (06/12), mengatakan, petani di Cirebon, Kuningan dan Majalengka mulai lirik tembakau hitam karena harga jualnya bertahan tinggi dibandingkan tembaku lain.

Tembakau hitam cocok dan tumbuh subur dikembangkan di daerah Pantura mulai Cirebon, lereng Gunung Ciremai Kuningan dan perbatasan Majalengka dengan Sumedang. Selain itu perawatannya cukup sederhana. Meski petani harus rajin memperhatikan tembakau.
 
Ia mengatakan, permintaan tembakau untuk kebutuhan perajin rokok lokal cukup menjanjikan sehingga minat tanam masih stabil dibandingkan tebu dan palawija. Hapannya pemerintah memberikan pengarahan kepada mereka.

Sementara itu, Tohidin, petani lain di Kuningan mengaku, budidaya tembakau masih tetap diminati para petani lereng gunung Ciremai, karena permintaan dari perajin rokok masih cukup tinggi sehingga hasil panen mereka mudah dipasarkan.

Kini, kata dia, petani di lereng Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan mengembangkan tembakau hitam karena cocok dikembangkan di daerah pegunungan, selain itu harga jual usai panen stabil dibandingkan jenis lain.

Dikatakannya, tembakau hitam diminati pasar ekspor sehingga harganya menguntungkan bagi petani di Kuningan, kini bisa tembus Rp 50 ribu per kilogram.
    

Artikel ini ditulis oleh:

Nilai Jual Tinggi, Petani Cirebon Lirik Tanam Tembakau Hitam

Jakarta, Aktual.co — Para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Jawa Barat, mulai meminati tembakau hitam karena harga jualnya stabil dibandingkan tembakau lokal.

Suryana salah seorang petani di perbatasan Cirebon-Kuningan kepada wartawan, Sabtu (06/12), mengatakan, petani di Cirebon, Kuningan dan Majalengka mulai lirik tembakau hitam karena harga jualnya bertahan tinggi dibandingkan tembaku lain.

Tembakau hitam cocok dan tumbuh subur dikembangkan di daerah Pantura mulai Cirebon, lereng Gunung Ciremai Kuningan dan perbatasan Majalengka dengan Sumedang. Selain itu perawatannya cukup sederhana. Meski petani harus rajin memperhatikan tembakau.
 
Ia mengatakan, permintaan tembakau untuk kebutuhan perajin rokok lokal cukup menjanjikan sehingga minat tanam masih stabil dibandingkan tebu dan palawija. Hapannya pemerintah memberikan pengarahan kepada mereka.

Sementara itu, Tohidin, petani lain di Kuningan mengaku, budidaya tembakau masih tetap diminati para petani lereng gunung Ciremai, karena permintaan dari perajin rokok masih cukup tinggi sehingga hasil panen mereka mudah dipasarkan.

Kini, kata dia, petani di lereng Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan mengembangkan tembakau hitam karena cocok dikembangkan di daerah pegunungan, selain itu harga jual usai panen stabil dibandingkan jenis lain.

Dikatakannya, tembakau hitam diminati pasar ekspor sehingga harganya menguntungkan bagi petani di Kuningan, kini bisa tembus Rp 50 ribu per kilogram.
    

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain