19 April 2026
Beranda blog Halaman 41190

Nilai Sosial Tak Dirubah, Anak Korban Miras Oplosan Bukan Hal Baru

Surabaya, Aktual.co — Maraknya peredaran miras oplosan yang didapatkan anak-anak di bawah umur bukanlah sebuah fenomena baru. 
Kejadian ini sudah sering terjadi  berulang-ulang. Hanya saja, kali ini dikejutkan dengan jumlah korban yang skalanya besar.
Kriminolog Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Kristoforus Kleden, mengatakan bahwa peristiwa tersebut hanya pergeseran nilai-nilai sosial tentang perilaku pergaulan yang terjadi pada anak-anak. 
“Jika dulu, miras dikosumsi oleh orang dewasa, sekarang sudah bergeser pada anak dibawah umur,” kata Kristoforus kepada Aktual.co, Jumat (12/12).
Hal ini bukan karena lemahnya polisi dalam memberikan sanksi pada penjual miras, atau pelaku miras yang hanya dikenakan tipiring. Namun, justru masyarakat, khususnya anak-anak yang menginginkan.
Kendatipun sudah banyak korban, anak-anak tetap tidak akan takut untuk mengkonsumsi minuman keras. Sebab, anak-anak ingin menunjukkan jati diri, hanya saja caranya yang salah.
“Selama nilai-nilai sosial tidak dirubah, maka  setahun kedepan, atau dua tahun bahkan sepuluh tahun ke depan, fenomena ini akan terus bertambah dan menjadi hal biasa. Anak-anak tetap akan menjadi korban,” Ujar Kristoforus.
Karena yang menjadi korban adalah anak-anak, lanjutnya, maka semua berasal dari rumah. Sehingga yang paling berperan untuk mengontrol nilai-nilai sosial pada anak  adalah orang tua. Tetapi ketika sudah berada di luar rumah dan menjadi pergaulan, maka masyarakat yang harus berperan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nilai Sosial Tak Dirubah, Anak Korban Miras Oplosan Bukan Hal Baru

Surabaya, Aktual.co — Maraknya peredaran miras oplosan yang didapatkan anak-anak di bawah umur bukanlah sebuah fenomena baru. 
Kejadian ini sudah sering terjadi  berulang-ulang. Hanya saja, kali ini dikejutkan dengan jumlah korban yang skalanya besar.
Kriminolog Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Kristoforus Kleden, mengatakan bahwa peristiwa tersebut hanya pergeseran nilai-nilai sosial tentang perilaku pergaulan yang terjadi pada anak-anak. 
“Jika dulu, miras dikosumsi oleh orang dewasa, sekarang sudah bergeser pada anak dibawah umur,” kata Kristoforus kepada Aktual.co, Jumat (12/12).
Hal ini bukan karena lemahnya polisi dalam memberikan sanksi pada penjual miras, atau pelaku miras yang hanya dikenakan tipiring. Namun, justru masyarakat, khususnya anak-anak yang menginginkan.
Kendatipun sudah banyak korban, anak-anak tetap tidak akan takut untuk mengkonsumsi minuman keras. Sebab, anak-anak ingin menunjukkan jati diri, hanya saja caranya yang salah.
“Selama nilai-nilai sosial tidak dirubah, maka  setahun kedepan, atau dua tahun bahkan sepuluh tahun ke depan, fenomena ini akan terus bertambah dan menjadi hal biasa. Anak-anak tetap akan menjadi korban,” Ujar Kristoforus.
Karena yang menjadi korban adalah anak-anak, lanjutnya, maka semua berasal dari rumah. Sehingga yang paling berperan untuk mengontrol nilai-nilai sosial pada anak  adalah orang tua. Tetapi ketika sudah berada di luar rumah dan menjadi pergaulan, maka masyarakat yang harus berperan. 

Artikel ini ditulis oleh:

MRT Siapkan Pembangunan Konstruksi Layang di Fatmawati

Jakarta, Aktual.co — PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta melakukan persiapan pembangunan konstruksi layang (elevated) MRT di sepanjang Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan mulai hari Jumat.

“Kegiatan utama sebagai persiapan pembangunan konstruksi di sepanjang koridor tersebut saat ini adalah pekerjaan pembongkaran median jalan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami dalam siaran persnya, Jumat (12/12).

Menurut Dono, pembongkaran median jalan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan persiapan untuk aktivitas pembuatan konstruksi tiang bor pada koridor Jalan Fatmawati.

“Tahapan pekerjaan ini juga dilakukan sebagai persiapan pembuatan konstruksi bangunan stasiun, depo, tiang penyangga, viaduct serta bangunan terkait proyek MRT lainnya,” ujar Dono.

Dia menuturkan untuk tahapan pekerjaan persiapan tersebut, wilayah di sepanjang koridor Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi akan terkena dampaknya hingga Februari 2015.

Lebih lanjut, dia memaparkan pekerjaan itu akan membutuhkan area konstruksi selebar enam meter pada median jalan, sehingga, akan berdampak pada penyempitan jalan pada kedua arah di sepanjang koridor Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan yang melintasi Jalan Fatmawati agar dapat berhati-hati dan mencari jalur alternatif,” ungkap Dono.

Pekerjaan pembongkaran tersebut dibagi menjadi dua tahap berdasarkan tipe dimensi median yang terdapat di sepanjang Jalan Fatmawati.

Tahap pertama berlangsung pada 12 Desember hingga 11 Januari 2015, yaitu berupa pembongkaran median besar yang dimulai dari pertigaan Cipete Raya (depan Lotte Mart) melintasi Jalan Fatmawati menuju utara hingga depan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sedangkan tahap kedua berlangsung pada 12 Januari hingga 9 Februari 2015, yakni berupa pekerjaan pembongkaran median kecil yang akan dimulai dari area perempatan Jalan TB Simatupang (depan Apotik Ratna) melintasi Jalan Fatmawati hingga area pertigaan Cipete Raya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

MRT Siapkan Pembangunan Konstruksi Layang di Fatmawati

Jakarta, Aktual.co — PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta melakukan persiapan pembangunan konstruksi layang (elevated) MRT di sepanjang Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan mulai hari Jumat.

“Kegiatan utama sebagai persiapan pembangunan konstruksi di sepanjang koridor tersebut saat ini adalah pekerjaan pembongkaran median jalan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami dalam siaran persnya, Jumat (12/12).

Menurut Dono, pembongkaran median jalan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan persiapan untuk aktivitas pembuatan konstruksi tiang bor pada koridor Jalan Fatmawati.

“Tahapan pekerjaan ini juga dilakukan sebagai persiapan pembuatan konstruksi bangunan stasiun, depo, tiang penyangga, viaduct serta bangunan terkait proyek MRT lainnya,” ujar Dono.

Dia menuturkan untuk tahapan pekerjaan persiapan tersebut, wilayah di sepanjang koridor Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi akan terkena dampaknya hingga Februari 2015.

Lebih lanjut, dia memaparkan pekerjaan itu akan membutuhkan area konstruksi selebar enam meter pada median jalan, sehingga, akan berdampak pada penyempitan jalan pada kedua arah di sepanjang koridor Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan yang melintasi Jalan Fatmawati agar dapat berhati-hati dan mencari jalur alternatif,” ungkap Dono.

Pekerjaan pembongkaran tersebut dibagi menjadi dua tahap berdasarkan tipe dimensi median yang terdapat di sepanjang Jalan Fatmawati.

Tahap pertama berlangsung pada 12 Desember hingga 11 Januari 2015, yaitu berupa pembongkaran median besar yang dimulai dari pertigaan Cipete Raya (depan Lotte Mart) melintasi Jalan Fatmawati menuju utara hingga depan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sedangkan tahap kedua berlangsung pada 12 Januari hingga 9 Februari 2015, yakni berupa pekerjaan pembongkaran median kecil yang akan dimulai dari area perempatan Jalan TB Simatupang (depan Apotik Ratna) melintasi Jalan Fatmawati hingga area pertigaan Cipete Raya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jokowi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Bendungan Reknamo

Jakarta, Aktual.co —   Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Reknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 20 Desember mendatang.

“Semua persiapan yang berkaitan dengan acara peletakan batu pertama Pembangunan Bendungan Reknamo hampir rampung,” kata Kepala Tata Usaha Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (NT) II Provinsi Nusa Tenggara Timur Alex Leda, di Kupang, Jumat (12/12).

Pembangunan Bendungan Reknamo ini menelan dana yang bersumber dari APBN sekitar Rp732 miliar lebih yang terdiri dari konstruksi sekitar Rp710 miliar lebih dan sisanya untuk supervisi/pengawasan. Pembangunan bendungan tersebut menggunakan sistem multiyear dan untuk tahap pertama sesuai dengan kontrak dialokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar.

Dia menjelaskan, Bendungan Reknamo ini dapat menyuplai air baku sebanyak 14,09 juta meter kubik. Air dari bendungan ini nantinya akan berfungsi sebagai pemasok air baku bagi warga kabupaten Kupang 100 liter per detik. Selain itu, untuk mendukung lahan irigasi sawah seluas 1.250 hektare, pengendalian banjir, pariwisata dan pembangunan pembangkit listrik tenaga makro hidro (PLTMH) sebesar 0,216 MW.

“Sumber air juga untuk lahan eksisting 1.259 hektare dibeberapa tempat yakni Desa Raknamo, Manusak, kelurahan Naibonat dan Amabi Oefeto,” katanya.

Mengenai lahan yang dibutuhkan, jumlah lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan Bendungan Reknamo ini seluas 210,80 hektare, terdiri dari areal genangan 147,30 hektare, Spoil Bank Borrow 13,5, Sabuk hijau 29 hektare, Damdan Bang pelengkap 18 hektare dan untuk lokasi fasilitas seluas tiga hektare.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Bendungan Reknamo

Jakarta, Aktual.co —   Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Reknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 20 Desember mendatang.

“Semua persiapan yang berkaitan dengan acara peletakan batu pertama Pembangunan Bendungan Reknamo hampir rampung,” kata Kepala Tata Usaha Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (NT) II Provinsi Nusa Tenggara Timur Alex Leda, di Kupang, Jumat (12/12).

Pembangunan Bendungan Reknamo ini menelan dana yang bersumber dari APBN sekitar Rp732 miliar lebih yang terdiri dari konstruksi sekitar Rp710 miliar lebih dan sisanya untuk supervisi/pengawasan. Pembangunan bendungan tersebut menggunakan sistem multiyear dan untuk tahap pertama sesuai dengan kontrak dialokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar.

Dia menjelaskan, Bendungan Reknamo ini dapat menyuplai air baku sebanyak 14,09 juta meter kubik. Air dari bendungan ini nantinya akan berfungsi sebagai pemasok air baku bagi warga kabupaten Kupang 100 liter per detik. Selain itu, untuk mendukung lahan irigasi sawah seluas 1.250 hektare, pengendalian banjir, pariwisata dan pembangunan pembangkit listrik tenaga makro hidro (PLTMH) sebesar 0,216 MW.

“Sumber air juga untuk lahan eksisting 1.259 hektare dibeberapa tempat yakni Desa Raknamo, Manusak, kelurahan Naibonat dan Amabi Oefeto,” katanya.

Mengenai lahan yang dibutuhkan, jumlah lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan Bendungan Reknamo ini seluas 210,80 hektare, terdiri dari areal genangan 147,30 hektare, Spoil Bank Borrow 13,5, Sabuk hijau 29 hektare, Damdan Bang pelengkap 18 hektare dan untuk lokasi fasilitas seluas tiga hektare.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain