18 April 2026
Beranda blog Halaman 41217

Tak Terapkan PIN 6 Digit, Acquirer Bakal Dikenai Sanksi

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) akan memberikan sanksi pada Electronic Data Capturer (EDC) dan Hosts System yang belum memberlakukan PIN 6 digit pada kartu kredit mulai 1 Juli 2015. Hal itu disampaikan Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan BI.

“Kami akan memberikan sanksi pada EDC dan hosts system yang belum memberlakukan PIN 6 digit pada kartu kredit mulai 1 Juli 2015. Nanti akan kami kasih surat peringatan,” ujar Eni di Kantor BI Jakarta, Kamis (11/12).

Lebih lanjut dikatakan Eni, sanksi tersebut berupa surat peringatan dari BI dan kewajiban acquirer untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat mengenai penggunaan PIN 6 digit untuk kartu kredit.

“Sanksinya surat peringatan dari BI, lalu setiap acquirer itu wajib melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan PIN 6 digit kartu kredit. Karena ini kan tidak boleh ada high cost, jadi kami ingin semuanya dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) menunda kebijakan terkait penggunaan PIN 6 digit pada kartu kredit. BI beralasan penundaan tersebut agar pemantauan dan evaluasi terhadap semua pihak bisa lebih lama dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PGRI Sayangkan Penghentian Kurikulum 2013 di Tengah Tahun Ajaran

Jakarta, Aktual.co —Kebijakan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di tengah tahun ajaran, dianggap tidak tepat. Karena dianggap merepotkan guru dan siswa.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengusulkan kebijakan itu diberlakukan di semester ganjil 2015/2016. Pertimbangannya, agar sekolah tuntas melaksanakan proses pembelajaran sampai dengan akhir tahun pelajaran 2014/2015. 
“Dengan catatan, jika tidak ada hal-hal yang sangat mendesak dalam pertimbangan menteri yang tidak kami ketahui,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, (11/12).
Selama kurikulum 2013 direvisi, kata Sulistyo, pemerintah juga harus membuat kebijakan untuk pegangan guru dan sekolah dalam menjalankan proses pembelajaran.
“Kebijakan itu berupa ketetapan menggunakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 yang dilakukan bersama,” katanya.
Menteri Anies Baswedan diketahui menghentikan penerapan Kurikulum 2013 (K13). Dia menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006.
Namun bagi sekolah yang telah menjalankan Kurikulum 2013 selama tiga semester, diminta tetap menggunakannya. Sambil menunggu hasil evaluasi Kemdikbud.
Dia beralasan penerapan Kurikulum 2013 tidak diimbangi dengan kesiapan pelaksanaan. Sehingga dihentikan. Substansi pelaksanaan kurikulum itu juga dianggap tidak jelas dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

PGRI Sayangkan Penghentian Kurikulum 2013 di Tengah Tahun Ajaran

Jakarta, Aktual.co —Kebijakan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di tengah tahun ajaran, dianggap tidak tepat. Karena dianggap merepotkan guru dan siswa.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengusulkan kebijakan itu diberlakukan di semester ganjil 2015/2016. Pertimbangannya, agar sekolah tuntas melaksanakan proses pembelajaran sampai dengan akhir tahun pelajaran 2014/2015. 
“Dengan catatan, jika tidak ada hal-hal yang sangat mendesak dalam pertimbangan menteri yang tidak kami ketahui,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, (11/12).
Selama kurikulum 2013 direvisi, kata Sulistyo, pemerintah juga harus membuat kebijakan untuk pegangan guru dan sekolah dalam menjalankan proses pembelajaran.
“Kebijakan itu berupa ketetapan menggunakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 yang dilakukan bersama,” katanya.
Menteri Anies Baswedan diketahui menghentikan penerapan Kurikulum 2013 (K13). Dia menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006.
Namun bagi sekolah yang telah menjalankan Kurikulum 2013 selama tiga semester, diminta tetap menggunakannya. Sambil menunggu hasil evaluasi Kemdikbud.
Dia beralasan penerapan Kurikulum 2013 tidak diimbangi dengan kesiapan pelaksanaan. Sehingga dihentikan. Substansi pelaksanaan kurikulum itu juga dianggap tidak jelas dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY: Demokrat Penyeimbang dan Non Blok

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrat memastikan akan menjadi kekuatan penyeimbang selama lima tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, usai Rapat Pleno di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta, Kamis (11/12) malam.
SBY juga mengklaim partainya tidak bergabung dalam Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat. Demokrat saat ini nonblok seperti posisi Indonesia saat perang dingin
“Demokrat terus berbenah diri untuk menjadi penyeimbang yang baik bagi parlemen maupun pemerintahan.
Mantan Presiden dua periode ini menambahkan, konsolidasi internal perlu ditingkatkan agar Demokrat bisa tampil baik sebagai sebuah kekuatan selama periode pemerintahan 2014-2019.
“Agar Demokrat bisa lebih baik ke depan,” demikian SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY: Demokrat Penyeimbang dan Non Blok

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrat memastikan akan menjadi kekuatan penyeimbang selama lima tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, usai Rapat Pleno di kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta, Kamis (11/12) malam.
SBY juga mengklaim partainya tidak bergabung dalam Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat. Demokrat saat ini nonblok seperti posisi Indonesia saat perang dingin
“Demokrat terus berbenah diri untuk menjadi penyeimbang yang baik bagi parlemen maupun pemerintahan.
Mantan Presiden dua periode ini menambahkan, konsolidasi internal perlu ditingkatkan agar Demokrat bisa tampil baik sebagai sebuah kekuatan selama periode pemerintahan 2014-2019.
“Agar Demokrat bisa lebih baik ke depan,” demikian SBY.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Lumajang Antusias Saksikan Karnaval Seni dan Budaya

Lumajang, Aktual.co — Karnaval Seni dan Budaya memeriahkan hari jadi Lumajang Ke-759, Kamis (11/12), menyedot perhatian ratusan ribu warga Lumajang, Jawa Timur. Masyarakat yang datang dari berbagai penjuru kota, turun ke jalan raya Lumajang, untuk menyaksikan atraksi seni dan budaya yang selama ini menjadi agenda tahunan.

Meskipun hujan yang mengguyur sejak pagi di wilayah kota Lumajang, ternyata tidak menyurutkan warga menyaksikan demonstrasi seni dan budaya yang ditampilkan dari berbagai elemen masyarakat, baik pemerintahan, sekolah dan organisasi kemasyarakatan yang mencapai ratusan atraksi seni dan budaya.

Plt Bupati Lumajang, Drs. As’at Malik yang membuka acara tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya salut dengan semangat para peserta, semoga semangat ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi emas bangsa yang kuat,” ucapnya berharap.

Sebagai acara pembuka, Bupati beserta para pejabat yang hadir disuguhkan dengan tari Glipang khas Lumajang yang menggambarkan para ksatria saat bertempur menghadapi penjajah.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain