13 April 2026
Beranda blog Halaman 41222

Desmon: Ical Lebih Komitmen Dibanding SBY

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa menilai bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih mencla-mencle daripada Aburizal Bakrie (Ical) soal komitmen terkait penyelenggaraan pilkada.
Menurut dia, pernyataan Ical yang berbeda dengan hasil Munas IX Golkar di Bali untuk menolak Perppu Pilkada itu tidak dapat dijadikan tolak ukur.
“Saya tidak melihat mencla-menclenya Ical tak separah SBY,” kata dia, kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (11/12).
Ia pun mengatakan bahwa, hasil Munas Golkar di Bali yang menolak mendukung perppu itu sifatnya hanya rekomendasi saja.
“Itu adalah reomendasi dari daerah untuk diperjuangkan ke fraksi DPR, kalau itu pendapat pribadi pak Ical bukan berdasarkan pertemuan dari daerah, yang disampaikan,” pungkas anggota Komisi III DPR RI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pembahasan RAPBD 2015 Digelar Tertutup, Lulung: Sesuai Undang-Undang

Jakarta, Aktual.co —Ada sikap yang berbeda antara Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) dengan Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, soal keterbukaan di rapat pembahasan anggaran DKI 2015.
Taufik mengaku tak keberatan jika rapat pembahasan anggaran digelar terbuka, yakni dengan mengunggah rekaman video jalannya rapat ke situs Youtube. 
Sikap Lulung justru berbeda. Saat ditanya mengenai tertutupnya rapat dewan saat pembahasan APBD 2015, politisi PPP itu justru mengatakan tertutupnya rapat sudah sesuai.
“Itu amanat Undang-Undang,” kata Lulung, di Jakarta Pusat, Kamis (10/12). 
Namun Lulung tak menjelaskan lebih jauh Undang-Undang apa yang dimaksudkannya. Menurut Ketua Umum Pemuda Panca Marga ini, transparansi tak harus dengan cara merekam rapat dan diunggah ke situs terbuka. 
“Itu justru ganggu kerja masyarakat. Buat apa buka di youtube kalau hasilnya saja bisa dilihat,” ujar dia. 
Meski pembahasan RAPBD berlangsung tertutup, Lulung memastikan publik bisa mengetahui hasilnya. Karena pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna yang bersifat terbuka. “Jadi anggaran untuk belanja A, B, C terbuka.”
Diketahui, rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI di Gedung DPRD pada 9-10 Desember tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2015 berlangsung tertutup.
Padahal Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) pernah ‘menantang’ DPRD agar rapat pembahasan APBD 2015 dilakukan secara terbuka. Sehingga masyarakat dapat mengetahuinya serta mengedepankan transparansi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembahasan RAPBD 2015 Digelar Tertutup, Lulung: Sesuai Undang-Undang

Jakarta, Aktual.co —Ada sikap yang berbeda antara Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) dengan Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, soal keterbukaan di rapat pembahasan anggaran DKI 2015.
Taufik mengaku tak keberatan jika rapat pembahasan anggaran digelar terbuka, yakni dengan mengunggah rekaman video jalannya rapat ke situs Youtube. 
Sikap Lulung justru berbeda. Saat ditanya mengenai tertutupnya rapat dewan saat pembahasan APBD 2015, politisi PPP itu justru mengatakan tertutupnya rapat sudah sesuai.
“Itu amanat Undang-Undang,” kata Lulung, di Jakarta Pusat, Kamis (10/12). 
Namun Lulung tak menjelaskan lebih jauh Undang-Undang apa yang dimaksudkannya. Menurut Ketua Umum Pemuda Panca Marga ini, transparansi tak harus dengan cara merekam rapat dan diunggah ke situs terbuka. 
“Itu justru ganggu kerja masyarakat. Buat apa buka di youtube kalau hasilnya saja bisa dilihat,” ujar dia. 
Meski pembahasan RAPBD berlangsung tertutup, Lulung memastikan publik bisa mengetahui hasilnya. Karena pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna yang bersifat terbuka. “Jadi anggaran untuk belanja A, B, C terbuka.”
Diketahui, rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI di Gedung DPRD pada 9-10 Desember tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2015 berlangsung tertutup.
Padahal Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) pernah ‘menantang’ DPRD agar rapat pembahasan APBD 2015 dilakukan secara terbuka. Sehingga masyarakat dapat mengetahuinya serta mengedepankan transparansi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Kembali Temukan Tulang Dirumah Syamsul

Medan, Aktual.co — Tim DVI Polda Sumut kembali menemukan benda yang diduga tulang, saat penggalian dirumah pelaku penganiaya PRT, Syamsul Anwar, di Jalan Beo no 17, Sidodadi, Medan, Sumatera Utara.
Belum diketahui, apakah tulang tersebut adalah tulang manusia atau tulang binatang.
“Tim akan melakukan pemeriksaan selanjutnya di Laboraturium untuk mengetahui asal dari tulang yang ditemukan,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo di Medan, Kamis (11/12).
Kompol Jhon Ari Ginting, Tim DVI Polda Sumut menyebutkan, dalam penggalian dilubang keempat yang dilakukan hari ini, selain puluhan tulang belulang, juga ditemukan pakaian dalam milik wanita.
“Kami akan membawa tulang ini untuk diperiksa di Laboratorium,” kata dia.
Sebelumnya, pada penggalian yang dilakukan dirumah Syamsul, ditemukan benda yang diduga sebagai gigi dan tulang manusia serta pakaian dalam wanita.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Kembali Temukan Tulang Dirumah Syamsul

Medan, Aktual.co — Tim DVI Polda Sumut kembali menemukan benda yang diduga tulang, saat penggalian dirumah pelaku penganiaya PRT, Syamsul Anwar, di Jalan Beo no 17, Sidodadi, Medan, Sumatera Utara.
Belum diketahui, apakah tulang tersebut adalah tulang manusia atau tulang binatang.
“Tim akan melakukan pemeriksaan selanjutnya di Laboraturium untuk mengetahui asal dari tulang yang ditemukan,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo di Medan, Kamis (11/12).
Kompol Jhon Ari Ginting, Tim DVI Polda Sumut menyebutkan, dalam penggalian dilubang keempat yang dilakukan hari ini, selain puluhan tulang belulang, juga ditemukan pakaian dalam milik wanita.
“Kami akan membawa tulang ini untuk diperiksa di Laboratorium,” kata dia.
Sebelumnya, pada penggalian yang dilakukan dirumah Syamsul, ditemukan benda yang diduga sebagai gigi dan tulang manusia serta pakaian dalam wanita.

Artikel ini ditulis oleh:

Selang 5 Hari, Polisi Belum Temukan Pelaku Pembunuhan Guru SD di Pekalongan

Semarang, Aktual.co — Pihak kepolisian masih mencari pelaku pembunuhan guru SDN Kraton Lor 3, Istanti (26) di sebuah rumah kost, jalan Teuku Umar Kelurahan Pasar Sari Kota Pekalongan, lima hari lalu.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, membantah bahwa jajarannya mengalami kesulitan dalam pengungkapan kasus tersebut. 
“Bukan kesulitan. Ya memang kan perlu proses. Ada tahap-tahap penyelidikan yang harus dilakukan,” kata Luthfie, Kamis (11/12).
Korban yang juga CPNS, diketahui sedang hamil 8 bulan saat tewas karena kehabisan nafas akibat dibekap.  Polisi enggan memberikan keterangan terkait motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan keji tersebut.
Meski polisi belum memastikan apa motif di balik kasus tersebut, namun sejumlah warga sekitar lokasi kejadian menduga bahwa peristiwa tersebut motifnya adalah perampokan, yang berakhir dengan tewasnya Istanti.
“Mungkin itu perampokan. Kabarnya kan barang-barangnya korban banyak yang hilang. Seperti sepeda motor, laptop, handphone, dan perhiasan,” kata Ujang, salah satu warga.
Dalam peristiwa tersebut pelaku berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor, laptop, ponsel, dan cincin korban.
Sementara, dokter Forensik Polda Jateng, AKBP dr Sumi Hastri Purwanti SpFI menerangkan korban meninggal dunia akibat kehabisan nafas, dalam kondisi mengandung. Pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas pukulan benda tumpul ataupun benda tajam. 
“Korban mati lemas. Kita temukan tanda-tanda bekas bekapan di wajah dan di kepala,” ungkapnya.
Selain itu, ditemukan juga tanda luka di jari manis tangan kiri korban bekas cincin yang dilepas secara paksa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain