13 April 2026
Beranda blog Halaman 41221

Pengguna Tinggi, Twitter Bakal Buka Kantor di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Media sosial Twitter berencana membuka kantor pertamanya di Indonesia, yakni di Ibukota DKI Jakarta. Tingginya pengguna di Indonesia, dianggap Twitter sebagai peluang untuk mengembangkan layanan di Indonesia.
“Beberapa bulan ke depan, kami akan membangun kantor baru di Jakarta,” ujar Rishi Jaitly, Market Director South and South-East Asia at Twitter, saat menyambangi di Balai Kota, Kamis (11/12).
Untuk memuluskan jalan, Twitter jalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yakni dalam upaya membantu permasalahan-permasalahan di DKI. Misal, antisipasi masalah banjir.
“Di mana pengguna Twitter dapat memberitahu mengenai keadaan banjir melalui Twitter. Kemudian informasi tersebut akan segera terhubung dengan pihak Pemprov. Oleh karena itu Pemprov DKI akan lebih cepat tanggap dalam mengatasi banjir,” ujarnya.
Tak cukup di situ, Rishi berharap Pemprov DKI mau bekerjasama untuk di pelayanan masyarakat. Awal Desember lalu, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wollongong, Australia, dan Twitter.Inc. 
Yakni dengan meluncurkan Petajakarta.org. Proyek penelitian yang memanfaatkan sumber daya masyarakat untuk memetakan banjir. Untuk menyediakan informasi terbaru secara langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sehingga bisa dilakukan penanggulangan bencana secara tepat saat banjir. 
Kerja sama tersebut merupakan yang pertama di dunia antara Twitter, Universitas dan Badan Penanggulangan Bencana yang menggunakan data media sosial untuk membangun sebuah model kerja. Dan menyediakan tanggapan secara langsung terhadap bencana alam.

Artikel ini ditulis oleh:

Mundur dari Dirut Garuda, Emirsyah Temui Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Emirsyah Satar yang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangi Kementerian BUMN pada siang ini, Kamis (11/12).

Sayangnya Emir enggan menjelaskan apa maksud kedatangannya. Ia hanya mengaku bahwa dirinya hanya sebatas memenuhi permintaan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Ya dipanggil maka saya datang dong. Kalau tidak kenapa saya kesini,” kata Emirsyah saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12).

Emir juga membenarkan kabar mengenai pengunduran dirinya. Ia mengaku telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Menteri Rini. Ketika ditanyai alasan mundurnya, pria kelahiran Jakarta 28 Juni 1959 ini mengatakan bahwa dirinya memang telah merencanakan hal itu.

“Memang direncanakan demikian. Saya sudah tidak bisa diperpanjang lagi. RUPS direncanakan awal Maret, ini hanya beda bulan. Ini momentum yang bagus, agar nanti pengganti Saya ini bisa siap di akhir tahun, untuk mempersiapkan fullyear di 2015. Kalau Maret, kan hilang satu triwulan. Kalau sekarang ini kan dia bisa bekerja full satu tahun,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mundur dari Dirut Garuda, Emirsyah Temui Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Emirsyah Satar yang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangi Kementerian BUMN pada siang ini, Kamis (11/12).

Sayangnya Emir enggan menjelaskan apa maksud kedatangannya. Ia hanya mengaku bahwa dirinya hanya sebatas memenuhi permintaan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Ya dipanggil maka saya datang dong. Kalau tidak kenapa saya kesini,” kata Emirsyah saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12).

Emir juga membenarkan kabar mengenai pengunduran dirinya. Ia mengaku telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Menteri Rini. Ketika ditanyai alasan mundurnya, pria kelahiran Jakarta 28 Juni 1959 ini mengatakan bahwa dirinya memang telah merencanakan hal itu.

“Memang direncanakan demikian. Saya sudah tidak bisa diperpanjang lagi. RUPS direncanakan awal Maret, ini hanya beda bulan. Ini momentum yang bagus, agar nanti pengganti Saya ini bisa siap di akhir tahun, untuk mempersiapkan fullyear di 2015. Kalau Maret, kan hilang satu triwulan. Kalau sekarang ini kan dia bisa bekerja full satu tahun,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Efisiensi, Jadi Alasan KPK Periksa Angelina Soundakh di Rutan Pondok Bambu

Jakarta, Aktual.co — Terpidana kasus suap di Kementrian Pemuda dan Olahraga, Angelina Patricia Pingkan Sondakh alias Angie, hari ini diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet, dan Gedung Serbaguna Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, tahun anggaran 2010-2011 dengan tersangka Rizal Abdullah.
Namun hingga pukul 17.30 Anggie tidak kunjung tiba. Saat dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Publikasi dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, ternyata Anggie batal diperiksa di Gedung yang terletak di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu.
“Jadinya diperiksa di rutan (Pondok Bambu)” kata Priharsa Nugraha kepada wartawan di Gedung KPK, Kamis (11/12) sore.
Menurut Priharsa alasan pemeriksaan berlangsung di tempat Angie menjalani masa penahanannya tersebut agar menghemat waktu maupun birokrasi pemeriksaan. “Teknis saja. Biar lebih efisien,” kata dia.
Ketidakhadiran Anggie di Gedung C1 Kuningan hari ini, merupakan yang kedua kalinya, setelah pada Selasa (4/11) lalu,  Angie tidak hadir memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit. Selain itu politisi Partai Demokrat tersebut juga beralasan masih dalam suasana berkabung lantaran kakak kandungnya, Frangky Nikolas Sondakh baru saja wafat pada Sabtu (1/11).
Diektahui Anggie merupakan anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pemuda, olahraga, kebudayaan dan pendidikan saat pembangunan Wisma Atlet tengah digulirkan pada tahun 2010-2011.
Angie juga merupakan terpidana kasus suap terkait penganggaran proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta proyek lain di Kementerian Pendidikan Nasional.
Sementara tersangka Rizal Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 29 September 2011. Dia adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan. Dia ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel tahun anggaran 2010-2011.
Dia dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantaasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Efisiensi, Jadi Alasan KPK Periksa Angelina Soundakh di Rutan Pondok Bambu

Jakarta, Aktual.co — Terpidana kasus suap di Kementrian Pemuda dan Olahraga, Angelina Patricia Pingkan Sondakh alias Angie, hari ini diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet, dan Gedung Serbaguna Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, tahun anggaran 2010-2011 dengan tersangka Rizal Abdullah.
Namun hingga pukul 17.30 Anggie tidak kunjung tiba. Saat dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Publikasi dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, ternyata Anggie batal diperiksa di Gedung yang terletak di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu.
“Jadinya diperiksa di rutan (Pondok Bambu)” kata Priharsa Nugraha kepada wartawan di Gedung KPK, Kamis (11/12) sore.
Menurut Priharsa alasan pemeriksaan berlangsung di tempat Angie menjalani masa penahanannya tersebut agar menghemat waktu maupun birokrasi pemeriksaan. “Teknis saja. Biar lebih efisien,” kata dia.
Ketidakhadiran Anggie di Gedung C1 Kuningan hari ini, merupakan yang kedua kalinya, setelah pada Selasa (4/11) lalu,  Angie tidak hadir memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit. Selain itu politisi Partai Demokrat tersebut juga beralasan masih dalam suasana berkabung lantaran kakak kandungnya, Frangky Nikolas Sondakh baru saja wafat pada Sabtu (1/11).
Diektahui Anggie merupakan anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pemuda, olahraga, kebudayaan dan pendidikan saat pembangunan Wisma Atlet tengah digulirkan pada tahun 2010-2011.
Angie juga merupakan terpidana kasus suap terkait penganggaran proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta proyek lain di Kementerian Pendidikan Nasional.
Sementara tersangka Rizal Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 29 September 2011. Dia adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan. Dia ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel tahun anggaran 2010-2011.
Dia dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantaasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Desmon: Ical Lebih Komitmen Dibanding SBY

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa menilai bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih mencla-mencle daripada Aburizal Bakrie (Ical) soal komitmen terkait penyelenggaraan pilkada.
Menurut dia, pernyataan Ical yang berbeda dengan hasil Munas IX Golkar di Bali untuk menolak Perppu Pilkada itu tidak dapat dijadikan tolak ukur.
“Saya tidak melihat mencla-menclenya Ical tak separah SBY,” kata dia, kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (11/12).
Ia pun mengatakan bahwa, hasil Munas Golkar di Bali yang menolak mendukung perppu itu sifatnya hanya rekomendasi saja.
“Itu adalah reomendasi dari daerah untuk diperjuangkan ke fraksi DPR, kalau itu pendapat pribadi pak Ical bukan berdasarkan pertemuan dari daerah, yang disampaikan,” pungkas anggota Komisi III DPR RI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain