11 April 2026
Beranda blog Halaman 41239

DPRD DKI: Banyak Program Yang Tak Berjalan, Penyebab Terjadinya Silpa

Jakarta, Aktual.co —Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI yang terserap hingga bulan Desember baru mencapai 36,07 persen dari total APBD DKI sebesar Rp 72,6 triliun. Hal tersebut sangat rendah menjelang berakhirnya tahun anggaran 2014 yang diperkirakan akan mengakibatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) mencapai Rp 30 triliun.   
Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi bahwa rendahnya penyerapan anggaran disebabkan banyaknya program kerja yang tak berjalan karena dianggap bermasalah, salah satunya pembelian bus Transjakarta.
“Tahun ini diperkirakan Silpa akan mencapai Rp 30 triliun, karena banyak program yang dihentikan karena bermasalah,” kata Sanusi, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/12).
Dengan rendahnya penyerapan anggaran tersebut, sangatlah disayangkan oleh kalangan DPRD DKI Jakarta. Dikatakan Sanusi dengan tingginya Silpa tahun ini, APBD 2015 pun diprediksi akan meningkat tajam. Pasalnya, kata Sanusi, Silpa yang ada akan ditambahkan dalam rincian APBD berikutnya. 
“Kalau APBD 2015 yang ada nanti mencapai Rp 60 triliun, kemudian ditambah dengan Silpa kan totalnya jadi Rp 90 triliun. Sudah lompat banyak dari APBD tahun ini,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BI Gelar RDG Putuskan Suku Bunga Acuan Bulan Desember

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) hari ini menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulan ketiga tahun 2014. Salah satu agenda yaitu menentukan nilai BI rate bulan Desember.

“Hari ini akan ada konferensi pers hasil RDG triwulanan ketiga oleh anggota dewan gubernur BI setelah makan siang,” demikian pesan singkat dari Humas BI, Anton yang diterima wartawan Aktual.co, Kamis (11/12).

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambda mengatakan bahwa hasil RDG BI banyak ditunggu oleh pelaku pasar. Pasalnya, selama setahun ini BI tetap mempertahankan angka BI rate senilai 7,5 persen, namun pada Nivember lalu setelah kenaikan harga BBM bersubsidi, BI menaikkan suku bunga acuannya menjadi 7,75 persen.

“BI rate hari ini ditunggu pelaku pasar, apakah BI tetap mempertahankan BI rate pada level 7,75 persen atau justru turun seperti sebelumnya, 7,5 persen. Namun, kami memperkirakan tetap di 7,75 persen, selain karena jarak BI rate dengan inflasi yang masih lebar, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi juga nampaknya masih berpengaruh pada inflasi selama tiga bulan mendatang” ujar Reza.

Diketahui RDG dilakukan setiap bulannya untuk mengevaluasi kebijakan moneter saat ini dan menetapkan arah kebijakan moneter ke depannya.

Pada November 2014 BI memutuskan untuk menaikkan BI rate di level 7,75 persen sehari setelah kenaikan harga BBM bersubsidi. Padahal sejak setahun yang lalu, BI rate tetap di level 7,5 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI Gelar RDG Putuskan Suku Bunga Acuan Bulan Desember

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) hari ini menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulan ketiga tahun 2014. Salah satu agenda yaitu menentukan nilai BI rate bulan Desember.

“Hari ini akan ada konferensi pers hasil RDG triwulanan ketiga oleh anggota dewan gubernur BI setelah makan siang,” demikian pesan singkat dari Humas BI, Anton yang diterima wartawan Aktual.co, Kamis (11/12).

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambda mengatakan bahwa hasil RDG BI banyak ditunggu oleh pelaku pasar. Pasalnya, selama setahun ini BI tetap mempertahankan angka BI rate senilai 7,5 persen, namun pada Nivember lalu setelah kenaikan harga BBM bersubsidi, BI menaikkan suku bunga acuannya menjadi 7,75 persen.

“BI rate hari ini ditunggu pelaku pasar, apakah BI tetap mempertahankan BI rate pada level 7,75 persen atau justru turun seperti sebelumnya, 7,5 persen. Namun, kami memperkirakan tetap di 7,75 persen, selain karena jarak BI rate dengan inflasi yang masih lebar, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi juga nampaknya masih berpengaruh pada inflasi selama tiga bulan mendatang” ujar Reza.

Diketahui RDG dilakukan setiap bulannya untuk mengevaluasi kebijakan moneter saat ini dan menetapkan arah kebijakan moneter ke depannya.

Pada November 2014 BI memutuskan untuk menaikkan BI rate di level 7,75 persen sehari setelah kenaikan harga BBM bersubsidi. Padahal sejak setahun yang lalu, BI rate tetap di level 7,5 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jakarta Budget Watch Kritik Rendahnya Penyerapan Anggaran DKI

Jakarta, Aktual.co —Ketua Jakarta Budget Watch Syahril Andika menyayangkan serapan pendapatan Pemprov DKI tahun 2014 ini yang sangat rendah. Ia mengatakan salah satu faktornya adalah kajian yang tidak efektif.
“Tidak efektif karena ada kendala manusia dan teknologi yang tidak dimanfaatkan,” ujarnya ketika acara Talkshow Pendapatan Pembangunan Tentang Srtategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, Efisien dan Hemat di Balai Kota, Kamis (11/12).
Untuk itu, ia mengharapkan perlu ada pengelolaan yang efektif untuk meningkatkan pendapatan. “Sehingga kebocoran juga bisa diatasi,” ujarnya.
Ia mengatakan selama ini Pemprov DKI mengalami pemborosan dalam perencanaan karena tidak menganggarkan secara pasti dan menolak pemakaian e-catalog. “Tentunya ini harus dihilangkan,” ujarnya.
Namun, ia mengatakan meski penyerapannya rendah namun ada beberapa hasil dalam pembangunan seperti pengadaan bus yang diperbanyak.
Tambahnya, rendahnya penyerapan anggaran tahun 2014 juga dipengaruhi oleh suasana politik, seperti pergantian era di DPRD DKI dan juga perombakan dalam kepemimpinan di Pemprov DKI.
“Maka itu, untuk tahun 2015, DPRD DKI dan Pemprov DKI harus duduk bersama. Dewan punya fungsi anggaran. Tapi gak bisa langsung masuk karena yang pegang kunci adalah Gubernur,” tututpnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jakarta Budget Watch Kritik Rendahnya Penyerapan Anggaran DKI

Jakarta, Aktual.co —Ketua Jakarta Budget Watch Syahril Andika menyayangkan serapan pendapatan Pemprov DKI tahun 2014 ini yang sangat rendah. Ia mengatakan salah satu faktornya adalah kajian yang tidak efektif.
“Tidak efektif karena ada kendala manusia dan teknologi yang tidak dimanfaatkan,” ujarnya ketika acara Talkshow Pendapatan Pembangunan Tentang Srtategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, Efisien dan Hemat di Balai Kota, Kamis (11/12).
Untuk itu, ia mengharapkan perlu ada pengelolaan yang efektif untuk meningkatkan pendapatan. “Sehingga kebocoran juga bisa diatasi,” ujarnya.
Ia mengatakan selama ini Pemprov DKI mengalami pemborosan dalam perencanaan karena tidak menganggarkan secara pasti dan menolak pemakaian e-catalog. “Tentunya ini harus dihilangkan,” ujarnya.
Namun, ia mengatakan meski penyerapannya rendah namun ada beberapa hasil dalam pembangunan seperti pengadaan bus yang diperbanyak.
Tambahnya, rendahnya penyerapan anggaran tahun 2014 juga dipengaruhi oleh suasana politik, seperti pergantian era di DPRD DKI dan juga perombakan dalam kepemimpinan di Pemprov DKI.
“Maka itu, untuk tahun 2015, DPRD DKI dan Pemprov DKI harus duduk bersama. Dewan punya fungsi anggaran. Tapi gak bisa langsung masuk karena yang pegang kunci adalah Gubernur,” tututpnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menkumham Persilahkan Nusakambangan Jadi Tempat Eksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan masalah eksekusi mati lima terpidana dari sejumlah daerah, dan di Nusdakambangan, Jawa Tengah, merupakan urusan Jaksa Agung.
“Nanti tentu Pak Jaksa Agung (H.M. Prasetyo, red.) akan memberitahu kepada kami,” katanya, di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, pihaknya belum mengetahui kapan eksekusi mati tersebut akan dilaksanakan.
Terkait lokasi eksekusi mati, dia mengatakan bahwa hal itu merupakan keputusan pemerintah.
“Kalau Pak Jaksa Agung minta di tempat kami (Nusakambangan, red.), kami siap saja. Artinya, itu semua urusan Pak Jaksa Agung, kami dalam hal ini hanya membantu tugas Jaksa Agung,” tegasnya.
Ia menjelaskan kelima terpidana mati yang akan dieksekusi itu terdiri dari dua kasus pembunuhan berencana dan tiga kasus narkotika.
Ditambahkan, satu terpidana di Tangerang, dua di Batam, Kepulauan Riau, dan dua di Nusakambangan, Jawa Tengah.
“Kelima terpidana itu sudah memiliki kekuatan hukum tetap sejak 2012,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain