19 April 2026
Beranda blog Halaman 41255

Aksi Masyarakat Suku Anak dalam dan Petani Jambi

Puluhan orang yang mewakili perwakilan masyarakat suku anak dalam dan petani Jambi berunjuk rasa usai melakukan aksi jalan kaki dari jambi ke Jakarta, di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/12/2014). Aksi ini menuntut pengemablian area seluas 3.550 haktar milik masrakat suku anak dalam dan petani jambi, yang merupakan kewajiban hukum PT Asiatic Persada dan meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk mencabut SK Plt Bupati Batanghari nomor 180 tahun 2014, tentang kopensasi lahan 2000 ha. AKTUAL/Erwin Gustianto

KBUMN Bungkam Soal Mundurnya Bos Garuda

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar resmi mundur dari jabatannya. Dengan begitu, ini merupakan pekerjaan rumah baru untuk Kementerian BUMN, pasalnya Garuda akan menyusul perusahaan plat merah lainnya yang saat ini tengah mengalami kekosongan pejabat tertinggi.

Deputi Bidang Usaha Energi Logistik dan Perhubungan Kementerian BUMN, Dwi Tjahjaningsih mengaku pihaknya telah menyiapkan beberapa calon nama pengganti Emirsyah. Sayangnya, wanita yang biasa disapa Yanti itu enggan menyebutkan nama calon yang dimaksud.

“(Calon dirut Garuda) ada dari dalam, ada dari luar perusahaan. Nanti kalau saya ngasih tahu A, nanti keluarnya malah si B,” kata Yanti saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12).

Ia juga enggan berkomentar lebih banyak saat ditanya apakah surat pengunduran diri Emir sudah diterima oleh Kementerian BUMN atau belum.

“Saya belum baca,” kilahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KBUMN Bungkam Soal Mundurnya Bos Garuda

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar resmi mundur dari jabatannya. Dengan begitu, ini merupakan pekerjaan rumah baru untuk Kementerian BUMN, pasalnya Garuda akan menyusul perusahaan plat merah lainnya yang saat ini tengah mengalami kekosongan pejabat tertinggi.

Deputi Bidang Usaha Energi Logistik dan Perhubungan Kementerian BUMN, Dwi Tjahjaningsih mengaku pihaknya telah menyiapkan beberapa calon nama pengganti Emirsyah. Sayangnya, wanita yang biasa disapa Yanti itu enggan menyebutkan nama calon yang dimaksud.

“(Calon dirut Garuda) ada dari dalam, ada dari luar perusahaan. Nanti kalau saya ngasih tahu A, nanti keluarnya malah si B,” kata Yanti saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12).

Ia juga enggan berkomentar lebih banyak saat ditanya apakah surat pengunduran diri Emir sudah diterima oleh Kementerian BUMN atau belum.

“Saya belum baca,” kilahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Budaya Kuat Hasilkan Generasi Hebat dan Sejajar dengan Negara Lain

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penguatan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia akan mampu mencetak generasi yang sejajar dengan warga negara lain dalam tatanan waktu dan ruang global.

“Untuk itu upaya melakukan barikade kebudayaan patut dipertimbangkan untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” kata Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar, Kamis (11/12).

Ia mengatakan upaya yang dilakukan itu antara lain kebijakan ilegal yakni membuat undang-undang dan peraturan yang menjamin legalitas setiap upaya yang dilakukan untuk pelestarian budaya.

Selain itu juga memberikan sanksi kepada orang-orang yang merusak atau melanggar kebijakan legal tersebut.

Sumadi menambahkan, demikian pula kebijakan menyangkut institusi, yakni peranan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial masyarakat (LSM) seperti halnya desa adat, banjar dan sekaa kesenian (kelompok) di Bali.

Semua itu harus bersinergi melestarikan kebudayaan bangsa secara berkelanjutan. Upaya lain yang tidak kalah penting kebijakan edukatif yakni menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa melalui pendidikan formal dan non formal.

Selain itu harus didukung dengan pendanaan yang memadai untuk mendukung pelestarian budaya. Demikian pula adanya kontrol pemerintah dan lembaga audit harus berjalan dengan baik.

Dengan demikian tidak akan terkesan dana yang dimanfaatkan hanya untuk kegiatan spontanitas yang kurang berhubungan dengan seni dan budaya, ujar Ketut Sumadi.

Padahal upaya itu mampu memberdayakan atau menghidupkan khasanah kekuatan budaya lokal (etnik) yang ada di seluruh penjuru nusantara sebagai bagian penting dalam menyusun fondasi kebudayaan nasional Indonesia.

Kebudayaan nasional Indonesia berbasis adat dan istiadat yang diaktualisasikan sebagai instrumen yang mampu menyikapi atau menjawab realitas yang semakin kompleks, ujar Ketut Sumadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Budaya Kuat Hasilkan Generasi Hebat dan Sejajar dengan Negara Lain

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penguatan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia akan mampu mencetak generasi yang sejajar dengan warga negara lain dalam tatanan waktu dan ruang global.

“Untuk itu upaya melakukan barikade kebudayaan patut dipertimbangkan untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” kata Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar, Kamis (11/12).

Ia mengatakan upaya yang dilakukan itu antara lain kebijakan ilegal yakni membuat undang-undang dan peraturan yang menjamin legalitas setiap upaya yang dilakukan untuk pelestarian budaya.

Selain itu juga memberikan sanksi kepada orang-orang yang merusak atau melanggar kebijakan legal tersebut.

Sumadi menambahkan, demikian pula kebijakan menyangkut institusi, yakni peranan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial masyarakat (LSM) seperti halnya desa adat, banjar dan sekaa kesenian (kelompok) di Bali.

Semua itu harus bersinergi melestarikan kebudayaan bangsa secara berkelanjutan. Upaya lain yang tidak kalah penting kebijakan edukatif yakni menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa melalui pendidikan formal dan non formal.

Selain itu harus didukung dengan pendanaan yang memadai untuk mendukung pelestarian budaya. Demikian pula adanya kontrol pemerintah dan lembaga audit harus berjalan dengan baik.

Dengan demikian tidak akan terkesan dana yang dimanfaatkan hanya untuk kegiatan spontanitas yang kurang berhubungan dengan seni dan budaya, ujar Ketut Sumadi.

Padahal upaya itu mampu memberdayakan atau menghidupkan khasanah kekuatan budaya lokal (etnik) yang ada di seluruh penjuru nusantara sebagai bagian penting dalam menyusun fondasi kebudayaan nasional Indonesia.

Kebudayaan nasional Indonesia berbasis adat dan istiadat yang diaktualisasikan sebagai instrumen yang mampu menyikapi atau menjawab realitas yang semakin kompleks, ujar Ketut Sumadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaslu Sumut Buka Seleksi Panwas Kabupaten Kota

Medan, Aktual.co — Bawaslu Provinsi Sumatera Utara membuka pendaftaran bagi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota tahun 2015 di Provinsi Sumatera Utara.
Demikian disampaikan ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan kepada Aktual.co di Medan, Kamis (11/10).
“Kita berharap masyarakat Sumut di Kabupaten Kota bisa mendaftarkan diri, pembukaan sudah dibuka sejak kemarin, Rabu (10/12) hingga 17 Desember mendatang,” ujar Syafrida.
Untuk persyaratan kelengkapan administrasi pendaftaran dapat membuka website Bawaslu sumut di website  www.bawaslu.go.id.
“Atau bisa langsung datang ke Sekretariat Tim Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota di Provinsi Sumatera Utara,” sebutnya.
Daerah yang membuka pendaftaran seleksi Panwas dibagi dalam dua zona. Zona 1 yakni Medan, Binjai, Serdang Bedagai, Phakpak Barat, Pematang Siantar, Simalungun, Samosir dengan alamat tim seleksi di Fak. Hukum Univ. HKBP Nommensen, Jalan Sutomo No. 4A Medan,
Kemudian, untuk zona 2 di Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dengan alamat tim seleksi Jalan Airlangga No.16 B Medan. “Pendaftaran dapat diantar langsung atau dikirim via pos.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain