13 April 2026
Beranda blog Halaman 41294

Kelola Blok Mahakam, Dirut Pertamina Janjikan ‘Lompatan’ Kinerja

Jakarta, Aktual.co —  Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-57, PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan tiga mitra asing terkait Refining Development Master Plan (RDMP). Bersama para mitra, Pertamina berupaya melakukan upgrading dan modernisasi lima kilang Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, meski tengah dalam masa transisi pasca pergantian direksi, Pertamina yakin mampu menjadi lebih baik lagi ke depan seiring dengan meningkatkan kinerja.

“Kami memang belum lama melakukan Maping. Insyaallah dengan jajaran baru ini kita lebih insentif melakukan strategi ke depan,” kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dalam acara RDMP MoU Signing Ceremony di gedung utama Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12).

Bahkan, Dwi mengklaim pihaknya akan melakukan ‘lompatan’ jika Pemerintah merealisasikan sepenuhnya pengelolaan sumur gas Blok Mahakam kepada Pertamina.

“Dengan waktu yang singkat Pertamina akan meningkatkan kinerja ke depan lebih banyak. Kita juga mengharapkan sumur gas blok Mahakam diserahkan ke Pertamina. Kalau itu bisa kita ambil, insyallah akan ada lompatan,” ujarnya.

Menurutnya, Pertamina sudah menyiapkan diri sejak jauh hari untuk mengambil alih blok Mahakam yang sebelumnya dikelola oleh Total EP Indonesia itu.

“Kata Pak Komisaris Utama Sugiharto, Pertamina telah dibina sekian lama untuk siap mengambil sumur-sumur yang habis kontaknya itu. Yang baru ini kan Mahakam. Kita tinggal tunggu saja kepastian dari pihak Pak Wawan (Widyawan Prawiraatmaja, Stafsus Kementerian ESDM),” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kena Stroke, Maestro Nyoman Gunarsa Kesehatannya Mulai Membaik

Jakarta, Aktual.co — Maestro seni lukis DR HC Nyoman Gunarsa (70) hingga kini masih terbaring dalam perawatan di wing internasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, akibat serangan stroke ringan yang dideritanya sejak 24 November 2014.

“Kesehatannya secara berangsur-angsur pulih kembali, dua-tiga hari terakhir, maestro seni lukis asal Klungkung itu sudah mulai bisa menggerakkan tangannya dan mampu kembali membuat sketsa,” ujar Gunarsa ketika dibezuk sejumlah sehabatnya, Rabu (10/12).
 
Ia mengatakan, tim dokter yang menanganinya menyarankan agar melatih memegang pensil, dan menggambar.

“Untuk itu dokter dan perawat, saya buatkan sketsanya,” ujar Gunarsa. Ketika dibezuk sejumlah sahabatnya, wajah Nyoman Gunarsa mulai ceria, satu demi satu pengunjungnya disalami dengan memegang jemari rapat-erat, menunjukkan dia sudah sehat.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan doa teman-teman, tangan yang semula tidak bisa digerakkan, sekarang mulai seperti normal,” kata ayah seorang putra dan dua putri itu.

Ia menuturkan, ketika pertama menderita stroke, lidah dan tangannya kaku tidak bisa digerakkan sehingga sulit makan. Kini, sudah bisa minum dan pegang gelas sendiri, menikmati juice buah.

Gunursa yang sukses menggelar pameran di tingkat lokal Bali, nasional maupun internasional sejak 1998 hingga sekarang empat kali terserang penyakit stroke.

“Berkat semangat yang besar, dan berkat doa teman-teman, beliau selalu sehat kembali dan dapat berkarya lagi untuk dunia seni lukis Bali khususnya dan budaya Bali pada umumnya,” ujar Made Wija, Sekretaris pribadi Nyoman Gunarsa.

Koleganya dari Jerman pasangan suami istri Peter dan Frederike Volkersengaja datang ke Bali untuk memberikan dukungan dan doa bagi kesembuhan Sang Maestro.

Menurut Made Wija, pasangan Peter dan Frederike pernah mengajak Gunarsa melakukan “road show” seni lukis di beberapa kota besar di Jerman seperti Hamburg dan Frankfurt.

Tokoh Bali, seperti Pande Suteja Neka juga sudah membezuk untuk memberikan dukungan kesehatan Gunarsa.

Seniman seni Lukis Klasik Bali bersama sejumlah budayawan dan cendekiawan Bali, Nyoman Guansa kini sedang berusaha untuk menjadikan seni lukis klasik Bali sebagai warisan budaya nasional.

Langkah itu ditempuh dengan menggelar seminar dan berbagai pemikiran dalam seminar sudah disampaikan ke Mendikbud untuk mencatatkan seni lukis klasik Bali sebagai warisan budaya nasional.

Gunarsa juga sedang menyiapkan penerbitan buku seni lukis klasik Bali yang mengungkapkan berbagai aspek seperti sejarah, filosofi, estetika, dan makna, sebagai bagian dari usulan menjadi warisan budaya nasional.

Dalam buku itu, termuat juga tulisan sarjana luar negeri. “Target kita, agar senilukis klasik kita dicatat sebagai warisan budaya dunia,” ujar Gunarsa semangat.

Jika diberikan kesehatan, dia akan terus berjuang agar seni lukis klasik Bali bisa dicatat oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak-benda (intangible heritage) sebagai bentuk kontribusi Bali kepada peradaban dunia.

“Saya percaya diri karena selain dari teman-teman di Bali, gagasan ini juga didukung sarjana luar yang cinta akan Bali,” katanya sambil menyebutkan beberapa nama seperti Prof Peter Worsley dan Dr Siobhan Campbell dari Australia, yang banyak meneliti seni lukis klasik Bali dari pendekatan seni dan sosial budaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kena Stroke, Maestro Nyoman Gunarsa Kesehatannya Mulai Membaik

Jakarta, Aktual.co — Maestro seni lukis DR HC Nyoman Gunarsa (70) hingga kini masih terbaring dalam perawatan di wing internasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, akibat serangan stroke ringan yang dideritanya sejak 24 November 2014.

“Kesehatannya secara berangsur-angsur pulih kembali, dua-tiga hari terakhir, maestro seni lukis asal Klungkung itu sudah mulai bisa menggerakkan tangannya dan mampu kembali membuat sketsa,” ujar Gunarsa ketika dibezuk sejumlah sehabatnya, Rabu (10/12).
 
Ia mengatakan, tim dokter yang menanganinya menyarankan agar melatih memegang pensil, dan menggambar.

“Untuk itu dokter dan perawat, saya buatkan sketsanya,” ujar Gunarsa. Ketika dibezuk sejumlah sahabatnya, wajah Nyoman Gunarsa mulai ceria, satu demi satu pengunjungnya disalami dengan memegang jemari rapat-erat, menunjukkan dia sudah sehat.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan doa teman-teman, tangan yang semula tidak bisa digerakkan, sekarang mulai seperti normal,” kata ayah seorang putra dan dua putri itu.

Ia menuturkan, ketika pertama menderita stroke, lidah dan tangannya kaku tidak bisa digerakkan sehingga sulit makan. Kini, sudah bisa minum dan pegang gelas sendiri, menikmati juice buah.

Gunursa yang sukses menggelar pameran di tingkat lokal Bali, nasional maupun internasional sejak 1998 hingga sekarang empat kali terserang penyakit stroke.

“Berkat semangat yang besar, dan berkat doa teman-teman, beliau selalu sehat kembali dan dapat berkarya lagi untuk dunia seni lukis Bali khususnya dan budaya Bali pada umumnya,” ujar Made Wija, Sekretaris pribadi Nyoman Gunarsa.

Koleganya dari Jerman pasangan suami istri Peter dan Frederike Volkersengaja datang ke Bali untuk memberikan dukungan dan doa bagi kesembuhan Sang Maestro.

Menurut Made Wija, pasangan Peter dan Frederike pernah mengajak Gunarsa melakukan “road show” seni lukis di beberapa kota besar di Jerman seperti Hamburg dan Frankfurt.

Tokoh Bali, seperti Pande Suteja Neka juga sudah membezuk untuk memberikan dukungan kesehatan Gunarsa.

Seniman seni Lukis Klasik Bali bersama sejumlah budayawan dan cendekiawan Bali, Nyoman Guansa kini sedang berusaha untuk menjadikan seni lukis klasik Bali sebagai warisan budaya nasional.

Langkah itu ditempuh dengan menggelar seminar dan berbagai pemikiran dalam seminar sudah disampaikan ke Mendikbud untuk mencatatkan seni lukis klasik Bali sebagai warisan budaya nasional.

Gunarsa juga sedang menyiapkan penerbitan buku seni lukis klasik Bali yang mengungkapkan berbagai aspek seperti sejarah, filosofi, estetika, dan makna, sebagai bagian dari usulan menjadi warisan budaya nasional.

Dalam buku itu, termuat juga tulisan sarjana luar negeri. “Target kita, agar senilukis klasik kita dicatat sebagai warisan budaya dunia,” ujar Gunarsa semangat.

Jika diberikan kesehatan, dia akan terus berjuang agar seni lukis klasik Bali bisa dicatat oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak-benda (intangible heritage) sebagai bentuk kontribusi Bali kepada peradaban dunia.

“Saya percaya diri karena selain dari teman-teman di Bali, gagasan ini juga didukung sarjana luar yang cinta akan Bali,” katanya sambil menyebutkan beberapa nama seperti Prof Peter Worsley dan Dr Siobhan Campbell dari Australia, yang banyak meneliti seni lukis klasik Bali dari pendekatan seni dan sosial budaya.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY Beri Kuliah Umum di UIN Syarif Hidayatullah

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat akan memberikan kuliah umum di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2014). Di hadapan mahasiswa dan dosen UIN Jakarta, SBY memberikan pandangannya tentang perjalanan reformasi di Indonesia. Reformasi menjadi agenda penting yang menjadi keharusan pemerintah untuk mengawal saat itu. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Rupiah Terus Melemah, BI Optimis Bakal Membaik

Jakarta, Aktual.co — Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus melemah. Bahkan nilai rupiah nampaknya enggan turun di level Rp12.300. Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan pelemahan tersebut bukanlah suatu yang mengkhawatirkan. Pasalnya, bukan hanya di Indonesia yang mengalami hal demikian, tapi juga negara lainnya.

“Kita harus menghadapinya dengan positif, mohon kita tetap tenang,” ujar Agus di Kantor BI Jakarta, Rabu (10/12).

Lebih lanjut dikatakan Agus, pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

“BI selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kalau inflasi dan defisit transaksi berjalan membaik, utang nasional yang sudah Rp3.000 triliun membaik, kita akan bisa hadapi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun depan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Terus Melemah, BI Optimis Bakal Membaik

Jakarta, Aktual.co — Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus melemah. Bahkan nilai rupiah nampaknya enggan turun di level Rp12.300. Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan pelemahan tersebut bukanlah suatu yang mengkhawatirkan. Pasalnya, bukan hanya di Indonesia yang mengalami hal demikian, tapi juga negara lainnya.

“Kita harus menghadapinya dengan positif, mohon kita tetap tenang,” ujar Agus di Kantor BI Jakarta, Rabu (10/12).

Lebih lanjut dikatakan Agus, pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

“BI selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kalau inflasi dan defisit transaksi berjalan membaik, utang nasional yang sudah Rp3.000 triliun membaik, kita akan bisa hadapi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun depan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain