4 April 2026
Beranda blog Halaman 41302

Ganggu Aktivitas, Tenda Blokade Pengunjuk Rasa di Hong Kong Akan Dibersihkan

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Tinggi memerintahkan untuk membersihkan tenda blokade pengunjuk rasa di kawasan admiralty.
Dilansir dari BBC News, Pengacara dari salah satu perusahaan di wilayah tempat pengunjuk rasa memblokir jalan, mengatakan bahwa demonstran harus meninggalkan lokasi selambatnya hari Kamis (11/12).
Perintah pembersihan terhadap tempat yang dijadikan tenda pengunjuk rasa, berdasarkan pengajuan permohonan perusahaan angkutan bus setempat karena dianggap menggaggu aktivitas publik.
Pengacara Perusahaan, Paul Tse, menyebutkan bahwa pekerjaan pembongkaran tenda blokade pengujuk rasa dilakukan pada Kamis (11/12) pagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Kondisi Terakhir Kantor DPP Golkar

Jakarta, Aktual.co — Setelah melakukan rapat tertutup di dalam gedung DPP Golkar Agung Laksono, Agus Gumiwang beserta kader yang lainnya kini telah meninggalkan kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Nelly Selipi Jakarta Barat, Selasa (11/12). 
Menurut informasi yang di dapat Aktual.co, sebelumnya Agung Lanksono dan para petinggi Golkar Versi Presidium Penyelamat Partai Golkar telah menurunkan Foto Aburizal Bakrie di ruang Receptionis Gedung DPP. 
Tetapi masih nampak beberapa foto Aburizal Bakrie bersama para petinggi partai Golkar yang kini menjadi lawan tandingannya di partai, salah satunya Yoris Raweyai sedang menyerahkan bendera partai Golkar di salah satu sudut ruangan di dalam Gedung DPP.
Pantauan Aktual.co dilokasi gedung DPP Golkar sendiri masih di jaga oleh ratusan orang dari massa Yoris. Mereka berjaga di luar dan di dalam DPP Golkar, setiap pengunjung yang ingin masuk diperiksa dan ditanya kepentingannya. 
Hingga saat ini hanya terlihat keluar dan masuk kendaran bermotor roda dua dan roda empat.

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Kondisi Terakhir Kantor DPP Golkar

Jakarta, Aktual.co — Setelah melakukan rapat tertutup di dalam gedung DPP Golkar Agung Laksono, Agus Gumiwang beserta kader yang lainnya kini telah meninggalkan kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Nelly Selipi Jakarta Barat, Selasa (11/12). 
Menurut informasi yang di dapat Aktual.co, sebelumnya Agung Lanksono dan para petinggi Golkar Versi Presidium Penyelamat Partai Golkar telah menurunkan Foto Aburizal Bakrie di ruang Receptionis Gedung DPP. 
Tetapi masih nampak beberapa foto Aburizal Bakrie bersama para petinggi partai Golkar yang kini menjadi lawan tandingannya di partai, salah satunya Yoris Raweyai sedang menyerahkan bendera partai Golkar di salah satu sudut ruangan di dalam Gedung DPP.
Pantauan Aktual.co dilokasi gedung DPP Golkar sendiri masih di jaga oleh ratusan orang dari massa Yoris. Mereka berjaga di luar dan di dalam DPP Golkar, setiap pengunjung yang ingin masuk diperiksa dan ditanya kepentingannya. 
Hingga saat ini hanya terlihat keluar dan masuk kendaran bermotor roda dua dan roda empat.

Artikel ini ditulis oleh:

Lawan Daud Yordan Berubah

Jakarta, Aktual.co — Lawan petinju Indonesia Daud Yordan pada pertarungan perebutan gelar juara kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia di Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya berubah karena ada masalah nonteknis.

Semula petinju yang bakal menjadi lawan Daud Yordan berasal dari Thailand, Eakkhunphol Mor Krungthepthonburi, tetapi sekarang menjadi petinju asal Filipina, Ronald Ponttilas.

“Perubahan lawan yang akan saya hadapi adalah hal yang sangat biasa dan itu karena faktor nonteknis saja,” kata Daud Yordan ketika dihubungi, Selasa (9/12).

Menurut petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat tersebut, selain perubahan calon lawannya, waktunya juga mengalami perubahan. Yang semula dilangsungkan 13 Desember mundur menjadi 20 Desember 2014.

“Pengunduran jadwal pertarungan tersebut juga hal yang biasa. Tetapi yang jelas pertarungan mendatang adalah pertarungan perebutan gelar juara WBO Asia,” kata petinju dengan rekor bertarung 32 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah.

Ketika ditanya apakah ada perubahan strategi menyusul perubahan lawan yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang, petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut, mengatakan, ada tetapi tidak terlalu banyak.

Menurut dia, kalau petinju Thailand memiliki karakter bertarung yang ‘bandel’ dan tahan pukul, serta seorang ‘fighter’ tetapi kalau petinju Filipina hampir sama. Tetapi calon lawannya ini memiliki karakter yang menunggu diserang dulu.

“Saya bersama dengan pelatih Damianus Yordan sudah mempelajari rekaman pertarungan petinju Filipina tersebut. Kami melihat petinju Ronald Ponttilas ini lebih banyak menunggu diserang dulu,” katanya.

Menghadapi petinju dengan karakter yang demikian, Daud Yordan yang hingga kini masih memegang sabuk gelar juara dunia kelas ringan IBO mengatakan, dirinya tetap akan menyerang lawan sejak ronde-ronde awal.

“Saya kira strategi saya tidak banyak berubah, meskipun lawannya yang akan saya hadapi berubah. Saya tetap akan menyerang sejak ronde-ronde awal dan tidak memberi kesempatan kepada lawan saya untuk menyerang terlebih dulu,” katanya menegaskan.

Sejak mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan IBO dengan mengalahkan petinju Afrika Selatan Sipho Taliwe di Australia, 6 Desember 2013, Daud Yordan belum pernah naik ring atau bertarung kembali hingga sekarang.

Daud Yordan merebut gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah menang atas petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela di Australia, 6 Juli 2013.

Sebelum berkecimpung di kelas ringan, Daud Yordan juga sempat menjadi juara dunia kelas bulu IBO saat menang dengan KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012. Sempat mempertahankan gelarnya sekali setelah menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev di Singapura 9 November 2012.

Tetapi gelar itu akhirnya lepas setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, 14 April 2013. Petinju Afrika Selatan ini (Simpive Vetyeka) ini akhirnya menghentikan laju pemegang Super Champions kelas bulu WBA Chris John pada pertarungan di Australia 6 Desember 2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Lawan Daud Yordan Berubah

Jakarta, Aktual.co — Lawan petinju Indonesia Daud Yordan pada pertarungan perebutan gelar juara kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia di Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya berubah karena ada masalah nonteknis.

Semula petinju yang bakal menjadi lawan Daud Yordan berasal dari Thailand, Eakkhunphol Mor Krungthepthonburi, tetapi sekarang menjadi petinju asal Filipina, Ronald Ponttilas.

“Perubahan lawan yang akan saya hadapi adalah hal yang sangat biasa dan itu karena faktor nonteknis saja,” kata Daud Yordan ketika dihubungi, Selasa (9/12).

Menurut petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat tersebut, selain perubahan calon lawannya, waktunya juga mengalami perubahan. Yang semula dilangsungkan 13 Desember mundur menjadi 20 Desember 2014.

“Pengunduran jadwal pertarungan tersebut juga hal yang biasa. Tetapi yang jelas pertarungan mendatang adalah pertarungan perebutan gelar juara WBO Asia,” kata petinju dengan rekor bertarung 32 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah.

Ketika ditanya apakah ada perubahan strategi menyusul perubahan lawan yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang, petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut, mengatakan, ada tetapi tidak terlalu banyak.

Menurut dia, kalau petinju Thailand memiliki karakter bertarung yang ‘bandel’ dan tahan pukul, serta seorang ‘fighter’ tetapi kalau petinju Filipina hampir sama. Tetapi calon lawannya ini memiliki karakter yang menunggu diserang dulu.

“Saya bersama dengan pelatih Damianus Yordan sudah mempelajari rekaman pertarungan petinju Filipina tersebut. Kami melihat petinju Ronald Ponttilas ini lebih banyak menunggu diserang dulu,” katanya.

Menghadapi petinju dengan karakter yang demikian, Daud Yordan yang hingga kini masih memegang sabuk gelar juara dunia kelas ringan IBO mengatakan, dirinya tetap akan menyerang lawan sejak ronde-ronde awal.

“Saya kira strategi saya tidak banyak berubah, meskipun lawannya yang akan saya hadapi berubah. Saya tetap akan menyerang sejak ronde-ronde awal dan tidak memberi kesempatan kepada lawan saya untuk menyerang terlebih dulu,” katanya menegaskan.

Sejak mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan IBO dengan mengalahkan petinju Afrika Selatan Sipho Taliwe di Australia, 6 Desember 2013, Daud Yordan belum pernah naik ring atau bertarung kembali hingga sekarang.

Daud Yordan merebut gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah menang atas petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela di Australia, 6 Juli 2013.

Sebelum berkecimpung di kelas ringan, Daud Yordan juga sempat menjadi juara dunia kelas bulu IBO saat menang dengan KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012. Sempat mempertahankan gelarnya sekali setelah menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev di Singapura 9 November 2012.

Tetapi gelar itu akhirnya lepas setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, 14 April 2013. Petinju Afrika Selatan ini (Simpive Vetyeka) ini akhirnya menghentikan laju pemegang Super Champions kelas bulu WBA Chris John pada pertarungan di Australia 6 Desember 2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Jual Permen Isi Sabu, Pria Ini Terancam Dipenjara 5 Tahun

Bandung, Aktual.co — YR alias Letung (32), warga kawasan Cisereuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung terancam hukuman penjara minimal 5 tahun.
Pasalnya, pria pengangguran ini menjual narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam permen dan dijual dengan harga antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Selain itu, ditemukan barang bukti berupa 11 permen berisi sabu dan juga dua paket sabu siap edar yang telah dibungkus rapih.
“Kita tangkap di kediamannya. Beserta barang bukti 11 permen berisi sabu dan dua paket di plastik,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Nugroho Arianto, Selasa (9/12).
Nugroho menjelaskan, modus ini telah lama dipakai namun kembali marak guna mengelabui petugas kepolisian.
Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram ini didapat dari pelaku berinisial G yang kini masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
“Proses jual belinya janjian lewat handphone. Tersangka mendapat keuntungan yang cukup besar dari transaksinya ini,” kata Nugroho.
Letung yang telah mendekam di sel tahanan Polrestabes Bandung akan dijerat Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain