4 April 2026
Beranda blog Halaman 41308

Bantu Sesama, Ini Dia Para Pemenang Sosok ‘Women of Worth 2014’

Jakarta, Aktual.co — Sebuah produk kecantikan wanita menggelar dengan mencari 3 sosok wanita inspiratif ‘Women Of Worth 2014’. 

Terinspirasi dari spirit ‘because we’re Worth It’ program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap para perempuan Indonesia yang memiliki kepribadian dan tujuan meningkatkan percaya diri dan memiliki komitmen untuk membantu sesama dalam mendapatkan kehidupan yang lebih baik serta berarti.

Dewan juri yang menentukan women of worth, diantaranya, Dian Sastrowardoyo, Maudy Koesnadi, DR Dewi Motik Pramono Msc (ketua umum Kowani), Melanie Masriel, Hanifa Ambadar dan Dr. Fenny M. Dwivany,Ph.D.

Mereka telah duduk bersama sejak 27 November lalu, dalam mengobservasi serta mewawancarai langsung terhadap 10 orang finalis women of worth.

“Menjadi juri women of worth makin membuka mata saya akan banyaknya sosok perempuan luar biasa di sekitar kita. Apa yang dilakukan tiga Women Of Worth ini misalnya, mereka mengulurkan tangan tanpa pamrih membantu orang-orang yang kurang beruntung di sekitarnya agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Melihat bagaimana para perempuan ini masih bisa berkontribusi untuk sesama di tengah beragam peran lain yang dijalani, menginspirasi saya untuk menjadi lebih baik lagi” tutur Dian Sastrowardoyo kepada Aktual, salah satu juri, di Jakarta, Selasa (09/12).

Berikut, para pemenang sosok women of worth yang terpilih.
1. Megarini Puspasari adalah aktivis peduli lingkungan untuk anak kurang mampu yang mendirikan Yayasan HoshiZora.
2. Valencia Mieke Randa merupakan penggagas gerakan donor darah (BloodforLife) yang kini tengah membangun Rumah Harapan bagi anak kurang mampu yang menderita penyakit serius.
3. Lisa Virgiano seorang pecinta kuliner yang tergerak mempromosikan kuliner dan budaya Nusantara dengan memberikan pelatihan ke para nelayan, petani dan pengrajin.

Artikel ini ditulis oleh:

Bantu Sesama, Ini Dia Para Pemenang Sosok ‘Women of Worth 2014’

Jakarta, Aktual.co — Sebuah produk kecantikan wanita menggelar dengan mencari 3 sosok wanita inspiratif ‘Women Of Worth 2014’. 

Terinspirasi dari spirit ‘because we’re Worth It’ program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap para perempuan Indonesia yang memiliki kepribadian dan tujuan meningkatkan percaya diri dan memiliki komitmen untuk membantu sesama dalam mendapatkan kehidupan yang lebih baik serta berarti.

Dewan juri yang menentukan women of worth, diantaranya, Dian Sastrowardoyo, Maudy Koesnadi, DR Dewi Motik Pramono Msc (ketua umum Kowani), Melanie Masriel, Hanifa Ambadar dan Dr. Fenny M. Dwivany,Ph.D.

Mereka telah duduk bersama sejak 27 November lalu, dalam mengobservasi serta mewawancarai langsung terhadap 10 orang finalis women of worth.

“Menjadi juri women of worth makin membuka mata saya akan banyaknya sosok perempuan luar biasa di sekitar kita. Apa yang dilakukan tiga Women Of Worth ini misalnya, mereka mengulurkan tangan tanpa pamrih membantu orang-orang yang kurang beruntung di sekitarnya agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Melihat bagaimana para perempuan ini masih bisa berkontribusi untuk sesama di tengah beragam peran lain yang dijalani, menginspirasi saya untuk menjadi lebih baik lagi” tutur Dian Sastrowardoyo kepada Aktual, salah satu juri, di Jakarta, Selasa (09/12).

Berikut, para pemenang sosok women of worth yang terpilih.
1. Megarini Puspasari adalah aktivis peduli lingkungan untuk anak kurang mampu yang mendirikan Yayasan HoshiZora.
2. Valencia Mieke Randa merupakan penggagas gerakan donor darah (BloodforLife) yang kini tengah membangun Rumah Harapan bagi anak kurang mampu yang menderita penyakit serius.
3. Lisa Virgiano seorang pecinta kuliner yang tergerak mempromosikan kuliner dan budaya Nusantara dengan memberikan pelatihan ke para nelayan, petani dan pengrajin.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Susi Peringatkan Nelayan Tak Langgar Batas Negara

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperingatkan kepada nelayan Indonesia agar tidak masuk ke wilayah perairan negara lain, termasuk Malaysia.
Sebab, lanjut dia, untuk perbatasan laut sudah digunakan sistem yang dapat memberikan peringatan bagi nelayan supaya tidak masuk ke wilayah negara lain. Susi tak ingin nantinya ada nelayan kecil Indonesia yang ditangkap karena dituduh mencuri ikan di perairan negara tetangga.
“Untuk di perbatasan pakai sistem yang bisa memberikan peringatan. Jadi mereka tidak masuk ke wilayah Malaysia. Jangan sampai nelayan kecil kita, kapalnya ditangkap dan dibakar Malaysia,” kata Susi di sela-sela seminar bertajuk “Peran Polri dan Sinergitas Polisional Menuju Indonesia sebagai Negara Maritim”, di PTIK, Jakarta, Selasa (9/12).
Susi menekankan, penegakan hukum sangat penting untuk kemaritiman karena bisa menjaga sumber daya alam yang besar. Menurutnya, sinergi penegakan hukum di laut harus ditegakkan karena kalau tidak kemandirian budidaya akan hilang.
“Dibutuhkan wujud kerjasama dan koordinasi dengan Polri termasuk di dalamnya pengawasan di laut dan tindak pidana perikanan yang besok pengadilannya saya resmikan di Ambon,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menteri Susi Peringatkan Nelayan Tak Langgar Batas Negara

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperingatkan kepada nelayan Indonesia agar tidak masuk ke wilayah perairan negara lain, termasuk Malaysia.
Sebab, lanjut dia, untuk perbatasan laut sudah digunakan sistem yang dapat memberikan peringatan bagi nelayan supaya tidak masuk ke wilayah negara lain. Susi tak ingin nantinya ada nelayan kecil Indonesia yang ditangkap karena dituduh mencuri ikan di perairan negara tetangga.
“Untuk di perbatasan pakai sistem yang bisa memberikan peringatan. Jadi mereka tidak masuk ke wilayah Malaysia. Jangan sampai nelayan kecil kita, kapalnya ditangkap dan dibakar Malaysia,” kata Susi di sela-sela seminar bertajuk “Peran Polri dan Sinergitas Polisional Menuju Indonesia sebagai Negara Maritim”, di PTIK, Jakarta, Selasa (9/12).
Susi menekankan, penegakan hukum sangat penting untuk kemaritiman karena bisa menjaga sumber daya alam yang besar. Menurutnya, sinergi penegakan hukum di laut harus ditegakkan karena kalau tidak kemandirian budidaya akan hilang.
“Dibutuhkan wujud kerjasama dan koordinasi dengan Polri termasuk di dalamnya pengawasan di laut dan tindak pidana perikanan yang besok pengadilannya saya resmikan di Ambon,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pengamat: Apa Sih Beratnya Presiden Ucapkan Duka Cita?

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik (Kompol) dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghozali menanggapi miris pernyataan dan respon yang ditunjukan Presiden Jokowi terkait kasus tewasnya salah satu pelajar dalam demonstrasi penolakan BBM di Makassar.
Menurut dia, seharusnya presiden menunjukan rasa empati dan simpatinya, bukan malah mengatakan ‘bukan urusan saya’.
“Kan enggak boleh beranggapan satu atau dua orang berjuang melawan kenaikan BBM kemudian Presiden mengatakan’ bukan urusan saya’, sebaiknya ada pendekatan empati untuk mengatakan, misal turut dukacita itu kan tidak terlarang,” ucap Effendi kepada wartawan, di dalam acara diskusi publik, di Jakarta, Selasa (9/12).
Sementara itu, Effendi pun juga menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai aksi buruh hanya direspon sebagai tantangan oleh buruh untuk menjaga keseriusannya dalam merealisasikan aspirasinya.
“Itu kalau Pak JK itu selama ini memberikan pernyataan langsung enggak ditutupi dan cekatan, ternyata dari pertemuan itu demonya seminggu, lalu mendapat tantangannya dan tadi sudah dijawab, ini seperti tantangan buat mereka (buruh), jadi pak JK itu memberikan jurus lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Masih kata Effendi, yang dilakukan oleh JK itu merupakan ciri khasnya dalam memberikan respon. Secara spontan dan lebih terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Kalimat itu ciri khas JK sifatnya langsung sebagai pemimpin apa yang ada spontan saja, tapi itu dianggap sebagai tantangan bagi buruh,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pengamat: Apa Sih Beratnya Presiden Ucapkan Duka Cita?

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik (Kompol) dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghozali menanggapi miris pernyataan dan respon yang ditunjukan Presiden Jokowi terkait kasus tewasnya salah satu pelajar dalam demonstrasi penolakan BBM di Makassar.
Menurut dia, seharusnya presiden menunjukan rasa empati dan simpatinya, bukan malah mengatakan ‘bukan urusan saya’.
“Kan enggak boleh beranggapan satu atau dua orang berjuang melawan kenaikan BBM kemudian Presiden mengatakan’ bukan urusan saya’, sebaiknya ada pendekatan empati untuk mengatakan, misal turut dukacita itu kan tidak terlarang,” ucap Effendi kepada wartawan, di dalam acara diskusi publik, di Jakarta, Selasa (9/12).
Sementara itu, Effendi pun juga menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai aksi buruh hanya direspon sebagai tantangan oleh buruh untuk menjaga keseriusannya dalam merealisasikan aspirasinya.
“Itu kalau Pak JK itu selama ini memberikan pernyataan langsung enggak ditutupi dan cekatan, ternyata dari pertemuan itu demonya seminggu, lalu mendapat tantangannya dan tadi sudah dijawab, ini seperti tantangan buat mereka (buruh), jadi pak JK itu memberikan jurus lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Masih kata Effendi, yang dilakukan oleh JK itu merupakan ciri khasnya dalam memberikan respon. Secara spontan dan lebih terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Kalimat itu ciri khas JK sifatnya langsung sebagai pemimpin apa yang ada spontan saja, tapi itu dianggap sebagai tantangan bagi buruh,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain