5 April 2026
Beranda blog Halaman 41313

“Jabanin” Tantangan Wapres, Buruh Turunkan 50 Ribu Massa

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bahwa demonstrasi kenaikan harga BBM bersubsidi hanya akan tahan paling lama dua pekan, menyulut amarah dari gerakan organisasi buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN).
Ketua Umum DPP SPN, Iwan Kusmawan mengatakan,peryataan wapres itu melukai perasaan rakyat kecil. Dan ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh buruh itu bukan soal menghitung hari lama atau tidaknya.
“Kita bicara upah kok tiba-tiba di statemenya biarin demo enggak lama juga bubar, kan persoalannya tolong di respon untuk dibicarakan secara tripartit, oleh karena itu anti klimaks dari statemen pemerintah terutama statemen JK,” ucap dia, usai diskusi publik, di Jakarta, Selasa (9/12).
Menurut dia, pernyataan Jusuf Kalla itu berupa tantangan yang secara langsung disampaikan kepada publik. Ia pun mengatakan akan menggelar aksi besar pada 10 Desember 2014 dengan menurunkan 50 ribu buruh dari berbagai konfederasi di Jakarta.
“Besok demo berupaya tekanan awal menuju ke arah mogok nasional ada 50 ribu massa buruh dari tiga provinsi, Banten, DKI, dan Jabar (Karawang, Bekasi, dan Depok) dari 42 konfederasi,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

“Jabanin” Tantangan Wapres, Buruh Turunkan 50 Ribu Massa

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bahwa demonstrasi kenaikan harga BBM bersubsidi hanya akan tahan paling lama dua pekan, menyulut amarah dari gerakan organisasi buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN).
Ketua Umum DPP SPN, Iwan Kusmawan mengatakan,peryataan wapres itu melukai perasaan rakyat kecil. Dan ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh buruh itu bukan soal menghitung hari lama atau tidaknya.
“Kita bicara upah kok tiba-tiba di statemenya biarin demo enggak lama juga bubar, kan persoalannya tolong di respon untuk dibicarakan secara tripartit, oleh karena itu anti klimaks dari statemen pemerintah terutama statemen JK,” ucap dia, usai diskusi publik, di Jakarta, Selasa (9/12).
Menurut dia, pernyataan Jusuf Kalla itu berupa tantangan yang secara langsung disampaikan kepada publik. Ia pun mengatakan akan menggelar aksi besar pada 10 Desember 2014 dengan menurunkan 50 ribu buruh dari berbagai konfederasi di Jakarta.
“Besok demo berupaya tekanan awal menuju ke arah mogok nasional ada 50 ribu massa buruh dari tiga provinsi, Banten, DKI, dan Jabar (Karawang, Bekasi, dan Depok) dari 42 konfederasi,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

AusAid Bantu Bereskan Angkutan Umum di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) dari AusAid akan membantu Pemprov DKI dalam membereskan angkutan umum di Jakarta.
“Dia mau bantu buat program gimana cara beresin bus kita yang kacau balau,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Selasa (9/12).
Ia mengatakan untuk membereskan bus di Jakarta perlu menunggu pengelolaan Transjakarta yang sebaik mungkin. Jika pengelolaan Transjakarta sudah baik, selanjutnya akan digunakan sistem kontrak dengan pembayaran rupiah per kilometer.
Dengan Transjakarta, Ahok yakin sistem pelayanan angkutan di Jakarta akan baik. Selain tidak menimbulkan kemacetan, gaji supir angkutan pun terjamin.
“Kalau ikuti UU, pengusaha angkutan yang perorangan itu kan mesti punya depo sendiri. Makanya kita mau di bawah Transjakarta supaya mereka bisa ajukan ke bank untuk dapatkan bus yang baik karena ada jaminan dari Transjakarta.  Kalau dia sendiri pake tarik-tarik duit gak ada yang mau kasih kredit kalau gak ada jaminan,” ujarnya.
Namun, terdapat kendala bahwa pemerintah tidak bisa mengandalkan bus saja sebagai transportasi massal andalan. Untuk itu mereka memandang perlu untuk membangun transportasi berbasis rel seperti LRT atau MRT.
“Kayak LRT atau MRT harus dibangun. Karena mau bus bertambah tetapi jalannya kan gak cukup,” ujarnya.
Untuk mengembangkan rencana tersebut, maka pihak IndII membutuhkan waktu 10 tahun untuk membuatkan program atau skema yang cocok seperti apa. Namun Ahok menolak.
“Mereka bilang bisa 10 tahun. Saya gak mau, saya maunya 3 tahun maksimal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

AusAid Bantu Bereskan Angkutan Umum di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) dari AusAid akan membantu Pemprov DKI dalam membereskan angkutan umum di Jakarta.
“Dia mau bantu buat program gimana cara beresin bus kita yang kacau balau,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Selasa (9/12).
Ia mengatakan untuk membereskan bus di Jakarta perlu menunggu pengelolaan Transjakarta yang sebaik mungkin. Jika pengelolaan Transjakarta sudah baik, selanjutnya akan digunakan sistem kontrak dengan pembayaran rupiah per kilometer.
Dengan Transjakarta, Ahok yakin sistem pelayanan angkutan di Jakarta akan baik. Selain tidak menimbulkan kemacetan, gaji supir angkutan pun terjamin.
“Kalau ikuti UU, pengusaha angkutan yang perorangan itu kan mesti punya depo sendiri. Makanya kita mau di bawah Transjakarta supaya mereka bisa ajukan ke bank untuk dapatkan bus yang baik karena ada jaminan dari Transjakarta.  Kalau dia sendiri pake tarik-tarik duit gak ada yang mau kasih kredit kalau gak ada jaminan,” ujarnya.
Namun, terdapat kendala bahwa pemerintah tidak bisa mengandalkan bus saja sebagai transportasi massal andalan. Untuk itu mereka memandang perlu untuk membangun transportasi berbasis rel seperti LRT atau MRT.
“Kayak LRT atau MRT harus dibangun. Karena mau bus bertambah tetapi jalannya kan gak cukup,” ujarnya.
Untuk mengembangkan rencana tersebut, maka pihak IndII membutuhkan waktu 10 tahun untuk membuatkan program atau skema yang cocok seperti apa. Namun Ahok menolak.
“Mereka bilang bisa 10 tahun. Saya gak mau, saya maunya 3 tahun maksimal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenko PMK Apresiasi Buku ‘Laut dan Kebudayaan’

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi terbitnya buku ‘Laut dan Kebudayaan’ untuk memberikan masukan bagi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai bangsa maritim yang kuat.

“Pemerintah mengapresiasi terbitnya buku ini,” kata Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kemenko PMK Haswan Yunaz pada acara bedah buku di Gedung Museum Nasional Jakarta, Selasa (09/12).

Dia menjelaskan, pemerintah berharap melalui buku tersebut, ada suatu pemahaman utuh tentang kaitan antara laut dan kebudayaan.

“Tujuannya agar kita dapat mengelola laut dan budaya dengan lebih baik melalui masukan dan informasi dari buku tersebut, baik dari segi pengelolaan sumberdaya laut, ilmu dan teknologi perkapalan, kajian sastra, antropologi dan semangat bahari,” katanya.

Dia menambahkan, Kemenko PMK berharap semua kementerian dan lembaga semakin memberikan perhatian besar pada bidang laut dan kebudayaan sehingga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat terealisasi.

Sementara itu, buku berjudul “Laut dan Kebudayaan” tersebut ditulis oleh Mukhlis Paeni, Achmad Fediyani, Prof Dr Abdul Muis M.Sc, Martono Yuwono dan Arif Satria.

Pada buku tersebut terdapat pengantar dari Rokhmin Dahuri yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001 – 2004.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenko PMK Apresiasi Buku ‘Laut dan Kebudayaan’

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi terbitnya buku ‘Laut dan Kebudayaan’ untuk memberikan masukan bagi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai bangsa maritim yang kuat.

“Pemerintah mengapresiasi terbitnya buku ini,” kata Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kemenko PMK Haswan Yunaz pada acara bedah buku di Gedung Museum Nasional Jakarta, Selasa (09/12).

Dia menjelaskan, pemerintah berharap melalui buku tersebut, ada suatu pemahaman utuh tentang kaitan antara laut dan kebudayaan.

“Tujuannya agar kita dapat mengelola laut dan budaya dengan lebih baik melalui masukan dan informasi dari buku tersebut, baik dari segi pengelolaan sumberdaya laut, ilmu dan teknologi perkapalan, kajian sastra, antropologi dan semangat bahari,” katanya.

Dia menambahkan, Kemenko PMK berharap semua kementerian dan lembaga semakin memberikan perhatian besar pada bidang laut dan kebudayaan sehingga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat terealisasi.

Sementara itu, buku berjudul “Laut dan Kebudayaan” tersebut ditulis oleh Mukhlis Paeni, Achmad Fediyani, Prof Dr Abdul Muis M.Sc, Martono Yuwono dan Arif Satria.

Pada buku tersebut terdapat pengantar dari Rokhmin Dahuri yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001 – 2004.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain