7 April 2026
Beranda blog Halaman 41323

Jokowi Ditantang Buat Ekstradisi dengan Singapura

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menantang Presiden Joko Widodo untuk membuat terobosan dalam rangka pemberantasan korupsi, yakni membuat perjanjian ekstradisi dengan Singapura dan negara-negara di dunia lainnya yang selama ini menjadi tempat pelarian uang koruptor dari Indonesia.

Dirinya berharap dengan perjanjian itu, pemerintah nantinya bisa menyita aset-aset kekayaan koruptor Indonesia di luar negeri.

“Presiden Jokowi harus berani meminta negara-negara itu tidak menjadi penampungan koruptor. Jangan sampai jadi surga bagi koruptor,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/12).

Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami sedikit perkembangan meskipun lambat. Hal ini terlihat dari Index Persepsi Korupsi yang dikeluarkan oleh Transparency International (TI). Pada 2014, skor IPK/CPI Indonesia adalah 34, meningkat dua digit dari skor 32 pada tahun 2013.

Dengan naiknya skor tersebut, posisi Indonesia naik tujuh peringkat dari 114 pada tahun lalu ke posisi 107 dari 175 negara. Posisi tersebut masih dibawah Singapura yang menduduki posisi tujuh, Malaysia posisi 51, dan Filipina 91.

Fadli mengkritik Singapura yang memiliki peringkat tinggi, namun menjadi surga bagi pelarian para koruptor-koruptor luar negeri, termasuk koruptor asal Indonesia.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pihaknya bersama parlemen Asean, Asia dan dunia, akan bekerjasama melalui “Joint Declaration” untuk sama-sama tidak melindungi koruptor di seluruh dunia.

“Kita akan bentuk deklarasi bersama antara parlemen di dunia guna mendukung langkah tidak melindungi koruptor di dunia,” kata dia.

Berdasarkan data dari Global Parliamentarians for Against Corruption (GOPAC), negara-negara berkembang dirugikan sebesar 5,9 triliun USD.
 
“Karena ini cenderung dilarikan oleh koruptor-koruptor kita ke luar negeri,” kata dia.

Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Wapres JK: Mulai Tahun Depan Tak Ada Pembangunan Gedung Pemerintahan

Jakarta, Aktual.co —   Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan mulai tahun depan tidak ada lagi pembangunan gedung untuk pemerintahan kecuali membangun infrastruktur yang dapat dinikmati masyarakat banyak sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembangunan untuk kantor pemerintah seperti kantor gubernur dan bupati kita stop dulu karena yang ada saat ini dinilai sudah banyak,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (9/12).

Hadir dalam acara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno.

Dikatakan wapres anggaran pembangunan mendatang akan digunakan untuk fasilitas infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, bandar udara, pelabuhan laut, jalan raya, irigasi, hingga pembangunan pembangkit listrik.

Infrastruktur tersebut, katanya, apabila tersedia maka akan menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat dan bisa memperluas lapangan pekerjaan.

“Coba kalau kita membangun jalan raya di suatu wilayah terpencil, maka di situ perekonomiannya akan tumbuh karena dibangun pabrik yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Jusuf Kalla.

Wapres mengatakan apabila kontraktor nasional tetap akan membangun gedung maka dipersilahkan menggandeng pihak swasta lainnya tidak dengan pemerintah.

Jusuf Kalla menilai bahwa kontraktor nasional saat ini sudah sangat ahli dan maju saat membangun gedung atau bangunan dan tidak kalah lagi dengan kontraktor asing.

Dia mencontohkan kontraktor nasional saat ini sudah mampu membangun sebuah bangunan hanya dengan waktu satu tahun saja, dari yang sebelumnya perlu memakan waktu tiga tahun.

Namun demikian, wapres mengingatkan agar kontraktor nasional harus terus belajar dan memahami teknologi konstruksi yang selalu berkembang pesat sehingga harus rajin belajar dan melatih diri agar tak tertinggal perkembangan teknologi.

“Saya optimistis bahwa kontraktor Indonesia bisa mengejar teknologi,” kata wapres.

Ketua Umum Gapensi Iskandar Hartawi mengatakan anggotanya yang berjumlah 40 ribu kontraktor siap mendukung dan mensukseskan pembangunan pemerintah, termasuk diantaranya mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Dikatakan untuk mendukung daya saing jasa konstruksi, pemerintah harus menciptakan iklim usaha yang bersih, tegas, serta mampu menekan biaya ekonomi tinggi, serta menerapkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami juga mengusulkan kepada pemerintah agar mengatur sejumlah regulasi supaya tidak membingungkan kontraktor disertai dengan pengawasan yang terpadu,” kata Iskandar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wapres JK: Mulai Tahun Depan Tak Ada Pembangunan Gedung Pemerintahan

Jakarta, Aktual.co —   Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan mulai tahun depan tidak ada lagi pembangunan gedung untuk pemerintahan kecuali membangun infrastruktur yang dapat dinikmati masyarakat banyak sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembangunan untuk kantor pemerintah seperti kantor gubernur dan bupati kita stop dulu karena yang ada saat ini dinilai sudah banyak,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (9/12).

Hadir dalam acara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno.

Dikatakan wapres anggaran pembangunan mendatang akan digunakan untuk fasilitas infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, bandar udara, pelabuhan laut, jalan raya, irigasi, hingga pembangunan pembangkit listrik.

Infrastruktur tersebut, katanya, apabila tersedia maka akan menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat dan bisa memperluas lapangan pekerjaan.

“Coba kalau kita membangun jalan raya di suatu wilayah terpencil, maka di situ perekonomiannya akan tumbuh karena dibangun pabrik yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Jusuf Kalla.

Wapres mengatakan apabila kontraktor nasional tetap akan membangun gedung maka dipersilahkan menggandeng pihak swasta lainnya tidak dengan pemerintah.

Jusuf Kalla menilai bahwa kontraktor nasional saat ini sudah sangat ahli dan maju saat membangun gedung atau bangunan dan tidak kalah lagi dengan kontraktor asing.

Dia mencontohkan kontraktor nasional saat ini sudah mampu membangun sebuah bangunan hanya dengan waktu satu tahun saja, dari yang sebelumnya perlu memakan waktu tiga tahun.

Namun demikian, wapres mengingatkan agar kontraktor nasional harus terus belajar dan memahami teknologi konstruksi yang selalu berkembang pesat sehingga harus rajin belajar dan melatih diri agar tak tertinggal perkembangan teknologi.

“Saya optimistis bahwa kontraktor Indonesia bisa mengejar teknologi,” kata wapres.

Ketua Umum Gapensi Iskandar Hartawi mengatakan anggotanya yang berjumlah 40 ribu kontraktor siap mendukung dan mensukseskan pembangunan pemerintah, termasuk diantaranya mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Dikatakan untuk mendukung daya saing jasa konstruksi, pemerintah harus menciptakan iklim usaha yang bersih, tegas, serta mampu menekan biaya ekonomi tinggi, serta menerapkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami juga mengusulkan kepada pemerintah agar mengatur sejumlah regulasi supaya tidak membingungkan kontraktor disertai dengan pengawasan yang terpadu,” kata Iskandar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Diwarnai interupsi, DPRA Sahkan Pimpinan Dewan

Banda Aceh, Aktual.co — Sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR Aceh diwarnai interupsi dari anggota Fraksi Partai Aceh, Ridwan Abubakar akrab disapa Nek Tu, Selasa (9/12). 
Sehari sebelumnya, Nek Tu juga memprotes sidang tersebut dan menolak keputusan Partai Aceh menunjuk Tgk Muharuddin sebagai ketua DPRA.
Setelah menginterupsi, Nek Tu maju ke meja pimpinan sidang dan melemparkan setumpuk dokumen ke arah pimpinan sidang. Sejumlah satuan pengamanan DPRA lalu membawa Nek Tu kembali ke tempat duduknya. Nek Tu mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari DPW Partai Aceh sebagai Ketua DPRA.
Usai kericuhan kecil itu, Tgk Muharuddin menanyakan pada forum apakah sidang dilanjutkan atau tidak. Semua anggota dewan yang hadir menyatakan sidang dilanjutkan.
Setelah itu sidang dilanjutkan dengan menetapkan pimpinan DPRA dengan komposisi yaitu Ketua Tgk Muharuddin dari Partai Aceh, Sulaiman Abda (Partai Golkar), Teuku Irwan Djohan (Partai Nasional Demokrat) dan Mawardi (Partai Amanat Nasional). 
Sekretaris DPRA Hamid Zein menyebutkan penetapan paripurna itu segera dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 
“Apa yang terjadi hari ini adalah bagian demokrasi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Diwarnai interupsi, DPRA Sahkan Pimpinan Dewan

Banda Aceh, Aktual.co — Sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR Aceh diwarnai interupsi dari anggota Fraksi Partai Aceh, Ridwan Abubakar akrab disapa Nek Tu, Selasa (9/12). 
Sehari sebelumnya, Nek Tu juga memprotes sidang tersebut dan menolak keputusan Partai Aceh menunjuk Tgk Muharuddin sebagai ketua DPRA.
Setelah menginterupsi, Nek Tu maju ke meja pimpinan sidang dan melemparkan setumpuk dokumen ke arah pimpinan sidang. Sejumlah satuan pengamanan DPRA lalu membawa Nek Tu kembali ke tempat duduknya. Nek Tu mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari DPW Partai Aceh sebagai Ketua DPRA.
Usai kericuhan kecil itu, Tgk Muharuddin menanyakan pada forum apakah sidang dilanjutkan atau tidak. Semua anggota dewan yang hadir menyatakan sidang dilanjutkan.
Setelah itu sidang dilanjutkan dengan menetapkan pimpinan DPRA dengan komposisi yaitu Ketua Tgk Muharuddin dari Partai Aceh, Sulaiman Abda (Partai Golkar), Teuku Irwan Djohan (Partai Nasional Demokrat) dan Mawardi (Partai Amanat Nasional). 
Sekretaris DPRA Hamid Zein menyebutkan penetapan paripurna itu segera dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 
“Apa yang terjadi hari ini adalah bagian demokrasi,” katanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: Kerjasama Tiongkok Hanya B to B, Nanti ke AS Lagi

Jakarta, Aktual.co —  Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Tiongkok dalam berbagai sektor dikhawatirkan mengancam ketahanan geopolitik Indonesia. Pasalnya, selama ini arah kerjasama Indonesia lebih banyak pada pihak Amerika Serikat (AS).

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa arah geopolitik Indonesia pada Tiongkok nampaknya tidak akan terjadi. Menurutnya, Indonesia dan Tiongkok hanya menjalankan business to business.

“Ya ke Tiongkok karena siapa yang punya uang saja. Saat ini kan Tiongkok sedang bagus-bagusnya. Kalau AS sedang masa pemulihan. Ini hanya business to business saja. Kalau AS nanti ekonominya sudah bagus lagi, kita juga pasti akan ke sana lagi,” ujar Lana ketika dihubungi wartawan Aktual, Selasa (9/12).

Lebih lanjut dikatakan Lana, kerjasama antar Indonesia dan Tiongkok ada hal positif dan negatifnya. Misalnya, dengan pertumbuhan Tiongkok yang saat ini 7,5 persen, memiliki cadangan devisa Rp4,2 triliun akan menguntungkan Indonesia.

“Ada hal positif dan negatifnya juga. Misalnya liquiditas kita akan membaik. Pertumbuhan Tiongkok saat ini 7,5 persen dan cadangan devisanya Rp4,2 triliun ini menggiurkan Indonesia,” kata dia.

Dari segi kekurangan, Lana mengatakan bahwa dari segi kualitas produk, Tiongkok jauh dibandingkan dengan AS, uni Eropa, dan yang lainnya.

“Tapi kekurangan produk Tiongkok dari segi kualitas. Kualitas produk Tiongkok jika dibandingkan dengan AS, Uni Eropa atau yang lainnya itu jauh sekali. Contohnya itu PLN yang proyek 10.000 mega watt itu jaman SBY Jilid 1 itu kan dari Tiongkok produknya, tapi katanya sekarang banyak yang sudah rusak,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain