6 April 2026
Beranda blog Halaman 41332

Djohar Klaim PSSI Sudah Terbuka Soal Keuangan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengklaim, jika pihaknya sudah terbuka terkait dengan laporan keuangan induk organisasi sepak bola Indonesia, karena laporannya wajib diketahui oleh anggotanya.

“Tugas kami adalah melaporkan ke anggota. Yang jelas, keuangan kita diaudit oleh lembaga profesional, yaitu Deloitte,” kata Djohar Arifin di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Selasa (9/12).

Keterbukaan keuangan PSSI saat ini memang menjadi sorotan setelah sekelompok suporter yang mengatasnamakan Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) mengajukan gugatan ke Komite Informasi Publik (KIP) dan dikabulkan.

Gugatan keterbukaan informasi yang diajukan oleh FDSI ada beberapa poin mulai dari dokumen kontrak dan nilai kontrak antara PSSI dengan stasiun televisi swasta (MNC dan SCTV) untuk hak siar timnas.

Hak siar yang menjadi sorotan adalah selama gelaran Piala AFF U-19 tahun 2013, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014.

Selanjutnya terkait dengan rincian penerimaan dan penggunaan hak siar timnas senior, Timnas U-23 dan Timnas U-19 selama tahun 2012-2014 serta pengelolaan dana hak siar dan sponsorship.

Hanya saja, PSSI melalui Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan langsung mengajukan keberatan atas keputusan KIP yang menyatakan jika induk organisasi sepak bola Indonesia itu merupakan badan publik non pemerintah.

“Sepak bola sama dengan cabang olahraga lainnya. Tapi kami menghargai keputusan ini. Makanya, atas dukungan dari anggota, kami mengajukan banding supaya kepastian hukumnya lebih jelas,” kata Djohar menambahkan.

Djohar menjelaskan, laporan keuangan selama satu tahun terakhir sesuai dengan rencana akan dilaporkan kepada anggota pada Kongres Tahun PSSI di Jakarta, awal tahun depan.

“Anggota semuanya akan menerima laporan secara tertulis. Insya Allah tahun ini kita surplus. Untuk besarannya masih dihitung,” kata mantan staf ahli Menpora itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Djohar Klaim PSSI Sudah Terbuka Soal Keuangan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengklaim, jika pihaknya sudah terbuka terkait dengan laporan keuangan induk organisasi sepak bola Indonesia, karena laporannya wajib diketahui oleh anggotanya.

“Tugas kami adalah melaporkan ke anggota. Yang jelas, keuangan kita diaudit oleh lembaga profesional, yaitu Deloitte,” kata Djohar Arifin di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Selasa (9/12).

Keterbukaan keuangan PSSI saat ini memang menjadi sorotan setelah sekelompok suporter yang mengatasnamakan Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) mengajukan gugatan ke Komite Informasi Publik (KIP) dan dikabulkan.

Gugatan keterbukaan informasi yang diajukan oleh FDSI ada beberapa poin mulai dari dokumen kontrak dan nilai kontrak antara PSSI dengan stasiun televisi swasta (MNC dan SCTV) untuk hak siar timnas.

Hak siar yang menjadi sorotan adalah selama gelaran Piala AFF U-19 tahun 2013, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014.

Selanjutnya terkait dengan rincian penerimaan dan penggunaan hak siar timnas senior, Timnas U-23 dan Timnas U-19 selama tahun 2012-2014 serta pengelolaan dana hak siar dan sponsorship.

Hanya saja, PSSI melalui Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan langsung mengajukan keberatan atas keputusan KIP yang menyatakan jika induk organisasi sepak bola Indonesia itu merupakan badan publik non pemerintah.

“Sepak bola sama dengan cabang olahraga lainnya. Tapi kami menghargai keputusan ini. Makanya, atas dukungan dari anggota, kami mengajukan banding supaya kepastian hukumnya lebih jelas,” kata Djohar menambahkan.

Djohar menjelaskan, laporan keuangan selama satu tahun terakhir sesuai dengan rencana akan dilaporkan kepada anggota pada Kongres Tahun PSSI di Jakarta, awal tahun depan.

“Anggota semuanya akan menerima laporan secara tertulis. Insya Allah tahun ini kita surplus. Untuk besarannya masih dihitung,” kata mantan staf ahli Menpora itu.

Artikel ini ditulis oleh:

GIB: Jokowi-JK Anti-Neolib Salah Kaprah

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi membuat ulasan kritis tentang kebodohan pemerintah pimpinan Jokowi-JK dalam mengambil kebijakan pro rakyat. Adhie mengatakan, kebijakan menaikkan harga BBM untuk mengganjal devisit anggaran adalah langkah anti-neolib yang salah kaprah dan salah sasaran.
Adhie mengatakan, pemahaman selama ini mengatakan, Neolib adalah aliran pemikiran(ekonomi) yang memasrahkan diri kepada mekanisme pasar. Pemerintahan Neolib adalah pemerintahan yang seluruh kebijakannya berpihak kepada (fundamentalisme) pasar (pemilik modal, IMF, Bank Dunia dan Amerika Serikat), dan tidak kepada rakyat.
Agar tidak dibilang rezim Neolib (yang merupakan pintu masuk bagi neo-kolonialisme), kata Adhie, pemerintahan Jokowi bersama JK mengekspresikan kebijakan yang tidak tunduk kepada mekanisme pasar (internasional).
“Maka ketika di pasar internasional harga minyak dan gas turun, dengan demikian biaya listrik juga turun, pemerintahan Jokowi dan JK malah menaikkan harganya. Bahkan harga LPG 3 Kg buat rakyat miskin juga dinaikkan harganya,” ucapnya.
“Terus terang, ini kebijakan “anti-neolib” yang salah kaprah. Kalau langkah menaikan harga migas yang di seluruh dunia justru turun dimaksud untuk mengganjal defisit APBN, sungguh, ini langkah konyol,” cetusnya. 
Juru Bicara Kepresidenan era Presiden Gus Dur ini menjelaskan, kebijakan Jokowi-JK ini mencerminkan kebodohan dan kemalasan berpikir. Mungkin akibat kecerdasan dan akal sehatnya sudah dilumpuhkan. “Sungguh, ini rezim yang menyedihkan!” tuntas Adhie.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

GIB: Jokowi-JK Anti-Neolib Salah Kaprah

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi membuat ulasan kritis tentang kebodohan pemerintah pimpinan Jokowi-JK dalam mengambil kebijakan pro rakyat. Adhie mengatakan, kebijakan menaikkan harga BBM untuk mengganjal devisit anggaran adalah langkah anti-neolib yang salah kaprah dan salah sasaran.
Adhie mengatakan, pemahaman selama ini mengatakan, Neolib adalah aliran pemikiran(ekonomi) yang memasrahkan diri kepada mekanisme pasar. Pemerintahan Neolib adalah pemerintahan yang seluruh kebijakannya berpihak kepada (fundamentalisme) pasar (pemilik modal, IMF, Bank Dunia dan Amerika Serikat), dan tidak kepada rakyat.
Agar tidak dibilang rezim Neolib (yang merupakan pintu masuk bagi neo-kolonialisme), kata Adhie, pemerintahan Jokowi bersama JK mengekspresikan kebijakan yang tidak tunduk kepada mekanisme pasar (internasional).
“Maka ketika di pasar internasional harga minyak dan gas turun, dengan demikian biaya listrik juga turun, pemerintahan Jokowi dan JK malah menaikkan harganya. Bahkan harga LPG 3 Kg buat rakyat miskin juga dinaikkan harganya,” ucapnya.
“Terus terang, ini kebijakan “anti-neolib” yang salah kaprah. Kalau langkah menaikan harga migas yang di seluruh dunia justru turun dimaksud untuk mengganjal defisit APBN, sungguh, ini langkah konyol,” cetusnya. 
Juru Bicara Kepresidenan era Presiden Gus Dur ini menjelaskan, kebijakan Jokowi-JK ini mencerminkan kebodohan dan kemalasan berpikir. Mungkin akibat kecerdasan dan akal sehatnya sudah dilumpuhkan. “Sungguh, ini rezim yang menyedihkan!” tuntas Adhie.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Orang Tua Ade Sara Berharap Vonis Mati untuk Pembunuh Anaknya

Jakarta, Aktual.co —Pembacaan putusan kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, seorang mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) yang dilakukan mantan pacarnya  Imam Al-Hafitd (19) dibantu Assyifah Ramadhani (19) tengah digelar siang ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 9 Desember 2014.
Menanggapi itu, ayahanda Ade Sara, Suroto berharap penegak hukum bisa mengadili para terdakwa dengan seadil-adilnya. Yakni sesuai tuntutan jaksa, ganjaran hukuman seumur hidup.
“Tidak dilebihkan maupun dikurangi. Hukuman seumur hidup,” kata Suroto kepada Aktual.co di kediamannya di Jalan Layur Blok ABCD no 2a RT007 RW011, Rawamangun, Pulogadung Jakarta Timur, Senin (8/12) malam.
Jika kedua terdakwa hanya mendapat hukuman ringan, Suroto yakin ada yang salah dengan hukum di Indonesia. 
“Kalau para terdakwa divonis bebas atau divonis hanya lima tahun, berarti patut dipertanyakan ada apa di pengadilan dan ini akan menjadi tanda tanya besar bagi semuanya,” tambahnya.
Jika vonis nanti tidak sesuai dengan harapannya, Suroto akan mengajukan banding. “Majelis Hakim kan menjadi wakil tuhan di dunia untuk bisa memberikan keadilan.”
Selain itu, bersama istrinya, Elizabeth, mereka meminta pengadilan negeri bisa menggelar sidang tepat waktu dan tidak mengulur-ulur waktu. “Atau tempat sidangnya dipindah-pindahin juga. Ini jadi bahan evaluasi bagi pihak Pengadilan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Orang Tua Ade Sara Berharap Vonis Mati untuk Pembunuh Anaknya

Jakarta, Aktual.co —Pembacaan putusan kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, seorang mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) yang dilakukan mantan pacarnya  Imam Al-Hafitd (19) dibantu Assyifah Ramadhani (19) tengah digelar siang ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 9 Desember 2014.
Menanggapi itu, ayahanda Ade Sara, Suroto berharap penegak hukum bisa mengadili para terdakwa dengan seadil-adilnya. Yakni sesuai tuntutan jaksa, ganjaran hukuman seumur hidup.
“Tidak dilebihkan maupun dikurangi. Hukuman seumur hidup,” kata Suroto kepada Aktual.co di kediamannya di Jalan Layur Blok ABCD no 2a RT007 RW011, Rawamangun, Pulogadung Jakarta Timur, Senin (8/12) malam.
Jika kedua terdakwa hanya mendapat hukuman ringan, Suroto yakin ada yang salah dengan hukum di Indonesia. 
“Kalau para terdakwa divonis bebas atau divonis hanya lima tahun, berarti patut dipertanyakan ada apa di pengadilan dan ini akan menjadi tanda tanya besar bagi semuanya,” tambahnya.
Jika vonis nanti tidak sesuai dengan harapannya, Suroto akan mengajukan banding. “Majelis Hakim kan menjadi wakil tuhan di dunia untuk bisa memberikan keadilan.”
Selain itu, bersama istrinya, Elizabeth, mereka meminta pengadilan negeri bisa menggelar sidang tepat waktu dan tidak mengulur-ulur waktu. “Atau tempat sidangnya dipindah-pindahin juga. Ini jadi bahan evaluasi bagi pihak Pengadilan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain