13 April 2026
Beranda blog Halaman 41355

Pengamat: Lupakan Isu Perppu, Fokus Interpelasi Kenaikan BBM

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Effendi Ghozali mengatakan agar anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) menghentikan polemik soal Perppu pemiluka langsung yang tengah belangsung saat ini.
Menurut dia, lebih baik anggota legislatif itu fokus pada pengguliran hak interpelasi atas kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Lupakan Perppu itu dulu, jangan berfikir soal terima dan tolak perpu itu, yang pantas akhir-akhir ini adalah interpelasi BBM,” kata Effendi dalam acara diskusi publik, di Restoran Pulau Dua, Kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta, Selasa (9/12).
Karena menurut dia, soal perpu yang dikeluarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku menjabat sebagai presiden ke VI tersebut, pasti akan didukung. Namun, lebih penting itu, bagaimana sekarang parlemen menayakan kenaikan BBM di tengah harga minyak dunia yang turun.
“Menanyakan apa metode kenaikan harga BBM. Semakin dimainkanya isu perppu, maka akan semakin mati interpelasi oleh DPR,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Festival Anti Korupsi Dibuka di Yogyakarta

Yogyakarta, Aktual.co — Peringatan hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada hari ini diperingati secara besar-besaran di Yogyakarta dengan acara ‘Festival Antikorupsi 2014’ bertema Tegakkan Integritas bertempat di Graha Shaba Pramana UGM, Selasa (9/12).
Acara yang berlangsung dari 9-11 November ini secara resmi dibuka oleh sejumlah pimpinan KPK dan intansi penegak hukum lainnya mulai dari ketua KPK Abraham Samad, hingga Ketua BPK Harry Azhar Azis, Ketua KY Suparman Marzuki, Menteri ESDM Sudirman Said, Rektor UGM Dwikorita Karnawati, dan Menteri Pendidikan Anies Baswedan.
Dalam sambutannya, Abraham Samad mengatakan KPK ingin menjalankan agenda pemberantasan korupsi dapat dilakukan secara integratif, baik itu penindakan maupun pencegahan, salah satunya dilakukan dengan perbaikan sistim.
Menurutnya korupsi dapat terjadi karena dua faktor, yakni individu dan sistem. Setinggi apapun integritas, tanpa didukung sistem yang akuntabel, maka akan membuat orang-orang didalamnya dapat tersesat dan terlibat korupsi.
“KPK ingin menjalankan fungsinya, agar teman bermoral baik, bermental dan berintegritas baik tidak tersesat dalam sistem yang tidak baik,” katanya.
Ketua KPK dan pimpinan lainnya sempat memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba Anti Korupsi KPK baik itu kategori Guru, mahasiswa maupun pelajar.
Acara ini juga dimeriahkan berbagai kegiatan mulai dari seminar, talkshow, bedah buku, pentas seni, karnaval hingga lelang barang gratifikasi. Rencananya Presiden Jokowi datang di festival ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Festival Anti Korupsi Dibuka di Yogyakarta

Yogyakarta, Aktual.co — Peringatan hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada hari ini diperingati secara besar-besaran di Yogyakarta dengan acara ‘Festival Antikorupsi 2014’ bertema Tegakkan Integritas bertempat di Graha Shaba Pramana UGM, Selasa (9/12).
Acara yang berlangsung dari 9-11 November ini secara resmi dibuka oleh sejumlah pimpinan KPK dan intansi penegak hukum lainnya mulai dari ketua KPK Abraham Samad, hingga Ketua BPK Harry Azhar Azis, Ketua KY Suparman Marzuki, Menteri ESDM Sudirman Said, Rektor UGM Dwikorita Karnawati, dan Menteri Pendidikan Anies Baswedan.
Dalam sambutannya, Abraham Samad mengatakan KPK ingin menjalankan agenda pemberantasan korupsi dapat dilakukan secara integratif, baik itu penindakan maupun pencegahan, salah satunya dilakukan dengan perbaikan sistim.
Menurutnya korupsi dapat terjadi karena dua faktor, yakni individu dan sistem. Setinggi apapun integritas, tanpa didukung sistem yang akuntabel, maka akan membuat orang-orang didalamnya dapat tersesat dan terlibat korupsi.
“KPK ingin menjalankan fungsinya, agar teman bermoral baik, bermental dan berintegritas baik tidak tersesat dalam sistem yang tidak baik,” katanya.
Ketua KPK dan pimpinan lainnya sempat memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba Anti Korupsi KPK baik itu kategori Guru, mahasiswa maupun pelajar.
Acara ini juga dimeriahkan berbagai kegiatan mulai dari seminar, talkshow, bedah buku, pentas seni, karnaval hingga lelang barang gratifikasi. Rencananya Presiden Jokowi datang di festival ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Dihina Bawahan, Kapolri: Proses Hukum Mesti Berjalan

Jakarta, Aktual.co — Kasus anggota perwira menengah Polda Jawa Barat yang mengirim SMS bernada menghina ke Kapolri Jenderal Sutarman, telah dimaafkan Kapolri.
“Tuhan saja memaafkan, tapi kan kasus hukum tetap diproses,” kata Inspektur Pengawasan Umum ( Irwasum) Mabes Polri, Komjen Pol Dwi Priyatno, di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (9/12).
Dia mengatakan, saat ini perwira itu masih ditahan di Bareskrim Polri. Menurutnya, kasus yang mengantarkan perwira itu mendekam dibalik jeruji besi hingga kini belum ada penangguhan penahanan. “Soal itu saya belum cek, ada atau tidak,” katanya.
Alasan penahanan perwira karena, disangkakan Pasal 310 dan 311 KUHP, perwira itu juga dijerat dengan pidana UU ITE. Sementara itu untuk pelanggaran disiplin dan etika, akan dilihat lebih lanjut.
“Disiplin itu kan ada ketentuannya, disiplin itu kan dilihat dalam tugas dia melanggar etika melanggar disiplin,kalau kena etika ya etika, disiplin disiplin. Nanti kita lihat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dihina Bawahan, Kapolri: Proses Hukum Mesti Berjalan

Jakarta, Aktual.co — Kasus anggota perwira menengah Polda Jawa Barat yang mengirim SMS bernada menghina ke Kapolri Jenderal Sutarman, telah dimaafkan Kapolri.
“Tuhan saja memaafkan, tapi kan kasus hukum tetap diproses,” kata Inspektur Pengawasan Umum ( Irwasum) Mabes Polri, Komjen Pol Dwi Priyatno, di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (9/12).
Dia mengatakan, saat ini perwira itu masih ditahan di Bareskrim Polri. Menurutnya, kasus yang mengantarkan perwira itu mendekam dibalik jeruji besi hingga kini belum ada penangguhan penahanan. “Soal itu saya belum cek, ada atau tidak,” katanya.
Alasan penahanan perwira karena, disangkakan Pasal 310 dan 311 KUHP, perwira itu juga dijerat dengan pidana UU ITE. Sementara itu untuk pelanggaran disiplin dan etika, akan dilihat lebih lanjut.
“Disiplin itu kan ada ketentuannya, disiplin itu kan dilihat dalam tugas dia melanggar etika melanggar disiplin,kalau kena etika ya etika, disiplin disiplin. Nanti kita lihat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejagung Siap Seret Pencuri Ikan ke Jeruji Besi

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) tegaskan akan mendukung langkah Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan menyeret para pencuri ikan dan berbagai sumber daya laut lainnya yang telah merugikan negara sangat besar.
“Ini nantinya akan menjadi program Kejaksaan untuk mengawal, sehingga demikian tentunya harapan kita Kejaksaan memiliki kontribsusi positif untuk meningkatkan kesejahteraan negara kita,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo pada konferensi pers peringatan hari Antikorupsi Sedunia 2014 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/12).
Bekas Jampidum itu menegaskan, pencurian ikan dan berbagai sumber daya laut menjadi pekerjaan rumah Kejaksaan yang akan segera diselesaikan dalam mendukung upaya pemerintah memerangi illegal fishing dan berbgai kejahatan atas sumber daya laut lainnya.
“Pemerintah bertekad kekayaan alam yang terkandung di laut, dikelola sebaik-baiknya. Kita melihat menteri kelautan, bagaimana mereka tingkatkan penghasilan negara dari sumber daya laut ini,” ujar Prsetyo.
Menurutnya, berbagai penjarahan sumber daya laut itu, karena selama ini bangsa Indonesia terlena dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah, sehingga kita menjadi lalai.
“Selama ini mungkin karena kita merasa makmur, sehingga kita lalai untuk memanfaatkan sumber daya alam itu, dan kemudian karenannya diambil dan ditarik oleh negara lain,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain