12 April 2026
Beranda blog Halaman 41390

Fakhri: Skuat Timnas U-19 Masih Gugup

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, menilai anak asuhnya masih gugup meski mampu mengatasi Singapura dengan skor 1-0 pada pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/12).

“Mereka masih gugup, karena belum pernah melakukan pertandingan internasional. Saya lihat sebelum pertandingan wajah mereka putih semua,” kata Fakhri usai pertandingan.

Pada pertandingan uji coba perdana ini, Timnas Garuda Muda masih banyak kehilangan bola, terutama dilini tengah. Tekanan keras dari lawan juga membuat beberapa pemain kaget, sehingga bermain kurang maksimal.

Kokohnya pertahanan Singapura dibabak pertama juga membuat timnas harus bekerja keras memberikan tekanan sengit. Dampaknya, sedikitnya ada tiga pemain yang kram dan harus ditandu keluar lapangan.

“Saya sudah sampaikan sebelum pertandingan, kalau musuh mereka selain Singapura adalah diri sendiri,” katanya menambahkan.

Memasuki babak kedua, Timnas Garuda Muda lebih percaya diri sehingga mampu menguasai jalannya pertandingan. Tapi, peluang yang didapatkan oleh Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan gagal dikonversikan menjadi gol.

Meski hanya menang tipis 1-0 lewat gol Riyanto pada menit 44, Fakhri Husaini sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Apalagi pertandingan ini adalah uji coba internasional pertama.

“Tapi ini pengalaman yang bagus untuk mereka karena bermain di timnas akan menemui lawan yang lebih tangguh,” kata mantan pelatih Bontang FC itu.

Sebelum turun pada Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, Agustus 2015, pemain Timnas Indonesia ini akan menjalani pemusatan latihan serta beberapa pertandingan uji coba dengan tim lokal maupun internasional.

“Saya tidak ingin menggelar latihan jangka panjang. Saya hanya ingin antara tujuh hingga delapan pekan saja. Setelah itu pemain kembali ke daerahnya,” kata mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Setelah menghadapi Timnas Singapura U-19, Fernando Hilvan dan kawan-kawan dijadwalkan akan menghadapi klub Frenz United Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Fakhri: Skuat Timnas U-19 Masih Gugup

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, menilai anak asuhnya masih gugup meski mampu mengatasi Singapura dengan skor 1-0 pada pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/12).

“Mereka masih gugup, karena belum pernah melakukan pertandingan internasional. Saya lihat sebelum pertandingan wajah mereka putih semua,” kata Fakhri usai pertandingan.

Pada pertandingan uji coba perdana ini, Timnas Garuda Muda masih banyak kehilangan bola, terutama dilini tengah. Tekanan keras dari lawan juga membuat beberapa pemain kaget, sehingga bermain kurang maksimal.

Kokohnya pertahanan Singapura dibabak pertama juga membuat timnas harus bekerja keras memberikan tekanan sengit. Dampaknya, sedikitnya ada tiga pemain yang kram dan harus ditandu keluar lapangan.

“Saya sudah sampaikan sebelum pertandingan, kalau musuh mereka selain Singapura adalah diri sendiri,” katanya menambahkan.

Memasuki babak kedua, Timnas Garuda Muda lebih percaya diri sehingga mampu menguasai jalannya pertandingan. Tapi, peluang yang didapatkan oleh Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan gagal dikonversikan menjadi gol.

Meski hanya menang tipis 1-0 lewat gol Riyanto pada menit 44, Fakhri Husaini sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Apalagi pertandingan ini adalah uji coba internasional pertama.

“Tapi ini pengalaman yang bagus untuk mereka karena bermain di timnas akan menemui lawan yang lebih tangguh,” kata mantan pelatih Bontang FC itu.

Sebelum turun pada Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, Agustus 2015, pemain Timnas Indonesia ini akan menjalani pemusatan latihan serta beberapa pertandingan uji coba dengan tim lokal maupun internasional.

“Saya tidak ingin menggelar latihan jangka panjang. Saya hanya ingin antara tujuh hingga delapan pekan saja. Setelah itu pemain kembali ke daerahnya,” kata mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Setelah menghadapi Timnas Singapura U-19, Fernando Hilvan dan kawan-kawan dijadwalkan akan menghadapi klub Frenz United Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/12).

Artikel ini ditulis oleh:

APPI: Delapan Klub ISL Tunggak Gaji

Jakarta, Aktual.co — Delapan klub peserta kompetisi Indonesia Super League 2013/2014 belum melunasi gaji pemain, meski kompetisi tertinggi di Tanah Air ini sudah selesai digelar.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Persepakbola Profesional Indonesia (APPI) di Jakarta, Senin (8/12), delapan klub yang menunggak gaji antara satu hingga empat bulan didominasi klub besar.

Data APPI ini didasarkan per akhir November 2014.

Tim yang menunggak gaji pemain selama empat bulan adalah Persija Jakarta dan Mitra Kukar, tiga bulan adalah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Untuk dua bulan adalah Persiba Balikpapan, Pelita Bandung Raya, dan Persepam Madura (degradasi).

Dari delapan tim tersebut ternyata ada Arema Indonesia (Arema Cronus) yang menunggak gaji selama satu bulan. Padahal klub ini sebelumnya tidak terdengar masalah pada pembayaran gaji pemain.

Saat dikonfirmasi ke manajemen Arema melalui Media Officer Sudarmaji menjelaskan pembayaran gaji pemain dilakukan secara dengan kesepakatan yang ada sebelumnya.

“Periode gajian pemain Arema per tanggal 28 dengan masa toleransi tujuh hari ke depan,” kata Sudarmaji melalui pesan singkat.

Kondisi berbeda justru pada klub-klub yang selama ini sulit berjuang untuk masuk papan atas kompetisi tertinggi di Tanah Air, seperti Gresik United, Persik Kediri, Persijap (degradasi),Pusam Samarinda, Persiram dan Persita (degradasi). Klub ini justru sudah menyelesaikan semua tanggungannya Selain itu, klub yang sudah menuntaskan kewajibannya adalah Persib Bandung, Semen Padang, Persipura, Sriwijaya FC dan Barito Putra. Sementara itu, tiga klub lainnya yaitu Perseru Serui, Persiba Bantul (degradasi) dan Persela Lamongan masih dalam konfirmasi.

Atas kondisi ini, pihak APPI meminta kepada klub untuk segera melunasi semua tanggungan gaji pemain musim 2013/2014 sebelum menyerahkan berkas verifikasi klub kepada pihak berwenang di PSSI untuk memulai musim baru 2014/2015.

Dalam keterangan tertulisnya APPI menegaskan jika data yang diperoleh berdasarkan keterangan dari pesepakbola yang dikotrak musim 2013/2014 dalam satu klub yang bersangkutan hingga awal Desember 2014. Adapun jumlah kewajiban yang belum dilunasi berdasarkan sampai masa berakhirnya kontrak.

Artikel ini ditulis oleh:

APPI: Delapan Klub ISL Tunggak Gaji

Jakarta, Aktual.co — Delapan klub peserta kompetisi Indonesia Super League 2013/2014 belum melunasi gaji pemain, meski kompetisi tertinggi di Tanah Air ini sudah selesai digelar.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Persepakbola Profesional Indonesia (APPI) di Jakarta, Senin (8/12), delapan klub yang menunggak gaji antara satu hingga empat bulan didominasi klub besar.

Data APPI ini didasarkan per akhir November 2014.

Tim yang menunggak gaji pemain selama empat bulan adalah Persija Jakarta dan Mitra Kukar, tiga bulan adalah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Untuk dua bulan adalah Persiba Balikpapan, Pelita Bandung Raya, dan Persepam Madura (degradasi).

Dari delapan tim tersebut ternyata ada Arema Indonesia (Arema Cronus) yang menunggak gaji selama satu bulan. Padahal klub ini sebelumnya tidak terdengar masalah pada pembayaran gaji pemain.

Saat dikonfirmasi ke manajemen Arema melalui Media Officer Sudarmaji menjelaskan pembayaran gaji pemain dilakukan secara dengan kesepakatan yang ada sebelumnya.

“Periode gajian pemain Arema per tanggal 28 dengan masa toleransi tujuh hari ke depan,” kata Sudarmaji melalui pesan singkat.

Kondisi berbeda justru pada klub-klub yang selama ini sulit berjuang untuk masuk papan atas kompetisi tertinggi di Tanah Air, seperti Gresik United, Persik Kediri, Persijap (degradasi),Pusam Samarinda, Persiram dan Persita (degradasi). Klub ini justru sudah menyelesaikan semua tanggungannya Selain itu, klub yang sudah menuntaskan kewajibannya adalah Persib Bandung, Semen Padang, Persipura, Sriwijaya FC dan Barito Putra. Sementara itu, tiga klub lainnya yaitu Perseru Serui, Persiba Bantul (degradasi) dan Persela Lamongan masih dalam konfirmasi.

Atas kondisi ini, pihak APPI meminta kepada klub untuk segera melunasi semua tanggungan gaji pemain musim 2013/2014 sebelum menyerahkan berkas verifikasi klub kepada pihak berwenang di PSSI untuk memulai musim baru 2014/2015.

Dalam keterangan tertulisnya APPI menegaskan jika data yang diperoleh berdasarkan keterangan dari pesepakbola yang dikotrak musim 2013/2014 dalam satu klub yang bersangkutan hingga awal Desember 2014. Adapun jumlah kewajiban yang belum dilunasi berdasarkan sampai masa berakhirnya kontrak.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti: Pencegahan Nyamuk DBD Wolbachia Direspon Baik Warga

Jakarta, Aktual.co —  Penyebaran nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia sebagai penelitian awal dalam penanggulangan demam berdarah dengue mendapat tanggapan baik dari masyarakat di wilayah penyebaran, kata peneliti utama Riris Andono.

“Tanggapan masyarakat Jomblangan dan Singosaren sangat baik dan mendukung kami, dan kami mengucapkan terima kasih,” katanya usai peletakan perdana telur nyamuk ber-wolbacia di Jomblangan dan Singosaren Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogykarta, Senin (08/12).

Menurut dia, penelitian penanggulangan DBD melalui penyebaran nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia yang dilakukan Eliminate Dengue Project (EDP) di wilayah Kabupaten Bantul ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Kedokteran UGM dan Yayasan Tahija.

Penelitian tersebut, kata dia diawali dengan peletakan perdana telur nyamuk aedes aegypti berwolbachia dengan ember khusus berisi sekitar 60-80 telur menyasar di wilayah Banguntapan yang meliputi 11 rukun tetangga (RT) di Dusun Jomblangan serta lima RT di Dusun Singosaren.

“Memang ada masyarakat yang tidak mau rumahnya diletakkan ember nyamuk ber-wolbachia, karena adanya anak kecil, atau ada anggota keluarga yang sakit, kami menghargai itu, namun umumnya mereka suport kami,” katanya.

Ia juga mengatakan, sebelum melakukan penelitian tersebut pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui tokoh masyarakat maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

“Sebelum penyebaran wolbachia kami juga melakukan penjajakan, pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat, seperti kunjungan ke tokoh-tokoh masyarakat, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, peneliti lain, Warsito Tanto Wijoyo mengatakan, penelitian yang dilakukan di DIY saat ini baru tahap awal untuk mengetahui kemampuan adaptasi nyamuk ber-wolbachia di alam bebas, sehingga efektivitas terhadap penurunan kasus DBD masih panjang.

“Akan ada tiga tahapan penelitian untuk mengetahui efektifitas nyamuk ini dalam penanggulangan DBD, dan ini masih fase pertama sehingga belum bisa dilihat hasilnya, untuk penurunan kasus DBD memang butuh waktu lama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam IX berkesempatan meletakkan telur perdana nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia secara simbolis di depan rumah milik Wiji Purwanto, pedukuhan Jomblangan Desa Banguntapan, Bantul.

“Penyebaran nyamuk aedes aegypti sangat luas, sehingga diharapkan wolbachia mampu menghambat penyebaran virus dengue pada nyamuk aedes aegypti hingga mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian,” kata Wabup membacakan sambutan Gubernur Sri Sultan HB X.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti: Pencegahan Nyamuk DBD Wolbachia Direspon Baik Warga

Jakarta, Aktual.co —  Penyebaran nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia sebagai penelitian awal dalam penanggulangan demam berdarah dengue mendapat tanggapan baik dari masyarakat di wilayah penyebaran, kata peneliti utama Riris Andono.

“Tanggapan masyarakat Jomblangan dan Singosaren sangat baik dan mendukung kami, dan kami mengucapkan terima kasih,” katanya usai peletakan perdana telur nyamuk ber-wolbacia di Jomblangan dan Singosaren Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogykarta, Senin (08/12).

Menurut dia, penelitian penanggulangan DBD melalui penyebaran nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia yang dilakukan Eliminate Dengue Project (EDP) di wilayah Kabupaten Bantul ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Kedokteran UGM dan Yayasan Tahija.

Penelitian tersebut, kata dia diawali dengan peletakan perdana telur nyamuk aedes aegypti berwolbachia dengan ember khusus berisi sekitar 60-80 telur menyasar di wilayah Banguntapan yang meliputi 11 rukun tetangga (RT) di Dusun Jomblangan serta lima RT di Dusun Singosaren.

“Memang ada masyarakat yang tidak mau rumahnya diletakkan ember nyamuk ber-wolbachia, karena adanya anak kecil, atau ada anggota keluarga yang sakit, kami menghargai itu, namun umumnya mereka suport kami,” katanya.

Ia juga mengatakan, sebelum melakukan penelitian tersebut pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui tokoh masyarakat maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

“Sebelum penyebaran wolbachia kami juga melakukan penjajakan, pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat, seperti kunjungan ke tokoh-tokoh masyarakat, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, peneliti lain, Warsito Tanto Wijoyo mengatakan, penelitian yang dilakukan di DIY saat ini baru tahap awal untuk mengetahui kemampuan adaptasi nyamuk ber-wolbachia di alam bebas, sehingga efektivitas terhadap penurunan kasus DBD masih panjang.

“Akan ada tiga tahapan penelitian untuk mengetahui efektifitas nyamuk ini dalam penanggulangan DBD, dan ini masih fase pertama sehingga belum bisa dilihat hasilnya, untuk penurunan kasus DBD memang butuh waktu lama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam IX berkesempatan meletakkan telur perdana nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia secara simbolis di depan rumah milik Wiji Purwanto, pedukuhan Jomblangan Desa Banguntapan, Bantul.

“Penyebaran nyamuk aedes aegypti sangat luas, sehingga diharapkan wolbachia mampu menghambat penyebaran virus dengue pada nyamuk aedes aegypti hingga mengurangi risiko kesakitan bahkan kematian,” kata Wabup membacakan sambutan Gubernur Sri Sultan HB X.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain