13 April 2026
Beranda blog Halaman 41405

Menpora Minta Dukungan Presiden Ambil Alih Pengelolaan GBK

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, berencana untuk melapor ke Presiden, Joko Widodo, terkait dengan pengambilalihan pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK) dari Kementerian Sekretaris Negara.

Menpora yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu beralasan, pengambilalihan pengelolaan komplek GBK, sesuai dengan Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Rencana itu akan kami lanjutkan ke Presiden, supaya ada pembicaraan lanjutan dengan Setneg juga,” ujarnya usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Jakarta, Senin (8/12).

Imam mengatakan tidak hanya kompleks GBK saja yang akan diajukan pengalihannya, namun juga kawasan Kemayoran.

Hal itu juga dibenarkan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan pemeliharaan kompleks tersebut dibawah Setneg kurang baik.

“Harusnya memang dikelola pusat, tetapi tidak cocok kalau Setneg. Harusnya dikelola Menpora. Selain sesuai tupoksinya, kan deket juga,” ujarnya.

Ahok menambahkan, kawasan kompleks GBK memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga apabila tidak dirawat dengan baik, maka akan merusak sisi nilai sejarah itu sendiri. Oleh karena itu, akan lebih baik dikelola oleh Kemenpora sehingga lebih mudah mengontrol dan juga memang sesuai dengan bidangnya.

“Saya kira untuk simbol nasional, itu kan ada sejarahnya. Harusnya di Menpora,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Minta Dukungan Presiden Ambil Alih Pengelolaan GBK

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, berencana untuk melapor ke Presiden, Joko Widodo, terkait dengan pengambilalihan pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK) dari Kementerian Sekretaris Negara.

Menpora yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu beralasan, pengambilalihan pengelolaan komplek GBK, sesuai dengan Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Rencana itu akan kami lanjutkan ke Presiden, supaya ada pembicaraan lanjutan dengan Setneg juga,” ujarnya usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Jakarta, Senin (8/12).

Imam mengatakan tidak hanya kompleks GBK saja yang akan diajukan pengalihannya, namun juga kawasan Kemayoran.

Hal itu juga dibenarkan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan pemeliharaan kompleks tersebut dibawah Setneg kurang baik.

“Harusnya memang dikelola pusat, tetapi tidak cocok kalau Setneg. Harusnya dikelola Menpora. Selain sesuai tupoksinya, kan deket juga,” ujarnya.

Ahok menambahkan, kawasan kompleks GBK memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga apabila tidak dirawat dengan baik, maka akan merusak sisi nilai sejarah itu sendiri. Oleh karena itu, akan lebih baik dikelola oleh Kemenpora sehingga lebih mudah mengontrol dan juga memang sesuai dengan bidangnya.

“Saya kira untuk simbol nasional, itu kan ada sejarahnya. Harusnya di Menpora,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Serangan Israel di Damaskus, Suriah Desak PBB Bertindak

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri Suriah mendesak PBB agar melakukan tindakan terhadap Israel sehubungan dengan serangan udaranya terhadap dua posisi Suriah pada Ahad pagi (7/12).
“Suriah menyeru diberlakukannya tindakan pencegahan terhadap Israel, yang tidak menyembunyikan kebijakan pro-terorismenya dan keinginannya yang sudah direncanakan lebih dahulu terhadap Suriah,” kata kementerian tersebut di dalam suratnya kepada PBB.
Surat itu disebarkan kepada umum beberapa jam setelah jet tempur Israel menyerang dua posisi Suriah di Ibu Kota negeri itu, Damaskus, termasuk satu pos militer di dekat Banda Udara Internasional Damaskus.
Kementerian tersebut menyatakan semua prosedur harus dilakukan sejalan dengan Piagam PBB guna mencegah Israel mengulangi serangan semacam itu.
Sebelumnya, Komando Umum Angkatan Darat Suriah menyatakan serangan Israel mencerminkan keterlibatan langsung Israel dalam mendukung terorisme di Suriah.

Artikel ini ditulis oleh:

Serangan Israel di Damaskus, Suriah Desak PBB Bertindak

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri Suriah mendesak PBB agar melakukan tindakan terhadap Israel sehubungan dengan serangan udaranya terhadap dua posisi Suriah pada Ahad pagi (7/12).
“Suriah menyeru diberlakukannya tindakan pencegahan terhadap Israel, yang tidak menyembunyikan kebijakan pro-terorismenya dan keinginannya yang sudah direncanakan lebih dahulu terhadap Suriah,” kata kementerian tersebut di dalam suratnya kepada PBB.
Surat itu disebarkan kepada umum beberapa jam setelah jet tempur Israel menyerang dua posisi Suriah di Ibu Kota negeri itu, Damaskus, termasuk satu pos militer di dekat Banda Udara Internasional Damaskus.
Kementerian tersebut menyatakan semua prosedur harus dilakukan sejalan dengan Piagam PBB guna mencegah Israel mengulangi serangan semacam itu.
Sebelumnya, Komando Umum Angkatan Darat Suriah menyatakan serangan Israel mencerminkan keterlibatan langsung Israel dalam mendukung terorisme di Suriah.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembangunan Taman BMW Selesai 2016?

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, yakin pembangunan Taman Bersih, Manusiawi dan Wibawa (BM), sebagai stadion pengganti Lebak Bulus, bisa rampung pada 2016.

Ditegaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pembangunan stadion Taman BMW, dikhususkan untuk venue pertandingan Asian Games 2018. Dan target 2016, kata Imam, berdasarkan perintah dari Dewan Olimpiade Asia (OCA).

“Kita yakin Taman BMW selesai 2016,” kata Imam usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Senin (8/12).

Selain Taman BMW, kata Imam, venue-venue lain juga dipersiapkan untuk penyelenggaraan multi event olahraga terbesar se-Asia itu, bisa selesai sesuai dengan target yang diberikan oleh OCA.

“Ya kita yakin saja,” katanya.

Berbeda dengan Menpora, Sekretaris Daerah Pemprov DKI, Saefullah mengatakan, pembangunan Taman BMW, direncanakan berjalan selama dua tahun, mulai 2015 dan selesai pada 2017.

Selain itu, payung hukum penyelenggaraan Asian Games 2018, yakni Keputusan Presiden (Keppres), hingga saat ini juga belum dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Padahal, Keppres ini, diibaratkan sebagai lokomotif dalam rangkaian kereta api. Jika belum ada Keppres ini, maka persiapan Asian Games 2018, belum bisa dilaksanakan.

“Sesuai dengan aturan OCA, dua bulan setelah penunjukkan (tuan rumah), harus punya payung hukum. Kalau tidak, maka persiapan belum bisa jalan,” kata Rita Subowo setelah menemui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik di Kantor KOI di Jakarta, Rabu (19/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Pembangunan Taman BMW Selesai 2016?

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, yakin pembangunan Taman Bersih, Manusiawi dan Wibawa (BM), sebagai stadion pengganti Lebak Bulus, bisa rampung pada 2016.

Ditegaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pembangunan stadion Taman BMW, dikhususkan untuk venue pertandingan Asian Games 2018. Dan target 2016, kata Imam, berdasarkan perintah dari Dewan Olimpiade Asia (OCA).

“Kita yakin Taman BMW selesai 2016,” kata Imam usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Senin (8/12).

Selain Taman BMW, kata Imam, venue-venue lain juga dipersiapkan untuk penyelenggaraan multi event olahraga terbesar se-Asia itu, bisa selesai sesuai dengan target yang diberikan oleh OCA.

“Ya kita yakin saja,” katanya.

Berbeda dengan Menpora, Sekretaris Daerah Pemprov DKI, Saefullah mengatakan, pembangunan Taman BMW, direncanakan berjalan selama dua tahun, mulai 2015 dan selesai pada 2017.

Selain itu, payung hukum penyelenggaraan Asian Games 2018, yakni Keputusan Presiden (Keppres), hingga saat ini juga belum dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Padahal, Keppres ini, diibaratkan sebagai lokomotif dalam rangkaian kereta api. Jika belum ada Keppres ini, maka persiapan Asian Games 2018, belum bisa dilaksanakan.

“Sesuai dengan aturan OCA, dua bulan setelah penunjukkan (tuan rumah), harus punya payung hukum. Kalau tidak, maka persiapan belum bisa jalan,” kata Rita Subowo setelah menemui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik di Kantor KOI di Jakarta, Rabu (19/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain