17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41458

Musisi Australia: “Musik Blues Memberi Semangat”

Jakarta, Aktual.co — Musisi asal Australia Kara Grainger mengatakan musik blues telah menyatukan orang-orang yang menonton pertunjukan jenis musik tersebut.

“Tidak peduli kalian berbicara dengan bahasa apa, blues yang menghubungkan,” kata Grainger saat menghadiri jumpa pers Jakarta Blues Festival 2014 di Jakarta, Kamis (27/11).
 
Menurut Grainger, blues adalah tentang hati dan jiwa sehingga biasanya, setelah tampil di atas panggung membawakan blues, ia merasa lebih hidup. “Ini musik yang memberi semangat,” kata Grainger.

Menanggapi anggapan bahwa blues identik dengan orang tua, ia berpendapat sebagai musisi ia harus mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia.  “Dengarkan suara-suara anak muda,” kata dia.

Kara Grainger adalah musisi asal Sydney, Australia dan kini ia tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia telah mengeluarkan album, antara lain “Shiver and Sigh”, Grand and Green River” (2008) dan “LA Blues” (2011).

Grainger akan tampil di Jakblues Festival yang diadakan di Basket Hall dan Hall A-B-C Senayan pada 29 November 2014.
 Selain Grainger, musisi luar negeri yang akan tampil adalah Malina Moye, Soulmate, Shun Kikuta dan Maragold feat. Greg Howe.

Sementara itu, musisi dalam negeri yang tampil antara lain Slank, Gugun Blues Shelter, Ginda Bestari dan Margie Segers Motown Band.

Artikel ini ditulis oleh:

Arema Sambut Baik Persiwa dan PBFC ke Promosi ke ISL

Malang, Aktual.co — Dua klub asal Divisi Utama, Pusamania Borneo FC dan Persiwa Wamena, pada musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, akan promosi. Ini karena, kedua tim tersebut merupakan finalis dari kompetisi kasta kedua di Indonesia itu.

General Manajer Arema Cronus, Ruddy Widodo, menyambut baik hadirnya dua klub tersebut dalam kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia itu.

Ditegaskan Ruddy, dengan masuknya dua klub tersebut, maka pihaknya membuat pemetaan baru untuk mengarungi kompetisi musim depan.

“Kami sambut positif, kehadiran dua tim promosi itu, karena ini juga bagian dari pemetaan tim di ISL tahun depan,” Kata Ruddy di Malang, Jawa Timur, Kamis (27/11).

Meski berstatus sebagai tim promosi, kata Ruddy, namun kedua tim tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab hampir semua tim yang bisa menembus kasta persepakbolaan tertinggi di Indonesia itu, rata-rata adalah tim dengan kualitas yang mumpuni.

“Semua tim yang bisa lolos ISL kualitasnya baik,” tegasnya.

Ruddy optimis, pada musim depan Singo Edan memiliki kemampuan untuk mengalahkan semua lawan demi menebus kegagalan meraih juara ISL tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wali Kota Kediri: Konsep Festival Topeng Panji Belum Seragam

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengakui konsep pembuatan topeng panji yang diselenggarakan dalam festival 1.001 topeng panji belum seragam.
 
“Mereka memang membuat sendiri-sendiri sehingga model topengnya tidak seragam. Mereka hanya diajarkan cara mencetak saja,” katanya, setelah kegiatan festival topeng tersebut di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/11).
 
Ia mengatakan, sudah mengadakan diskusi dengan panitia kegiatan tersebut, dan tentang keragaman juga dibahas. Ke depan, ia ingin agar festival itu menjadi agenda tahunan dan semakin diperbaiki.

Pihaknya mengatakan, kegiatan festival 1.001 topeng panji yang dikemas dalam Festival Panji Nusantara 2014 itu diselenggarakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal Kediri, dengan cerita tokoh Panji.

“Ini gerakan untuk menggali potensi budaya sejarah di Kediri, sehingga anak cucu tetap mengenang apa yang dilakukan nenek moyangnya,” katanya.

Sementara itu, panitia acara Gatut Lestari mengaku untuk pembuatan topeng masih belum seragam. Panitia memberikan instruksi untuk peserta festival mengenakan topeng, sementara pembuatannya diserahkan pada masing-masing.

Namun, pihaknya menyatakan hal itu menunjukkan bukti kreativitas anak-anak. Ke depan, untuk kegiatan itu akan lebih diperbaiki, sehingga bukan hanya melestarikan sejarah tapi juga memahami tentang sejarah.
 
Ribuan pelajar tingkat SMP serta SMA atau yang sederajat di Kediri, Jawa Timur, mengikuti festival 1.001 topeng panji yang digelar dalam rangkaian kegiatan Festival Panji Nusantara 2014.

Acara itu digelar di depan Balai Kota Kediri, diikuti para pelajar tingkat SMP serta SMA. Mereka terdiri dari rombongan baik pelajar putri ataupun pelajar putra. Mereka mengenakan seragam sesuai dengan kesepakatan bersama serta topeng.

Topeng itu dibuat sendiri dengan bahan dari kertas. Para pelajar itu juga membuat hiasan topeng yang semaunya diperagakan dalam festival tersebut.

Para peserta konvoi keliling di jalan protokol Kota Kediri dengan jalan kaki. Mereka mengelilingi kota lalu kembali ke lokasi awal, di Balai Kota Kediri. Panitia juga memberikan penilaian khusus, dan tiga peserta terbaik akan mendapatkan hadiah.

Artikel ini ditulis oleh:

Penangkapan Tak Beralasan, Pengacara Bentak Polisi

Jakarta, Aktual.co — Seorang pengacara membentak anggota Kepolisian Resor Kota Padang karena tidak tahu alasan penangkapan kleinnya, terkait kasus dugaan perdagangan manusia (Human Trafficking) sembilan anak asal Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Pengacara Jonifer, saat sidang lanjutan kasus dugaan perdagangan manusia di Pengadilan Negeri Padang, merasa tidak puas atas jawaban anggota polisi, Defri, yang dihadirkan sebagai saksi, Kamis (27/11).
Defri mengaku bahwa dirinya tidak tahu alasan penangkapan terhadap dua terdakwa Farhan Muhammad alis Habib atau Ramses Saogo (25), dan Maryani M Zen alias Maya (39).
“Anda polisi, bagaimana mungkin tidak tahu indikasi kasusnya sebelum menangkap orang. Jangan berbohong anda,” kata jonifer.
Meskipun demikian, saksi tetap bersikeras dengan mengatakan dirinya tidak mengetahui alasan penangkapan itu. Defri sebelumnya mengatakan, jika dirinya hanya menjalankan tugas dari atasan untuk menangkap para terdakwa itu.
“Saya hanya disuruh melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa oleh komandan. Tentang indikasi kasusnya, saya kurang tahu,” kata saksi.
Sebelumnya, kedua terdakwa dan sembilan anak itu diamankan oleh Defri dan rekannya di hotel Sriwijaya Padang pada 25 Juni 2014, sekitar pukul 22.00 WIB. 
Selain ketidaktahuan alasan penangkapan, dalam persidangan juga diketahui jika terjadi kesulitan dalam menghadirkan para saksi lainnya, dikarenakan jarak dan terkendala pada fasilitas kendaraan pengangkut yang menggunakan kapal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai ke Padang.
“Kami mengalami kendala pada jarak dan transportasi dalam menghadirkan saksi lainnya pak hakim. Namun akan tetap diusahakan untuk menghadirkan beberapa saksi yang memang berdomisili di Mentawai itu,” kata JPU, Dwi Indah Puspa Sari.
Berdasarkan dakwaan jaksa, kedua terdakwa ditangkap karena diduga melakukan perdagangan manusia (human trafficking) terhadap sembilan anak asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, untuk dijual ke Pulau Jawa.
Atas perbuatan tersebut jaksa menjerat perbuatan kedua terdakwa dengan pasal 2 ayat (1), jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Perancang Indonesia Ini Siap Lestarikan Kain Batam

Jakarta, Aktual.co — Perancang busana Rudy Chandra siap mengembangkan kain khas Batam Kepulauan Riau dan mengangkatnya dalam tren mode nasional dan internasional.
 
“Kami berharap ada yang menjembatani kami ke UKM kain Batam untuk dapat bekerja sama dan mengolahnya,” kata Rudi Chandra di sela-sela pagelaran Pekan Mode Batam Internasional (Batam International Fashion Week) di Batam, Kamis (27/11).
 
Ia mengatakan juga siap untuk membawa potensi kerajinan kain khas Batam ke Jakarta agar lebih dikenal di dunia mode nasional dan internasional.

Namun sayang, Rudi mengaku belum memahami betul potensi kerajinan kain khas Batam untuk kemudian dikembangkan.
 
Di tempat yang sama perancang busana kenamaan lainnya, Hengky Kawilarang mengatakan Batam memiliki potensi yang sangat besar sebagai pusat mode di Indonesia. “Batam akan menjadi sesuatu yang berkembang pesat. Saya kaget Batam sudah semaju ini,” kata dia.
 
Ia juga mendorong agar Batam menjadi pusat promosi mode Indonesia ke pasar internasional karena letaknya yang berdekatan dengan beberapa negara tetangga.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan Batam memiliki batik dengan motif yang khas. “Batik Batam memiliki motif yang khas, seperti gonggong dan jembatan Barelang,” kata dia.

Warna-warna Batik Batam juga sangat unik dan kental dengan budaya Melayu yaitu kuning, hijau dan merah yang menyolok. Bahkan, 10 motif batik Batam telah dipatenkan di Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sebanyak 10 motif batik Batam yang sudah dipatenkan adalah Awan Larat, Bunga Sakat Mayang Terurai, Bunga Sakat Dara Merajok, Siput Gonggong Kuntum Berendam dan Siput Gonggong Bunga Semayang.
 Kemudian motif Rajung bersusun, Bunga Kundur Awan Menjulang, Bunga Hutan, Perio Kere Sulor Bekait dan Kasih Bersambut.
 
Guna mengembangkan motif batik Batam dimasyarakat, maka Disperindag melakukan pembinaan berupa pelatihan kepada para perajin batik di kota tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Piala AFF Riedl Putus Hubungan dengan PSSI

Jakarta, Aktual.co — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menyatakan siap mengakhiri kontraknya dengan PSSI, menyusul kegagalan pada kejuaraan sepak bola Asia Tenggara Piala AFF 2014.

“Tidak ada masalah, anda tentu tahu kontrak saya setelah Piala AFF ini selesai, atau akhir Desember ini,” kata Riedl di Hanoi, Vietnam, Kamis (27/11).

Saat menandatangani kontrak dengan Riedl akhir 2013 lalu, PSSI mensyaratkan timnas menjadi juara Piala AFF 2014, untuk memperpanjang kontrak dengan pelatih asal Austria tersebut hingga dua tahun berikutnya.

Meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Laos, Jumat (28/11), Riedl tidak yakin timnya bisa lolos ke semifinal.

Ia juga mengisyaratkan pertandingan melawan Laos sebagai laga terakhirnya sebagai pelatih timnas Indonesia.

“Saya berharap besok kami bisa melawan Laos yang mungkin sebagai laga terakhir saya,” ujar pelatih asal Austria itu.

Mengenai rencana selanjutkan setelah menyesaikan tugas di Hanoi, Riedl mengatakan bahwa ia akan pulang ke negaranya dalam beberapa pekan mendatang.

Ia juga belum menyatakan keinginan untuk menjadi pelatih salah satu klub di Indonesia.

“Saya kurang tertarik menjadi pelatih klub di Indonesia, karena di Indonesia manajer klub sangat berkuasa. Posisi pelatih sulit,” kata Riedl.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain