16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41473

Pelajar Kediri Semarakkan Festival 1.001 Topeng

Jakarta, Aktual.co —  Pelajar tingkat SMP serta SMA atau yang sederajat di Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/11), mengikuti festival 1.001 topeng panji yang digelar dalam rangkaian kegiatan ‘Festival Panji Nusantara 2014’.

Muh Koirul Huda, salah seorang peserta festival itu, mengatakan ia dengan teman-temannya sengaja ikut festival itu untuk mewakili sekolah. Mereka menyiapkan konsep pakaian serta topeng, sekitar satu pekan.

“Kami persiapan satu pekan, membuat topeng dan untuk bajunya. Kami ingin ikut acara untuk melestarikan budaya,” katanya.

Ia mengaku senang. Selain bisa melestarikan budaya, juga ikut bisa unjuk kebolehan di depan Wali Kota. Sesuai dengan permintaan dari panitia, setiap peserta diharuskan unjuk kebolehan.

Acara itu digelar di depan Balai Kota Kediri, diikuti para pelajar yang mengenakan seragam sesuai dengan kesepakatan bersama serta topeng.

Topeng itu dibuat sendiri dengan bahan dari kertas. Para pelajar itu juga membuat hiasan topeng yang semuanya diperagakan dalam festival tersebut.

Para peserta konvoi keliling di jalan protokol Kota Kediri dengan jalan kaki. Mereka mengelilingi kota lalu kembali ke lokasi awal, di Balai Kota Kediri. Panitia juga memberikan penialaian khusus, dan tiga peserta terbaik akan mendapatkan hadiah.

Sementara itu, panita acara tersebut Gatut Lestari mengatakan kegiatan ini sengaja digelar, terutama melibatkan pelajar yang merupakan generasi muda. Mereka merupakan anak bangsa, yang ke depan harus bisa melestarikan sejarah.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini sengaja mengambil tema tentang Panji. Ia merupakan sosok yang terkenal dalam cerita kuno, sehingga diharapkan para pelajar bisa mengerti sejarah.

“Cerita Panji bagian dari kehiduapn manusia. Kami harapkan, kegiatan ini bisa dilestarikan, sehingga kebudayaan tidak akan hilang dan anak-anak tidak menjadi generasi yang kehilangan sejarah,” katanya.
 
Acara itu berlangsung dengan tertib. Puluhan polisi juga mengawal acara itu, sehingga para peserta bisa atraksi dengan lancar. Sementara itu, puluhan warga juga melihat acara itu di sepanjang jalan.

Artikel ini ditulis oleh:

Temui Rini, Sudirman Kordinasi Bahas Kendala PLN

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said kembali berkunjung ke kantor Menteri BUMN Rini Soemarno guna berkordinasi membahas berbagai kendala yang dihadapi PT PLN (Persero) dalam menindaklanjuti program pemerintah yang ingin menambah pasokan listrik 34.000 MW sampai tahun 2019.

“Kami tadi berkoordinasi membahas bagaimana PLN dan program percepatan listrik bisa disinergikan,” kata Sudirman Said saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/11).

Koordinasi Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN harus terus diperkuat karena banyak irisan pekerjaan diantara keduanya terutama menyangkut soal energi.

“Kebetulan siang ini kita ada rapat dengan Wapres Jusuf Kalla soal listrik. Jadi kita banyak bicara soal PLN dimana perlu disinergikan apa-apa yang dibutuhkan PLN agar percepatan listrik bisa direalisasikan,” ujarnya.
     
Mantan Dirut Pindad itu menegaskan bahwa masalah lahan merupakan salah satu hal yang krusial yang harus diselesaikan selain soal pendanaan.

“Tanah-tanah BUMN banyak yang bisa dimanfaatkan untuk tapak-tapak pembangkit listrik. Untuk itu PLN juga butuh dukungan dari kementerian lain, misalnya Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
     
Sudirman menuturkan, dirinya sudah mendengar langsung presentasi Dirut PT PLN Nur pamudji. “Mereka sudah siap melakukan percepatan pembangunan listrik dengan dukungan pemerintah, penyederhaan perijinan, tanah yang akan digunakan, termasuk soal pendanaan dari luar negeri”.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hasil Survey, Masyarakat Bali Setuju Kebijakan Revitalisasi Teluk Benoa

Jakarta, Aktual.co — Hasil Jajak pendapat dari Indo Survey & Strategy di Provinsi Bali terkait dengan isu Teluk Benoa, menyebutkan masyarakat di Pulau Dewata itu lebih menerima kebijakan revitalisasi dari pada kebijakan reklamasi terhadap Teluk Benoa.

Dari 600 responden, sebanyak 53,2 persen memilih dilakukan revitalisasi, sebanyak 5 persen memilih reklamasi, sedangkan yang menolak reklamasi 32,4 persen dan sisanya sembilan persen menyatakan tidak tahu.

“Revitalisasi sepertinya menjadi pilihan jalan tengah bagi penanganan Teluk Benoa, kalau melihat data yang kami peroleh. Karena pilihan ini lebih kuat dari pada opsi reklamasi atau menolak reklamasi,” kata Direktur Eksekutif Indo Survey & Strategy, Hendrasmo dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (27/11).

Namun, lanjutnya, apabila masyarakat ditanyakan memilih revitalisasi atau menolak reklamasi/revitalisasi, mayoritas masyarakat di Bali, yakni 65 persen memilih dilakukan revitalisasi, 32 persen menolak reklamasi maupun revitalisasi sedangkan 3 persen responden menyatakan tidak tahu.

Hendrasmo menjelaskan, alasan mereka yang mendukung revitalisasi adalah meningkatkan lapangan kerja yakni sebanyak 45 persen, dan sebanyak 22 persen karena alasan meningkatkan perekonomian di Bali.

Sedangkan mereka yang menolak revitalisasi, sebanyak 46 persen menyatakan revitalisasi akan merusak mangrove, dan sebanyak 22 persen responden menyatakan revitalisasi akan meningkatkan abrasi laut.

Walaupun mayoritas masyarakat di Bali menilai daerahnya lebih maju dari pada daerah lain, sebanyak 31,4 persen responden menyatakan kurangnya lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan paling penting yang harus dipecahkan, menyusul biaya pendidikan dan kesehatan serta persoalan infrastruktur.

Jajak pendapat tersebut dilakukan di awal bulan 2-9 November 2014, di 9 Kabuten/Kota di Bali melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden, dilakukan dengan metode. “Multi Stage Random Sampling” dan memiliki tingkat kesalahan +/- 4 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemlu Kirim Direktorat Perjanjian Internasional Tangani Nelayan Asing

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri mengirim pejabat dari Direktorat Perjanjian Internasional dan Direktorat Konsuler ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk membantu proses verifikasi 544 nelayan asing yang ditangkap karena menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

“Saat ini tim dari Kementerian Luar Negeri masih berada di Berau di Kalimantan untuk membantu proses verifikasi dari sejumlah nelayan asing yang ditahan karena memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene di Jakarta, Kamis (27/11).

Michael menyebutkan bahwa 544 nelayan asing itu sampai sekarang masih menjalani proses verifikasi. Menurut dia, verifikasi dilakukan oleh pemerintah pusat bersama pemerintah daerah untuk memastikan status kewarganegaraan dan izin tinggal dari para nelayan tersebut.
“Informasi awal, indikasinya sebagian besar dari para nelayan asing ini masuk ke perairan Indonesia dari wilayah Malaysia. Mereka sebagian besar berasal dari Malaysia, namun ada juga beberapa yang berasal dari Filipina.”
Michael mengatakan para nelayan asing itu diduga nelayan tradisional yang hidupnya tak menetap, sehingga para nelayan itu memang tidak memiliki surat atau bukti tanda kependudukan maupun tanda kewarganegaraan.

“Ada indikasi mereka adalah warga Malaysia. Mereka ini umumnya nelayan tradisional yang tidak memiliki surat identitas. Tidak hanya bukti kewarganegaraan, bahkan bukti kependudukan pun mereka umumnya tidak punya.”

Menurut dia, informasi mengenai asal-usul para nelayan asing tersebut sejauh ini lebih banyak diperoleh dari hasil wawancara otoritas setempat dan tim Kemenlu dengan para nelayan. Bagaimanapun, kata dia, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menegakkan hukum di wilayah Indonesia, khususnya terkait dengan pelanggaran wilayah dan penangkapan ikan tanpa izin yang dilakukan oleh nelayan asing di wilayah Indonesia.

“Pada intinya, Pemerintah Indonesia akan menindak tegas pelaku-pelaku penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia.”

Namun demikian, dia juga mengatakan upaya penegakan hukum secara tegas itu akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kesepakatan antara Indonesia dengan negara-negara terkait untuk mencegah dan memberantas kegiatan penangkapan ikan secara ilegal, tidak terlapor, dan tidak berizin.

Sejak menerima laporan penangkapan nelayan asing tersebut, Kemlu telah melakukan notifikasi konsuler kepada Kedutaan Besar negara terkait di Jakarta. Notifikasi konsuler ini dimaksudkan untuk memberikan pemberitahuan kepada perwakilan asing mengenai warga negaranya yang memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dan diindikasikan terlibat dalam tindakan pelanggaran hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Permintaan Meningkat, Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Temanggung Terbatas

Jakarta, Aktual.co — Permintaan elpiji ukuran tiga kilogram di Temanggung meningkat memasuki musim hujan, namun pasokan terbatas sehingga sejumlah pengecer kehabisan stok.
Seorang pengecer elpiji ukuran tiga kilogram di Kelurahan Sidorejo Nurjanah di Temanggung, mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasokan dari pangkalan sering terlambat sehingga konsumen harus antre untuk mendapatkannya.
Jika sebelumnya setiap dua hari sekali mendapat pasokan, namun sekarang tiga hingga empat hari baru ada pasokan dan terbatas.
Seorang pemilik pangkalan elpiji di Brojolan, Agus mengaku sebelumnya bisa mendapatkan jatah hingga 500 tabung per hari, namun sekarang maksimal hanya mendapat 240 tabung per hari.
“Pasokan elpiji sangat terbatas, maka tidak semua permintaan pengecer bisa kami penuhi agar semua pengecer mendapatkan bagian maka jatahnya kami kurangi, kalau biasanya mendapat 20 tabung, kini hanya mendapat 10 tabung,” katanya, Kamis (27/11).
Sebelum kenaikan harga BBM, pihaknya menjual elpiji ke pengecer Rp15.500 per tabung, kini menjadi Rp16.000 per tabung.
Hal yang sama dialami pemilik pangkalan elpiji di Desa Ngebel, Kecamatan Kandangan, Kasman yang mengatakan kalau sebelumnya bisa mendapatkan jatang 175 hingga 200 tabung per hari kini hanya mendapat 140 tabung per hari.
“Jatah elpiji berkurang untuk mendapatkan jatah tersebut kami harus antre pada agen dari pukul 08.00 WIB hingga siang hari,” katanya.
Anggota tim monitoring tata niaga elpiji Kabupaten Temanggung, Arief Mujiono mengatakan bahwa jatah dari agen ke pangkalan tidak ada pengurangan, namun sebelumnya ada pasokan tambahan delapan persen untuk September dan Oktober 2014 dari kuota harian di Temanggung sebanyak 15.743 tabung per hari, sedangkan bulan November 2014 hanya mendapat pasokan tambahan dua persen.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Pernyataan Menkopolhukam Merendahkan Golkar

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menko Polhukam mengenai pelarangan Munas Golkar IX bukan hanya intervensi namun juga ungkapan merendahkan partai Golkar. 
Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR fraksi PKS, Aboe Bakar Al Habsy, dalam keteranganya di DPR, Jakarta, Kamis (27/11). 
Kata dia, pernyataan Menko Polhukam yang beralasan pelarangan ini akan membahayakan keamanan di  Bali serta menggangu pariwisata di Bali, itu sangat mengada-ada. 
“Pernyataan ini seolah Munas Golkar IX akan rusuh serta membawa keonaran. Kedua, seolah partai Golkar diisi oleh orang-orang yang suka berbuat anarkis, sehingga sampai Menko Polhukam perlu tidak mengijinkan kegiatan Munas,” sergah dia.
Habsy melanjutkan, Golkar adalah partai politik paling senior dan berisikan kader-kader yang intelek yang sudah matang. “Tidak mungkin mereka akan baku hantam dan menimbulkan kerusuhan,” tambahnya.
Golkar, sambung dia, adalah Partai Politik resmi yang merupakan salah satu pilar demokrasi di Indonesia. Negara seharusnya memiliki kekuasaan dan wibawa untuk  mengamankan hajat demokrasinya
“seharusnya memberikan jaminan keamanan kepada Golkar yang merupakan wadah resmi konstitusional,” demikian Habsy.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain