15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41487

Ekonom: Reasuransi Indonesia Masih Sulit

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan perlu dilakukan reasuransi di Indonesia. Namun, hal yang berbeda justru dikatakan oleh pengamat ekonomi.
Ekonom dari Standart Chartered Bank, Fauzi Ichsan mengatakan sulit untuk menumbuhkan industri reasuransi di Indonesia. Pasalnya,  di Indonesia yang ada hanya membayar premi, tanpa exchange dan broker.
“Sepertinya sulit, karena kalau di Indonesia yang ada adalah bayar premi, tapi menanggung risiko sedikit. Sedangkan di dunia asuransi pasar global, disana ada exchange dan broker nya,” ujar Fauzi di HOTEL Grand Hyatt Jakarta, Rabu (26/11).
Lebih lanjut dikatakan dia, perusahaan asuransi di Indonesia belum mampu untuk menampung semuanya, termasuk risiko yang begitu besar. Jadi, menurutnya reasuransi lebih aman dilakukan di luar negeri.
“Soal kepemilikan, karena besar sekali risikonya kalau dilempar ke luar negeri, mereka juga punya end takers lagi, ini akan di match,” jelasnya.
Fauzi memberikan saran untuk mengatasi defisit transaksi berjalan yang lebih realistis adalah dengan peninjauan kembali pelarangan ekspor mineral mentah. Menurutnya dengan begitu akan menghasilkan keuantungan mencapai USD5 miliar per tahun.
“Peninjauan kembali larangan ekspor mineral mentah, ini bisa menghasilkan USD5 miliar per tahun,” pungkas Fauzi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menkeu: Reasuransi Dapat Mengatasi Defisit Transaksi Berjalan

Jakarta, Aktual.co —  Saat Indonesia menghadapi twin defisit, yaitu defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) dan defisit neraca perdagangan. Untuk mengurangi CAD, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan akan memperhatikan industri asuransi terutama perusahaan reasuransi.
“Kita bisa kuatkan industri asuransi untuk kurangi defisit transaksi berjalan, tapi saya mau fokus ke reasuransi, sebagai salah satu sumber CAD besar,” ujar Bambang di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (26/11).
Lebih lanjut dikatakan Bambang, setiap perusahaan asuransi perlu me-reasuransi transaksinya. Namun sayangnya, di Indonesia tidak memiliki perusahaan reasuransi yang mengurus transaksi domestik.
“Ini berarti perusahaan asuransi Indonesia perlu me-reasuransi uang mereka di luar negeri, dan pasti current account akan tercatat sebagai outflow,” imbuhnya.
Bambang juga menyebutkan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki perusahaan reasuransi, ykni Reindo. Tapi kapasitas perusahaan tersebut sangat kecil. Namun, Bambang tetap optimis jika perusahaan reasuransi tumbuh mka defisit akan transaksi berjalan akan berkurang. 
“Maka dari itu perlu diperbesar supaya reasuransi itu ada di wilayah kita. Saya otimis ini akan mengatasi defisit transaksi berjalan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mahasiswa dan Buruh Sandera Tanki Pertamina Protes Kenaikan BBM

Massa buruh dan mahasiswa menyandera truk tangki Pertamina saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (26/11/2014). Aksi ini sebagai protes terhadap kebijakan presiden Jokowi yang menaikan harga BBM. Selain itu mereka juga meminta Jokowi pecat menteri yang berbau Neolib diantara menteri perekonomian, BUMN dan ESDM. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Buruh Batam Mogok Massal, Pengusaha Rugi Ratusan Miliar

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau memperkirakan pengusaha merugi hingga ratusan miliar akibat aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan buruh Kota Batam Kepulauan Riau pada Rabu (26/11).
“Hari ini semua industri lumpuh total, perkiraan kami pengusaha rugi sampai angka ratusan miliar,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya.
Pengusaha menyayangkan aksi mogok massal yang dilakukan pekerja karena dianggap bisa merusak citra investasi di Batam.
Apindo juga menyesalkan sikap pemerintah yang dianggap tidak tegas terhadap aksi unjuk rasa yang bisa merusak kondusifitas perekonomian.
“Selama ini pemerintah sangat lemah dalam menghadapi aksi-aksi demo seperti ini, sehingga makin memberikan angin segar untuk para pendemo, mereka merasa bisa memaksa pemerintah lewat aksi-aksi seperti ini.”
Selain pengusaha, diyakini masyarakat juga banyak yang tidak suka dengan aksi mogok kerja karena menunjukkan arogansi, tidak menghargai hukum dan tidak menghargai pemerintah daerah dan aparat negara.
Perwakilan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Ali Amran mengatakan bahwa serikat pekerja sebenarnya tidak pernah berniat untuk melumpuhkan industri di Batam.
“Mogok untuk melumpuhkan bukan tujuan kami. Tapi fakta dan realita di lapangan ternyata itu yang terjadi,” kata dia.
Pekerja terpaksa melakukan itu demi meluluskan tuntutannya untuk revisi Upah Minimum Kota Batam dari yang sudah ditetapkan Gubernur Kepri Rp2,86 juta menjadi di atas Rp3 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

PHRI Tolak Himbauan Jokowi Soal Larangan Rapat di Hotel

Jakarta, Aktual.co — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan berunjuk rasa menolak himbauan Presiden Joko Widodo agar pegawai negeri sipil atau lembaga pemerintah tidak menggelar rapat di hotel.
“Kami menolak himbauan presiden karena tidak berpihak pada rakyat. Yang jelas, kebijakan itu akan mengancam industri perhotelan dan restoran,” kata Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga di Makassar, Rabu (26/11).
Kebijakan yang dikeluarkan melalui surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yudi Crisnandi, yang melarang kegiatan rapat dilaksanakan di hotel, terancam akan dilakukannya rasionalisasi tenaga kerja.
Tidak kurang dari 20 ribu orang tenaga kerja di Sulawesi Selatan itu terserap melalui bisnis hotel dan restoran dan jika kebijakan itu berlaku, maka akan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan.
“Jika presiden peduli dengan rakyatnya, maka jangan mengambil kebijakan yang justru tidak berpihak dengan rakyat. Akan banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan dan akan banyak tindak kriminalitas yang terjadi jika pemerintah tidak menganulir kebijakan tersebut,” katanya.
Anggiat meminta kepada Presiden Joko Widodo agar dapat mempertimbangkan keputusannya demi rakyat kecil karena 40 persen pendapatan perhotelan dan restoran itu berasal dari kegiatan pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rini Soemarno Mangkir Raker DPD

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan bahwa Rapat Kerja (Raker) untuk membahas program kerja Kementerian BUMN tahun 2014 dan rencana program kerja Kementerian BUMN Tahun 2015, akan dijadwal ulang.
Alasannya, Menteri BUMN Rini Soemarno sedang melakukan kunjungan kerja bersama Presiden Jokowi ke daerah Lampung.
“Iya rakernya tidak jadi, karena Ibu Rini sedang ikut dengan Presiden Jokowi ke Lampung,” kata dia kepada wartawan, di Komplek DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Pun demikian, ia pun mengatakan jika pihaknya sudah menerima surat ketidakhadiran mantan kepala staf rumah transisi Jokowi-JK itu.
“Surat sudah kita terima, dan nanti akan kita jadwal ulang kembali,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain