14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41499

Titiek Soeharto: Tedjo Edy Lakukan Intervensi Tidak Sehat

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menko Polhukam, Tedjo Edy menunjukkan adanya kepentingan politik. Demikian disampaikan politisi Golkar Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Menurut Titik, menteri yang berasal dari Partai Nasdem itu, lebih berpihak kepada kubu Agung Laksono Cs yang mengisyaratkan Golkar akan merapat ke pemerintah.   
“Itu dia (Menko Polhukam) melakukan intervensi yang tidak sehat, kan kalau begini pemerintah paranoid sendiri, karena ini acara hajatan isi rumah tangga Golkar sendiri,” ucap politisi Golkar Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Menurut dia, tidak ada alasan pihak kepolisian melakukan pelarangan terkait hajatan partai pohon beringin itu, sebab sifatnya hanya pemberitahuan, bukan diizinkan atau tidaknya.
“Lagi pula kan bila terjadi kericuhan Kapolri itu kan ada protapnya sendiri. Lagi pula yang membuat ricuhkana bukan dari pihak pak ARB, melaikan pihak sebelah,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dinsos DKI Bakal Tangkap Korban Banjir Yang Mengemis

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan menindak tegas dengan menangkap bagi warga korban banjir yang nekat mengemis di jalan. Hal tersebut dikarenakan masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).  
Demikian disampaikan Masrokhan, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/11).
”Kalau ada korban banjir yang ngemis, laporkan ke call center kami di (021) 4264675. Kami tindak lanjuti dan akan kami masukan ke panti sosial,” katanya. 
Menurutnya kalau hal tersebut kerap dimanfaatkan oleh warga yang menjadi korban banjir untuk mencari sesuap nasi dengan memanfaatkan momen banjir untuk meraup keuntungan.  
“Di Jakarta tidak boleh ada korban banjir yang mengemis. Itu sangat memalukan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belasan Janda Miskin di Rangkasbitung Tak Dapat Bantuan Dana Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Belasan janda miskin di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tidak mendapat dana program simpanan keluarga sejahtera sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang digulirkan pemerintah.
“Kami belum menerima dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), padahal untuk makan sehari saja kesulitan,” kata Nong (80), warga Kebon Kelapa Kelurahan MC Timur Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (26/11).
Menurut dia, semestinya pemerintah menyalurkan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) sebagai kompensasi BBM merata dan tepat sasaran.
Sebab dirinya sudah puluhan tahun ditinggal suami meninggal belum pernah menerima dana kompensasi BBM.
Bahkan, untuk makan saja menggantungkan kepada anaknya yang juga tidak memiliki pekerjaan tetap.
Karena itu, ia bersama belasan janda lain yang tinggal di lingkunganya tidak mendapatkan dana PSKS.
“Kami berharap ke depan penyaluran dana PSKS sebagai kompensasi BBM tepat sasaran kepada orang yang berhak menerimanya,” katanya.
Begitu pula Uni (50), warga Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya hingga kini belum mendapat dana kompensasi BBM karena tidak memiliki Kartu Pelindung Sosial (KPS).
Padahal, dirinya sebagai buruh cuci berhak menerima dana PSKS tersebut.
“Kami bingung harus mengadu kemana untuk mendapatkan KPS sebagai syarat menerima dana kompensasi BBM itu,” katanya.
Kepala Bidang Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Lebak, Asep Saefullah mengatakan bahwa saat ini masyarakat miskin yang memiliki KPS di Lebak tercatat 118.021 orang dan belum dilakukan kembali pendataan warga miskin. Pendataan merupakan kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS).

Artikel ini ditulis oleh:

Pipa Air Aetra Bocor, 300 Ribu Pelanggan Terancam Tidak Dapat Pasokan Air Bersih

Jakarta, Aktual.co —Sekitar 300 ribu pelanggan air bersih di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara terancam tidak mendapatkan pasokan air bersih. Hal tersebut dikarenakan adanya kebocoran pipa transmisi berdiameter 1,6 meter yang dimiliki PT Aetra. 
Kebocoran pipa tersebut diduga akibat terhantam mata bor proyek jalan layang tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu). Lokasi kebocoran pipa tersebut berada tepat di sisi utara aliran Kalimalang. Pipa tersebut ditanam di kedalaman 2,5-4 meter. 
“Mata bor mengenai pipa transmisi sehingga pipa tersebut jebol dan mengalami kebocoran. Kami belum tahu seberapa besar kebocorannya,” ujar Direktur Perencanaan PT Aetra, Hari Yudha Hutomo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/11).
Dikatakan Hari bahwa pihaknya telah meminta PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek tol Becakayu menghentikan pengerjaan di lokasi proyek karena dikhawatirkan semakin membahayakan kondisi pipa.
“Jika proyek pengerjaan tidak segera dihentikan khawatir kondisinya semakin memburuk karena air yang keluar dari pipa bisa mencapai 3.500 liter per detik,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Semoga Tidak Ada Sengkuni Dalam Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Indonesia Public Institute Karyono Wibowo mengatakan surat Sekretaris Kabinet mengenai instruksi Presiden Joko Widodo kepada menteri Kabinet Kerja untuk tidak rapat dengan DPR sebelum permasalahan di parlemen selesai bisa mementahkan upaya rekonsiliasi.
“Kebijakan tersebut bisa membuyarkan upaya rekonsiliasi antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang sudah semakin mengerucut dengan beberapa kesepakatan,” kata Karyono Wibowo dihubungi di Jakarta, Rabu (26/11).
Karyono mengatakan adanya beberapa kesepakatan antara KMP-KIH seperti revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) merupakan sebuah perkembangan baik. Karena itu, dia menilai adanya surat berisi larangan menteri untuk rapat dengan DPR sebagai langkah yang kurang taktis.
“Justru timbul pertanyaan, ada apa di balik keluarnya surat itu? Adakah pihak yang mendorong Presiden untuk membuat keputusan seperti itu, atau memang murni dari Presiden? Kekuatan politik dan dasar hukum apa yang bisa digunakan sebagai dasar untuk mendukung kebijakan pemerintah tanpa DPR?” tuturnya.
Menurut Karyono, sejumlah pertanyaan tersebut patut dikemukakan karena langkah-langkah kontroversial yang diambil pemerintah bisa menjerumuskan Presiden Jokowi. Pasalnya, dari realitas politik, dukungan di parlemen tidak cukup kuat.
Karyono menilai KIH sudah mulai menunjukkan keretakan terkait kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemilihan jaksa agung. Bila pemerintah gagal mengendalikan inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga BBM, maka akan timbul kekecewaan rakyat yang bisa dimanfaatkan lawan politik.
“Karenanya, saya berharap di dalam pemerintahan Jokowi tidak ada yang berperan sebagai ‘Sengkuni’ yang menjalankan agenda politik terselubung yang bisa membahayakan pemerintahan Jokowi,” sergahnya.
Sebelumnya di kalangan wartawan beredar surat yang berisi instruksi Presiden Joko Widodo kepada menteri-menteri Kabinet Kerja untuk tidak menghadiri rapat-rapat bersama DPR sebelum permasalahan di parlemen diselesaikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Akibat Gas Bocor, Dua Warga Alami Luka Bakar

Jakarta, Aktual.co —Rumah yang sekaligus sebagai warung bakso yang berada di Jalan Sawo Kecik RT 07/06, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (26/11) habis dilalap api. Diduga penyebab kebakaran tersebut akibat meledaknya kompor gas. 
Akibat peristiwa tersebut dua warga mengalami luka bakar. Kedua korban yakni pemilik warung bakso Warto (58) dan istrinya Asih (56). 
“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Edy Sucipto, Kepala Seksi Operasi, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Selatan.
Peristiwa kebakaran tersebut bermula saat Warto dan istrinya tengah memasak di dapur. Tiba-tiba kompor gas yang digunakan meledak dan menyemburkan api. Akibatnya, Warto dan istrinya mengalami luka bakar di bagian tubuhnya. 
“Kemungkinan besar akibat selang kompor gasnya bocor,” tambahnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain