13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41501

PSSI Akan Ambil Langkah Tegas Usai Piala AFF

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah tegas, terkait dengan penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Hal ini, kata La Nyalla, berguna untuk mengembalikan prestasi sepakbola Indonesia.

“Bukan sekadar evaluasi, tetapi PSSI akan mengambil langkah-langkah penting, nanti akan dirumuskan di rapat kerja PSSI,” kata La Nyalla, ketika dimintai tanggapan terkait kekalahkan telak Indonesia 0-4 oleh Filipina di pertandingan kedua, Selasa (25/11)

Dengan hasil kurang maksimal ini, posisi pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl cukup terancam. Jika tidak mampu membawa Timnas Garuda menjadi juara, maka pelatih asal Austria itu harus menerima konsekuensi dengan melepaskan jabatannya.

Seperti diketahui, Indonesia dalam kejuaraan dua tahunan se-Asia Tenggara itu, bisa dikatakan kurang maksimal.

Pada pertandingan perdana melawan tuan rumah Vietnam, Indonesia bermain imbang 2-2. Dengan demikian, peluang lolos ke babak semifinal, sangat tipis, jika melihat peluang Vietnam.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengungsi Banjir Pondok Labu Sebagian Sudah Pulang

Jakarta, Aktual.co —Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan sebagian besar pengungsi banjir di Kampung Pondok Labu Jakarta Selatan sudah kembali ke rumah.
“Berdasarkan info yang kami dapat dari Lurah setempat, katanya para pengungsi sudah pulang ke rumah mereka masing-masing,” kata Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Endang Achadiat di Jakarta, Selasa.
Dikatakannya, pengungsi yang berasal dari Kampung Pondok Labu itu semuanya berjumlah sekitar 160 kepala Keluarga dan terdapat sekitar 400 jiwa.
Sebagian mereka para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dikarenakan air akibat banjir yang melanda rumah mereka sudah mulai turun dari sebelumnya mencapai lebih satu meter ketinggiannya.
Ia juga mengatakan, ada juga sebagian warga yang bertahan di rumah mereka karena bertingkat dua atau juga lebih memilih berdiam sejenak di atas rumah sambil menunggu air turun.
“Ketinggian air sudah mulai turun sehingga para pengungsi sudah mulai pulang ke rumah mereka dan diperkirakan mulai membersihkan rumah dari kotoran akibat banjir,” tuturnya.
Terus dikatakan ada 20 orang petugas BPBD yang bertugas untuk melakukan pendataan dari musibah banjir itu serta melakukan pemantauan terhadap setiap ketinggian dan penurunan air.
Selain itu juga, ada yang bertugas untuk melakukan penanganan pengungsi dan mencatat jumlah pengungsi di setiap wilayah yang terkena banjir.
BPBD juga akan mendirikan beberapa tenda darurat untuk para pengungsi beristirahat di daerah-daerah aman banjir khususnya di daerah pengungsian.
“Kami terus melakukan pengawasan, pemantauan dan pencatatan terhadap musibah banjir ini dan setiap hasil akan kami laporkan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tidak Mau Terjaring Operasi Zebra, Kodim 0821 Periksa Kelengkapan Anggotanya

Lumajang, Aktual.co — Untuk mendukung Operasi Zebra 2014, yang akan digelar secara nasional oleh Polri mulai 26 Nopember – 9 Desember nanti, Kodim 0821 Lumajang tidak mau kecolongan, anggotanya ikut terjaring dalam operasi tersebut.

Sebagai bentuk komitmen tertib hukum, melalui petugas provost melakukan pemeriksaan kelengkapan sepeda motor milik seluruh personil TNI, baik itu kendaraan dinas maupun pribadi.

Pemeriksaan kelengkapan kendaraan yang dilaksanakan di halaman Makodim 0821 Lumajang, dipimpin langsung oleh Dandim 0821 Lumajang, Komandan Kodim 0821 Letkol Inf Akhyari. Pemeriksaan ini berlaku bagi seluruh personil TNI yang berada dibawah kewenangan Kodim 0821.

Letkol Inf Akhyari kepada Aktual.co menjelaskan, sebenarnya giat pemeriksaan sepeda motor dinas maupun pribadi milik personil TNI, sudah rutin dilakukan jajarannya, minimal satu bulan sekali baik itu di Makodim maupun di masing-masing Koramil.

“Kami periksa semua kelengkapan sepeda motor mulai dari fungsi bel, lampu depan, lampu rem, sign, kaca spion serta plat nomor kendaraan. Apabila ditemukan ada yang tidak berfungsi dengan baik atau tidak ada yang terpasang, maka kami akan memberikan teguran keras untuk segera diperbaikinya,” kata Akhyari di Lumajang, Selasa (25/11).

Tidak hanya itu, dirinya dibantu sejumlah provost juga melakukan pemeriksaan terhadap KTA, SIM, serta STNK kendaraan anggota. Jika ditemukan SIM milik anggota mati atau pajak kendaraan mati. Pihaknya akan melakukan tindakan dalam bentuk peringatan keras.

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI Harap Timnas Bangkit Ketika Lawan Laos

Jakarta, Aktual.co — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), berharap timnas Indonesia, bisa bangkit setelah kekalahan telak 0-4 dari Filipina. Ini berguna untuk memetik poin ketika melawan Laos dalam pertandingan babak penyisihan grup Piala AFF 2014, Jumat (28/11) nanti.

Pertandingan melawan Laos, merupakan pertandingan terakhir bagi anak asuh Alfred Riedl itu. Namun, untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, kemungkinannya sangat kecil. Namun, itu tergantung dari pertandingan lainnya antara Vietnam melawan Laos maupun Vietnam melawan Filipina.

“Timnas masih menyisakan satu pertandingan. Kami berharap mereka tetap fokus pada pertandingan dan tidak terganggu dengan kekalahan dari Filipina,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, dikutip dari media PSSI, Selasa (25/11).

Untuk diketahui, Indonesia ketika melawan tuan rumah Vietnam, berakhir dengan skor imbang 2-2. Sedangkan Laos, juga harus takluk dari Filipina dengan skor 1-4.

Jika Vietnam kalah dari Filipina, dan Laos juga kalah dari Vietnam, kesempatan Firman Utina untuk lolos ke babak semifinal, masih terbuka. Tapi dengan catatan, mereka mampu mengalahkan Laos, dan hasil akhirnya, mereka tinggal menghitung jumlah gol.

Artikel ini ditulis oleh:

OJK Hitung Tambahan Modal Mutiara

Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menghitung besaran tambahan modal yang harus disuntikkan oleh J Trust Co. Ltd kepada Bank Mutiara guna meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank tersebut.

“Yang penting itu komitmen mereka (J Trust) untuk memenenuhi minimum CAR. Saya rasa mereka sudah berikan komitmennya,” kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Jakarta, Selasa (25/11).

Berdasarkan laporan keuangan Bank Mutiara per September 2014, rasio kecukupan modal Bank Mutiara berada pada level 13,35 persen. Namun, rasio kredit bermasalah Bank Mutiara masih relatif besar yakni 16,8 persen (gross).

Saat uji kelayakan dan kepatutan, OJK sendiri menetapkan syarat kepada J Trust yakni harus meningkatkan CAR Bank Mutiara menjadi di atas 14 persen dalam tiga tahun ke depan. OJK juga meminta J Trust untuk tidak menjual Bank Mutiara dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Nelson berharap, suntikan modal dari J Trust kepada Bank Mutiara dapat dilakukan sesegera mungkin untuk meningkatkan likuiditas bank tersebut.

“Kita harapkan secepat mungkin ya. Kalau mereka sudah ini, artinya komitmen mereka membuat CAR sesuai profil risiko, mem-back up likuiditasnya. Itu sudah diberikan waktu fit and proper test,” kata Nelson.

Nelson menambahkan, saat ini tingkat kesehatan Bank Mutiara yang saat ini masih berada di peringkat komposit (PK) 4 dapat dimaklumi karena memang masih baru disehatkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ia berharap, peringkat tersebut dapat meningkat menjadi PK-3 atau bahkan lebih baik ke depannya.

“Nanti dengan bergulirnya waktu kan pengawas akan terus memonitor secepat mungkin agar mereka bisa sehat. Kenapa tidak,” ujar Nelson.

Sebelumnya, pada 20 November 2014 lalu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mutiara menyetujui pengambilalihan saham PT. Bank Mutiara, Tbk oleh J Trust. Jumlah Saham yang dialihkan adalah 99 persen sesuai surat dari Otoritas Jasa Keuangan dengan nilai Rp4,41 triliun yang telah selesai dibayarkan tunai dengan PBV (Price to Book Value) sekitar 3,5 kali.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hemat Anggaran, Pemprov Bakal Potong Honor Rapat Pegawai

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014 tentang langkah penghematan anggaran.
Dikatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) salah satu langkah penghematan yakni dengan memotong anggaran honor rapat para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun 2015 mendatang.
“Berdasarkan hitungan kita, dengan  pemotongan anggaran honor tersebut,  pengeluaran APBD DKI bisa dihemat sampai Rp2,3 triliun,” ujar Ahok, di Balaikota DKI, Selasa (25/11).
Dengan penghematan sebesar itu, kata Ahok, maka dananya bisa dialihkan. 
“Pemotongan honor rapat para PNS itu selanjutnya bisa kita alihkan untuk program-program Pemprov DKI yang lebih bermanfaat,” ucapnya.
Sayangnya, dia tidak menyebut besaran honor yang akan dipotong bagi PNS setiap satu kali rapat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain