12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41506

Ekonomi Singapura 2014 Tumbuh 3,0 Persen

Jakarta, Aktual.co —   Pemerintah Singapura mengungkapkan ekonomi Singapura diperkirakan melambat menjadi tumbuh 3,0 persen pada tahun ini karena kemerosotan global memukul prospek perdagangan penting negara kota itu.

Produk domestik bruto (PDB) meningkat 3,3 persen tahun-ke-tahun dalam sembilan bulan sampai September, tetapi kemungkinan berkurang pada kuartal terakhir “sejalan dengan proyeksi perlambatan ekonomi global “, Departemen Perdagangan dan Industri (MTI) mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tahun lalu, PDB Singapura tumbuh sebesar 4,1 persen. Perkiraan resmi untuk 2014 sedikit lebih rendah dari angka konsensus 3,3 persen yang diberikan oleh para ekonom dalam survei September oleh Otoritas Moneter Singapura.

Ekonomi kecil dan terbuka Singapura membuatnya lebih rentan terhadap perkembangan eksternal dibandingkan dengan negara tetangga Asia yang lebih besar, yang memiliki pasar domestik besar untuk meredamnya ketika permintaan global untuk ekspor mereka lemah, para analis mengatakan.

Di dalam negeri, pelemahan dalam konstruksi sektor swasta karena pendinginan kebijakan di pasar properti akan mempengaruhi pertumbuhan, tetapi bisnis jasa-jasa diperkirakan bertahan, kata kementerian itu.

“Mengambil faktor-faktor ini menjadi pertimbangan, MTI memperkirakan ekonomi Singapura akan tumbuh sekitar 3,0 persen untuk seluruh tahun 2014,” katanya.

PDB Singapura tahun depan diperkirakan akan datang pada 2,0-4,0 persen, kecuali ada “penurunan risiko” untuk ekonomi global, kata kementerian itu.

Kementerian mengutip kekhawatiran bahwa zona euro “akan jatuh ke dalam spiral deflasi mengingat pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang terus-menerus rendah”, sementara risiko Tiongkok perlambatan yang lebih curam dari perkiraan jika pasar real estat terkoreksi tajam.

Di Amerika Serikat, masih belum jelas kapan dan apa langkah Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya.

“Sebuah pengetatan tak terduga kondisi moneter secara signifikan akan menekan pasar keuangan AS dan sentimen bisnis,” katanya, situasi yang akan mempengaruhi pasar global.

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Rusia dan Ukraina serta produsen-produsen minyak utama di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta wabah global virus Ebola, adalah risiko-risiko penurunan lainnya, kata MTI.

“Intinya adalah bahwa pertumbuhan ekonomi Singapura kemungkinan akan tetap biasa-biasa saja — sekitar 3,0 persen — selama pemulihan permintaan eksternal masih membosankan dan tidak merata,” kata Song Seng Wun, seorang ekonom regional bank Malaysia CIMB.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Selundupkan Sabu di Bohlam dan Kamera CCTV, Tujuh Dibekuk

Jakarta, Aktual.co —Tujuh orang tersangka kasus narkotika jenis sabu, yang diduga merupakan jaringan Tiongkok, Jakarta, dan Bali dibekuk Satuan Narkoba Polres Jakarta.
Dari tangan para tersangka yang dibekuk di dua tempat di Jakarta dan Bali itu, polisi menyita barang bukti sabu seberat 12,8 Kilogram dan 58 butir ekstasi.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran, para tersangka yang diamankan berinisial SP (40), BR (27), IN (31), BD (50), RZ (26), HD (33), dan RU (22).
“Pelaku menyimpan sabu di dalam lampu bohlam dan kamera CCTV, yang sudah dikemas peti,” ujarnya di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (25/11).
Saat ini polisi masih menyelidiki cara tersangka mengirimkan sabu tersebut ke Indonesia. Apakah melalui ekspedisi kapal laut atau pesawat.
“Yang jelas untuk melabui petugas bea cukai, barang-barang tersebut dikemas pakai lampu bohlam dan kamera CCTV. Dan dari pengakuan tersangka narkoba dikirim dari Tiongkok,” ucapnya.
Penangkapan para tersangka berawal dari penangkapan SP di wilayah Gandaria Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan barang bukti tiga paket plastik sabu dengan berat 248 gram, dan satu paket plastik berisi 200 butir ekstasi.
“SP mengaku barang tersebut diperoleh dari BR yang sudah melarikan diri ke Bali. Kita lakukan pengembangan ke Bali,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha.
Saat di Bali, pihaknya kembali menangkap empat orang tersangka di Guest House Seruni, di Jalan Mahendrata Data, Denpasar, Bali, yakni BR , IN, BD, dan RZ seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Bandung, Jawa Barat.
“Di Bali kami menyita beberapa barang bukti seperti satu paket sabu dengan berat 0,24, satu paket sabu seberat 0,40 gram, sabu seberat 0,73 gram, dan 58 butir ekstasi dan lima potongan setengah butir,” ujarnya.
Dari pengembangan di Jakarta, ditemukan kembali beberapa kilogram sabu di salah satu kontrakan di Jalan Parung Serap, Pondok Kacang, Tangerang. Petugas berhasil menyita sabu dua kilogram di dalam mobil Honda Jazz, 10,63 Kilogram Sabu, 78 gram heroin di dalam mobil sedan Corolla Great, empat peti besar yang berisi lampu bohlam, sembilan dus panjang, dan 41 kotak yang berisi kamera CCTV.
“Para tersangka dikendalikan oleh seorang narapidana di LP Cipinang berinisial GO berkebangsaan Afrika,” pungkas Gembong.
Wakasat Narkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Shinto Silitonga juga menambahkan, dari tangan tersangka polisi menyita 12,08 Kilogram sabu, satu buah timbangan elektrik, dua buah buku tabungan, satu buah laptop, 58 butir ekstasi, dua unit mobil, dan uang tunai hasil penjualan narkotika sebesar Rp 114 juta.
“Kami juga melakukan pemburuan salah satu tersangka yang menjadi DPO yakni SB,” ujar Shinto.
Para tersangka, kata dia, dikenakan pasal 114 jo Pasal 132 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup atau denda Rp 10 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Plototi Transaksi Mencurigakan Penyelenggara Negara, PPATK: Ini Kasus Besar

Jakarta, Aktual.co — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan saat ini tengah memantau transaksi keuangan sesorang. Sebab orang yang dipantau oleh PPATK tersebut memiliki transaksi yang pantastis.
“Akan ada penyelenggara negara yang kasusnya luar biasa, dalam waktu dekat ini,” Ketua PPATK Muhammad Yusuf di Hotel JS Luwansa di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11). 
Yusuf yang baru saja mengikuti acara Konferensi Nasional Masyarakat Sipil dan Penguatan Demokrasi Pasca Pemilu 2014 itu mengatakan, hal tersebut kini sedang difinalisasi.
“Sekarang lagi difinalisasi,” kata dia.
Namun demikian, Yusuf masih merahasiakan identitas orang yang diduga memiliki transaksi luar biasa tersebut. Dia juga tak memberikan gambaran kepada awak media yang terus mencecarnya.
“Nantilah jangan sekarang, nanti basi sekarang,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Anggaran Miliaran, Tak Pantas Pompa Air DKI Banyak Rusak

Jakarta, Aktual.co —Keseriusan dan kesiapan Pemprov DKI  mengantisipasi banjir di Ibukota memasuki musim penghujan mulai diragukan oleh masyarakat.
Menyusul ditemukannya 141 pompa atau sekitar 25,41 persen dari pompa milik DKI yang rusak. Padahal hujan sudah mulai turun dan sebagian wilayah DKI juga sudah ada yang sudah terendam banjir. 
“Belum nanti jika hujan mengalami puncaknya,” ujar Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) Mohammad Syaiful Jihad, di Jakarta, Selasa (25/11).
Sedangkan, kata dia, JPS mencatat DKI sudah menyediakan  anggaran yang cukup besar untuk pemeliharaan pompa air. Yakni sebesar Rp132,15 miliar. 
Dana sebesar itu untuk pengadaan suku cadang pompa Rp20 miliar, pemeliharaan dan operasional pompa stasioner, pompa mobile, pintu air dan saringan sampah Rp15,5 miliar.
Lalu untuk pengadaan bahan untuk operasional pompa Rp1,65 miliar, penggantian dan peningkatan sistem pompa Rp80 miliar, dan pemeliharaan sarana di rumah pompa pengendali banjir Rp15 miliar.
“Dengan anggaran demikian besar, maka seharusnya tidak ada alasan untuk menunda perbaikan 141 pompa air. Pelayanan publik harus dilaksanakan secara cepat dan sebaik-sebaiknya,” tegasnya.
Lagipula, kata dia, dengan begitu banyaknya pompa air yang rusak, semakin menguatkan keraguan publik terhadap upaya penanggulangan banjir di Jakarta. Sebagaimana yang terekam dalam Jajak Pendapat Jakarta Public Service (JPS) pada 4-11 Oktober 2014 lalu.
Dari 300 orang disurvei JPS, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang penanggulangan banjir: sangat puas 6,67 persen, puas 24,67 persen, tidak puas 51 persen, sangat tidak puas 11,33 persen, dan tidak tahu/tidak menjawab 6,33 persen. 
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum DKI menyebutkan dari 555 pompa air di DKI, sebanyak 141 pompa air yang terdiri dari pompa stasioner, pompa mobile, dan pompa underpass dalam kondisi rusak. 
Perinciannya, 45 pompa di Jakarta Barat, 20 pompa di Jakarta Pusat, 41 pompa di Jakarta Selatan, 7 pompa di Jakarta Timur, dan 28 pompa di Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Tunggu Waktu yang Tepat Tahan Hadi Poernomo

Jakarta, Aktual.co — Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Hadi Poernomo yang merupakan bekas Direktur Jenderal Pajak tahun 2002-2004 ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, terkait permohonan keberatan Bank Central Asia pada 21 April 2014.
Penetapan Hadi oleh KPK pun bertepatan diujung karirnya sebagai Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan. KPK dalam hal ini menetapkan Hadi setelah melakukan kajian selama hampir setahun pada 13 Maret 2004, Direktorat PPh menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA. Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak.
Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan. Melalui nota dinas tertanggal 18 Juli 2004, Hadi diduga meminta Direktur PPh untuk mengubah kesimpulannya sehingga keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA diterima seluruhnya.
Pada hari itu juga, Hadi diduga langsung mengeluarkan surat keputusan ketetapan wajib pajak nihil yang isinya menerima seluruh keberatan BCA selaku wajib pajak. Dengan demikian, tidak ada lagi waktu bagi Direktorat PPh untuk memberikan tanggapan yang berbeda atas putusan Dirjen Pajak tersebut.
Selain itu, Hadi diduga mengabaikan adanya fakta materi keberatan yang diajukan bank lain yang memiliki permasalahan sama dengan BCA. Pengajuan keberatan pajak yang diajukan bank lain tersebut ditolak. Namun, pengajuan yang diajukan BCA diterima, padahal kedua bank itu memiliki permasalahan yang sama.
Namun demikian, sekian fakta yang sudah dibeberkan oleh lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad cs itu, belum juga menindaklanjuti perkara tersebut. Alih-alih lembaga tersebut mengklaim terus melakukan penyidikan atas kasus tersebut.
Bahkan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas memastikan bakal segera melakukan penahanan terhadap Hadi Poernomo, namun Busyro mengaku sampai saat ini lembaganya masih menunggu waktu yang tepat untuk menjerat Hadi dalam kasus tersebut.
“Kemudian akan mengaitkan saksi-saksi itu sampai pada alasan untuk menentukan kapan akan menahan Hadi Poernomo pada saat yang tepat,” kata Busyro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/11).
Busyro pun mengaku     , belum melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi lain untuk melengkapi berkas yang menguatkan status Hadi Poernomo sebagai tersangka dikasus tersebut. “Saksi masih ada yang belum dipanggil,” kata dia.
Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika BCA mengajukan keberatan pajak atas transaksi non performance loan (kredit bermasalah) sekitar 17 Juli 2003. Nilai transaksi bermasalah PT Bank BCA ketika itu sekitar Rp 5,7 triliun.
Setelah melakukan kajian selama hampir setahun, pada 13 Maret 2004, Direktorat PPh (pajak penghasilan) menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA.
Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak. Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan.
KPK menjerat Hadi dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Atas perbuatan Hadi ini, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 375 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Meski Harga Naik, Kuota BBM Subsidi Tetap Jebol

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan, meski harga BBM Subsidi naik potensi jebolnya kuota BBM subsidi tetap masih besar. Pasalnya, harga minyak jenis ini baru dinaikkan jelang akhir tahun sehingga konsumsi BBM subsidi hanya dapat ditekan 300.000 kiloliter (KL).

“Sebelum ada kenaikan harga BBM atau sebelum 18 November kemarin, kita hitung-hitung jatah BBM subsidi akan defisit sebanyak 1,9 juta KL,” ujar  Hanung Budya di Jakarta Utara, Selasa (25/11).

Akan tetapi, lanjutnya, setelah ada kenaikan harga BBM Rp2.000 per liter, diperkirakan ada penurunan defisit jatah BBM subsidi sebanyak 1,6-1,7 juta KL.

“Setelah naik Rp2.000 per liter kita hitung-hitung prognosa over kuota sebesar 1,6-1,7 juta KL. Jadi dengan kenaikan harga BBM, ada penghematan atau penurunan konsumsi 200.000-300.000 KL sampai akhir tahun ini,” ungkapnya.

Hanung menegaskan bahwa pihaknya memperkirakan jatah BBM subsidi akan habis sekitar tanggal 20 Desember. Akan tetapi masyarakat diharapkan tidak panik karena Pertamina telah memastikan stok BBM cukup hingga akhir tahun.

“Awalnya di tanggal 20-an ya, mundur beberapa hari saja. Tapi nggak usah khawatir tentang kuota. Pertamina jamin pasokan BBM subsidi tetap ada. Nanti Kementerian Keuangan akan rapat dengan Pertamina untuk hitung-hitungan kuota, berapa dana subsidi yang diperlukan untuk tambahan kuota,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain